Ancaman Ngeri Rusia Tak Bikin Barat Setop Ulurkan Tangan ke Ukraina
1 view
Skip to first unread message
Chan CT
unread,
Jun 6, 2022, 8:57:23 PM6/6/22
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to GELORA45_In
Ancaman
Ngeri Rusia Tak Bikin Barat Setop Ulurkan Tangan ke Ukraina Tim
detikcom - detikNews Selasa,
07 Jun 2022 05:12 WIB Vladimir
Putin (Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim)
Jakarta
- Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan peringatan agar Barat tidak memasok
senjata canggih ke Ukraina. Namun ternyata peringatan ini tak membuat pihak
Barat berhenti membantu Ukraina. Salah
satunya yaitu Pemerintah Inggris yang menyatakan akan mengikuti langkah Amerika
Serikat untuk membantu Ukraina. Hal ini dilakukan dengan mengirim sistem rudal
jarak jauh ke Ukraina.
Baca
juga: Ancaman
Putin Jika Barat Kirim Bantuan Senjata Berat ke
Ukraina
Dilansir
dari kantor berita AFP, Senin (6/6/2022), Kementerian Pertahanan Inggris
menyatakan bahwa London telah berkoordinasi erat dengan Washington soal
pemberian sistem roket multi-peluncuran, yang dikenal sebagai MLRS, untuk
membantu Ukraina mempertahankan diri dari agresi Rusia.
Kementerian
menyatakan bahwa peluncur M270 tersebut, yang dapat menyerang target hingga 80
kilometer (50 mil) jauhnya dengan roket berpemandu presisi. Senjata ini dinilai
akan meningkatkan kemampuan ketahanan Ukraina.
Baca
juga: Ikuti
AS, Inggris Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina, Rusia Gempur
Kiev
"memberikan
peningkatan kemampuan yang signifikan bagi pasukan Ukraina," tuturnya.
Sebelumnya
pada pekan lalu, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan memasok Kiev dengan
sistem roket artileri mobilitas tinggi, yang dikenal sebagai HIMARS, yang secara
bersamaan dapat meluncurkan beberapa rudal berpemandu presisi. HIMARS ini lebih
unggul dalam jangkauan dan presisi dibandingkan sistem roket yang ada di
Ukraina.
Simak
halaman selanjutnya.
Persenjataan
canggih tersebut akan dikirimkan AS setelah Ukraina memberikan jaminan untuk
tidak menggunakannya dalam menyerang target di wilayah Rusia. Meskipun demikian,
langkah AS tersebut memicu Putin untuk mengeluarkan peringatan keras pada Minggu
(5/6).
Putin
diketahui sebelumnya mengingatkan bahwa Moskow akan menyerang "target-target"
baru yang tidak disebutkan jika Barat memasok rudal tersebut ke Ukraina. Dia
mengatakan pengiriman senjata baru ke Ukraina ditujukan untuk "memperpanjang
konflik".
Baca
juga: Hubungan
Memburuk, Dubes AS Minta Rusia Tak Tutup Kedutaan
Namun
pemerintah Inggris mengabaikan peringatan Putin tersebut. Menteri Pertahanan
Inggris Ben Wallace bersikeras bahwa sekutu-sekutu Barat Ukraina harus
mempertahankan pengiriman senjata mereka untuk memungkinkan Ukraina
"memenangkan" perangnya melawan pasukan Rusia.
"Inggris
mendukung Ukraina dalam pertarungan ini dan mengambil peran utama dalam memasok
pasukan heroiknya dengan senjata vital yang mereka butuhkan untuk mempertahankan
negara mereka dari invasi tanpa alasan," katanya dalam sebuah
pernyataan.
Baca
juga: Zelenskiy
Keluar Kota Kiev Kali Kedua, Temui Pejabat di Donbas
"Seiring
dengan perubahan taktik Rusia, demikian juga dukungan kita kepada Ukraina.
Sistem roket multi-peluncuran yang sangat mumpuni ini akan memungkinkan
teman-teman Ukraina kita untuk lebih melindungi diri mereka sendiri dari
penggunaan artileri jarak jauh yang brutal, yang telah digunakan pasukan Putin
tanpa pandang bulu untuk meratakan kota-kota," imbuhnya.
London
sejauh ini telah menawarkan lebih dari £750 juta (US$ 937 juta) dalam bentuk
dukungan militer ke Ukraina, termasuk mengirimkan sistem pertahanan udara,
ribuan rudal anti-tank dan berbagai jenis amunisi, ratusan kendaraan lapis baja
dan peralatan lainnya.