Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) hari Jumat kemarin sore (25/2) mengadakan rapat pembelajaran kolektif ke-37 seputar masalah pendekatan perkembangan HAM Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan rapat tersebut menekankan, menghormati dan melindungi HAM adalah target yang selalu dikejar oleh PKT.
Upaya yang tak mengenal lelah PKT untuk menyatukan dan memimpin rakyat Tiongkok demi memperoleh HAM, menghormati HAM, melindungi HAM dan mengembangkan HAM berlangsung selama sejarah perjuangan seratus tahun PKT.
Tiongkok sudah membuka perjalanan perjuangan baru secara komprehensif membangun negara modern sosialis dan maju ke target perjuangan seratus tahun kedua, kami hendaknya dengan baik memahami pentingnya dan urgennya pekerjaan HAM, dengan teguh menempuh pendekatan perkembangan HAM Tiongkok, menaruh perhatian lebih besar pada menghormati HAM dan melindungi HAM, dalam rangka dengan baik mendorong perkembangan usaha HAM Tiongkok.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi hari Jumat kemarin (25/2) menghadiri pertemuan senior vaksin virus corona Majelis Umum PBB secara virtual.
Wang Yi mengatakan, pandemi COVID-19 sudah berlarut selama dua tahun. Melalui upaya bersama masyarakat internasional, pelaksanaan vaksinasi sudah mencapai kemajuan signifikan secara global, akan tetapi disparitas atas akses vaksin masih terus menjadi kendala. Pertemuan kali ini dilakukan tepat pada waktunya. Tiongkok ingin mengajukan empat butir usulan, pertama, memperkokoh jaringan keamanan imunisasi, kedua memperkaya “gudang senjata’ melawan pandemi, ketiga memperbaiki “perisai penanggulangan” medis dan keempat mengintensifkan pembangunan sebagai “pilar stabilitas”.
Wang Yi mengatakan, pada 2021, Xi Jinping mengajukan Inisiatif Kerja Sama Vaksin Global, yang intinya mempercepat aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara-negara berkembang, dengan harapan dapat sedini mungkin membangun “tembok kekebalan”. Tiongkok selalu bertindak sesuai dengan komitmennya dan telah menunaikan janjinya dengan tindakan nyata.
Tiongkok adalah penyumbang terbesar dalam realisasi distribusi adil vaksin secara global. Dari semua vaksin yang terakses di seluruh dunia, satu dari dua dosis adalah buatan Tiongkok. Tiongkok sudah menyediakan 2,1 miliar dosis vaksin kepada 120 negara. Tiongkok adalah pelaksana kokoh dalam pendorongan kerja sama produksi vaksin. Tiongkok adalah negara yang paling awal mendukung pengecualian hak atas kekayaan intelektual vaksin, dan terlebih dulu mengalihkan teknologi terkait kepada negara-negara berkembang. Hingga saat ini, Tiongkok sudah melakukan kerja sama produksi vaksin di 20 negara, dengan kapasitas produksinya sebesar 1 miliar dosis secara tahunan.