Nyawa Dr. Terawan Terancam? Yasona Laoly Pasang Badan Selamatkan Terawan!

6 views
Skip to first unread message

Sunny ambon

unread,
Apr 2, 2022, 7:12:10 AM4/2/22
to

B.H. Jo

unread,
Apr 2, 2022, 6:55:58 PM4/2/22
to Sunny ambon, GELORA45_In
Saya belum melihat youtube-nya tetapi resiko komplikasi dari prosedur yg. dilakukan oleh Terawan adalah antara 0.5% dan 1%. Komplikasinya adalah lumpuh sebagian badan, lumpuh setengah badan, juga bisa meninggal dunia.

Kutipan: Digital subtraction angiography (DSA) is still considered the “gold standard” in vascular imaging. However, DSA is an invasive procedure associated with risk of complications, 1% overall incidence of neurologic deficit and 0.5% incidence of persistent deficit. 
Akhir kutipan.

Jadi kalau Terawan telah melakukan prosedur 40,000, kira2 antara 200 sampai 400 orang telah mendapat komplikasi. Yg. tentunya tidak diberitakan. Sedangkan keuntungannya tidak jelas sebab tidak ada perbandingan uji klinisnya. 

Pemecatan Terawan adalah utk. melindungi potensi komplikasi utk. 200 - 400 orang. 

Lain kali, kalau ada kesempatan saya akan memberi komentar ttg. sistem yg. "amburadul" dari Depkes dan IDI di Indonesia. Yg. berlainan sama sekali dgn. sistim di Eropa (Jerman), Kanada dan Amerika dimana saya pernah berhubungan/hidup dgn. sistim dari ketiga negara ini.

BH Jo



On Saturday, April 2, 2022, 05:12:13 AM MDT, Sunny ambon <ilmes...@gmail.com> wrote:


--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BzHTxpThiTN9oc9Ty-PcCA5UBF6u%2BV-xNNsYwgZnAqrA%40mail.gmail.com.

ehhlin

unread,
Apr 3, 2022, 1:35:57 AM4/3/22
to B.H. Jo, Sunny ambon, GELORA45_In
Bg Jo, 
Anda mengatakan 0.5 - - 1 % dari pasien Dr Terawan 200--400 dari 40.000(???)  pasien  mengalami berbagai komplikasi.... Entah dari mana bg. dapatkan factor 0.5 - 1% itu, kalau andaikata 40,000.(??), tidak mengalami pengobatan Dr Tewaran, berapa persentage yg akan mengalami berbagai komplikasi itu, mungkin IDI, atau bg mempunyai datanya berdasarkan study yg nyata (???), mungkin angka 200 - 400 terlalu gde atau terlalu kecil...... 
Bg. mengatakan bahwa  pasien yg "men"- confirmed hasilnya pengobatan Dr Tewaran positif, adalah pasien yg "sehat", tidak sakit(????!!!)
Kalau saya seandainya seorang "pasien" SEHAT , wah tentunya saya TAK akan ambil risiko untuk otak saya diotak-otik oleh achli otak darimanapun, German, Inggris, USA atau Dr. Tewaran ..... entah bagimana dgn bg????!!!!  
Saya sampai hari ini tidak mengatakan IDI salah atau benar dgn keputusan IDI terhadap Dr Tewaran, tak (????) ada bahan study yg actual dn mendalam dari IDI, ..???!!! 
 saya setuju  pendapat bahwa kekuasaan, wewenang  IDI untuk memberi ijin seorang Dr yg " bisa" berpratek atau "tidak" ( dari segi ilmu kedokteran), hak ini harus dalam tangan pemeriintah, bukannya IDI. 
Kecuali  kalau ada diantara  falkutas2 kedokteran yg diakui pamerintah, mendidik para dokter, dan obral memberi gelar Dr pada para lulusan tapi ternyata standard pendidikannya  fakultas itu rendah,  tak sesuatu dng standard yg ditentukan pemeriintah ,  ..!!!! IDI bisa memberikan sanggahan.
Yang saya tekankan, 
IDI harus mempunyai report yg scientific, berdasarkan studies yg mendalam dan menyeluruh terhadap ex pasien dari Dr. Terawan, dan ini harus diSERAHKAN pada pemeriintah dn pemeriintah yg berkuasa untuk mencabut atau tidak ijin praktek seorang Dr. ..... 
Suatu teori benar atau salah dibuktikan dgn mempratekkan teori itu.. Ini ke"benar"an universal, termasuk dalam revolusi social. .!!! 

Lln 

Sent from my Samsung Galaxy smartphone.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages