Cak
Imin (dok. Istimewa).
Cak
Imin mengutarakan sejumlah kondisi yang diakibatkan perhelatan pemilu. Kondisi
itu meliputi agresivitas ekonomi, ketidakpastian ekonomi, dan eksploitasi
ancaman konflik.
"Yang
ketiga, pemilu itu juga dikhawatirkan, mudah-mudahan tidak terjadi, eksploitasi
ancaman konflik," imbuhnya.
Lantas,
Cak Imin mengusulkan gelaran Pemilu 2024 diundur selama satu sampai dua tahun
berikutnya. Dia mengatakan jadwal pemilu diundur agar momentum perbaikan ekonomi
tak lantas hilang.
"Oleh
karena itu, dari seluruh masukan itu saya mengusulkan pemilu tahun 2024 ditunda
satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang, dan
kemudian tidak terjadi freeze untuk mengganti stagnasi selama dua tahun masa
pandemi," ujar Ketua Umum PKB tersebut.
Baca
juga:
NasDem
Ikut Bicara Peluang Jokowi Perpanjang Masa Jabatan
Sikap
PDIP
PDI
Perjuangan (PDIP) menyatakan sikapnya terkait usulan gelaran Pemilu 2024
ditunda. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan penundaan pelaksanaan pemilu
tak memiliki landasan hukum yang kuat.
"PDI
Perjuangan menegaskan sikap politiknya bahwa wacana penundaan pemilu tidak
memiliki landasan hukum yang kuat dan melupakan aspek yang paling fundamental
dalam politik yang memerlukan syarat kedisiplinan dan ketaatan terhadap
konstitusi," kata Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Kamis (24/2).
Hasto
Kristiyanto menyebutkan konstitusi telah mengatur bahwa pemilu dilaksanakan
setiap lima tahun sekali. Dengan demikian, kata dia, tak ada sama sekali ruang
penundaan Pemilu.
"Atas
dasar ketentuan konstitusi pula konstitusi mengamanatkan pemilihan umum
dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima
tahun sekali. Dengan demikian tidak ada sama sekali, ruang penundaan pemilu,"
ujarnya.
Sekjen
PDIP Hasto Kristiyanto (dok. Istimewa)
Baca
juga:
Cak
Imin Usul Pemilu Ditunda, Syarief Hasan: Kekuasaan Cenderung
Korup!
Ketua
DPP PDIP Nusyirwan Soejono menilai wacana penundaan pemilu tak pantas digunakan
untuk mendongkrak popularitas.
"Tidak
pantas wacana penundaan pemilu digunakan untuk menaikkan popularitas," ujar
Nusyirwan Soejono kepada wartawan, Kamis (24/2).
Nusyirwan
mengatakan semua pihak perlu memperkokoh konstitusi. Dia menyinggung sikap
Presiden Jokowi yang menjaga konstitusi dengan menolak perpanjangan masa jabatan
dan penundaan pelaksanaan pemilu.
"Menjaga
konstitusi negara adalah hal yang fundamental. Apa pun yang terjadi, di dalam
proses kemajuan bangsa, dengan sekuat tenaga semua pihak secara moral perlu
memperkokoh konstitusi," kata dia.
Simak
selengkapnya, di halaman selanjutnya:
PPP
Kaji Usul Tunda Pemilu
PPP
kaji wacana Pemilu 2024 diundur yang dilontarkan Cak Imin. PPP menyinggung soal
ongkos Pemilu 2024 yang cukup besar.
"Kami
masih mengkaji usulan itu. Harus diakui kita fokus pada pemulihan ekonomi," kata
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Kamis (24/2).
Biaya
Pemilu 2024 yang diusulkan KPU menurut PPP cukup besar. Pemilu 2024 menurut PPP
bisa digelar dengan alasan biaya yang masuk akal.
"Jika
melihat anggaran pemilu yang diajukan KPU sebesar Rp 84 T itu besar banget untuk
ongkos demokrasi. Namun jika anggarannya masih bisa dirasionalkan maka pemilu
bisa sesuai jadwal," ujar Awiek.
"Di
satu sisi semangat reformasi tetap harus dijaga. Meskipun dalam sejarah kita,
pemilu dimajukan dan diundur juga pernah terjadi," imbuhnya.
Baca
juga:
Menerka
Usulan Cak Imin Pemilu 2024 Ditunda 1-2 Tahun
Ketum
Golkar Terima Aspirasi
Menko
Perekonomian Airlangga Hartarto menerima aspirasi dari masyarakat petani saat
kunjungan kerjanya ke Kabupaten Siak, Pekanbaru. Para petani di Kampung Libo
Jaya menyatakan keinginan adanya keberlanjutan pemerintahan Presiden
Jokowi.
Airlangga
pun menerima aspirasi para petani sawit ini, namun ia belum bisa memberikan
jawaban apapun yang bukan kewenangannya.
"Aspirasinya
kami tangkap tentang keinginan adanya kebijakan berkelanjutan dan juga ada
aspirasi kebijakan yang sama bisa terus berjalan. Tentu permintaan ini, yang
menjawab bukan Menko, karena Menko tadi menjawab urusan sawit," kata Airlangga
dalam keterangan tertulis, Kamis (24/2).
"Karena
kita punya topi dari parpol, dan hadir di sini anggota DPR RI, oleh karena itu
aspirasi masyarakat dari Kabupaten Siak, terutama para pekebun dan petani kami
serap. Karena kami ketua umum parpol memang tugasnya menyerap aspirasi rakyat,"
tambahnya.
Ketum
Golkar Airlangga Hartarto (Dok. Golkar)
Baca
juga:
PPP
Kaji Usul Cak Imin Tunda Pemilu 1-2 Tahun
NasDem
Ikut Bicara
Bagaimana
sikap Partai NasDem terhadap wacana Pemilu 2024 ditunda? NasDem mengikuti aturan
yang sah secara konstitusional.
"Kami
selalu akan menjadi pengawal konstitusi-UUD 45 dan menjadi garda depan pengawal
demokrasi Indonesia," kata Sekjen Partai NasDem Johnny Gerard Plate kepada
wartawan, Kamis (24/2).
Mempertahankan
masa jabatan Presiden Jokowi dua periode, kata Plate, sesuai dengan konstitusi.
Memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi pun juga konstitusional, menurut
Plate, jika didahului amandemen UUD 1945.
"Mempertahankan
masa jabatan presiden dua periode sesuai dengan UUD telah menjadi keputusan
politik dan itu konstitusional; sama konstitusional jika masa jabatan presiden
diperpanjang dengan terlebih dahulu melakukan amandemen UUD 45," ujar pria yang
menjabat Menkominfo ini.
Plate
mengingatkan bahwa memperpanjang masa jabatan Jokowi sah secara konstitusional
jika ada amandemen UUD 1945. Sehingga peluang Jokowi mempertahankan dan
memperpanjang masa jabatan terbuka.
"Dua
kebijakan masa jabatan presiden tersebut akan sama konstitusionalitasnya. Bukan
hal yang mustahil melakukan amandemen UUD 45 jika perubahan tersebut menjadi
penerus kehendak rakyat. Proses politik amandemen UUD 45 sepenuhnya menjadi
domain MPR RI," ujarnya.
Simak
selengkapnya, di halaman selanjutnya:
Kritikan
Oposisi
Partai
Demokrat mengkritik keras usulan terkait penundaan pemilu 2024. Partai Demokrat
menilai usulan itu melanggar konstitusi.
"Pertama,
usul itu jelas melanggar konstitusi. Politik harus dijalankan menurut
konstitusi. Bukan menurut selera kekuasaan. Menurut konstitusi, pemilu
dilaksanakan lima tahun sekali untuk pileg dan pilpres. Patuhlah pada
konstitusi. Itu sehat untuk demokrasi," kata Waketum Partai Demokrat Benny K
Harman kepada wartawan, Rabu (23/2).
Benny
menilai alasan penundaan karena faktor ekonomi akibat pandemi tidak masuk akal.
Dia menilai kondisi ekonomi kini justru terlihat baik-baik saja.
Benny
lalu juga menyinggung tingkat kepuasan kinerja Jokowi-Ma'ruf yang meningkat.
Seharusnya, menurut Benny, hal itu bisa dijadikan modal untuk menjalankan
demokrasi sesuai jalannya.
Benny
K Harman (dok. DPR)
Baca
juga:
Nusron
Wahid soal Usul Pemilu Ditunda: Sebagai Anggota DPR,
Setuju!
"Kedua,
alasan penundaan tidak masuk akal karena justru kondisi ekonomi sosial dan
politik baik-baik saja. Menurut survei, tingkat kepuasan terhadap kinerja
Presiden Jokowi di atas 70%. Ini modal untuk bisa menjalankan kalender
konstitusi secara tertib; ketiga, tingkatan kepuasan di atas 70% terhadap
kinerja Jokowi jangan digunakan sebagai alasan untuk mengangkangi konstitusi,"
ujarnya.
PKS
juga menanggapi usulan gPemilu 2024 ditunda. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
menilai niat berkuasa yang lebih lama dapat mengganggu proses
demokrasi.
Baca
juga:
Prabowo-Ganjar-Anies
Kokoh di 3 Besar Capres, Siapa Bakal Berlaga di 2024?
"Pemilu
selama ini tidak pernah mengganggu pembangunan. Justru niat berkuasa lebih lama
yang bisa mengganggu proses demokrasi di negeri kita," kata Mardani Ali Sera
saat dihubungi, Rabu (23/2).
Mardani
menyinggung waktu berkuasa yang lama memunculkan rezim otoriter. Lantas muncul
undang-undang yang membatasi masa jabatan pemerintah menjadi maksimal dua
periode.
"Semua
rezim otoriter pada awalnya muncul karena waktu berkuasa yang lama. Karena itu
tegas konstitusi membatasi dua periode dan pemilu dilaksanakan lima tahun
sekali," ujar anggota Komisi II DPR itu.
(rfs/rfs)
Baca
artikel detiknews, "Manuver Terbaru Koalisi Bersuara Perpanjang Masa Jabatan
Jokowi" selengkapnya