Dalam konferensi pers Jumat kemarin (10/12), ada wartawan bertanya, Presiden AS Joe Biden pada hari pertama KTT Demokrasi menyatakan, selama 10 tahun yang lalu, demokrasi global dan level HAM umum terus mundur, kediktatoran dan otokratis mencoba memperluas daya pengaruh tehradap negara demokratik, dan mencoba membela kebijakan dan aksi penindasan, menghasut pemecah-belahan sosial dan polarisasi politik, apa komentarnya pihak Tiongkok ?
Wang Wenbin menyatakan, demokrasi adalah nilai bersama manusia, bukanlah alat untuk mendorong strategi geopolitik. Untuk mempertahankan status hegemonisnya, AS menyalahgunakan demokrasi, dengan dalih demokrasi menghasut pemecahbelahan dan perlawanan, merusak sistem internasional yang menjadikan PBB sebagai intinya dan tata tertib internasional yang berdasarkan hukum internasional, ini sepenuhnya adalah tingkah laku anti demokrasi.
Wang Wenbin menunjukkan, perwujudan demokrasi hendaknya mementingkan keseteraan, janganlah meremehkan orang lain, hendaknya mementingkan tata hukum, janganlah menindas atau memaksa, hendaknya mementingkan persatuan, janganlah melakukan pertentangan atau konfrontasi. Negara yang menyebut dirinya sebagai mercusuar demokrasi malah adalah negara yang kelihatan rentannya demokrasi dan tingginya defisit demokrasi, ancaman terbesar bagi demokrasi global tidak berasal dari tempat lain justru berasal dari negara yang selalu semau-maunya mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain dan mengenakan sanksi sepihak dan melancarkan intervensi militer di sini sana dengan dalih demokrasi.
Wang Wenbin menekankan, fakta sudah membuktikan, tak dapat diterima untuk memaksakan pola demokrasi suatu negara kepada dunia. AS mencoba membagikan dunia sebagai dua kamp yang demokratik atau tidak demokratik menurut standar ala AS, terang-terangan menghasut pemecahbelahan dan konfrontasi, tingkah laku ini akan mendatangkan kegoncangan dan malapetaka yang lebih besar kepada dunia saja, pasti akan dikutuk dan ditentang keras komunitas internasional.
Dalam konferensi pers Jumat kemarin (10/12), ada wartawan bertanya, baru-baru ini, juru bicara Sekjen PBB mengatakan, Antonio Guterres akan menghadiri Olimpiade Musim Dingin Beijing. Presiden Perancis Macron mengatakan, Olimpiade hendaknya tidak dipolitisasi, pemboikotan diplomatic terhadap Olimpiade Beijing tidak ada maknanya. Wakil Perdana Menteri Rusia menyatakan, AS mencoba mempolitisasi Olimpiade Beijing, namun Olimpiade tidak akan terdampak.
Wang Wenbin menyatakan, Olimpiade Musim Dingin Beijing adalah perhelatan dan ajang para atlet Olimpiade Musim Dingin dan para penggemar olahraga es dan salju sedunia. Tak lama berselang, Majelis Umum PBB ke-76 sepakat menerima resolusi gencatan senjata selama masa Olimpiade Musim Dingin Beijing yang diajukan bersama 173 anggotanya, hal ini sepenuhnya mencerminkan dukungan kuat komunitas internasional terhadap Olimpiade Beijing.
Kini, semakian banyak pemerintah dan komisi Olimpiade secara terbuka menyatakan sikap dukungan mereka akan Olimpiade Musim Dingin Beijing. Presiden IOC Bach pun dengan jelas menyatakan, penyelenggaraan Olimpiade bertujuan mempersatukan dunia. Intervensi kekuatan politik akan menyebabkan berakhirnya Olimpiade. Kalau Olimpiade digunakan untuk mempersengit bentrokan dan perselisihan dunia, itu akan melanggar misi IOC.
Wang Wenbin menekankan, Tiongkok menyambut partisipasi atlet dan tokoh terkait berbagai negara dalam Olimpiade Tiongkok, bersedia bersama berbagai pihak mempraktekkan semangat Olimpiade yang lebih bersatu padu, dan memberi kontribusi baru kepada usaha Olimpiade.