Sri Mulyani: Tiongkok Harus Ikut Menanggung

2 views
Skip to first unread message

Sunny ambon

unread,
Aug 26, 2022, 1:32:33 PM8/26/22
to

https://www.sinarharapan.co/ekonomi/pr-3854268682/biaya-proyek-kereta-cepat-bengkak-sri-mulyani-tiongkok-harus-ikut-menanggung

 

Biaya Proyek Kereta Cepat Bengkak, Sri Mulyani: Tiongkok Harus Ikut Menanggung

Yuanita SH

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 08:41 WIB

 

SINAR HARAPAN - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan Tiongkok harus ikut menanggung pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Dia tak ingin bangunan yang sudah berbentuk setengah jadi itu mangkrak.

Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa estimasi cost overrun proyek mencapai US$1,1 miliar sampai dengan US$1,9 miliar. Pada awal 2022, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah selesai melakukan audit cost overrun proyek sebesar US$1,176 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun.

Sri Mulyani juga menegaskan Indonesia dan Tiongkok harus sama-sama menanggung pembengkakan biaya (cost overrun) yang terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Sri Mulyani ingin risiko pembengkakan ditanggung sesuai porsi kepemilikannya.

Baca Juga: Raksasa Teknologi Topang Penguatan Wall Street

Dilansir dari Bisnis.com, dalam rapat kerja Komite IV DPD dengan Menteri Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia pada Kamis 25 Agustus 2022, Sri Mulyani menegaskan cost overrun berimplikasi pada porsi kepemilikan Indonesia sebesar 60 persen dan Tiongkok sebesar 40 persen pada proyek KCJB. Maka dari itu kenaikan cost overrun juga harus ditanggung 60:40.

Meski demikian, dia mengatakan tidak semuanya cost overrun ditanggung Indonesia dan Tiongkok, sebagian dalam bentuk modal baru dan adanya pinjaman.

Sri Mulyani mengatakan semua hal tersebut sedang dirundingkan dengan pihak Tiongkok. Pasalnya, kata dia, saat ini infrastruktur proyek KCJB sudah terbangun dan pemerintah tidak membiarkan proyek tersebut mangkrak.***

Editor: Yuanita SH

Sumber: Bisnis.com, Berbagai Sumber

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages