Pemekaran Papua Aspirasi dari Bawah, Perjuangan 20 Tahun, Ini Akar Masalahnya

2 views
Skip to first unread message

Sunny ambon

unread,
May 25, 2022, 2:35:35 PM5/25/22
to

Selama ini pemekaran daerah belum ada buktinya membawa kemajuan dan rakyat sejahtera, tetapi para elit di pusat kekuasan negara dan para pelayan-pelayan utama di daerah yang mekar bin kaya raya. Ini politik kolonial  masa silam yaitu ”devide and rule”. Contoh utama ialah Maluku di bagi menjadi dua provinsi dikirim lagi laskar Jahat dari Jawa. Kurang lebih 10.000 jiwa manusia di Maluku melayang. Kerugian harta benda penduduk tak terhidung. Bangunan-bangunan ibadah hancur. Sekarang rezim mau bagi dua provinsi Maluku, yaitu provinsi Maluku dan Maluku Barat Daya (MBD). MBD dengan ibukota Saumlaki. Apakah pemekaran ini ada kaitannya dengan sumber gas alam Masela? Hanya iblis saja yang tahu. Maluku dan Papua adalah wilayah termiskin dalam NKRI. Untuk menghibur hati dengarlah lagu ini: PAPUA _ Suara Kemiskinan - YouTube


Pemekaran Papua Aspirasi dari Bawah, Perjuangan 20 Tahun, Ini Akar Masalahnya | Nasional (gatra.com)

 

Pemekaran Papua Aspirasi dari Bawah, Perjuangan 20 Tahun, Ini Akar Masalahnya

By 

Rohmat 

-

 21 Mei 2022 

 /05). (Foto: BPMI)

Bogor, Gatra.com- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (20/05). Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang mewakili rombongan mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi pertemuan dengan Presiden Jokowi yang membahas soal daerah otonomi baru (DOB) di Papua. Demikian setkab.go.id.

“Pertama kami sampaikan apresiasi dan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden, atas permintaan kami untuk audiensi hari ini diterima dengan baik oleh Bapak Presiden untuk mengklarifikasi mengenai simpang siurnya informasi mengenai penerapan pelaksanaan Undang-Undang No. 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus di Provinsi Papua dan di dalamnya adalah daerah otonomi baru, khusus untuk di Provinsi Papua, ada DOB Papua Selatan, Papua Pegunungan Tengah, dan Papua Tengah,” ungkapnya.

Mathius melanjutkan, rencana pembentukan daerah otonomi baru tersebut merupakan aspirasi murni warga Papua yang telah diperjuangkan sejak lama. Papua Selatan misalnya, disebutnya telah diperjuangkan selama 20 tahun.

“Jadi ini bukan hal yang baru muncul tiba-tiba. Tapi ini adalah aspirasi murni, baik dari Papua Selatan maupun Tabi, Saereri, juga La Pago dan Mee Pago,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mathius menjelaskan bahwa aspirasi yang didorong berdasarkan pada wilayah adat, bukan berdasarkan demonstrasi di jalan. Menurutnya, masyarakat Papua berharap bagaimana DOB ke depan itu bisa menjadi harapan mereka untuk mempercepat kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Menurut Mathius, Undang-Undang Otonomi Khusus itu mengikat semua masyarakat di seluruh tanah Papua sehingga ada kepastian hukum untuk mengelola ruang-ruang yang dimiliki oleh masyarakat adat berdasarkan tujuh wilayah adat di tanah Papua.

“Kita butuh itu kepastian. Karena itu, kalau pemekaran itu, itu masalah administrasi pemerintahan, tapi ke Papua itu diikat dengan Undang-Undang Otsus. Persoalan kita adalah implementasinya, harus konsisten baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, pemerintah daerah. Di situ persoalannya sebenarnya,” ujarnya.

Undang-Undang Otsus juga akan memberikan kepastian hukum terhadap ruang kelola hak-hak pemetaan wilayah adat. Dengan adanya kepastian hukum tersebut, diharapkan bisa menyelesaikan persoalan lahan di Papua.

