Jakarta
- China kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat usai
kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan yang memicu kemarahan
Beijing.
Dilansir
dari kantor berita Reuters, Rabu (17/8/2022), Duta Besar (Dubes) China untuk AS,
Qin Gang mengatakan, kunjungan Pelosi tersebut telah mengobarkan ketegangan
regional, dan pemerintahan Presiden Joe Biden tidak boleh meremehkan tekad China
dalam masalah ini.
Qin
menolak argumen pejabat-pejabat AS bahwa Ketua DPR tersebut bertindak secara
independen, terlepas dari Gedung Putih atau bahwa pemerintah AS tidak memiliki
kendali atas agenda Ketua DPR yang mengunjungi Taiwan pada awal Agustus lalu.
Qin mengatakan bahwa perjalanan Pelosi dan anggota Kongres lainnya telah
melanggar perjanjian AS-China yang ada.
Baca
juga:
Dukungan
Pejabat China untuk Kemerdekaan Taiwan Berbuah Hukuman
"Kami
sedang menangani dampak serius dari kunjungan Pelosi," kata Qin kepada wartawan
di Washington.
Dia
memperingatkan AS untuk tidak "meremehkan tekad kuat, kemampuan pemerintah China
dan rakyatnya untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas
teritorial."
Qin
menyampaikan peringatan itu setelah delegasi kongres AS yang dipimpin oleh
Senator Demokrat, Edward Markey dari Massachusetts menyelesaikan kunjungan ke
Taiwan selama akhir pekan. Sebelumnya, kunjungan Pelosi ke Taiwan pada awal
Agustus lalu telah memicu latihan militer oleh Beijing.
"Selama
beberapa dekade terakhir, China telah menentang kunjungan kongres ke Taiwan
karena kami percaya bahwa itu melanggar prinsip 'satu China'," kata Qin, merujuk
pada kebijakan China bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan bahwa Beijing
adalah milik negara. perwakilan tunggal.
Lihat
juga video 'Militer Taiwan Gelar Latihan, Waspadai Serangan China':
"Kongres
adalah bagian dari pemerintah AS - ini bukan cabang independen yang tidak
terkendali," lanjut Qin. "Kongres berkewajiban untuk mematuhi kebijakan luar
negeri Amerika Serikat. Itu sebabnya kami merasa sangat frustrasi dan tidak puas
dengan kunjungan Senator Markey ke Taiwan. Ini provokatif, tidak membantu,"
cetusnya.
Pejabat-pejabat
senior AS secara terbuka menyebut bahwa perjalanan Pelosi hanyalah bagian dari
serangkaian kunjungan kongres reguler ke pulau itu dan bahwa reaksi militer
China - menembakkan rudal ke Taiwan dan melakukan latihan Angkatan Laut di lepas
pantainya - tidak bertanggung jawab.
Namun,
Qin mengatakan China telah memperingatkan AS bahwa kunjungan Pelosi akan
memiliki "konsekuensi yang sangat serius." Dia mengatakan bahwa respons China
proporsional dan latihan militer itu "terbuka, transparan, dan
profesional."
Baca
juga:
Putin
Tuduh AS Perpanjang Konflik di Ukraina, Kobarkan Konflik di Taiwan
(ita/ita)
Baca
artikel detiknews, "China Ingatkan AS soal Taiwan: Jangan Remehkan Kemampuan
Kami!" selengkapnya