Unjuk Rasa Warga Jepang Menentang Pertemuan Pemimpin Jepang-AS ; Kawasan Asia Pasifik Hendaknya Waspadai Intrik Baru AS

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
May 24, 2022, 8:28:51 PM5/24/22
to GELORA45_In

Unjuk Rasa Warga Jepang Menentang Pertemuan Pemimpin Jepang-AS

 
 

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengadakan pembicaraan di Tokyo pada hari Senin kemarin (23/5). Sejumlah warga Jepang mengadakan unjuk rasa di Tokyo untuk menentang pertemuan pemimpin Jepang-AS tersebut dan menentang pembicaraan perang.

Para pengunjuk rasa menyatakan, salah satu topik yang dibahas dalam pembicaraan kedua pemimpin negara itu adalah ‘Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik’ yang dicetuskan oleh AS, tapi semua itu sepenuhnya mempertimbangkan kepentingan AS yang penuh bahaya tersembunyi, maka harus diwaspadai.

 

 

Kawasan Asia Pasifik Hendaknya Waspadai Intrik Baru AS

 

Sebuah kartu baru “Strategi Indo Pasifik” AS muncul secara resmi. Pada hari Senin kemarin(23/5),  pemimpin AS yang tengah berkunjung di Jepang mengumumkan dihidupkan apa yang disebut Kerangka Ekonomi Indo Pasifik IPEF.

Akan tetapi, kerangka ini selain mengkhotbahkan pelepasan kaitan dengan Tiongkok pada rantai pensuplaian dan dengan tegas menyatakan tidak menurunkan tarif produk yang masuk ke pasar AS, kebanyakan isinya samar-samar. Ada analisa yang mengatakan bahwa itu sama sekali suatu trik AS untuk menggaet keuntungan.

Motivasi kerangka tersebut tidak murni sejak dikemukakan dan nyaris ditujukan pada Tiongkok. Kerangka itu sama sekali tidak ingin berbisnis dengan negara-negara Asia, hanya mempertimbangkan bagaimana membentuk kelompok untuk memperoleh keunggulan teknologi , mengintensifkan hegemoni ekonomi serta membendung dan mencegat Tiongkok.

Ternyata intrik AS tersebut ditujukan kepada Tiongkok , tapi biar bagaimana upayanya, juga sulit menggoyahkan prospek pembangunan kawasan Asia Pasifik. Asia Pasifik merupakan kawasan yang tinggi globalisasi dan perdagangan bebas, dengan prestasi sangat menonjol.

Sebagai ekonomi kedua terbesar di dunia, Tiongkok kini merupakan mitra dagang terbesar mayoritas negara di kawasan itu. Pasar yang berskala super besar dengan populasi 1,4 miliar jiwa terbuka secara menyeluruh kepada negara-negara kawasan, apakah AS dapat berbuat demikian juga?

Asia Pasifik adalah kancah kerja sama dan pembangunan, bukan percaturan geopolitik. Kerangka Ekonomi Indo Pasifik yang dibentuk AS dengan paksa itu sengaja menimbulkan pelepasan keterkaitan ekonomi, blokade teknologi dan memutus rantai idnustri, pasti akan merugikan kepentingan fundamental kawasan.

Terhadap pengacau yang berniat jahat, negra-negara Asia hendaknya membuka mata dan memelihara kewaspadaan, dan dengan ketat menguasai nasib pembangunan di tangan sendiri. Kekuatan yang ingin mengisolasi Tiongkok akan menemukan kenyataan yang terisolasi terakhir justru adalah mereka sendiri.



Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages