RUSD Standar Intternasional akan sangat berguna jika rakyat lapisan bawah yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan tidak dibebankan biaya hidup mereka, Kalau cuma aksi-aksian dengan nama internasional tidak ada faedahnya. Patut ditambahkan bahwa para petinggi dan orang-orang berada di Jawa dan Sumatera, kalau mau berobat mereka pergi ke Malaysia Singapura atau bahkan ke Taiwan. Di Bali sedang di bangun Rumah sakit Internasional (baca artikel terlampir). Mana mungkin di provinsi termiskin di NKRI ada rumah sakit berstandar internasional. Di India, di Bangalore ada rumah sakit yang berstandar world class, banyak orang luar negeri yang pergi berobat kesana, tetapi orang India miskin pun bisa berobat tanpa biaya. Rumah sakit ini mendapat donasi dari masyarakat teristimewa orang-orang kaya raya India. TV Aljazeera pernah menyiarkan berita tentang RS tsb.
https://www.tribun-maluku.com/2022/08/rsud-standar-internasional-tak-lama-lagi-beroperasi-di-tual/
Pewarta Abdullah Tusiek5 Agustus 20222 Min Baca
Tual, Tribun-Maluku: Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Perbatasan (RSUD-P) Kota Tual, dengan konsep Green Hospital yang berstandar Internasional ini tidak lama lagi beroperasi di Tual.
Sesuai data yang diperoleh media di Tual. Jumat (5/8/2022) menyebutkan bahwa,banyak pembangunan gedung RSUD-P sudah rampung dan dapat di gunakan dalam waktu dekat.
Namun, ada juga pembangunan yang belum selesai dan hingga saat ini masih terlihat aktivitas para pekerjaan di areal RSUD Standar Internasional itu.
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Perbatasan (RSUD-P) Kota Tual, dengan konsep Green Hospital dan berstandar Internasional ini dipastikan selesai pada tahun 2022 atau 2023 nanti.
Pembangunan RSUD- P ini juga mendapat alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat pada tahun 2020 memperoleh anggaran 9 Milyar, sedangkan Tahun 2021 sebesar 49 Milyar untuk lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Perbatasan (RSUD-P) Kota Tual.
Sedangkan pada Tahun 2020. Pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran sebesar 9 Milyar untuk pembangunan beberapa sarana fisik seperti. Ruang IGD, Laboratorim dan Ruang Radiologi serta Gedung Sekretariat.
Jumlah anggaran pembangunan 49 Milyar untuk tahun 2021 ini terdiri dari pembangunan Fisik 42 Milyar diantaranya, Pembangunan Gedung Rawat Inap Pasien dan Sarana pendukung lainya serta 7 Milyar untuk Pembangunan Non Fisik seperti Pengadaan Alat Kesehatan dan Ipal dan akan berlanjut lagi di tahun 2022.
Hal ini juga dibenarkan oleh Direktur RSUD Maren Hi.Noho Renuat Tual dr.Herlina saat berbincang-bincang dengan Manager PT. PLN (Persero) UP3 Tual Alexander J. Manuhuwa dan Tim Pemasaran PLN UP3 Tual serta Unit Layanan Tual saat memperluas layanannya Listrik di Rumah Sakit Umum Daerah Perbatasan (RSUD-P) Kota Tual.Kamis kemarin.
+++++++++++++
Jokowi: 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri Tiap Tahun, RI Kehilangan Rp 97 Triliun
Kompas.com - 27/12/2021,
13:25 WIB
Penulis Fitria Chusna Farisa | Editor Icha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan, setiap tahunnya, lebih kurang 2 juta masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri untuk berobat.
Jika dikalkulasikan, Indonesia kehilangan hampir Rp 100 triliun karena hal tersebut.
"Setiap tahun ada kurang lebih 2 juta masyarakat kita yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan, baik itu ke Singapura, baik itu ke Malaysia, baik itu ke Jepang, baik itu ke Amerika dan tempat-tempat lainnya," kata Jokowi saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Bali International Hospital di Bali, Senin (27/12/2021).
"Dan kita kehilangan 97 triliun rupiah karena itu," kata dia.
Baca juga: Jokowi Tak Ingin Ada Lagi Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri
Jokowi pun berharap pembangunan Bali International Hospital dapat segera rampung. Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.
"Kita harapkan nanti menjadi KEK (kawasan ekonomi khusus) kesehatan dan kita harapkan kalau ini jadi tidak ada lagi rakyat kita, masyarakat kita, yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," ujar dia.
Pemerintah menargetkan pembangunan Bali International Hospital bisa selesai di pertengahan 2023.
Dengan berdirinya rumah sakit tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata di Pulau Dewata dapat ikut meningkat.
"Kita harapkan tidak orang kita yang ke luar, tetapi orang luar yang akan masuk ke Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatannya," ucap Jokowi.
Baca juga: Jokowi Ingin Indonesia Setop Impor Obat-Alat Kesehatan dan Produksi Sendiri
Selain rumah sakit, presiden juga berharap Indonesia segera menyetop impor bahan baku obat dan alat-alat kesehatan.
Ia ingin bahan baku obat dan alat kesehatan diproduksi sendiri di Tanah Air.