Dalam jumpa pers hari Rabu kemarin (18/5), jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin mengumumkan, Pertemuan Menlu Negara-negara BRICS akan diadakan secara virtual pada tanggal 19 Mei hari ini. Anggota Dewan Negara merangkap Menlu Tiongkok Wang Yi akan memimpin pertemuan tersebut, dan Menlu Afrika Selatan Naledi Pandor, Menlu Brasil Carlos Alberto Franco Franca, Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar akan menghadiri pertemuan kali ini.
Wang menyatakan, sebagai negara ketua BRICS 2022, Tiongkok berharap dapat bersama dengan mitra lain BRICS mengadakan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut mengenai ciri baru dan tantangan baru situasi internasional saat ini, serta masalah utama internasional maupun regional, mengeluarkan suara kuat solidaritas dan kerja sama negara-negara BRICS, untuk memelihara multilateralisme sejati, bersatu kompak untuk menanggulangi wabah, dan bersama-sama mendorong pembangunan damai, dan melakukan persiapan yang baik untuk KTT BRICS.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan virtualnya dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada hari Rabu kemarin (18/05) menyatakan pendirian Tiongkok mengenai tren negatif Jepang dan AS terkait Tiongkok.
Wang Yi menunjukkan, Jepang tak lama lagi akan menyelenggarakan KTT Quad (AS, Jepang, India dan Australia). Yang patat dicatat dan diwaspadai adalah, pemimpin AS masih belum berangkat ke Jepang, telah muncul argumen yang digembar-gemborkan Jepang dan AS untuk melawan Tiongkok.
Jepang dan AS adalah sekutu, namun Tiongkok dan Jepang telah mencapai perjanjian perdamaian dan persahabatan. Kerja sama bilateral antara Jepang dan AS tidak seharusnya memicu konfrontasi kubu, lebih-lebih tak seharusnya merugikan kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan Tiongkok.
Jepang diharapkan dapat belajar dari sejarah, bertolak dari perdamaian dan kestabilan regional, hendaknya bertindak hati-hati, tidak mengambil risiko demi negara lain, dan tidak menempuh jalan sesat bermusuhan dengan negara tetangga.