

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.
Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!! Betapa tidak!!! Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat tiongkok di bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan mengkwalifikasinya sebagai “meratakan kemiskinan”, kadang-kadang terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu terhadap Mao. Menuduh Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu cepat membangun komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 yang tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT MEMBENCI MAO, MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH KURANG BUKTI TKK KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI DISKUSI WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN FILIPINA!!
Sent from Mail for Windows 10
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5289A8CCDC694224B978A046356E40C1%40A10Live.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1057837488.169076.1628423973317%40mail.yahoo.com.
Kira2 begini yg saya tahu:
PKI itu lahir dari konflik ideologi di SI/sarekat islam. Jadi SI itu pecah jadi 2: SI merah = komunisme dan SI putih = islam. Aidit menolak “jalan baru”nya muso. Tan ling djie mendukungnya. Setelah SI merah menjadi PKI pun, elitenya masih bentrok ideologi. Kenapa bisa bentrok? Karena cara utk mencapai tujuannya itu berbeda. Ini disebabkan krn sebelum PKI jaman Aidit nongol, sudah ada PKInya madiun dst. Jadi ada orang lama dan orang baru dalam PKI. Kalau diikutin sidang pleno CC PKI kelihatan sekali ada 2 kubu ideologi dalam PKI.
Perdebatan dalam kongres nasional PKI adalah kulminasinya yaitu aidit memilih “pemlu adalah tujuan akhir”. Nyoto berpendapat lain: pemilu adalah tujuan sementara. Saya kurang jelas Lukman diposisi mana. Kongres menetapkan pemilu = tujuan akhir.
Jadi dalam tubuh PKI itu ada 2 ideologi yg bertentangan: marxisme leninisne VS revisionism modern = REMO. Bedanya: Marxisme leninisme menggunakan REVOLUSI, REMO pakai parlemen sbg alat perjuangan.
Nesare
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.
On Sun., Aug. 8, 2021 at 9:14 a.m., nesare hotmail<nes...@hotmail.com> wrote:
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544146053D4611E562D91F47F0F59%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.
On Sun., Aug. 8, 2021 at 10:13 a.m., BILLY GUNADIE<billyg...@rogers.com> wrote:
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/332188157.186784.1628432006621%40mail.yahoo.com.
> mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com. Untuk melihat diskusi ini
> di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.
>
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544146053D4611E562D91F47F0F59%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/332188157.186784.1628432006621%40mail.yahoo.com.
“Lalu, nenek dalam tempurung Tatiana melanjutkan tuduhan itu pada Liu-Deng, Liu Shaoqi-Deng Xiaoping yang imasa RBKP dituduh “penempuh Jalan Kapitalisme”, “Kruschove nya Tiongkok” itu. Dipegang kuat-kuat tudhan REMO itu juga pada Deng dan PKT sampai sekarang ini, ... yang menjadi perdebatan tidak berkesudahan, dan tentu masih boleh dilanjutkan selama bisa keluarkan bukti nyata berdasarkan kenyataan, bukan fiktif dan fitnah saja”
Terus jual pepesan kosong!! Minta bukti, padahal orang yang tidak pernah belajar Marxisme pun, tahu sistim apa yang ada di China sekarang!! Coba agen remo, Siauw Giok Tjing, ajukan bukti bahwa Liu-Deng bukan penempuh jalan kapitalisme!!!
Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok (Bagian 1)
Periode revolusi demokrasi baru sudah selesai! Tiongkok masuk dalam periode transisi ke sosialisme di mana kontradiksi pokok yang harus diselesaikan adalah antara kelas pekerja dan kelas borjuasi
24 Maret 2021 | 12:17
Mao Zedong dan Deng Xiaoping [Foto: Istimewa]
Koran Sulindo – Saya terlibat diskusi dan perdebatan sebuah grup di internet yang berlangsung bertahun-tahun. Mula-mula banyak orang yang turut serta sehingga perdebatan cukup ramai dan sengit. Seiring berjalannya waktu, peserta mulai rontok, menghilang, akhirnya tinggal dua-tiga orang saja, termasuk pengelola grup yang merupakan agen dan terompet propaganda kaum penguasa revisionis Tiongkok. Tema yang diperdebatkan cukup beragam. Namun pada pokoknya berkisar pada masalah sosialisme, kapitalisme, revisionisme modern, penghi sapan dan penindasan, Revolusi Besar Kebudayaan Proletar (RBKP), pembangu nan dengan politik berdikari atau bersandar pada penanaman modal asing dan utang serta imperialisme.
Cara atau Corak Produksi
Untuk membedakan sistem ekonomi sebuah negeri tertentu dari sistem negeri lain, teori Marxis mengajukan konsep corak produksi atau mode of production yang terdiri dari dua aspek, yaitu tenaga produksi dan hubungan produksi.Tena ga produksi adalah semua elemen yang terlibat dalam proses produksi, dari ta nah, bahan baku, bahan bakar, pabrik, mesin dan peralatan kerja sampai ke trampilan tenaga kerja. Sedangkan hubungan produksi adalah hubungan antara manusia dalam proses produksi. Sifat dari hubungan produksi ditentukan oleh siapa yang memiliki alat produksi: apakah alat produksi itu dimiliki dan digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai profit atau milik rakyat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya.
Jadi, menentukan sistem ekonomi sebuah negeri itu bukan seenak perut sendiri seperti orang yang bangun tidur, setelah mimpi buruk, dengan bersungut-sungut, karena tidak menemukan argumentasi untuk membela “sosialisme dengan ciri Tiongkok”, lantas menjajakan pepesan kosongnya, yaitu bahwa di dunia ini belum pernah ada sosialisme!
Demi membatasi perlawanan rakyat, dedengkot revisionis Tiongkok nomor dua, Deng Xiaoping, tidak mau terang-terangan mengakui bahwa reform yang ia lakukan adalah untuk menghancurkan dasar ekonomi sosialis guna melapangkan jalan menuju kapitalisme.
Mobo Gao, dalam The Battle for China’s Past menulis bahwa sejak akhir tahun 1970-an sampai akhir hayatnya, Deng Xiaoping bersikeras tidak memperdebatkan soal apakah Tiongkok sebuah negara sosialis atau kapitalis. Deng menganggap perdebatan akan menghalangi perkembangan. Lahirlah apa yang disebut “sosialisme dengan ciri Tiongkok” atau “sosialisme dengan ekonomi pasar”.
Memang licik si Deng ini! Dengan sengaja ia gunakan strategi “gelap-gelap-terang”, untuk mengelabui orang. Dengan demikian ia bisa berangsur-angsur memasukkan unsur-unsur kapitalisme. Walau begitu, tak dapat ia mencegah berbagai bentuk perlawanan buruh dan tani kepada reform kapitalis Deng dan negasi terhadap Revolusi Besar Kebudayaan Proletar (RBKP).
Misalnya, tahun 1985, di Xianyang, Provinsi Shaanxi, sebuah poster berjudul “Revolusi Kebudayaan Baik” (Wenhua da geming hao) dipasang di Pabrik Kapas Nomor 1. Di poster itu dideretkan hal-hal positif yang terjadi selama RBKP berkobar, antara lain pembangunan Jembatan Nanjing, diciptakannya tanaman padi hibrida, dan peningkatan kesadaran rakyat. Bukan hanya penguasa kota dan provinsi yang dibikin khawatir oleh poster itu, di Peking pun jadi gugup! Dikirimlah tim untuk mencari apa yang mereka sebut “kaum reaksioner aktif”. Akhirnya yang dituduh bersalah adalah seorang buruh muda sebuah pabrik sepatu. Ia dihukum sepuluh tahun, namun mati di penjara tak lama setelah ditangkap. Sebab kematian, walahualam!
Sementara itu Profesor Wertheim berpendapat : ”Pada awal tahun 80-an, menjadi cukup jelas bagi saya bahwa politik yang dijalankan oleh Partai Komunis Tiongkok, walau masih mempertahankan nama dan pura-pura mendukung ’Fikiran Mao Zedong’, sudah sama sekali meninggalkan apa yang saya namakan model perkembangan Mao. Pukulan terakhir terhadap politik Mao adalah dibongkarnya komune rakyat dan menggantikan ’garis massa’ Mao dengan komitmen sepenuhnya kepada tindakan hukum sebagai cara untuk menjamin kesepakatan rakyat dengan tujuan yang ingin dicapai pimpinan partai. Pernyataan Deng Xiaoping bahwa ’memperkaya diri sendiri adalah sesuatu yang harus dipuji’ berarti, dalam praktik sebenarnya, kapitalisme diundang masuk melalui pintu depan”. (Wim F. Wertheim: Lasting Significance of Mao Model For Third World Countries)
Pengertian tentang apa itu sosialisme menyangkut apakah orang itu menggunakan Marxisme atau menyelewengkan dan merevisinya untuk membuat “teori” sendiri, yang menerima dan membenarkan penghisapan. Padahal tujuan sosialisme adalah menghapus penghisapan. Bung Karno saja, yang bukan komunis, menginginkan sosialisme tanpa exploitation de l’homme par l’homme (tanpa penghisapan manusia oleh manusia).
Liu Shaoqi, Tokoh Remo Tiongkok Nomer Satu
Coba lihat poster di atas. Kiri atas “Liu tukang sihir”; kiri bawah “Keluarkan Liu Shaoqi dan Deng Xiaoping dari Komite Sentral Partai; kanan atas, Liu dipanggul seseorang dan tongkatnya menunjuk ‘Kembali ke Kapitalisme’, kanan bawah “Ganyang Liu Shao-qi”.
Antek remo sering protes dan menolak tuduhan RBKP bahwa Liu Shaoqi dan Deng Xiaping revisionis. “Tuduhan” bisa benar dan bisa juga ngawur. Kita harus lihat sepak terjang mereka dalam prakteknya. Liu dan Deng memang merupakan sasaran pokok RBKP, karena mereka revisionis dan mengambil jalan kapitalisme. Ini bertentangan dengan Mao yang ingin mengkonsolidasi sosialisme menuju komunisme. Saya masih ingat poster berhuruf besar atau dazibao dalam bahasa Tionghoa, memuat tulisan dan karikatur yang menunjuk Liu sebagai Khruschov Tiongkok. Khruschov adalah pentolan remo Soviet. Kalimat “Khrushchov yang tidur di samping kita” dan slogan “Ganyang Liu-Deng” berdengung terus mene rus melalui pengeras suara di Universitas Peking (Bejing).
Kudeta 1976
Hanya satu bulan setelah Mao meninggal, terjadi penangkapan terhadap apa yang dinamakan “Gang of Four” yang terdiri atas Jiang Qing, istri Mao dan anggota Politbiro (PB); Wang Hongwen, anggota PB dan wakil ketua kedua PKT, Zhang Chunqiao, anggota Komite Tetap PB, wakil ketua kedua PM, Yao Wen yuan, anggota PB. Segera setelah itu, dilancarkan penangkapan, persekusi dan pembunuhan terhadap pendukung Mao. Misalnya, Mao Yuanxin, putra Mao Zemin, adik bungsu Mao Zedong, yang kemudian menjadi penghubung Mao dengan Komite Sentral, ketika Mao sudah mulai sakit-sakitan, juga ditangkap dan dipenjara.
Selama RBKP berkobar, banyak kader muda yang berasal dari buruh dan tani dipromosikan untuk menduduki jabatan memimpin dalam partai dan pemerintah. Dan tak sedikit dari mereka adalah perempuan. Jelas terlihat politik Mao untuk mengubah dominasi kaum pria dalam hirarki birokratis PKT. Mereka adalah: Wu Guixian, buruh tekstil menjadi wakil PM; Lü Yulan, tani menjadi sekretaris Partai Provinsi Henan; Wei Fengying, buruh menjadi anggota Komite Sentral; Xing Yan zi, pemudi aktivis menjadi sekretaris Partai Tienjin; Li Suwen, pelayan toko menjadi wakil ketua Kongres Rakyat Nasional; Gu Atao, tani menjadi anggota Komite Sentral; Wang Xiuzhen, buruh tekstil menjadi sekretaris Partai Shanghai. Kaum pria yang dipromosi juga orang-orang “biasa”, seperti Zhuang Zedong, tiga kali kampiun pingpong dunia menjadi kepala Kementerian Olahraga; Chen Ada, buruh menjadi anggota Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Yu Huiyong, guru musik menjadi Menteri Kebudayaan sebelum ditangkap; HaoLiang, aktor opera Peking menjadi Wakil Menteri Kebudayaan, Liu Qingtang, penari balet menjadi Wakil Menteri Kebudayaan; Chen Yonggui, tani menjadi wakil PM dan masih banyak lagi.
Bersama dengan “Gang of Four”, semua mereka disingkirkan! Persis seperti Soeharto menyingkirkan semua menteri, anggota DPR dan MPRS yang pro-Soekarno!
Dalam menilai Mao dan RBKP, antek remo selalu bertolak dari dokumen dan pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah semua pengikut Mao disingkirkan. Persis seperti orang-orang anti komunis menilai sejarah perjuangan rakyat dan PKI dengan menggunakan otak dan kaca mata Orde Baru.
Deng Xiaoping berkuasa setelah kliknya menyingkirkan grupnya Hua Guofeng, 1978. Dimulailah setahap demi setahap pembongkaran sistem sosialis melalui pembubaran Komune Rakyat, penghapusan status buruh tetap, hak mogok dan hak-hak demokratis yang didapat berkat RBKP, yaitu empat kebebasan besar: Kebebasan Besar untuk Bersuara, Keterbukaan Besar, Perdebatan Besar dan Kebebasan untuk Memasang Poster Berhuruf Besar. Dan juga perubahan dalam konstitusi partai dan negara.
Xing Li, seorang akademisi Tiongkok, dalam The Chinese Cultural Revolution Revisited, menulis “Reformasi pasar yang berlangsung berarti kemenangan garis revisionis. Dilihat dari perspektif sekarang, hal itu menunjukkan bahwa PKT bertekad, atas nama kelas buruh, untuk melaksanakan proyek hegemoniknya sendiri yang dalam praktik sebenarnya merugikan kepentingan dan kesejahteraan kelas pekerja”. “Dalam retrospeksi, tak akan salah kalau kita mengklaim bahwa Revolusi Kebudayaan pada dasarnya benar dalam memprediksi kemerosotan PKT dan ditinggalkannya Marxisme sebagai pedoman teoritis, serta restorasi kapitalisme dalam politik kepemimpinannya. Mereka yang tadinya merupakan “antek kapitalis” telah mengkonsolidasi dirinya sebagai komprador “sosialisme pasar” sekarang ini.
Praktik dan kenyataan di Tiongkok dewasa ini membuktikan apa yang disebut antek remo “tuduhan revisionis” bukanlah tuduhan yang ngawur. Sepak terjang mereka sendiri yang membelejeti dirinya sebagai revisionis pengambil jalan kapitalis. Xing Li pun berpendapat, banyak dari prediksi dan peringatan yang dikemu kakan Mao dalam RBKP terkonfirmasi sekarang.
Pepesan Kosong Apa Saja yang Dijajakan Antek Remo-Kapitalis?
Untuk mencoba membenarkan reform kapitalis Deng yang melahirkan “sosialisme dengan ciri Tiongkok”, muncullah berbagai macam alasan dan “teori”. Sebenarnya banyak orang remo yang tahu dan sadar sosialisme yang mana yang diperjuangkan oleh Marx, Engles, Lenin, Stalin dan Mao
Salah satu jasa dan sumbangan besar Marx kepada umat manusia adalah penulisan “Das Kapital” di mana ia mengkaji dan mengkritik kapitalisme, sebuah sistem yang berdasar pada kepemilikan pribadi, dan hubungan sosial yang dilahirkannya. Di situlah orang akan mengenal apa itu nilai lebih yang dihasilkan oleh kaum buruh tapi dirampas oleh pemilik alat produksi alias kaum kapitalis. Di mana ada nilai lebih yang dirampas kapitalis, di situ ada penghisapan. Tapi antek remo itu menjajakan bualannya seolah-olah “kapitalnya” kaum kapitalis Tiongkok lebih baik, lebih manusiawi dan bersahabat dari pada kapitalnya kaum kapitalis AS, Eropa, Jepang atau negeri lain. Ia menolak untuk mengakui bahwa modal tidak punya kebangsaan, semua modal yang ditanam bertujuan mencari profit semaksimum mungkin.
Agen remo senang sekali bicara tentang kapitalis yang membantu usaha pengentasan kemiskinan. Ia ingin menunjukkan betapa luhur dan agung budi para kapitalis itu sehingga mereka tidak saja tidak boleh dilawan, malah harus dipuji dan didukung! Sedekah tidak menghilangkan sumber kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan. Sedekah tidak memuliakan, atau meningkatkan harkat dan memberdayakan manusia.
Dalam hubungan dengan kaum kapitalis ini, agen remo selalu kembali kepada tahap revolusi demokrasi baru yang dilancarkan rakyat Tiongkok sejak pendirian PKT sampai pembebasan tahun 1949 dan diteruskan sampai kira-kira tahun 1950-an. Itulah periode revolusi demokrasi baru di mana kaum borjuasi nasional progresif merupakan sekutu revolusi, bukan sasaran revolusi.
Juni 1950, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut: ”Pada akhirnya kaum borjuasi nasional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (Jangan memukul ke semua arah PT MTT V)
Agen remo hanya ingat “bersatu dengan mereka”. Ia melupakan “kita harus berjuang menentang mereka”. Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77). Dalam rapat politbiro tanggal 15 Juni 1953, Mao mengajukan ”garis umum untuk periode transisi”, yaitu rencana lima tahun pertama untuk transisi ke sosialisme. (Roxane Wittke ”Camarade Chiang Ch’ing)
Artinya, pada tahun 1952-53, periode revolusi demokrasi baru sudah selesai! Tiongkok masuk dalam periode transisi ke sosialisme di mana kontradiksi pokok yang harus diselesaikan adalah antara kelas pekerja dan kelas borjuasi. Kaum borjuasi, sebagai kelas, tidak lagi merupakan sekutu dalam periode membangun sosialisme. [Tatiana Lukman]
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E0C8D538F9B949C69C47928F8BBCE23F%40A10Live.
REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat penyelewengan/perubahan/revisi terhadap prinsip-prinsip pokok M-L-M. Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak lagi.
Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang bicara tentang revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, Eduard Berstein, pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak mengakui perjuangan kelas , berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak mengakui perlunya Kediktaturan proletariat untuk membangun sosialisme. Hasilnya adalah sosial demokrasi (sosdem) yang sekarang banyak dianut oleh Partai sosialis dan komunis (revisionis) di negara-negara Welfare state di Eropa Barat.
Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan oleh tokoh utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis yang dijajakan antara lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai dan Negara seluruh rakyat yang berarti tidak mengakui adanya perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, koexistensi damai dengan imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung rakyat melakukan perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang dikepalai AS.
Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar prinsip-prinsip dasar Marxisme.
Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan Revisionisme.
Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism must certainly advance; it must develop along with the development of practice and cannot stand still. It would become lifeless if it remained stagnant and stereotyped. However, the basic principles of Marxism must never be violated, or otherwise mistakes will be made. It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical point of view and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate the basic principles of Marxism and to negate its universal truth. Revisionism is one form of bourgeois ideology. The revisionists deny the differences between socialism and capitalism, between the dictatorship of the proletariat and the dictatorship of the bourgeoisie. What they advocate is in fact not the socialist line but the capitalist line. In present circumstances, revisionism is more pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on the ideological front is to unfold criticism of revisionism.
Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan berubah”, etc dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni “dogma”atau teori-teori yang dia anggap sdh usang. Mao mengingatkan “prinsip-prinsip dasar Marxisme selama-lamanya tidak boleh dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa Revisionisme adalah satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan kediktaturan proletar
dengan kediktaturan borjuis.
Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau borjuis? Kalau proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu berlaku dipreteli? Dulu buruh punya hak mogok, punya sida, artinya 4 kebebasan: bebas mengexpresikan pendapat, bebas berdiskusi, bebas menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu buruh punya hak libur, layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu sekarang tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena pekerjaannya sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan gratis!! Kenapa sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak tahan lagi dengan rezim kerja yang ada dipabriknya??
Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism!!
Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime.
Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought that is even more dangerous than dogmatism. The revisionists, the Right opportunists, pay lip-service to Marxism; they too attack "dogmatism". But what they are really attacking is the quintessence of Marxism. They oppose or distort materialism and dialectics, oppose or try to weaken the people's democratic dictatorship and the leading role of the Communist Party, and oppose or try to weaken socialist transformation and socialist construction. After the basic victory of the socialist revolution in our country, there are still a number of people who vainly hope to restore the capitalist system and fight the working class on every front, including the ideological one. And their right-hand men in this struggle are the revisionists.
Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism. Yang diserang kaum revisionis adalah inti sari Marxisme. Mereka memutarbalik materialism dan dialektika. Mao mengingatkan “setelah kemenangan revolusi sosialis di negeri kita, masih ada orang yang berharap merestorasi system kapitalis dan menyerang kelas buruh di tiap front termasuk di bidang ideologi.”
Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil mengalahkan kaum Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi kapitalisme!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.
ini Foto di BBCREMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat penyelewengan/perubahan/revisi terhadap prinsip-prinsip pokok M-L-M. Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak lagi.
> mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com. Untuk melihat diskusi ini
> di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.
>
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup
"GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima
email dari grup ini, kirim email ke
gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di
web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6110ff18.1c69fb81.2cca.0004SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok (Bagian 2)
4 April 2021 | 20:17
Ilustrasi perbandingan Tiongkok di bawah Xi Jinping setelah restorasi kapitalisme dan di bawah Mao Zedong dengan sosialisme/The Economist
Koran Sulindo – William Hinton, dalam Mao, Rural Development, and Two-Line Struggle menulis bahwa seruan Liu Shaoqi untuk mengkonsolidasi “sistem demokrasi baru”, pada 50-an, dalam praktik, sebenarnya merupakan seruan untuk membangun kapitalisme. Mula-mula Hinton melihat perbedaan pandangan antara Mao dan Liu berkaitan dengan jalan terbaik menuju sosialisme. Namun akhirnya ia menjadi sadar bahwa perbedaan pandangan itu bersifat kelas. Masing-masing mewakili pandangan kelas yang antagonis.
Kesimpulan Mao bahwa kontradiksi antagonis yang menghalangi pembangunan sosialis terdapat di dalam partai komunis sendiri, sangat mengejutkan Hinton. Mao adalah pemimpin komunis pertama di dunia yang mengemukakan hal itu. Banyak orang kiri, bahkan komunis, yang menganggap Mao “gila” menempatkan kawan-kawan seperjuangan lama sebagai musuh Revolusi Besar Kebudayan Proletar (RBKP). Bukan Mao yang “gila”, melainkan merekalah yang tidak mengerti dan menolak mengakui kebenaran kata-kata Mao, 1957:” Masih ada sisa-sisa tuan tanah dan klas komprador yang sudah digulingkan, masih ada borjuasi dan pengubahan terhadap borjuis kecil baru saja dimulai. Perjuangan klas antara proletariat dan borjuasi, antara berbagai kekuatan politik dan antara proletariat dan borjuasi di bidang ideologi akan makan waktu panjang, berliku-liku dan kadang-kadang bahkan sangat tajam. Kaum proletariat berusaha mengubah dunia menurut pandangan dunianya sendiri dan begitu juga kaum borjuasi. Dalam hal ini, masalah siapa yang akan menang, sosialisme atau kapitalisme masih belum sungguh-sungguh dipecahkan”.
Setelah reform kapitalis Deng menghancurkan basis ekonomi sosialis, baru Hinton sadar dan mengerti apa yang dimaksud Mao dengan “jalan kapitalis” dan “pengambil jalan kapitalis”.
Perjuangan Kelas dan Kemunafikan Kaum Revisionis
Salah satu pelajaran penting dari RBKP adalah kesadaran bahwa selama periode pembangunan sosialis masih terus ada perjuangan kelas yang tercermin dalam perjuangan dua garis dalam PKT. Kemenangan Revolusi Demokrasi Baru (RDB) yang melahirkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 1949, tidak menghilangkan kontradiksi antara garis Mao yang konsekwen maju di jalan sosialis dan garis Liu Shaoqi yang ingin membangun kapitalisme. Partai lahir dan hidup dalam sebuah masyarakat berkelas, maka perjuangan ideologi melawan borjuasi merupakan perjuangan kelas yang masih harus dilancarkan. Lahirlah slogan Maois “Jangan pernah melupakan perjuangan kelas”.
Bandingkan dengan laporan politik Liu Shaoqi kepada Kongres PKT ke VIII 1956, yang menegaskan bahwa perjuangan yang menentukan antara sosialisme dan kapitalisme sekarang telah berakhir. Sedangkan Deng dalam pidatonya di depan sidang CCPKT tahun 80-an berkata, ”Mengatakan bahwa perjuangan klas masih belum selesai? Itulah fikiran Revolusi Kebudayaan..”
Sementara itu, Mobo Gao berpendapat Deng Xiaoping dan konco-konconya sebetulnya bukan marxis. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang nasionalis revolusioner yang turut serta dalam RDB karena itu merupakan satu-satunya jalan guna mencapai martabat dan persatuan rakyat Tiongkok. Ketika itu, nasionalisme dan perjuangan kelas bergandengan tangan. Tapi, setelah pembebasan 1949, kedua tema itu tidak bisa lagi jalan bersama.
Jangan pernah melupakan perjuangan kelas! Qiān wàn bùyào wàngjì jiējí dòuzhēng
Setelah merasa kekuasaannya terkonsolidasi, Deng dengan terbuka mengajukan garis “modernisasi, keterbukaan”, teori “kucing putih kucing hitam”, “menghentikan” perjuangan kelas dan mengutamakan pembangunan ekonomi. Tapi, benarkah kaum revisionis yang berkuasa itu menghentikan perjuangan kelas? Yang mereka hentikan adalah Revolusi Kebudayaan yang merupakan perjuangan kelas yang dilancarkan kelas proletariat melawan kaum revisionis dalam partai yang mengambil jalan kapitalis.
Adanya perjuangan kelas tidak tergantung pada pengakuan siapapun. Ia ada secara objektif. Penyangkalan Liu dan Deng tidak berarti perjuangan kelas atau kontradiksi kelas itu hilang.
Tiap kontradiksi mengandung dua aspek yang bertentangan. Tahun 1953, Mao mengemukakan kontradiksi pokok antara klas proletariat dan klas borjuasi. Tahun 60-an, selama RBKP berlangsung, Mao menunjukkan sasaran atau aspek yang harus ditundukkan adalah kaum revisionis reaksioner yang berkuasa dalam partai dan mengambil jalan kapitalis. Celakanya, aspek inilah akhirnya yang berdominasi melalui kudeta 1976! Jadi sebenarnya klik revisionis Deng melancarkan perjuangan kelas sengit melawan kaum Maois dan berhasil menang!
Setelah berkuasa, mereka sama sekali tidak mengendorkan perjuangan kelas! Perlawanan buruh, tani dan penduduk menentang reform kapitalis dan penggusuran selalu mendapat penindasan polisi, tentara dan centeng-centengnya. Jangan lupa penindasan Tian An Men, 1989!
Di abad ke-21, seiring dengan meningkatnya kesadaran di kalangan buruh, mahasiswa dan intelektual, pembungkaman dan penindasan makin intensif. Tahun 2012, beberapa situs yang memuat tulisan dan komentar yang berseberangan dengan terompet penguasa ditutup. Antara lain situs Utopia, maozedongflag.net, chineseworkers.net dan masih banyak lagi. Ketika itu, Bo Xilai, pejabat partai tertinggi Chongqing, yang mempopulerkan lagu-lagu zaman Mao, ditangkap dan masuk penjara dengan tuduhan korupsi. Kawan-kawannya pun dicopot dari jabatannya. Desember 2015, sejumlah besar organisasi dan LSM pendukung buruh menjadi sasaran serangan aparat kepolisian. Dalam penindasan yang dinamakan “709” (9 Juli), sekitar 200 pengacara dan aktivis HAM ditangkap. Beberapa di antaranya didakwa “subversi kekuasaan negara” dan dituduh berkolaborasi dengan “kekuatan asing”.
Kaum Marxis-Leninis-Maois-Kiri
Ini foto mahasiswa dan aktivis yang terlibat dalam aksi-aksi protes dan solidaritas dengan buruh pabrik yang memproduksi peralatan las dengan teknologi Jasic di Shenzhen. Mereka yang disorot dengan warna merah ditangkap. Para siswa inilah yang disebut “ Marxis-Leninis-Maois Kiri”.
Kita lihat di foto pemudi dan pemuda umur 20-an. Banyak di antara mereka berasal dari keluarga kaya, karena biaya pendididkan universitas mahal. Mereka belajar di universitas-universitas elite terkenal seperti Universitas Peking, Tsinghua, Universitas Rakyat. Di situ mereka jadi anggota grup-grup studi “Marxist Society”. Di samping mempelajari dan mendiskusikan marxisme, banyak yang terjun langsung dan bekerja di pabrik. Di situlah mereka mengenal dan merasakan sendiri penghisapan brutal yang diderita kaum buruh.
Misalnya, siswa yang pakai nama samaran Luke, cerita bahwa ia menjadi marxis berkat pengalaman bekerja dengan 20 orang buruh muda di sebuah workshop di pinggiran kota Peking. Mereka merakit kotak-kotak karton selama 12 jam di ruangan di bawah titik beku tanpa pemanas. Ia sangat terkejut melihat tangan para pekerja perempuan yang tinggal di workshop itu, “bengkak seperti lobak” karena kedinginan. Semua mereka tak dapat menyelesaikan pendidikannya. Majikan mendatangkan mereka dari pedesaan dan tidak tahu kapan bisa kembali. Luke berkata: “Cara produksi kapitalis ini dapat mengubah manusia menjadi budak-budak feodal”. Sejak itu, Luke, bersama dengan siswa kiri lainnya, mengorganisasi, bicara dalam pertemuan, mendukung tukang sapu, tukang sampah, tukang masak, penjaga dan pekerja lain yang bekerja di kampus.
Juni 2015, Shen Mengyu tamat jurusan Mathematics and Computational Science di Universitas Sun Yatsen. Bukannya cari pekerjaan di perusahaan IT, ia malah masuk pabrik dan bekerja di jalur perakitan.