“Konflik Papua sebenarnya masalah lahan, karena itu perlu ada kepastian di sini dan dia bisa menyelesaikan, mengurangi persoalan-persoalan di Papua, dan kepastiannya hanya melalui Undang-Undang Otsus,” imbuhnya.

Selain itu, Mathius melanjutkan, daerah otonomi baru juga akan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat karena tantangan utama adalah kondisi geografis.

“Berapapun dananya diturunkan dalam Otsus, tapi kalau geografis yang sulit, seperti yang ada sekarang, itu tetap akan mengalami hambatan-hambatan luar biasa. Karena itu daerah otonomi baru adalah solusi untuk bisa mempercepat kesejahteraan Papua dan Papua Barat,” jelasnya.

 Editor:   Rohmat Haryadi

 

Lusi D.

unread,
May 26, 2022, 3:58:30 AM5/26/22
to Sunny ambon, undisclosed-recipients, Gelor...@googlegroups.com
Terimakasih sekali Bung Sunny atas kiriman lagu-lagu Papua ini.
Tidak hanya indah tapi sungguh menyentuh hati makna liriknya.
Sekali lagi terimakasih Bung Sunny.
Salam.
Lusi.-



Am Wed, 25 May 2022 20:35:22 +0200
schrieb Sunny ambon <ilmes...@gmail.com>:

> *Selama ini pemekaran daerah belum ada buktinya membawa kemajuan dan
> rakyat sejahtera, tetapi para elit di pusat kekuasan negara dan para
> pelayan-pelayan utama di daerah yang mekar bin kaya raya. Ini politik
> kolonial masa silam yaitu ”devide and rule”. Contoh utama ialah
> Maluku di bagi menjadi dua provinsi dikirim lagi laskar Jahat dari
> Jawa. Kurang lebih 10.000 jiwa manusia di Maluku melayang. Kerugian
> harta benda penduduk tak terhidung. Bangunan-bangunan ibadah hancur.
> Sekarang rezim mau bagi dua provinsi Maluku, yaitu provinsi Maluku
> dan Maluku Barat Daya (MBD). MBD dengan ibukota Saumlaki. Apakah
> pemekaran ini ada kaitannya dengan sumber gas alam Masela? Hanya
> iblis saja yang tahu. Maluku dan Papua adalah wilayah termiskin dalam
> NKRI. Untuk menghibur hati dengarlah lagu ini: *PAPUA _ Suara
> Kemiskinan - YouTube <https://www.youtube.com/watch?v=evlPTGO7H1Q>
>
>
> Pemekaran Papua Aspirasi dari Bawah, Perjuangan 20 Tahun, Ini Akar
> Masalahnya | Nasional (gatra.com)
> <https://www.gatra.com/news-543843-nasional-pemekaran-papua-aspirasi-dari-bawah-perjuangan-20-tahun-ini-akar-masalahnya.html>
>
>
>
> Pemekaran Papua Aspirasi dari Bawah, Perjuangan 20 Tahun, Ini Akar
> Masalahnya
>
> By
>
> *Rohmat*
> <https://www.gatra.com/news-543843-nasional-pemekaran-papua-aspirasi-dari-bawah-perjuangan-20-tahun-ini-akar-masalahnya.html>
>
>
> -
>
> 21 Mei 2022
>
> /05). (Foto: BPMI)
>
> *Bogor, Gatra.com- *Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima Majelis
> Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat di Istana
> Kepresidenan Bogor, Jumat (20/05). Bupati Jayapura Mathius Awoitauw
> yang mewakili rombongan mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi
> pertemuan dengan Presiden Jokowi yang membahas soal daerah otonomi
> baru (DOB) di Papua. Demikian *setkab.go.id
> <http://setkab.go.id>*.
> * Editor: Rohmat Haryadi*
> <https://www.gatra.com/news-543843-nasional-pemekaran-papua-aspirasi-dari-bawah-perjuangan-20-tahun-ini-akar-masalahnya.html>
>

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages