Pada sore tanggal 14 Juli, Presiden Tiongkok Xi
Jinping datang di kota kuno Jiaohe, Turpan, Xinjiang untuk mengenal keadaan
perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya.
Kota kuno Jiaohe terletak di sebelah barat sekitar 10 kilometer dari Distrik Gaochang, Turpan, arealnya 37,6 hektar, adalah kota bangunan kuno struktur tanah yang paling utuhnya dipemelihara, paling panjang waktu kelangsungan dan paling besar skalanya di dunia.




Dalam inspeksi, Xi Jinping menekankan, kota kuno Jiaohe adalah pos penting Jalan Sutera, adalah suatu bukti penting sejarah peradaban Bangsa Tionghoa selama 5 ribu tahun lebih, mempunyai nilai ilmu sejarah penting, hendaknya ditingkatkan perlindungan dan pemanfaatan benda peninggalan budaya serta pewarisan warisan budaya, terus diperluas daya pengaruh internasional budaya Tionghoa dalam rangka menambah rasa bangga Bangsa dan keyakianan diri kebudayaan.
Pada Tanggal 14 Juli, Presiden Tiongkok Xi Jinping datang di Desa Ximen, Distrik Gaochang, kota Turpan, Xinjiang untuk mengenal keadaan pendorongan revitalisasi pedesaan di sana.
Desa Ximen justru adalah desa percontohan pengembangan pertanian dengan mengandalkan iptek dengan bertolak dari sumber daya khas setempat.


Di Desa Ximen terdapat 550 keluarga dan 3.790 warga, antara lain Etnis Uigur 3.702 orang. Seiring dengan peremsian jalan tol, perusahan logistik pun berkumpul di sini, jumlah penjualan anggur segar Turpan bertamah satu tahun demi satu tahun. di 85% tanah garapan di Desa Ximen kini telah ditanam anggur, dengan mendatangkan perusahaan untuk mengembangkan pengolahan buah kering, dan kapasitas produksi setiap tahun mencapai 3 ribu ton.
Selain itu, desa ini membangun lagi taman industri produksi 100 ribu Nang per hari(semacam roti khas Xinjiang) serta pangkalan penernakan merpati dan restoran masakan merpati. Warga Desa Ximen dapat memperoleh kesempatan krja dan gaji dan berbagi profit industri.

Pada tanggal 14 Juli, Presiden Tiongkok Xi Jinping yang sedang
melakukan inspeksi di Xinjiang datang di Kota Turpan untuk mengenal keadaan
usaha ciri khas anggur setempat serta keadaan perkembangan budaya dan
pariwisata.


Turpan adalah kota terkenal sejarah dan budaya tingkat nasional gelombang pertama di Tiongkok. Di sebelah barat Gunung Huoyan (berapi) Kota Turpan terdapat suatu tempat yang dipanggil Putaogou (Lembah Anggur), sini besarnya beda suhu siang dan malam, waktu siang hari panjang, dan terdapat air salju yang mengalir dari puncak tinggi, tanahnya pun cocok untuk menanam anggur.
Sejarah penanaman anggur di sini selama lebih dari 2
ribu tahun dapat ditelusuri sampai abad ke-5. Terdapat satu lagu yang popular di
Tiongkok adalah Anggur di Turpan Sudah Matang, lagu ini mengesperesikan
kemanisan anggur lokal dan rasa cinta para pemuda-pemudi Etnis Uigur. Maka,
usaha anggur dipandang sebagai usaha manis.


Kini, usaha manis anggur Turpan ini sedang mengembangkan
tenaga yang besar. Orang lokal dengan sekuat tenaga mengembangkan usaha
pariwisata dengan mengandalkan kemudahan lalu lintas, budaya anggur dan budaya
adat, membangun ruang pameran tema anggur, ruang pameran adat, pasar buah-buahan
dan resort liburan, usaha anggur tidak saja menambah pendapatan petani lokal,
juga telah menjadi teladan pembauran budaya dan pariwisata.