Sebagai siswa, ia sudah sering mendengar cerita bagaimana buruh dilindas roda pembangunan, tentang buruh pabrik Foxconn yang lompat dari gedung asrama atau pabrik, 40 ribu jari-jari putus setiap tahun di Pearl River Delta, 280 juta buruh migran yang mengorbankan masa remajanya untuk membangun kota tapi tidak bisa tinggal di kota, tentang penyakit yang disebabkan karena pekerjaan, seperti keracunan benzol, leukemia, pneumoconiosis yang membuat penderita sesak nafas dan ingin lebih cepat mati. Kaum buruh membangun kota-kota dengan darah dan keringatnya, tapi kemudian digilas dan diusir dari kota.
Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok
Shen mulai mempelajari undang-undang dan peraturan perburuhan dan pergi ke daerah industri dan kampung-kampung buruh di kota, untuk mengenal dan mengerti kehidupan serta kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Kalau turun hujan, garasi bawah tanah di mana buruh tinggal, tergenang air, pakaian dan tempat tidur basah kuyup. Shen menjelaskan peraturan dan undang-undang perburuhan, namun kata-kata hitam di atas putih tidak dapat memberi mereka kontrak kerja. Di pabrik sepatu Dongguan Yuyuan, Shen mendengar buruh yang sudah kerja 10 tahun lebih dan hampir pensiun, baru tahu bahwa pabrik tidak membayar bagian dari jaminan sosial yang merupakan kewajibannya.
Shen jadi bingung dan syok! Kekuasaan macam apa ini yang membuat undang-undang sama sekali tak berguna? Dihadapkan pada kenyataan kejam itu, Shen jadi sadar buruh lahir miskin akan mati miskin pula. Akhirnya Shen bekerja di pabrik suku cadang Guangzhou Rihong Electromechanical Co. Ltd. yang dimodali Jepang. Jadilah dia buruh industri.
Hari pertama Shen masuk kerja di workshop, bunyi raungan mesin seperti memecahkan gendang telinganya, bau minyak dan debu metal memenuhi seluruh workshop. Peringatan bahaya benzol dan bahan kimia lainnya sangat menakutkan. Buruh mengenakan masker sekali pakai yang tidak dapat secara efektif memblokir debu atau menyaring gas beracun, dan beberapa bahkan tidak memiliki masker sekali pakai. Ruang kerja itu panas sepanjang tahun, dan sudah sangat panas di bulan Mei. Itu normal ketika panas 35 derajat atau lebih, dan di beberapa tempat bahkan mendekati 50 derajat. Intensitas kerja dan keringat deras membuat masker yang tipis basah dan membuat orang merasa tercekik, apalagi masker tebal yang tertutup rapat.
Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik
Ini sertifikat yang diterima Rihong sebagai ”pemasok unggul” suku cadang untuk Dongfeng Honda, Guanqi Honda dan Nissan
Lebih mengenaskan lagi keadaan buruh perempuan yang hamil, karena mereka harus lebih keras bekerja guna mencapai target produksi, sampai harus mengorbankan hak libur perempuan hamil. Xiaomei, rekan kerja Shen, selalu keguguran tiap kali hamil selama bekerja di pabrik itu. Akhirnya ia keluar.
Itulah yang disebut pabrik suku cadang mobil “berupah tinggi”, di mana buruh mengorbankan kesehatannya untuk apa yang disebut “upah tinggi”. Banyak rekan kerja Shen yang menderita rhinitis dan bronkitis karena bekerja lama di lingkungan yang keras itu, serta kehilangan pendengaran dan penurunan sel darah putih. Harga yang harus dibayar buruh untuk melahirkan sertifikat “pemasok unggul” tentu tidak menarik perhatian pengagum “Sosialisme dengan ciri Tiongkok”.
Pengalaman bekerja sebagai buruh itulah yang membuat Shen Mengyu sadar akan perlunya berjuang untuk perubahan, tidak bisa hanya mengeluh saja. Buruh kehilangan martabat dan haknya sebagai manusia.
Para buruh migran ini pasti termasuk dalam “jutaan yang telah diangkat dari kemiskinan”! Alangkah baiknya kalau antek remo serta para pengagum “pembangunan” bekerja di pabrik seperti itu. Mereka tidak akan jadi marxis, tapi setidaknya akan tahu bagaimana buruh harus bekerja untuk masuk dalam kategori “bebas dari kemiskinan” yang dipropagandakan kaum penguasa remo serta para centengnya dengan bangga.
Kasus Jasic di Shenzhen
April 2018, sekitar 89 buruh dan aktivis di pabrik Jasic mencoba mendirikan serikat buruh independen. Mengapa buruh merasakan perlunya sebuah serikat buruh independen? Sudah terbukti, dalam setiap konflik dengan majikan, serikat buruh resmi selalu berpihak kepada kapitalis. Ditanya mengapa serikat buruh resmi berpihak kepada kaum kapitalis, seorang pejabat komunis berkata, di mana-mana kita dapat temukan buruh, tapi kapitalis sedikit. Bayangkan, itulah pendapat orang “komunis” Tiongkok tentang buruh dan kapitalis.
10 Agustus, 2018, anggota Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic, menyerahkan surat terbuka menuntut Kejaksaan Distrik Pingshan Shenzhen supaya melakukan investigasi terhadap penangkapan yang melanggar hukum. Dari kiri ke kanan: Zheng Yongming, Shen Mengyu, Xu Zhongliang dan Yue Xin.
Akibat dari tindakan mencoba mendirikan serikat buruh independen, beberapa buruh dipecat.
Akhir Juli, konflik meluas, ketika 20 buruh dan seorang aktivis mahasiswa ditangkap karena memprotes perlakuan brutal polisi. Awal Agustus, Shen Mengyu, Yue Xin dan simpatisan lain nya dari Universitas Peking, Tsinghua, Nanjing dan Sun Yatsen membentuk Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic. Mereka cerminkan dukungannya melalui surat terbuka, tulisan di media sosial, menyebar luaskan foto dan video pidato dan manifestasi damai di depan pabrik Jasic dan kantor polisi. Koalisi buruh-mahasiswa itu menuntut pembebasan tanpa syarat semua buruh yang ditahan, hukuman bagi polisi dan preman yang memukuli buruh dan mempekerjakan kembali buruh yang dipecat.
Memperingati Hari Meninggalnya dan Kelahiran Mao
Para mahasiswa kiri dari berbagai universitas, buruh dan aktivis pendukung buruh Jasic juga terlibat dalam aksi bulan September untuk memperingati 42 tahun meninggalnya Mao, dan Desember 2018, 125 tahun kelahirannya, di Shaosan, provinsi Hunan. Di sini terbelejeti lagi kemunafikan rezim kapitalis Xi Jinping. Bukannya mendukung anak-anak muda yang ingat kepada Mao, malah aparat polisi dikerahkan untuk menangkap mereka dengan alasan membuat keributan.
Spanduk paling bawah:”Buruh Jasic memberi penghormatan kepada Ketua Mao’; Spanduk kedua di belakangnya: ‘Buruh dan mahasiswa muda berkumpul di Shaoshan, Pikiran Mao selamanya bersinar’; Yang ketiga: ‘Jadilah murid Mao yang baik untuk selamanya’; Yang paling belakang: ‘Universitas Peking, Universitas Nanjing, Universitas Rakyat, Studi Luar Negeri dari Universitas Peking, Universitas Bahasa dan Budaya Peking, Universitas Kedokteran Tiongkok, Nanjing’
Qiu Zhanxuan, ketua Marxism Study Society di Universitas Peking, ditangkap polisi berbaju sipil, dalam perjalanannya menuju peringatan ulang tahun Mao. Shen Mengyu dan Yue Xin, setelah dibebaskan dari penangkapan yang pertama, diculik, dalam perjalanan menuju Shenzhen untuk mendukung buruh Jasic. Setelah mereka hilang, sejumlah mahasiswa Universitas Peking membentuk “Gerakan mencari Yue” untuk melobi kebebasannya. Tak lama kemudian, diberitakan salah seorang organisatornya, Zhang Shengye, hilang. [Tatiana Lukman]
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1E12292FDB90473E8AC9946B91FFED2C%40A10Live.
Ha....ha...Sudah bertahun-tahun antek remo, Siauw Giok Tjing alias Chan ini, menunjukkan logikanya sama sekali tidak jalan normal!!! Untuk kesekian kalinya dia tunjukkan lagi dengan jawaban terhadap tulisan saya di Sulindo itu. Orang yang logikanya jalan, pasti tahu apa tema pokok yang saya bicarakan dalam tulisan saya itu. Pertama, tentang kontradiksi dan perjuangan kelas dalam PKT dan Tiongkok sosialis yang terus menerus dicanangkan oleh Mao, tapi oleh dedengkot remo Liu, ditolak. Saya tunjukkan dan buktikan kemunafikan kaum remo dan kenyataan restorasi kapitalis. Kedua, tentang generasi muda Maois kiri, kesadarannya dan perjuangannya untuk bergabung dengan kaum buruh yang menuntut hak mendirikan Serikat Buruh independen, karena jelas Serikat buruh resmi lebih banyak berpihak kepada kaum kapItalis dari pada kaum buruh, makanya sampai terjadi bunuh diri buruh. Lucunya, si antek Chan ngeyel, seolah-olah buruh bisa dengan bebas mogok tanpa penindasan dari polisi!! Itu betul-betul mimpi yang ada diotak kaum remo...seperti Deng xiaoping yang diwarisi oleh anteknya ini.
Dalam jawabannya, sang antek remo sama sekali tak menyentuh dan membantah tema-tema tersebut . Karena memang tidak ada argumentasi untuk membantah KENYATAAN YANG SAYA AJUKAN. Frustrasi Dan kejengkelannya itu kemudian disalurkan dengan menyerang pribadi saya. Disuruhnya saya introspeksi!!! Sudah tentu kaum remo dan penjilat pantat rezim kaisar Xi sama sekali tidak senang dengan tulisan yang membongkar kepalsuan dan kebusukannya. Tulisan saya itu dibaca oleh ratusan orang di Indonesia!!!Sulindo tidak hanya terbit secara digital, tapi juga disebarkan melalui koran cetak, dan itu sampai ke daerah-daerah!!! Si Tjing mengukur orang lain dengan ukurannya sendiri..Dikiranya orang lain seperti dirinya sendiri yang otaknya tidak jalan dan bersedia jadi anjing jaga klik remo China!!
Tjing juga mau mendikte apa yang hrs saya kerjakan untuk rakyat Indonesia!!??? Ha...ha...Dia sudah lupa bahwa dirinyalah yang menganggap paling M-L, mau pulang membangun daerah basis, mimpin tentara rakyat,,,Pikiran dan nasihat yang bagaimana yang bisa diharapkan dari anjing penjilat rezim kapitalis-imperialis Xi jin ping???Mana tahu dia hubungan antara perjuangan rakyat sedunia melawan penghisapan dan penindasan dengan pembelejetan kejahatan kaum revisionis Tiongkok???Biar saja si Tjing terus mimpi dengan sosialisme ciri Tkk, yang jelas dan nyata di mana-mana terus dilancarkan pendidikan (dalam bahsa Inggris, Spanyol, Perancis!!!) untuk menunjukkan kejahatan remo Tkk dalam menghancurkan sosialisme di Tiongkok dan memutar balik fakta sejarah seperti dalam webinar terakhir memperingatai 100 tahun PKT. MANA TAHU ANTEK REMO INI HUBUNGAN ANTARA PERJUANGAN PEMBEBASAN REVOLUSIONER MELAWAN IMPERIALISME DENGAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN!!?? KARENA DIRINYA SENDIRI REMO, DIA TIDAK MAU MENGAKUI BAHWA PERJUANGAN RAKYAT AKAN GAGAL KALAU DIBIMBING OLEH REVISIONISME. UNTUK ITU ORANG YANG SERIUS INGIN BERJUANG HARUS TAHU BAHAYA DARI REVISIONISME. MAO SENDIRI SUDAH MENGATAKAN REVISIONISME LEBIH BERBAHAYA DARI PADA DOGMATISME!!! MAKA HARUS DILANCARKAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN TIONGKOK SUPAYA PERJUANGAN MELAWAN IMPERIALISME DUNIA TIDAK DISELEWENGKAN!!!
Si Tjing berkoar-koar tentang perjuangan Mao melawan KMT dan imperialisme.. Siapa sih yang minta dia menguraikan sejarah itu??? Yang jelas saya sama sekali tidak perlu obrolan antek remo. SAYA SUDAH DAPAT KULIAH DARI KAWAN-KAWAN TIONGKOK LANGSUNG TENTANG SEJARAH PERJUANGAN PKT, DAN FIKIRAN MAO TSETUNG...GURU-GURU SAYA ADALAH PELAKU LANGSUNG DALAM PERJUANGAN PEMBEBASAN TIONGKOK! .PIDATOLAH KAU DI DEPAN TEMAN-TEMANMU SESAMA REMO PENJILAT PANTAT KAISAR XI, HANYA MEREKALAH YANG AKAN MENDENGARKAN DAN PERCAYA PADA PEPESAN KOSONG YANG TERUS KAU JAJAKAN!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210811101055.613cd5bd%40lilik-ThinkPad-T420s.

Foto yang di Tiananmen dipertahankan, tapi pikirannya sudah dikhianati!!! Hanya orang yang otaknya sdh tidak jalan normal bias menelan bulat-bulat pepesan kosong antek remo SGTjing alias chan!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPSmrRQckxo6M9s7F-AUcGe_MY__TcEfYTp2Gtr436p8dA%40mail.gmail.com.
Antek remo menganggap “tuduhan remo”terhadap Liu-Deng sebagai fitnah..Kamus Besar Bahasa Indonesia menunjukkan fitnah adalah perkataan bohong tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Kita tahu bagaimana ORBA MEMFITNAH ORMAS-ORMAS REVOLUSIONER DAN PKI UNTUK MENGHANCURKAN DAN MEMBUNUH ANGGOTA DAN PARA SIMPATISAN.
Dalam “Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan ….” Bagian 1, sdh saya jelaskan dasar alasan mengapa Liu-Deng disebut sebagai revisionis. Jadi saya tidak “ngarang-ngarang”sendiri atau “mimpi”!! Bahkan Mao sendiri yang menghimbau rakyatnya untuk mengganyang “Khrushchov Tiongkok yang tidur disamping kita”!!! Siapa itu? Ya, tak lain tak bukan Liu Shao qi!!!Jadi agen remo SGTjing sebenarnya juga menuduh Mao memfitnah Liu Shaoqi!!!!
Agen remo bersengkelit soal perdebatan ideologi bertahun-tahun dan bla-bla….seterusnya pepesan kosong!! Jelas-jelas Liu-Deng menentang Mao yang ingin meneruskan Revolusi Dibawah syarat kediktaturan proletariat untuk meneruskan dan mengkonsolidasi sosialisme dengan menghancurkan dasar-dasar ekonomi sosialis!! Kaum buruh yang memenangkan tuntutannya sekarang BUKANLAH KARENA JASA MAJIKAN ATAU SB RESMI, TAPI KARENA PERJUANGANNYA SENDIRI!! KALAU MEMANG CHINA SEKARANG SOSIALISME, TAK SEHARUSNYA BURUH HARUS MENUNTUT UPAH YANG SERINGKALI TAK DIBAYAR ATAU TELAT DAN HAK-HAK DEMOKRATISNYA…AGEN REMO SENGAJA MEMBUTAKAN MATANYA PADA KENYATAAN BURUH YANG MOGOK DAN AKTIVIS YANG MENDUKUNGNYA DIKRIMINALISASI, DITANGKAP DAN DIPENJARA!!! LSM DAN SITUS YANG MEMBELA BURUHPUN DIBUBARKAN DAN DITUTUP!! Sekarang kaum Maois muda bergerak di bawah tanah dan harus berhati-hati karena pengawasan yang semakin ketat dan penindasan yang semakin kejam dari penguasa kapitalis-imperialis!!!
Contoh lain dari pelanggaran kaum remo terhadap prinsip dasar Marxisme… Kita semua tahu Bung Karno mendambakan Sosialisme a la Indonesia..Dan Sosialisme yang diinginkan itu adalah sosialisme yang menentang exploitation de l’homme par l’homme!! Dan memang pengertian tentang Sosialisme adalah sebuah sistim ekonomi, sosial dan politik yang bertujuan melenyapkan penghisapan manusia oleh manusia lain… BUKAN YANG MENGHALALKAN PENGHISAPAN!!! Dan memang masyarakat sosialis sejati itulah yang dibangun rakyat Tiongkok pimpinan Mao …Nah, sekarang lihat sendiri bagaimana kehidupan kaum buruh yang sdh dikembalikan sebagai tenaga kerja diengkuk-engkuk untuk menghasilkan NILAI LEBIH YANG DIRAMPAS OLEH MAJIKANNYA!!! Dan ini sudah berjalan sejak kudeta 1976 oleh klik remo!!!
Ngomong asal jeplak!! Itulah ciri SGtjing antek remo!! MATANYA YANG TDAK MELIHAT, ORANG LAIN YANG DISALAHKAN…Yang jelas saya menolak untuk debat kusir… antek remo selalu mengelak menjawab masalah yang substansial…Jawaban sudah banyak dan sdh bertahun-tahun dipostingkan di milis ini…Tapi remo kepala batu yang sdh karatan otaknya, tak akan mengakui dirinya sdh lama keok alias KO…Bukti sudah bejibun yang menunjukkan watak remo dari Liu-Deng, tapi toh antek remo terus ngotot menyanggahnya TANPA ARGUMENTASI YANG MASUK AKAL!!
From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45
Sent: Friday, August 13, 2021 7:53 AM
To: Jaya Suprana
Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
Antek remo menganggap “tuduhan remo”terhadap Liu-Deng sebagai fitnah..Kamus Besar Bahasa Indonesia menunjukkan fitnah adalah perkataan bohong tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Kita tahu bagaimana ORBA MEMFITNAH ORMAS-ORMAS REVOLUSIONER DAN PKI UNTUK MENGHANCURKAN DAN MEMBUNUH ANGGOTA DAN PARA SIMPATISAN.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/611608e3.1c69fb81.514b2.28fcSMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.