Jokowi
mengatakan perang di Ukraina melemahkan multilateralisme. Selain itu, perang
tersebut berpotensi memecah belah hubungan antarnegara.
"Perang
tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali
menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin, memiliki
tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat
dihentikan, perdamaian dapat terwujud," tutur Jokowi.
Jokowi
menambahkan pertumbuhan ekonomi memprihatinkan. IMF menurunkan prediksi
pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022
dan 0,2 persen pada 2023. Sementara Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan
ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.
"Bagi
sebagian anggota ASEAN, kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak
menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan
mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen," kata Jokowi.
"Bahwa
lebih dari lima dekade, ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif,
mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue dan rules based
order. Spirit yang sama kami dorong di Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the
Indo-Pacific," sambung Jokowi.
Baca
juga:
Ngabalin
Anggap Desakan Menteri Bermanuver Dipecat Tendensius
Jokowi
menyambut baik inisiatif Amerika melalui Indo Pacific Economic Framework (IPEF).
KTT khusus itu diketahui juga dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Joe
Biden.
"Tentu
kerja sama di bawah IPEF harus inklusif. Saya harapkan sinergi antara IPEF
dengan pelaksanaan prioritas kerja sama di AOIP (ASEAN Outlook on the
Indo-Pacific)," ucap Jokowi.
Baca
juga:
Jokowi-Pemimpin
ASEAN Bicara Perubahan Iklim Bareng Wapres AS
Jokowi
menyampaikan rencananya terkait Indonesia yang bakal menjadi ketua ASEAN tahun
depan. Ia berjanji akan melakukan Indo-Pacific Infrastructure Forum.
"Saya
berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut," pungkas
Jokowi.
Dalam
kesempatan itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Duta Besar RI untuk AS Rosan
Roeslani.
(fas/dek)
Baca
artikel detiknews, "Suara Lantang Jokowi di AS Ajak Pimpinan Dunia Setop Perang"
selengkapnya