Lebih Banyak Pelayan Dari Pembeli

6 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Dec 1, 2020, 7:31:59 PM12/1/20
to GELORA45_In

Lebih Banyak Pelayan Dari Pembeli,

Fenomena “Black Friday” Berikan Peringatan Konsumsi Yang Lesu di AS

Pelayan Melebihi Pembeli, Fenomena “Black Friday” Berikan Peringatan Konsumsi Yang Lesu di AS

Hari belanja nasional AS menjelang Hari Natal yang lazimnya jatuh pada hari Jumat pertama setelah “Thanksgiving Day” memang adalah hari raya bagi para konsumen. Biasanya pada hari itu, sejak toko-toko dibuka pada pagi, para pembeli akan berbondong-bondong masuk ke toko, berburu segala barang yang diincarnya. Itulah penampakan yang terjadi pada Black Friday di AS. Namun gejala itu tidak terulang pada tahun ini.

Menurut laporan The Washington Post, di sebuah toko Walmart di bagian barat laut Washington, jumlah pengunjung ke toko itu sedikit sekali, terlihat beberapa konsumen yang mondar-mandir. Gejala sama juga terjadi di sebuah toko Macy’s yang tidak jauh dari Walmart. “Pelayan di toko bahkan lebih banyak daripada pembeli,” demikian pemberitaan surat kabar tersebut.

Pelayan Melebihi Pembeli, Fenomena “Black Friday” Berikan Peringatan Konsumsi Yang Lesu di AS_fororder_beli2Pelayan Melebihi Pembeli, Fenomena “Black Friday” Berikan Peringatan Konsumsi Yang Lesu di AS_fororder_beli3

Menurut data yang dirilis RetailNext, jumlah pengunjung ke toko-toko fisik pada “Black Friday” tahun ini menurun 48 persen dibanding tahun lalu. Volume penjualan ritel menurun 30 persen. Data dari Sensormatic Solutions menunjukkan, jumlah pengunjung ke toko atau shopping mall fisik pada hari itu anjlok sebanyak 52 persen.

Mengenai gejala tersebut, ada analisa yang menyalahkan pandemi sebagai biang keladi. Analis dari Sensormatic Solutions, Brian Field menuturkan, pandemi COVID-19 dan protokol tentang Social Distance adalah sebab utama yang mengakibatkan berkurangnya pengunjung ke toko fisik pada hari belanja nasional tersebut.

Selain itu, sebagian konsumen telah mengalihkan permintaannya pada toko Online. Menurut statistik Adobe Analytics, tercatat 80 dari 100 situs e-commerce terbesar merealisasi volume penjualan sebesar 9 miliar dolar AS melalui bisnisnya Online, atau naik 22 persen dibanding tahun lalu.

 

Akan tetapi yang mengkhawatirkan adalah daya beli yang tertekan. Dua hari menjelang “Black Friday”, menurut data Departemen Perburuhan AS, pada pekan terhitung hingga 21 November lalu, penambahan jumlah pemohon uang santunan pengangguran sebanyak 30 ribu orang yang meningkatkan jumlah totalnya mencapai 778 ribu orang.

Yang memperburuk situasi ialah sebagian kebijakan ekonomi AS sepertinya dalam kondisi “non aktif” pada masa pergantian kekuasaan setelah pemilu. Dua kebijakan tunjangan yang dikeluarkan pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 akan jatuh tempo pada 26 Desember mendatang. Apabila tidak ada kebijakan subsidi baru yang dikeluarkan, maka sebanyak 13,7 juta orang akan terancam kehilangan uang santunan. Reuters memberitakan bahwa ini berarti jutaan keluarga AS akan kehilangan sumber pendapatan pasca Hari Natal. Apalagi mereka masih dibebani uang sewa rumah dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Analis menunjukkan, jika puluhan juta orang kehilangan santunan, maka hal itu akan membawa kerugian yang lebih serius kepada ekonomi AS yang selama ini terus melesu. Sebagai informasi, belanja perorangan untuk konsumsi hampir merupakan 70 persen dari PDB AS. Akan tetapi, tak kunjung selesainya pandemi telah memberikan pukulan telak terhadap keyakinan para konsumen. Indikator Kepercayaan Konsumen AS pada November tercatat 96,1, yang merupakan titik terendah sejak Agustus.

Jika ditinjau secara retrospektif, maka ternyata kesengsaraan masyarakat diakibatkan oleh kebijakan otoritas AS yang lebih memprioritaskan politik daripada kesejahteraan rakyat serta kebijakan-kebijakannya yang tidak ilmiah dan tidak profesional.

Dari situasi saat ini, para pemantau mengatakan rupanya perekonomian AS bakal memasuki tahun yang baru dengan diselubungi bayangan gelap pandemi. Bagaimana mengontrol penyebaran pandemi, bagaimana membantu masyarakat bertahan di tengah pandemi dan bagaimana membangun kembali kepercayaan para konsumen... itulah peringatan yang mau tak mau harus dipantau oleh para pemangku jabatan AS pada masa kelak.


BILLY GUNADIE

unread,
Dec 1, 2020, 8:24:42 PM12/1/20
to GELORA45_In, Chan CT
Barangkali bisa mendengarkan Prof Richard D. Wolff ... the crush is coming....

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/948CB5E38F734E4889B8F90663F2B959%40A10Live.

Marco 45665

unread,
Dec 2, 2020, 5:53:42 AM12/2/20
to BILLY GUNADIE, GELORA45_In, Chan CT
........  Seperti di ZONA ''LAMPU MERAH '' ...........



Bez virů. www.avast.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages