Lencana Ketua Mao

92 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Aug 6, 2021, 8:42:06 PM8/6/21
to GELORA45_In
Lencana Ketua Mao
 
中??????戴毛像章???委??手?查-6park.com  毛澤東跟著中國運動員上台領獎?自行車金牌選手佩戴毛像章,國際奧委會要查-風傳媒
 
Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi Pembalap-sepeda Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan bisa membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan Lencana Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya?
 
Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan peringatan panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi perhatian saya:
Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat, polisi AS menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang compang-camping kelapangan,
留?网-戴?像章,就“友邦惊?”了? -6park.com
 
Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar Jepang berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade, Jepang mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di Olimpiade Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang sesungguhnya!
求心力」失?東京五輪開催見通??…安倍首相?任表明、????界??衝?:東京新聞 TOKYO Web  裡約奧運閉幕式上演精彩東京八分鐘 安倍晉三化身馬裡奧亮相【5】--日本頻道--人民網
Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet dari berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan bendera nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga POPLITIK! Lalu, dimana salahnya???
 
Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah lagu anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah Komite Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang jelas, apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK!

Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu ditakuti, ... Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa dicintai dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka jalan kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini, kenapa kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang Nasional RRT tidak ada salahnya!
Yang mempermasalahkan itulah “politisasi” usaha nyata anti-Tiongkok!

Jaya Suprana

unread,
Aug 6, 2021, 8:57:35 PM8/6/21
to Chan CT, GELORA45_In
Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan membela negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan ! 

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.

Chan CT

unread,
Aug 6, 2021, 10:31:36 PM8/6/21
to Jaya Suprana, GELORA45_In
Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan bangsa Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela keadilan dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya!
 
Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya! Hehehee, ...

Lusi D.

unread,
Aug 7, 2021, 5:17:58 AM8/7/21
to nasional-list
Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat tertinggal di
Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya seperti
Lieus Sungkharisma ini?
https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw



Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800
Von: "Chan CT" <sa...@netvigator.com>
An: "Jaya Suprana" <semars...@gmail.com>, "GELORA45_In"
<Gelor...@googlegroups.com> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao


Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan bangsa
Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu
WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di Indonesia,
dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela keadilan dan kebenaran!
Itulah yang sesungguhnya!

Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya! Hehehee, ...


From: Jaya Suprana
Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM
To: Chan CT
Cc: GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan membela
negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan !

On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <sa...@netvigator.com> wrote:

Lencana Ketua Mao



Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi Pembalap-sepeda
Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan bisa
membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan Lencana
Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar
ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya?

Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan peringatan
panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi perhatian
saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat
Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat, polisi AS
menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang
compang-camping kelapangan,


Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana Menteri
Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar Jepang
berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade, Jepang
mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di Olimpiade
Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang sesungguhnya!
Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet dari
berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan bendera
nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga POPLITIK!
Lalu, dimana salahnya???

Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah lagu
anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah Komite
Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu
kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah
berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang jelas,
apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK!

Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu ditakuti, ...
Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa dicintai
dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka jalan
kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini, kenapa
kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima Medali-emas!
Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang Nasional RRT tidak ada
salahnya! Yang mempermasalahkan itulah “politisasi” usaha nyata
anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup
"GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti
menerima email dari grup ini, kirim email ke
gelora1945+...@googlegroups.com. Untuk melihat diskusi ini di
web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.

--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email
dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6B8A9ED13FCA4EA3BF2E3BD795B83F86%40A10Live.
Originaler html-Teil

Chan CT

unread,
Aug 7, 2021, 8:03:20 AM8/7/21
to Lusi D., GELORA45_In
Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena sama-sama Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang Jawa? Hehehee, ...
 
-----原始郵件-----
From: Lusi D.
Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM
To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid
Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

Lusi D.

unread,
Aug 7, 2021, 8:41:34 AM8/7/21
to Chan CT, nasional-list
Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan itu. Tapi
dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya.




Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800
schrieb "Chan CT" <sa...@netvigator.com>:

Tatiana Lukman

unread,
Aug 7, 2021, 12:23:50 PM8/7/21
to Lusi D., Chan CT, GELORA45_In

Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!! Betapa tidak!!!  Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat tiongkok di bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan mengkwalifikasinya sebagai “meratakan kemiskinan”, kadang-kadang terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu terhadap Mao. Menuduh Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu cepat membangun komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 yang tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT MEMBENCI MAO, MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH KURANG BUKTI TKK KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI DISKUSI WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN FILIPINA!!

 

Sent from Mail for Windows 10

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

Chan CT

unread,
Aug 7, 2021, 7:46:05 PM8/7/21
to Lusi D., GELORA45_In
Lebih celaka, ... kalau hendak ditinjau dari sudut patriotisme, kenapa yang diangkat Lieus? Lalu harus dimirip-miripkan?
Apakah Lieus itulah yang menjadi idola pendukung Habib Rizieg kebanggaan bung???
 
 
 
-----原始郵件-----
From: Lusi D.
Sent: Saturday, August 7, 2021 8:41 PM
To: Chan CT
Cc: GELORA45_In ; nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

Chan CT

unread,
Aug 7, 2021, 7:55:46 PM8/7/21
to Tatiana Lukman, Lusi D., GELORA45_In
Inilah nenek dalam tempurung yang melihat Mao sebagai DEWA tak ada kesalahan yang dilakukan, ...! Padahal Ketua Mao sendiri sebagai manusia normal sudah berulangkali mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan!
 
Rakyat Tiongkok SUDAH dengan jernih TETAP memandang Ketua Mao sebagai Pemimpin Besar Bangsa dan rakyat Tiongkok, ...! Itulah sebab sebagaimana dinyatakan Deng, Gambar Ketua Mao selamanya akan terpajang di Tian An Men! Tak ada yang bisa menyangkal kecintaan rakyat pada Ketua Mao, penghargaan kehormatan tinggi rakyat Tiongkok pada ketua Mao!

Jaya Suprana

unread,
Aug 7, 2021, 10:50:06 PM8/7/21
to Tatiana Lukman, Lusi D., Chan CT, GELORA45_In
MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. 
Salam hormat dari jaya suprana

Lusi D.

unread,
Aug 8, 2021, 5:13:29 AM8/8/21
to Chan CT, GELORA45_In
Celakanya patriotisme yang bung maksud itu bagaimana? Kok nggak ada
argumennya dan jawabannya kok nyacat-nyacat yang sifatnya persönlich.
Situasi sekarang mengarah kepada kontradiksi antagonisme kepentingan
antara negeri2 imperialisme di wilayah Asia Tenggara makin meruncing.
Bahaya perang dunia baru sudah tampak.

Sementara tuntutan dalam proses penghisapan thd rakyat2 di negeri2 bekas
koloni yang tumbuh menjadi negara non-blok, termasuk Indonesia, harus
menentukan sikap. Ada tiga pilihan sikap. Memihak kepentingan blok
Imperialisme Barat, Blok Imperialisme Remo atau mempertahankan
kebebasan dan kepentingan tanahair hasil perjuangan pembebasan dari
kolnial- pasca Perang Dunia ke-II maupun neo-kolonalisme. Itu yang
menjadi dasarnya. Bukan karena ras Jawa saya, seperti yang bung tulis,
sama dengan Suharto yang bung jadikan sbg argumen thd sikap saya. Emang
orang lahir di bumi bisa memilih rasnya? Mungkin bung bisa milih ras ya?

Kalau saya mengambil sampel Lieus karena dia yang mengutarakan sikap
politik patriotismenya dalam situasi perkembanmgan politik di tanahair
dewasa ini... Nah bagaimana tanggapan bung tentang sikap Lieus itu?
Bagian mana yang cocok dan tidak cocok bagi bung.

Thd Habib Riezig, saya tidak semua pendapatnya cocok. Sementara respek
padanya karena dia konsistens dengan ucapan maupun tindakannya dan
sikapnya tidak oportunistis.






Am Sun, 8 Aug 2021 07:46:00 +0800

Jaya Suprana

unread,
Aug 8, 2021, 7:27:42 AM8/8/21
to Lusi D., Chan CT, GELORA45_In
Saya setuju dengan kekuatiran mbak Lusi bahwa krisis geopolitik di Laut China Selatan bisa menjadi pemantik ledakan Perang Dunia ke III seperti ketika Jerman menyerbu Polandia dan Jepang menyerbu Pearl Harbour menjadi pemantik ledakan Perang Dunia II. 
Insya Allah, kekuatiran mbak Lusi dan saya ternyata keliru. Hanya orang gila yang ingin Perang Dunia III terjadi apalagi setelah umat manusia sudah cukup menderita akibat pagebluk Corona. 

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 8, 2021, 7:59:42 AM8/8/21
to sa...@netvigator.com, Tatiana Lukman, Lusi D., GELORA45_In
Fihak Barat sudah tau...apakah mau jibaku...atau commited suicide?
Operasi militer perlu beaya, China membiarkan bleed their financial...
Sebetulnya dengan glider yang Mach 15,
Bisa 10 atomic warhead...
Sekitar 6 DF17 dengan muatan hydrogen bomb... 1 South Korea 1 Jepang... 1 Pentagon, 1 Washington, 1 New York, 1 Guam.. ICBM China mencapai 11.000 lebih km..
100Juta collateral damage buat China cuma 8%...
100juta buat Amerika 25%...





On Sat., Aug. 7, 2021 at 7:55 p.m., Chan CT

Jaya Suprana

unread,
Aug 8, 2021, 8:19:03 AM8/8/21
to BILLY GUNADIE, GELORA45_In, Lusi D., Tatiana Lukman, sa...@netvigator.com
Waduh pak Billy malah bikin saya makin ketakutan sebab jika Cina 8% , Amerika 25% mska Indonesia 100% . Modar aku ! 🙈😭

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 8, 2021, 8:38:33 AM8/8/21
to Jaya Suprana, GELORA45_In, Lusi D., Tatiana Lukman, sa...@netvigator.com
Nah..itu baru Hydrogen bomb....belum hydrogen yang di ledakkan dalam bumi, gelombang lewat mantel bumi, mantul dengan di arahkan pada titik tertentu, menjadi gelombang seismik, dengan primary and secondary wave..
Bagian permukaan bumi akan ambles...

Ada 3 negara yang mencobanya... nah soal mati kan di tangan Tuhan? Ada yang sedangn tidur, engga bangun lagi... ada yang lagi nonton TV kapal jatuh... ada kenalan yang tiba tiba jatuh, baru umur 37 sehat, hasil autopsi darah menggumpal di paru paru...?
 

Jaya Suprana

unread,
Aug 8, 2021, 8:51:15 AM8/8/21
to BILLY GUNADIE, GELORA45_In, Lusi D., Tatiana Lukman, sa...@netvigator.com
Ternyata pak Billy ilmuwan spesialis senjata pemusnah umat manusia dan penghancur planet bumi ! 

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 8, 2021, 8:59:05 AM8/8/21
to Jaya Suprana, GELORA45_In, Lusi D., Tatiana Lukman, sa...@netvigator.com
Saol Indonesia, kalu perang mah sebaiknya NYERAH saja... jadi tawanan perang dilindungi hukum, paling ga dapet makan, tempat tidur, dokter...

Kalau ngelawan, paling umurnya seminggu, cadangan bahan bakar abis, jalan macet, militer ga bisa bergerak, mesiu menipis, tinggal di tingker dari selatan dan utara, amphibious troop mendarat...

Dari pada di jajah sama bangsa sendiri yang inhumane, mendingan di jajah bangsa lain yang humane?
Tulisan Andre (sudah meninggal) mengatakan 60% warga indonesia hanya subsistence lif, 2$ per hari per orang..
Buku terakhir New Capital of Indonesia co dengan Mira Lubis, entah survive (kena Covid)...

Saya mah bukan ilmuwan ahli senjata, itu yang saya kutip dari veteran perang tentara US, saya mah ahli kemanusiaan, terjadinya alam dan isinya, sejarah manusia mulai dari monyet... dan masih belum berubah melihat tingkah laku pemimpin/penjajah Indonesia.....


nesare hotmail

unread,
Aug 8, 2021, 9:14:21 AM8/8/21
to GELORA45_In

Kira2 begini yg saya tahu:

PKI itu lahir dari konflik ideologi di SI/sarekat islam. Jadi SI itu pecah jadi 2: SI merah = komunisme dan SI putih = islam. Aidit menolak “jalan baru”nya muso. Tan ling djie mendukungnya. Setelah SI merah menjadi PKI pun, elitenya masih bentrok ideologi. Kenapa bisa bentrok? Karena cara utk mencapai tujuannya itu berbeda. Ini disebabkan krn sebelum PKI jaman Aidit nongol, sudah ada PKInya madiun dst. Jadi ada orang lama dan orang baru dalam PKI. Kalau diikutin sidang pleno CC PKI kelihatan sekali ada 2 kubu ideologi dalam PKI.

Perdebatan dalam kongres nasional PKI adalah kulminasinya yaitu aidit memilih “pemlu adalah tujuan akhir”. Nyoto berpendapat lain: pemilu adalah tujuan sementara. Saya kurang jelas Lukman diposisi mana. Kongres menetapkan pemilu = tujuan akhir.

Jadi dalam tubuh PKI itu ada 2 ideologi yg bertentangan: marxisme leninisne VS revisionism modern = REMO. Bedanya: Marxisme leninisme menggunakan REVOLUSI, REMO pakai parlemen sbg alat perjuangan.

 

Nesare

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 8, 2021, 10:13:37 AM8/8/21
to nes...@hotmail.com, GELORA45_In
US panic in South China Sea! China lock- out the GPS 😱

On Sun., Aug. 8, 2021 at 9:14 a.m., nesare hotmail

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 8, 2021, 12:18:32 PM8/8/21
to BILLY GUNADIE, nes...@hotmail.com, GELORA45_In
Jadi....kalau misalnya PKI Di bawah Audit berhasil duduk di pemerintah...apakah akan lebih baik dari sekarang?....
BK tidak menginginkan modal asing..modal asing terbukti Masuk setelah BK tahanan Rumah...
Ada 6 ruang yang mengatur pembagian penanamsn Dan konsesi eksplorasi..
Joyohadikusuna Dan Emil Salim ekonomi konglomerat...ketimbang Hatta kooperasi.....?
On Sun., Aug. 8, 2021 at 10:13 a.m., BILLY GUNADIE

Chan CT

unread,
Aug 9, 2021, 12:00:49 AM8/9/21
to BILLY GUNADIE, nes...@hotmail.com, GELORA45_In
Saya perhatikan banyak tulisan dalam rangka memperingati 100 tahun PKT yang baru lalu itu, selalu menekankan “Kebenaran Dari Kenyataan” dan keharusan memadukan kebenaran ML-FMTT dengan kondisi dan situasi konkrit Tiongkok, ... tidak diperlakukan sebagai DOGMA yang tidak berubah dan berkembang sesuai kenyataan yanga terjadi.
 
Jadi, jelas dan sangat jelas pada saat pimpinan Partai membuat kebijakan politik, kalau saja bisa dikatakan mengembangkan Marxisme-Leninisme, ternyata SALAH tentu bisa dikatakan revisionisme. Karena dia telah melakukan perubahan yang salah, terjadi penyelewengan dasar teori ML itu. Perubahan yang dikatakan SALAH itu, menurut saya terutama karena tidak sesuai dengan kenyataan, khususnya dalam menilai imbangan kekuatan musuh dan kekuatan diri sendiri! Begitulah kesalahan Kruschove sesaat setelah Stalin meninggal, mengeluarkan pernyataan “perjuangan klas sudah selesai”, tak ada lagi perjuangan klas di Soviet dan PKUS menjadi Partai seluruh rakyat! Dikatakan kesalahan Revisionisme Modern (REMO), sesuai dengan jaman modern ketika itu, masih ditahun 1956-1959, ... dan terjadi polemik sengit dengan PKT yang kemudian keluarkan 9 Komentar itu!
 
Lalu, nenek dalam tempurung Tatiana melanjutkan tuduhan itu pada Liu-Deng, Liu Shaoqi-Deng Xiaoping yang imasa RBKP dituduh “penempuh Jalan Kapitalisme”, “Kruschove nya Tiongkok” itu. Dipegang kuat-kuat tudhan REMO itu juga pada Deng dan PKT sampai sekarang ini, ... yang menjadi perdebatan tidak berkesudahan, dan tentu masih boleh dilanjutkan selama bisa keluarkan bukti nyata berdasarkan kenyataan, bukan fiktif dan fitnah saja. Dan tidak hanya caci-maki! Tapi, kali ini saya lebih tertarik mengomentari tanggapan bung Nesare, masalah kebijakan PKI.
 
Saya coba membandingkan situasi Indonesia dimasa awal 1950-an dengan kondisi Tiongkok sesaat setelah Jepang menyerah 1945, terjadi perundingan Chongqing PKT-KMT yang gagal dan berakhir dengan perang pembebasan PKT vs KMT itu.
 
Penekanan tetap pada “Kebenaran dari Kenmyataan”, ketepatan dalam menilai kekuatan sendiri dan kekuatan lawan, apa yang hendak dan bisa dicapai saat itu. Ingat, begitu tuntutan terlalu tinggi diluar jangkauan kekuatan sendiri, tentu perundingan “PERDAMAIAN” itu akan gagal!  Dengan pegang teguh prinsip yang tidak bisa dikompromikan, yaitu kemungkinan mempertahankan dan mengembangkan kekuatan sendiri!
 
Kekuatan PKT, pasukan Tentara Merah Buruh-Tani ditahun 1946 hanya sekitar 800 ribu saja, sedang KMT melebihi 4,3 juta, belum lagi perlengkapan senjata yang jauh lebih kuat dan canggih! Jadi, jelas kekuatan KMT jauh 5-6 X lipat lebih unggul, namun Mao saat perundingan Chongqing tetap menuntut kepemimpinan tentara Merah sekalipun tetap TUNDUK pada kesatuan komando Pemerintah Koalisi yang akan terbentuk! Begitu juga dengan kekuasaan pemerintah Daerah Basis-Merah, tetap dibawah kekuatan PKT sekalipun akan TUNDUK pada Pemerintah Koalisi yang akan terbentuk! Itulah garis merah PKT yang tidak bisa dikompromikan dan ternyata TIDAK BISA diterima oleh KMT, Jiang Jieshi! Perundingan Chongqing GAGAL dan berlanjut dengan Perang Pembebasan 3 tahun, ...
 
Sebagai tambahan ilustrasi yang juga menarik diperhatikan, kebijakan Mao saat memaksa jenderal KMT, Fu Zhuoyi yang sedikit berjiwa patrotik dan nasionalis itu bisa memberontak pada KMT, menyerah pada PKT dan Beijing berhasil dibebaskan secara DAMAI, ...! Dalam perundingan jenderal Fu semula menuntut pada PKT bisa jalankan sebagaimana Pemerintah Koalisi tulisan Ketua Mao itu, tentara KMT yang lebih 500 ribu dan kekuasaan pemerintah Tiongkok-utara bisa tetap dibawah kekuasaannya. Tentu saja PKT diakhir 1948 dan awal 1949 ketika itu sudah berada diatas-angin, baru saja menangkan kuasai Tiongkok Timur-laut, jelas ketua Mao menolak! Karena dengan demikian setiap saat bisa muncul pemberontakan bersenjata yang sangat merugikan ketentraman dan keamanan Tiongkok! Lalu, ketua Mao mengambil cara, lebih dahulu melakukan gerak TPRT mengepung Beijing, Tien Jin, Zhang Jiakou dan membasmi kekuatan utama Fu yang berada diluar Beijing. Dan setelah PKT berhasil membasmi kekuatan tentara unggul jenderal Fu dan membebaskan Zhang Jiakou, Tien Jin, jenderal Fu pun tidak ada pilihan lain kecuali, menyerah dan deengan demikian Kota Beijing berhasil SELAMAT dari kerusakan akibat perang dengan dibebaskan secara damai. 31 Januari 1949 TPRT masuk dan kuasai Beijing secara resmi, sedang jenderal Fu setelah RRT berdiri diangkat menjadi Menteri Perairan, ...
 
Sedang PKI setelah Peristiwa Madiun digebuk 1948, jelas bukan saja belum ada kekuatan pimpinan yang kompak juga barisan massa yang lemah, tidak bisa tidak harus menerima tawaran bekerja-sama gabung dalam RI ketika itu! Karena pimpinan PKI ketika itu, Tan Ling Djie nampaknya juga belum mempunyai garis jelas bagaimana mempertahankan kekuatan sendiri, saat menghadapi konsep peleburan seluruh Laskar dalam ABRI, menerima saja pembubaran Laskar dan dilebur dalam kesatuan ABRI! Tapi, dengan demikian memudahkan PKI tergabung dalam pemerintahan RI ketika itu.
 
Kesalahan lebih lanjut, kelompok Aidit, Lukman dan Nyoto untuk menyingkirkan Tan Ling Djie dibuatlah teori-fiktif “Tan Ling Djie-isme” yang dituduh penempuh “jalan Parlementer”, padahal kenyataan pemikiran TanLD tidak begitu! Sebaliknya, justru Aidit, Lukman, Nyoto itulah yang konsekwen menempuh jalan Parlementer yg dituduhkan itu!
 
Sebenarnya saja TLD menghendaki parlemen hanya digunakan untuk memungkinkan kembangkan kekuatan sendiri yang masih sangat lemah ketika itu, caranya? Tetap membangun PKI sebagai Partai Kader yang kuat tergembleng dalam perjuangan, tidak menjadikan PKI partai massa dimana setiap orang bisa menjadi anggota PKI! Akhirnya perkembangan anggota begitu cepat, siapapun ditarik masuk menjadi anggota untuk mengejar jumlah pendukung PKI dalam pemilu 1955! Bahkan kemudian menjadi kebanggaan Aidit yang gembar-gembor BERHASIL menjadi partai komunis terbesar didunia setelah PKUS dan PKT, ... tanpa disadari itu hanyalah kebesaran keropos!
 
Apalagi, PKI ketika itu menyalahi tuntutan TLD agar PKI dibangun berdasarkan kerja konspiratif, cukup 10% saja yang terbuka resmi, sebagian terbesar tetap bekerja tertutup dibawah permukaan, ... Sebaliknya, PKI bukan saja ramai-ramai membuka tokoh-tokoh komunis yang semula masih tertutup, tapi justru merasa bangga saat pendaftaran kembali keanggotaan partai di Front Persatuan Nasional, menjadi partai pertama yang menyerahkan seluruh daftar anggota PKI yang 3 jutaan itu pada di tahun 1964. Itulah salah satu sebab dalam waktu 8 jam, jenderal Suharto berhasil menghancurkan dan meringkus kekuatan PKI tanpa bisa berkutik. Membasmi komunis sampai keakar-akarnya, tanpa kesulitan dan mengeluarkan biaya besar, ... begitu Suharto mendapatkan pujian-manis AS!
 
Jadi, ... tidak ada perlunya berandai-andai kalau PKI bisa menang lagi. Bung Gunadie! Lha, setelah dihancurkan jenderal Suharto sampai sekarang belum bisa bangun lagi dan tetap dijadikan momok yang ditakuti dan dinajiskan, ... Lebih baik, kita perbincangkan apa yang menjadi masalah utama patut dipikirkan setiap anak bangsa, dan bagaimana caranya membangkitkan bangsa Indonesia Tegak Berdiri Diatas Kaki sendiri! Bagaimana makna TRISAKTI bung Karno, Berdaulat dibidang Politik, Berdikari dibidang Ekonomi dan Berdikari dibidang Budaya bisa sepenuhnya diwujudkan menjadi kenyataan! Agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan kuat didunia ini, ...
 
 
 
Sent: Monday, August 9, 2021 12:18 AM
Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
 

>   mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com. Untuk melihat diskusi ini

> di web, kunjungi

>   https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.

>

 

--

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544146053D4611E562D91F47F0F59%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/332188157.186784.1628432006621%40mail.yahoo.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

Tatiana Lukman

unread,
Aug 9, 2021, 4:51:13 AM8/9/21
to Chan CT, BILLY GUNADIE, nes...@hotmail.com, GELORA45_In

Lalu, nenek dalam tempurung Tatiana melanjutkan tuduhan itu pada Liu-Deng, Liu Shaoqi-Deng Xiaoping yang imasa RBKP dituduh “penempuh Jalan Kapitalisme”, “Kruschove nya Tiongkok” itu. Dipegang kuat-kuat tudhan REMO itu juga pada Deng dan PKT sampai sekarang ini, ... yang menjadi perdebatan tidak berkesudahan, dan tentu masih boleh dilanjutkan selama bisa keluarkan bukti nyata berdasarkan kenyataan, bukan fiktif dan fitnah saja”

 

Terus jual pepesan kosong!! Minta bukti, padahal orang yang tidak pernah belajar Marxisme pun, tahu sistim apa yang ada di China sekarang!! Coba  agen remo, Siauw Giok Tjing, ajukan bukti bahwa Liu-Deng bukan penempuh jalan kapitalisme!!!

Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok (Bagian 1)

Periode revolusi demokrasi baru sudah selesai! Tiongkok masuk dalam periode transisi ke sosialisme di mana kontradiksi pokok yang harus diselesaikan adalah antara kelas pekerja dan kelas borjuasi

24 Maret 2021 | 12:17

Mao Zedong dan Deng Xiaoping [Foto: Istimewa]

Koran Sulindo – Saya terlibat diskusi dan perdebatan sebuah grup di internet yang berlangsung bertahun-tahun. Mula-mula banyak orang yang turut serta sehingga perdebatan cukup ramai dan sengit. Seiring berjalannya waktu, peserta mulai rontok, menghilang, akhirnya tinggal dua-tiga orang saja, termasuk pengelola grup yang merupakan agen dan terompet propaganda kaum penguasa revisionis Tiongkok. Tema yang diperdebatkan cukup beragam. Namun pada pokoknya berkisar pada masalah sosialisme, kapitalisme, revisionisme modern, penghi sapan dan penindasan, Revolusi Besar Kebudayaan Proletar (RBKP), pembangu nan dengan politik berdikari atau bersandar pada penanaman modal asing dan utang serta imperialisme.

Cara atau Corak Produksi
Untuk membedakan sistem ekonomi sebuah negeri tertentu dari sistem negeri lain, teori Marxis mengajukan konsep corak produksi atau mode of production yang terdiri dari dua aspek, yaitu tenaga produksi dan hubungan produksi.Tena ga produksi adalah semua elemen yang terlibat dalam proses produksi, dari ta nah, bahan baku, bahan bakar, pabrik, mesin dan peralatan kerja sampai ke trampilan tenaga kerja. Sedangkan hubungan produksi adalah hubungan antara manusia dalam proses produksi. Sifat dari hubungan produksi ditentukan oleh siapa yang memiliki alat produksi: apakah alat produksi itu dimiliki dan digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai profit atau milik rakyat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya.

Jadi, menentukan sistem ekonomi sebuah negeri itu bukan seenak perut sendiri seperti orang yang bangun tidur, setelah mimpi buruk, dengan bersungut-sungut, karena tidak menemukan argumentasi untuk membela “sosialisme dengan ciri Tiongkok”, lantas menjajakan pepesan kosongnya, yaitu bahwa di dunia ini belum pernah ada sosialisme!

Demi membatasi perlawanan rakyat, dedengkot revisionis Tiongkok nomor dua,  Deng Xiaoping, tidak mau terang-terangan mengakui bahwa reform yang ia lakukan adalah untuk menghancurkan dasar ekonomi sosialis guna melapangkan jalan menuju kapitalisme.

Mobo Gao, dalam The Battle for China’s Past menulis bahwa sejak akhir tahun 1970-an sampai akhir hayatnya, Deng Xiaoping bersikeras tidak memperdebatkan soal apakah Tiongkok sebuah negara sosialis atau kapitalis. Deng menganggap perdebatan akan menghalangi perkembangan. Lahirlah apa yang disebut “sosialisme dengan ciri Tiongkok” atau “sosialisme dengan ekonomi pasar”.

Memang licik si Deng ini! Dengan sengaja ia gunakan strategi “gelap-gelap-terang”, untuk mengelabui orang. Dengan demikian ia bisa berangsur-angsur memasukkan unsur-unsur kapitalisme. Walau begitu, tak dapat ia mencegah berbagai bentuk perlawanan buruh dan tani kepada reform kapitalis Deng dan negasi terhadap Revolusi Besar Kebudayaan Proletar (RBKP).

Misalnya, tahun 1985, di Xianyang, Provinsi Shaanxi, sebuah poster berjudul “Revolusi Kebudayaan Baik” (Wenhua da geming hao) dipasang di Pabrik Kapas Nomor 1. Di poster itu dideretkan hal-hal positif yang terjadi selama RBKP berkobar, antara lain pembangunan Jembatan Nanjing, diciptakannya tanaman padi hibrida, dan peningkatan kesadaran rakyat. Bukan hanya penguasa kota dan provinsi yang dibikin khawatir oleh poster itu, di Peking pun jadi gugup! Dikirimlah tim untuk mencari apa yang mereka sebut “kaum reaksioner aktif”. Akhirnya yang dituduh bersalah adalah seorang buruh muda sebuah pabrik sepatu. Ia dihukum sepuluh tahun, namun mati di penjara tak lama setelah ditangkap. Sebab kematian, walahualam!

Sementara itu Profesor Wertheim berpendapat : ”Pada awal tahun 80-an, menjadi cukup jelas bagi saya bahwa politik yang dijalankan oleh Partai Komunis Tiongkok, walau masih mempertahankan nama dan pura-pura mendukung ’Fikiran Mao Zedong’, sudah sama sekali meninggalkan apa yang saya namakan model perkembangan Mao. Pukulan terakhir terhadap politik Mao adalah dibongkarnya komune rakyat dan menggantikan ’garis massa’ Mao dengan komitmen sepenuhnya kepada tindakan hukum sebagai cara untuk menjamin kesepakatan rakyat dengan tujuan yang ingin dicapai pimpinan partai. Pernyataan Deng Xiaoping bahwa ’memperkaya diri sendiri adalah sesuatu yang harus dipuji’ berarti, dalam praktik sebenarnya, kapitalisme diundang masuk melalui pintu depan”. (Wim F. Wertheim: Lasting Significance of Mao Model For Third World Countries)

Pengertian tentang apa itu sosialisme menyangkut apakah orang itu menggunakan Marxisme atau menyelewengkan dan merevisinya untuk membuat “teori” sendiri, yang menerima dan membenarkan penghisapan. Padahal tujuan sosialisme adalah menghapus penghisapan. Bung Karno saja, yang bukan komunis, menginginkan sosialisme tanpa exploitation de l’homme par l’homme (tanpa penghisapan manusia oleh manusia).

Liu Shaoqi, Tokoh Remo Tiongkok Nomer Satu

 

Coba lihat poster di atas. Kiri atas “Liu tukang sihir”; kiri bawah “Keluarkan Liu Shaoqi dan Deng Xiaoping dari Komite Sentral Partai; kanan atas, Liu dipanggul seseorang dan tongkatnya menunjuk ‘Kembali ke Kapitalisme’, kanan bawah “Ganyang Liu Shao-qi”.

Antek remo sering protes dan menolak tuduhan RBKP bahwa Liu Shaoqi dan Deng Xiaping revisionis. “Tuduhan” bisa benar dan bisa juga ngawur. Kita harus lihat sepak terjang mereka dalam prakteknya. Liu dan Deng memang merupakan sasaran pokok RBKP, karena mereka revisionis dan mengambil jalan kapitalisme. Ini bertentangan dengan  Mao yang ingin mengkonsolidasi sosialisme menuju komunisme. Saya masih ingat poster berhuruf besar atau dazibao dalam bahasa Tionghoa, memuat tulisan dan karikatur yang menunjuk Liu sebagai Khruschov Tiongkok. Khruschov adalah pentolan remo Soviet. Kalimat “Khrushchov yang tidur di samping kita” dan slogan “Ganyang Liu-Deng” berdengung terus mene rus melalui pengeras suara di Universitas Peking (Bejing).

Kudeta 1976
Hanya satu bulan setelah Mao meninggal, terjadi penangkapan terhadap apa yang dinamakan “Gang of Four” yang terdiri atas Jiang Qing, istri Mao dan anggota Politbiro (PB); Wang Hongwen, anggota PB dan wakil ketua kedua PKT, Zhang Chunqiao, anggota Komite Tetap PB, wakil ketua kedua PM, Yao Wen yuan, anggota PB. Segera setelah itu, dilancarkan penangkapan, persekusi dan pembunuhan terhadap pendukung Mao. Misalnya, Mao Yuanxin, putra Mao Zemin, adik bungsu Mao Zedong, yang kemudian menjadi penghubung Mao dengan Komite Sentral, ketika Mao sudah mulai sakit-sakitan, juga ditangkap dan dipenjara.

Selama RBKP berkobar, banyak kader muda yang berasal dari buruh dan tani dipromosikan untuk menduduki jabatan memimpin dalam partai dan pemerintah. Dan tak sedikit dari mereka adalah perempuan. Jelas terlihat politik Mao untuk mengubah dominasi kaum pria dalam hirarki birokratis PKT. Mereka adalah: Wu Guixian, buruh tekstil menjadi wakil PM; Lü Yulan, tani menjadi sekretaris Partai Provinsi Henan; Wei Fengying, buruh menjadi anggota Komite Sentral; Xing Yan zi, pemudi aktivis menjadi sekretaris Partai Tienjin; Li Suwen, pelayan toko menjadi wakil ketua Kongres Rakyat Nasional; Gu Atao, tani menjadi anggota Komite Sentral; Wang Xiuzhen, buruh tekstil menjadi sekretaris Partai Shanghai. Kaum pria yang dipromosi juga orang-orang “biasa”, seperti Zhuang Zedong, tiga kali kampiun pingpong dunia menjadi kepala Kementerian Olahraga; Chen Ada, buruh menjadi anggota Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Yu Huiyong, guru musik menjadi Menteri Kebudayaan sebelum ditangkap; HaoLiang, aktor opera Peking menjadi Wakil Menteri Kebudayaan, Liu Qingtang, penari balet menjadi Wakil Menteri Kebudayaan; Chen Yonggui, tani menjadi wakil PM dan masih banyak lagi.

Bersama dengan “Gang of Four”, semua mereka disingkirkan! Persis seperti Soeharto menyingkirkan semua menteri, anggota DPR dan MPRS yang pro-Soekarno!

Dalam menilai Mao dan RBKP, antek remo selalu bertolak dari dokumen dan pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah semua pengikut Mao disingkirkan. Persis seperti orang-orang anti komunis menilai sejarah perjuangan rakyat dan PKI dengan menggunakan otak dan kaca mata Orde Baru.

Deng Xiaoping berkuasa setelah kliknya menyingkirkan grupnya Hua Guofeng, 1978. Dimulailah setahap demi setahap pembongkaran sistem sosialis melalui pembubaran Komune Rakyat, penghapusan status buruh tetap, hak mogok dan hak-hak demokratis yang didapat berkat RBKP, yaitu empat kebebasan besar:  Kebebasan Besar untuk Bersuara, Keterbukaan Besar, Perdebatan Besar dan Kebebasan untuk Memasang Poster Berhuruf Besar. Dan juga perubahan dalam konstitusi partai dan negara.

Xing Li, seorang akademisi Tiongkok, dalam The Chinese Cultural Revolution Revisited, menulis “Reformasi pasar yang berlangsung berarti kemenangan garis revisionis. Dilihat dari perspektif sekarang, hal itu menunjukkan bahwa PKT bertekad, atas nama kelas buruh, untuk melaksanakan proyek hegemoniknya sendiri yang dalam praktik sebenarnya merugikan kepentingan dan kesejahteraan kelas pekerja”. “Dalam retrospeksi, tak akan salah kalau kita mengklaim bahwa Revolusi Kebudayaan pada dasarnya benar dalam memprediksi kemerosotan PKT dan ditinggalkannya Marxisme sebagai pedoman teoritis, serta restorasi kapitalisme dalam politik kepemimpinannya. Mereka yang tadinya merupakan “antek kapitalis” telah mengkonsolidasi dirinya sebagai komprador “sosialisme pasar” sekarang ini.

Praktik dan kenyataan di Tiongkok dewasa ini membuktikan apa yang disebut antek remo “tuduhan revisionis”  bukanlah tuduhan yang ngawur. Sepak terjang mereka sendiri yang membelejeti dirinya  sebagai revisionis pengambil jalan kapitalis. Xing Li pun berpendapat, banyak dari prediksi dan peringatan yang dikemu kakan Mao dalam RBKP terkonfirmasi sekarang.

Pepesan Kosong Apa Saja yang Dijajakan Antek Remo-Kapitalis?
Untuk mencoba membenarkan reform kapitalis Deng yang melahirkan “sosialisme dengan ciri Tiongkok”, muncullah berbagai macam alasan dan “teori”. Sebenarnya banyak orang remo yang tahu dan sadar sosialisme yang mana yang diperjuangkan oleh Marx, Engles, Lenin, Stalin dan Mao

Salah satu jasa dan sumbangan besar Marx kepada umat manusia adalah penulisan “Das Kapital” di mana ia mengkaji dan mengkritik kapitalisme, sebuah sistem yang berdasar pada kepemilikan pribadi, dan hubungan sosial yang dilahirkannya. Di situlah orang akan mengenal apa itu nilai lebih yang dihasilkan oleh kaum buruh tapi dirampas oleh pemilik alat produksi alias kaum kapitalis. Di mana ada nilai lebih yang dirampas kapitalis, di situ ada penghisapan. Tapi antek remo itu menjajakan bualannya seolah-olah “kapitalnya” kaum kapitalis Tiongkok lebih baik, lebih manusiawi dan bersahabat dari pada kapitalnya kaum kapitalis AS, Eropa, Jepang atau negeri lain. Ia menolak untuk mengakui bahwa modal tidak punya kebangsaan, semua modal yang ditanam bertujuan mencari profit semaksimum mungkin.

Agen remo senang sekali bicara tentang kapitalis yang membantu usaha pengentasan kemiskinan. Ia ingin menunjukkan betapa luhur dan agung budi para kapitalis itu sehingga mereka tidak saja tidak boleh dilawan, malah harus dipuji dan didukung! Sedekah tidak menghilangkan sumber kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan. Sedekah tidak memuliakan, atau meningkatkan harkat dan memberdayakan manusia.

Dalam hubungan dengan kaum kapitalis ini, agen remo selalu kembali kepada tahap revolusi demokrasi baru yang dilancarkan rakyat Tiongkok sejak pendirian PKT sampai pembebasan tahun 1949 dan diteruskan sampai kira-kira tahun 1950-an. Itulah periode revolusi demokrasi baru di mana kaum borjuasi nasional progresif merupakan sekutu revolusi, bukan sasaran revolusi.

Juni 1950, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut: ”Pada akhirnya kaum borjuasi nasional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.”  (Jangan memukul ke semua arah PT MTT V)

Agen remo hanya ingat “bersatu dengan mereka”.  Ia melupakan “kita harus berjuang menentang mereka”. Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid,  77). Dalam rapat politbiro tanggal 15 Juni 1953, Mao mengajukan ”garis umum untuk periode transisi”, yaitu rencana lima tahun pertama untuk transisi ke sosialisme. (Roxane Wittke ”Camarade Chiang Ch’ing)

Artinya, pada tahun 1952-53, periode revolusi demokrasi baru sudah selesai! Tiongkok masuk dalam periode transisi ke sosialisme di mana kontradiksi pokok yang harus diselesaikan adalah antara kelas pekerja dan kelas borjuasi. Kaum borjuasi, sebagai kelas, tidak lagi merupakan sekutu dalam periode membangun sosialisme. [Tatiana Lukman]

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

Tatiana Lukman

unread,
Aug 9, 2021, 6:10:33 AM8/9/21
to Jaya Suprana, Lusi D., Chan CT, GELORA45_In

REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat penyelewengan/perubahan/revisi terhadap  prinsip-prinsip pokok M-L-M.  Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak lagi.

 

Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang bicara tentang revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, Eduard Berstein, pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak mengakui perjuangan kelas , berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak mengakui perlunya Kediktaturan proletariat untuk membangun sosialisme. Hasilnya adalah sosial demokrasi  (sosdem) yang sekarang banyak dianut oleh Partai sosialis dan komunis (revisionis) di negara-negara Welfare state di Eropa Barat.

 

Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan oleh tokoh utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis yang dijajakan antara lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai dan Negara seluruh rakyat yang berarti tidak mengakui adanya perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, koexistensi damai dengan imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung rakyat melakukan perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang dikepalai AS.

 

Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar prinsip-prinsip dasar Marxisme.

 

Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan Revisionisme.

 

Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism must certainly advance; it must develop along with the development of practice and cannot stand still. It would become lifeless if it remained stagnant and stereotyped. However, the basic principles of Marxism must never be violated, or otherwise mistakes will be made. It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical point of view and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate the basic principles of Marxism and to negate its universal truth. Revisionism is one form of bourgeois ideology. The revisionists deny the differences between socialism and capitalism, between the dictatorship of the proletariat and the dictatorship of the bourgeoisie. What they advocate is in fact not the socialist line but the capitalist line. In present circumstances, revisionism is more pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on the ideological front is to unfold criticism of revisionism.

 

Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan berubah”, etc dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni “dogma”atau teori-teori yang dia anggap sdh usang. Mao mengingatkan “prinsip-prinsip dasar Marxisme selama-lamanya tidak boleh dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa Revisionisme adalah satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan kediktaturan proletar

dengan kediktaturan borjuis.

 

Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau borjuis? Kalau proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu berlaku dipreteli? Dulu buruh punya hak mogok, punya sida, artinya 4 kebebasan: bebas mengexpresikan pendapat, bebas berdiskusi, bebas menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu buruh punya hak libur, layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu sekarang tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena pekerjaannya sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan gratis!! Kenapa sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak tahan lagi dengan rezim kerja yang ada dipabriknya??

 

Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism!!

 

Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime.

 

Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought that is even more dangerous than dogmatism. The revisionists, the Right opportunists, pay lip-service to Marxism; they too attack "dogmatism". But what they are really attacking is the quintessence of Marxism. They oppose or distort materialism and dialectics, oppose or try to weaken the people's democratic dictatorship and the leading role of the Communist Party, and oppose or try to weaken socialist transformation and socialist construction. After the basic victory of the socialist revolution in our country, there are still a number of people who vainly hope to restore the capitalist system and fight the working class on every front, including the ideological one. And their right-hand men in this struggle are the revisionists.

 

Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism. Yang diserang kaum revisionis adalah inti sari Marxisme. Mereka memutarbalik materialism dan dialektika. Mao mengingatkan “setelah kemenangan revolusi sosialis di negeri kita, masih ada orang yang berharap merestorasi system kapitalis dan menyerang kelas buruh di tiap front termasuk di bidang ideologi.”

Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil mengalahkan kaum Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi kapitalisme!!!

 

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

Chan CT

unread,
Aug 9, 2021, 10:53:44 PM8/9/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Entah nenek yang satu ini pernah tidak memperhatikan tradisi Tionghoa dalam ungkapan kuno: “Seribu kawan masih kurang, Satu musuh sudah berlebih!”, lalu coba kaitkan dengan “perjuangan klas” yang dalam kenyataan ada dan harus dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. PASTI tidak selalu harus diantagoniskan menjadi pertarungan klas yang tidak terdamaikan dan digempur hancur-hancuran, baik dengan pemogokan buruh maupun REVOLUSI! TIDAK, ... begitu! Sebaliknya, kedua-belah pihak harus berusaha sedapat mungkin berdamai, menemukan titik temu untuk maju bersama dan menang bersama! TETAP bersahabat dan tidak bermusuhan yang merugikan kedua belah pihak itu! Begitu terhadap kapitalis perseorangan dalam mengatasi, menyelesaikan pertikaian dengan buruh, karyawan yang selama ini terjadi. Selalu berusaha diselesaikan secara damai, termasuk dengan demo dan mogok buruh yang terjadi.
 
Memang di UU-Buruh Tiongkok, pasal hak mogok buruh dicabut, ditiadakan saat UU-Buruh Pekerja tahun 1992, tapi TIDAK berarti hak mogok buruh dilarang! TIDAK, ...! Karena TETAP ada jaminan bagi setiap Buruh, karyawan mengajukan pengaduan, tuntutan ketidak adilan yang dirasakan, baik melalui Serikat Buruh maupun langsung ke Dept. Perburuhan berbagai tingkat! Dam, ... kenyataan berapa kali aksi-mogok cukup besar juga terjadi berbagai propinsi, dan berhasil menangkan TUNTUTAN Buruh! Jadi, aksi-mogok dalam kenyataan sekalipun “hak aksi buruh mogok” sudah ditiadakan. Dan ingat, ternyata di Tiongkok buruh diberi hak membentuk Serikat Buruh nya sendiri, ada belasan serikat buruh yang terbentuk di Tiongkok selatan. Jadi, kebebasan berorganisasi, bersuara sudah jauh lebih BEBAS ketimbang ditahun 50-70-an!
 
Begitu juga sikap ketua Mao dalam menghadapi permusuhan dengan blok-barat, khususnya AS! Coba saja perhatikan, di Des. tahun 1970, Harian Rakyat menampilkan foto Ketua Mao bersama Edgar Snow di atas Tian An Men saat 1 Oktober 1970, untuk menunjukkan Tiongkok tetap bersahabat dengan Rakyat Amerika!. Kemudian tahun 1971 terjadi rombongan ping-pong AS datang ke Beijing melangsungkan pertandingan persahabat, ... menyusul kehadiran Henrry Kissinger berkunjung secara rahasia di Beijing sehubungan dengan kunjungan resmi Presiden Nixon di awal Februari 1972, bersalaman dengan ketua Mao! Apa makna disitu?
 
 毛泽东与斯诺-陕译专区-陕译-西咸传媒网  中美媒體戰加緊盤點被中國視為老朋友的四位美國記者- BBC News 中文 ini Foto di BBC
 
Jelas kondisi bermusuhan dengan embargo dan blokade yang dijalankan AS terhadap RRT sejak awal 1950 sangat TIDAK menguntungkan Tiongkok dan juga AS sendiri, ...! Pihak RRT lebih dahulu tayangkan dan usaha membuka persahabatan kedua rakyat, Tiongkok-Amerika! Kemudian ditingkatkan kepersahabatan kedua negara. Sampai akhirnya membuka hubungan diplomatik dan perluas hubungan perdagangan, ... yang kemudian setelah melihat kemajuan dahsyat RRT, oleh Trump dianggap ancaman bverat yang harus digempur dan berlanjut oleh Biden sekarang ini. Pertarungan jadi makin sengit, kedua belah pihak belum juga menemukan titik temu yang lebih baik. Sekalipun kedua belah pihak sudah merasakan KERUGIAN yang diderita akibat perang dagang yang terjadi, ...
 
Jadi, seandainya saja Mao hidup lebih pangjang belasan tahun, PASTI juga akan sejakan dengan Deng yang prakmatis itu! Kelanjutan persahabatan RRT-AS itu dengan hubungan dagang yang lebih luas dan terbuka setelah jalankan “Reformasi dan Keterbukaan” tahun 1980! Masuknya modal-AS, termasuk IMF/BankDunia yang oleh Deng digunakan sebaik-baiknya untuk BELAJAR mengerjakan sendiri! Bukan memebiarkan rakyat Tiongkok hanya menjual tenaga kerja-murah pada modal-asing, tapi merebut kesempatan untuk belajar dan bisa BERDIKARI, mengerjakan sendiri bahkan lebih baik!
 
Itulah jalan Deng untuk mencapai kemakmuran masyarakat, ... BUKAN dengan jalan meratakan kemiskinan yang ada, tapi lebih dahulu meningkatkan kemakmuran masyarakat lebih dahulu, mengentaskan lebih 700 juta rakyat dari kemiskinan absolut menjadi sejahtera, cukup sandang-pangan. Dan, seiring dengan lebih lanjut meningkatkan kemakmuran masyarakat mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi, untuk meratakan kemakmuran!
Itulah sosialisme dalam arti sesungguhnya yang hendak diwujudkan Tiongkok, meratakan kemakmuran bukan meratakan kemiskinan!
 
 
 
Sent: Monday, August 9, 2021 6:10 PM
Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
 

REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat penyelewengan/perubahan/revisi terhadap  prinsip-prinsip pokok M-L-M.  Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak lagi.

>   mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com. Untuk melihat diskusi ini

> di web, kunjungi

>   https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.

>

 

--

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.

 

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

Jaya Suprana

unread,
Aug 9, 2021, 11:39:57 PM8/9/21
to Tatiana Lukman, Lusi D., Chan CT, GELORA45_In
Terima kasih atas penjelasan mbak Tatiana mengenai Remo kepada saya. Berdasar penjelasan komprehensif tersebut menurut saya tidak layak menyebut mbak Tatiana sebagai "di dalam tempurung". Andaikata dipaksakan pun, saya yakin bahwa tempurung nya mbak Tatiana jauh lebih luas dan besar ketimbang tempurung saya. Sekali lagi terima kasih atas penjelasan mengenai Remo yang ternyata beda denga Ngremonya tarian tradisional Jawa Timur, mbak Tatiana ! Salam hormat dari jaya suprana

Tatiana Lukman

unread,
Aug 10, 2021, 3:24:02 AM8/10/21
to Chan CT, GELORA45_In

Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan Klik Revisionis Modern Tiongkok (Bagian 2)

4 April 2021 | 20:17

Ilustrasi perbandingan Tiongkok di bawah Xi Jinping setelah restorasi kapitalisme dan di bawah Mao Zedong dengan sosialisme/The Economist

Koran Sulindo – William Hinton, dalam Mao, Rural Development, and Two-Line Struggle menulis bahwa seruan Liu Shaoqi untuk mengkonsolidasi “sistem demokrasi baru”, pada 50-an, dalam praktik, sebenarnya merupakan seruan untuk membangun kapitalisme. Mula-mula Hinton melihat perbedaan pandangan antara Mao dan Liu berkaitan dengan jalan terbaik menuju sosialisme. Namun akhirnya ia menjadi sadar bahwa perbedaan pandangan itu bersifat kelas. Masing-masing mewakili pandangan kelas yang antagonis.

Kesimpulan Mao bahwa kontradiksi antagonis yang menghalangi pembangunan sosialis terdapat di dalam partai komunis sendiri, sangat mengejutkan Hinton. Mao adalah pemimpin komunis pertama di dunia yang mengemukakan hal itu. Banyak orang kiri, bahkan komunis, yang menganggap Mao “gila” menempatkan kawan-kawan seperjuangan lama sebagai musuh Revolusi Besar Kebudayan Proletar (RBKP). Bukan Mao yang “gila”, melainkan merekalah yang tidak mengerti dan menolak mengakui kebenaran kata-kata Mao, 1957:” Masih ada sisa-sisa tuan tanah dan klas komprador yang sudah digulingkan, masih ada borjuasi dan pengubahan terhadap borjuis kecil baru saja dimulai. Perjuangan klas antara proletariat dan borjuasi, antara berbagai kekuatan politik dan antara proletariat dan borjuasi di bidang ideologi akan makan waktu panjang, berliku-liku dan kadang-kadang bahkan sangat tajam. Kaum proletariat berusaha mengubah dunia menurut pandangan dunianya sendiri dan begitu juga kaum borjuasi. Dalam hal ini, masalah siapa yang akan menang, sosialisme atau kapitalisme masih belum sungguh-sungguh dipecahkan”.

Setelah reform kapitalis Deng menghancurkan basis ekonomi sosialis, baru Hinton sadar dan mengerti apa yang dimaksud Mao dengan “jalan kapitalis” dan “pengambil jalan kapitalis”.

Perjuangan Kelas dan Kemunafikan Kaum Revisionis


Salah satu pelajaran penting dari RBKP adalah kesadaran bahwa selama periode pembangunan sosialis masih terus ada perjuangan kelas yang tercermin dalam perjuangan dua garis dalam PKT. Kemenangan Revolusi Demokrasi Baru (RDB) yang melahirkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 1949, tidak menghilangkan kontradiksi antara garis Mao yang konsekwen maju di jalan sosialis dan garis Liu Shaoqi yang ingin membangun kapitalisme. Partai lahir dan hidup dalam sebuah masyarakat berkelas, maka perjuangan ideologi melawan borjuasi merupakan perjuangan kelas yang masih harus dilancarkan. Lahirlah slogan Maois “Jangan pernah melupakan perjuangan kelas”.

Bandingkan dengan laporan politik Liu Shaoqi  kepada Kongres PKT ke VIII  1956, yang menegaskan bahwa perjuangan yang menentukan antara sosialisme dan kapitalisme sekarang telah berakhir. Sedangkan Deng dalam pidatonya di depan sidang CCPKT tahun 80-an berkata, ”Mengatakan bahwa perjuangan klas masih belum selesai? Itulah fikiran Revolusi Kebudayaan..”

Sementara itu, Mobo Gao berpendapat Deng Xiaoping dan konco-konconya sebetulnya bukan marxis. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang nasionalis revolusioner yang turut serta dalam RDB karena itu merupakan satu-satunya jalan guna mencapai martabat dan persatuan rakyat Tiongkok. Ketika itu, nasionalisme dan perjuangan kelas bergandengan tangan. Tapi, setelah pembebasan 1949, kedua tema itu tidak bisa lagi jalan bersama.

Jangan pernah melupakan perjuangan kelas! Qiān wàn bùyào wàngjì jiējí dòuzhēng

 

Setelah merasa kekuasaannya terkonsolidasi, Deng dengan terbuka mengajukan garis “modernisasi, keterbukaan”, teori “kucing putih kucing hitam”, “menghentikan” perjuangan kelas dan mengutamakan pembangunan ekonomi. Tapi, benarkah kaum revisionis yang berkuasa itu menghentikan perjuangan kelas? Yang mereka hentikan adalah Revolusi Kebudayaan yang merupakan perjuangan kelas yang dilancarkan kelas proletariat melawan kaum revisionis dalam partai yang mengambil jalan kapitalis.

Adanya perjuangan kelas tidak tergantung pada pengakuan siapapun. Ia ada secara objektif. Penyangkalan Liu dan Deng tidak berarti perjuangan kelas atau kontradiksi kelas itu hilang.

Tiap kontradiksi mengandung dua aspek yang bertentangan. Tahun 1953, Mao mengemukakan kontradiksi pokok antara klas proletariat dan klas borjuasi. Tahun 60-an, selama RBKP berlangsung, Mao menunjukkan sasaran atau aspek yang harus ditundukkan adalah kaum revisionis reaksioner yang berkuasa dalam partai dan mengambil jalan kapitalis. Celakanya, aspek inilah akhirnya yang berdominasi melalui kudeta 1976! Jadi sebenarnya klik revisionis Deng melancarkan perjuangan kelas sengit melawan kaum Maois dan berhasil menang!

Setelah berkuasa, mereka sama sekali tidak mengendorkan perjuangan kelas! Perlawanan buruh, tani dan penduduk menentang reform kapitalis dan penggusuran selalu mendapat penindasan polisi, tentara dan centeng-centengnya. Jangan lupa penindasan Tian An Men, 1989!

Di abad ke-21, seiring dengan meningkatnya kesadaran di kalangan buruh, mahasiswa dan intelektual, pembungkaman dan penindasan makin intensif. Tahun 2012, beberapa situs yang memuat tulisan dan komentar yang berseberangan dengan terompet penguasa ditutup. Antara lain situs Utopiamaozedongflag.netchineseworkers.net dan masih banyak lagi. Ketika itu, Bo Xilai, pejabat partai tertinggi Chongqing, yang mempopulerkan lagu-lagu zaman Mao, ditangkap dan masuk penjara dengan tuduhan korupsi. Kawan-kawannya pun dicopot dari jabatannya. Desember 2015, sejumlah besar organisasi dan LSM pendukung buruh menjadi sasaran serangan aparat kepolisian. Dalam penindasan yang dinamakan “709” (9 Juli), sekitar 200 pengacara dan aktivis HAM ditangkap. Beberapa di antaranya didakwa “subversi kekuasaan negara” dan dituduh berkolaborasi dengan “kekuatan asing”.

Kaum Marxis-Leninis-Maois-Kiri

Ini foto mahasiswa dan aktivis yang terlibat dalam aksi-aksi protes dan solidaritas dengan  buruh pabrik yang memproduksi peralatan las dengan teknologi Jasic di Shenzhen. Mereka yang disorot dengan warna merah ditangkap. Para siswa inilah yang disebut “ Marxis-Leninis-Maois Kiri”.

 

Kita lihat di foto pemudi dan pemuda umur 20-an. Banyak di antara mereka berasal dari keluarga kaya, karena biaya pendididkan universitas mahal. Mereka belajar di universitas-universitas elite terkenal seperti Universitas Peking, Tsinghua, Universitas Rakyat. Di situ mereka jadi anggota grup-grup studi “Marxist Society”. Di samping mempelajari dan mendiskusikan marxisme, banyak yang terjun langsung dan bekerja di pabrik. Di situlah mereka mengenal dan merasakan sendiri penghisapan brutal yang diderita kaum buruh.

Misalnya, siswa yang pakai nama samaran Luke, cerita bahwa ia menjadi marxis berkat pengalaman bekerja dengan 20 orang buruh muda di sebuah workshop di pinggiran kota Peking. Mereka merakit kotak-kotak karton selama 12 jam di ruangan di bawah titik beku tanpa pemanas. Ia sangat terkejut melihat tangan para pekerja perempuan yang tinggal di workshop itu, “bengkak seperti lobak” karena kedinginan. Semua mereka tak dapat menyelesaikan pendidikannya. Majikan mendatangkan mereka dari pedesaan dan tidak tahu kapan bisa kembali. Luke berkata: “Cara produksi kapitalis ini dapat mengubah manusia menjadi budak-budak feodal”. Sejak itu, Luke, bersama dengan siswa kiri lainnya, mengorganisasi, bicara dalam pertemuan, mendukung tukang sapu, tukang sampah, tukang masak, penjaga dan pekerja lain yang bekerja di kampus.

Juni 2015, Shen Mengyu tamat jurusan Mathematics and Computational Science di Universitas Sun Yatsen. Bukannya cari pekerjaan di perusahaan IT, ia malah masuk pabrik dan bekerja di jalur perakitan.

Sebagai siswa, ia sudah sering mendengar cerita bagaimana buruh dilindas roda pembangunan, tentang buruh pabrik Foxconn yang lompat dari gedung asrama atau pabrik, 40 ribu jari-jari putus setiap tahun di Pearl River Delta, 280 juta buruh migran yang mengorbankan masa remajanya untuk membangun kota tapi tidak bisa tinggal di kota, tentang penyakit yang disebabkan karena pekerjaan, seperti keracunan benzol, leukemia, pneumoconiosis yang membuat penderita sesak nafas dan ingin lebih cepat mati. Kaum buruh membangun kota-kota dengan darah dan keringatnya, tapi kemudian digilas dan diusir dari kota.

Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok

 

Shen mulai mempelajari undang-undang dan peraturan perburuhan dan pergi ke daerah industri dan kampung-kampung buruh di kota, untuk mengenal dan mengerti kehidupan serta kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Kalau turun hujan, garasi bawah tanah di mana buruh tinggal, tergenang air, pakaian dan tempat tidur basah kuyup. Shen menjelaskan peraturan dan undang-undang perburuhan, namun kata-kata hitam di atas putih tidak dapat memberi mereka kontrak kerja. Di pabrik sepatu Dongguan Yuyuan, Shen mendengar buruh yang sudah kerja 10 tahun lebih dan hampir pensiun, baru tahu bahwa pabrik tidak membayar bagian dari jaminan sosial yang merupakan kewajibannya.

Shen jadi bingung dan syok! Kekuasaan macam apa ini yang membuat undang-undang sama sekali tak berguna? Dihadapkan pada kenyataan kejam itu, Shen jadi sadar buruh lahir miskin akan mati miskin pula. Akhirnya Shen bekerja di pabrik suku cadang Guangzhou Rihong Electromechanical Co. Ltd. yang dimodali Jepang. Jadilah dia buruh industri.

Hari pertama Shen masuk kerja di workshop, bunyi raungan mesin seperti memecahkan gendang telinganya, bau minyak dan debu metal memenuhi seluruh workshop. Peringatan bahaya benzol dan bahan kimia lainnya sangat menakutkan. Buruh mengenakan masker sekali pakai yang tidak dapat secara efektif memblokir debu atau menyaring gas beracun, dan beberapa bahkan tidak memiliki masker sekali pakai. Ruang kerja itu panas sepanjang tahun, dan sudah sangat panas di bulan Mei. Itu normal ketika panas 35 derajat atau lebih, dan di beberapa tempat bahkan mendekati 50 derajat. Intensitas kerja dan keringat deras membuat masker yang tipis basah dan membuat orang merasa tercekik, apalagi masker tebal yang tertutup rapat.

Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik

 

Ini sertifikat yang diterima Rihong sebagai ”pemasok unggul” suku cadang untuk Dongfeng Honda, Guanqi Honda dan Nissan

 

Lebih mengenaskan lagi keadaan buruh perempuan yang hamil, karena mereka harus lebih keras bekerja guna mencapai target produksi, sampai harus mengorbankan hak libur perempuan hamil. Xiaomei, rekan kerja Shen, selalu keguguran tiap kali hamil selama bekerja di pabrik itu. Akhirnya ia keluar.

Itulah yang disebut pabrik suku cadang mobil “berupah tinggi”, di mana buruh mengorbankan kesehatannya untuk apa yang disebut “upah tinggi”. Banyak rekan kerja Shen yang menderita  rhinitis dan bronkitis karena bekerja  lama di lingkungan yang keras itu, serta kehilangan pendengaran dan penurunan sel darah putih. Harga yang harus dibayar buruh untuk melahirkan sertifikat “pemasok unggul” tentu tidak menarik perhatian pengagum “Sosialisme dengan ciri Tiongkok”.

Pengalaman bekerja sebagai buruh itulah yang membuat Shen Mengyu sadar akan perlunya berjuang untuk perubahan, tidak bisa hanya mengeluh saja. Buruh kehilangan martabat dan haknya sebagai manusia.

Para buruh migran ini pasti termasuk dalam “jutaan yang telah diangkat dari kemiskinan”! Alangkah baiknya kalau antek remo serta para pengagum “pembangunan” bekerja di pabrik seperti itu. Mereka tidak akan jadi marxis, tapi setidaknya akan tahu bagaimana buruh harus bekerja untuk masuk dalam kategori “bebas dari kemiskinan” yang dipropagandakan kaum penguasa remo serta para centengnya dengan bangga.

Kasus Jasic di Shenzhen


April 2018, sekitar 89 buruh dan aktivis di pabrik Jasic mencoba mendirikan serikat buruh independen. Mengapa buruh merasakan perlunya sebuah serikat buruh independen? Sudah terbukti, dalam setiap konflik dengan majikan, serikat buruh resmi selalu berpihak kepada kapitalis. Ditanya mengapa serikat buruh resmi berpihak kepada kaum kapitalis, seorang pejabat komunis berkata, di mana-mana kita dapat temukan buruh, tapi kapitalis sedikit. Bayangkan, itulah pendapat orang “komunis” Tiongkok tentang buruh dan kapitalis.

10 Agustus, 2018, anggota Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic, menyerahkan surat terbuka menuntut Kejaksaan Distrik Pingshan Shenzhen supaya melakukan investigasi terhadap penangkapan yang melanggar hukum. Dari kiri ke kanan: Zheng Yongming, Shen Mengyu, Xu Zhongliang dan Yue Xin.

Akibat dari tindakan mencoba mendirikan serikat buruh independen, beberapa buruh dipecat.

Akhir Juli, konflik meluas, ketika 20 buruh dan seorang aktivis mahasiswa ditangkap karena  memprotes perlakuan brutal polisi. Awal Agustus, Shen Mengyu, Yue Xin dan simpatisan lain nya dari Universitas Peking, Tsinghua, Nanjing dan Sun Yatsen membentuk Grup Pendukung Solidaritas Buruh Jasic. Mereka cerminkan dukungannya melalui surat terbuka, tulisan di media sosial, menyebar luaskan foto dan video pidato dan manifestasi damai di depan pabrik Jasic dan kantor polisi. Koalisi buruh-mahasiswa itu menuntut pembebasan tanpa syarat semua buruh yang ditahan, hukuman bagi polisi dan preman yang memukuli buruh dan mempekerjakan kembali  buruh yang dipecat.

Memperingati Hari Meninggalnya dan Kelahiran Mao


Para mahasiswa kiri dari berbagai universitas, buruh dan aktivis pendukung buruh Jasic juga terlibat dalam aksi bulan September untuk memperingati 42 tahun meninggalnya Mao, dan Desember 2018, 125 tahun kelahirannya, di Shaosan, provinsi Hunan. Di sini terbelejeti lagi kemunafikan rezim kapitalis Xi Jinping. Bukannya mendukung anak-anak muda yang ingat kepada Mao, malah aparat polisi dikerahkan untuk menangkap mereka dengan alasan membuat keributan.

Spanduk paling bawah:”Buruh Jasic memberi penghormatan kepada Ketua Mao’; Spanduk kedua di belakangnya: ‘Buruh dan mahasiswa muda berkumpul di Shaoshan, Pikiran Mao selamanya bersinar’; Yang ketiga: ‘Jadilah murid Mao yang baik untuk selamanya’; Yang paling belakang: ‘Universitas Peking, Universitas Nanjing, Universitas Rakyat, Studi Luar Negeri dari Universitas Peking, Universitas Bahasa dan Budaya Peking, Universitas Kedokteran Tiongkok, Nanjing’

 

Qiu Zhanxuan, ketua Marxism Study Society di Universitas Peking, ditangkap polisi berbaju sipil, dalam perjalanannya menuju peringatan ulang tahun Mao. Shen Mengyu dan Yue Xin, setelah dibebaskan dari penangkapan yang pertama, diculik, dalam perjalanan menuju Shenzhen untuk mendukung buruh Jasic. Setelah mereka hilang, sejumlah mahasiswa Universitas Peking membentuk “Gerakan mencari Yue” untuk melobi kebebasannya. Tak lama kemudian, diberitakan salah seorang organisatornya, Zhang Shengye, hilang. [Tatiana Lukman]

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

Chan CT

unread,
Aug 10, 2021, 10:47:34 PM8/10/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Daripada pikiran dan energi dipusatkan membongkar kepalsuan dan kebusukan remo Tiongkok dengan dasar kebencian berlebih begitu yang TIDAK ada artinya sedikitpun, tak ada orang yang bisa mempercayai obrolan tanpa DASAR! Dan PASTI TIDAK akan berhasil menghambat gerak kemajuan apalagi menghancurkan keberhasilan perjuangan 1,4 milyar Rakyat Tiongkok yang telah bertekad menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, ... Kenapa sinenek tidak berusaha introspeksi, memeriksa dimana kesalahan sendiri sehingga sampai sekarang TIDAK JUGA berhasil tegak berdiri kembali! Menangkan perjuangan RAKYAT Indonesia yang sampai sekarang masih saja kelimpungan, ...! Lhaa, ... AS super power adidaya didunia ini yang masih diakui berkekuatan besar sudah belasan tahun, sejak Obama, Trump yang menggempur gila-gilan dan berlanjut dengan Biden sekarang berusaha menghambat kemajuan RRT yang dianggap “ANCAMAN” terberat nampaknya juga masih kewahalan, kok!
 
Cobalah BELAJAR bagaimana Chiang Kaisek berusaha menyimpulkan sebab2 KEKALAHAN menghadapi Mao Tsetung/PKT, dari tahun 1946, semula kekuatan tentara dari jumlah 5-6 X lebih banyak dan dengan kecanggihan persenjataan yang jauh lebih unggul, TETAP saja kalah telak??? Apa dan dimana KESALAHAN terjadi di KMT??? Dari catatan harian Chiang yang diungkap VOA (Link dibawah ini, sekalipun dalam bhs. Tionghoa, mestinya nenek Tatiana tetap bisa mengerti dengan baik!) cukup menarik diperhatikan: antara lain Chiang menyatakan: 1. Tidak boleh bersandar pada BANTUAN Amerika! Karena kenyataan, setelah beda pendapat dengan AS, Chiang hendak bertahan kuasai kedaulatan wilayah Tiongkok, sedang AS yang hendak wujudkan perjanjian Yalta (ditahun 1945, AS-Soviet-Inggris, bersepakat membagi wilayah Tiongkok menjadi utara untuk PKT dan selatan sungai Yang Tse untuk KMT), hentikan dan tidak melanjutkan perang usaha membasmi komunis PKT! 2. Dekadensi, kemerosotan moral pejabat/tokoh KMT, berebutan kekuasaan, harta rampasan perang Jepang dan saat perang berlanjut, lebih dahulu memikirkan keselamatan jiwa dan harta pribadi kalau kalah perang melawan PKT! 3. TIDAK mendapat dukungan rakyat luas, sebaliknya PKT yang berorientasi pada rakyat, melancarkan landreform didesa-desa mendapat dukungan kuat rakyat banyak. Membuat PKT dalam waktu singkat berhasil dengan kecepatan tinggi penambahan jumlah tentara, sedang jumlah tentara KMT terus merosot dengan kecepatan tinggi akibat kesulitan merekrut tentara yang luka dan mati!
 
Tentu Chiang sekalipun berhasil simpulkan kesalahan sendiri, dia TETAP saja GAGAL merubah dan memperbaiki langkah sampai ajalnya, ... karena PENDIRIAN Chiang yang egoistis dan otoriter melulu untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan klik nya saja, sedang PKT berprinsip kepemimpinan kolektif yang terus disempurnakan dan melulu untuk kepentingan rakyat banyak. Begitulah PKT dalam perjalanan 100 tahun telah membuktikan KEBERHASILAN membangun masyarakat adil-makmur dan mendapatkan dukungan kuat rakyat Tiongkok, ...!
 
 

解密时刻:日记中的蒋介石—宋庆龄和傅作义的反毛隐秘 (完整版)

https://www.youtube.com/watch?v=2YQOMNkkMIg

BBCF86BD0DD84A65955B265102877AFD.jpg
C95D0A86DEAF47F5B9B7CD34D0453ECD.jpg
644F301235464BD7B2A39AF957316995.jpg
032C7E8D9E2E4177AD09917963FA6319.jpg
3503319437DA4B7185DC0407860D399C.jpg
124DD22000F540269D8520380896C3AE.jpg
A212A2DA2ED047568334C5D41CBB8437.jpg
BDD6CE45EB4D4D4FBB06D68C336200BA.jpg

Lusi D.

unread,
Aug 11, 2021, 4:11:30 AM8/11/21
to Chan CT, Tatiana Lukman, nasional-list
Saya merasakan ada yang tidak logis dalam penjelasan yang disimpulkan
oleh Chiang Kaisek ini.


Am Wed, 11 Aug 2021 10:47:17
+0800 schrieb "Chan CT" <sa...@netvigator.com>:

> Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan
> loncat dari gedung pabrik
>
>
>

Tatiana Lukman

unread,
Aug 11, 2021, 9:03:08 AM8/11/21
to Lusi D., Chan CT, GELORA45_In

Ha....ha...Sudah bertahun-tahun antek remo, Siauw Giok Tjing alias Chan ini, menunjukkan logikanya sama sekali tidak jalan normal!!! Untuk kesekian kalinya dia tunjukkan lagi dengan jawaban terhadap tulisan saya di Sulindo itu. Orang yang logikanya jalan, pasti tahu apa tema pokok yang saya bicarakan dalam tulisan saya itu. Pertama, tentang kontradiksi dan perjuangan kelas dalam PKT dan Tiongkok sosialis yang terus menerus dicanangkan oleh Mao, tapi oleh dedengkot remo Liu, ditolak. Saya tunjukkan dan buktikan kemunafikan kaum remo dan kenyataan restorasi kapitalis. Kedua, tentang generasi muda Maois kiri, kesadarannya dan perjuangannya untuk bergabung dengan kaum buruh yang menuntut hak mendirikan Serikat Buruh independen, karena jelas Serikat buruh resmi lebih banyak berpihak kepada kaum kapItalis dari pada kaum buruh, makanya sampai terjadi bunuh diri buruh. Lucunya, si antek Chan ngeyel, seolah-olah buruh bisa dengan bebas mogok tanpa penindasan dari polisi!! Itu betul-betul mimpi yang ada diotak kaum remo...seperti Deng xiaoping yang diwarisi oleh anteknya ini.

 

Dalam jawabannya, sang antek remo sama sekali tak menyentuh dan membantah tema-tema tersebut . Karena memang tidak ada argumentasi untuk membantah KENYATAAN YANG SAYA AJUKAN. Frustrasi Dan kejengkelannya itu kemudian disalurkan dengan menyerang pribadi saya. Disuruhnya saya introspeksi!!! Sudah tentu kaum remo dan penjilat pantat rezim kaisar Xi sama sekali tidak senang dengan tulisan yang membongkar kepalsuan dan kebusukannya.  Tulisan saya itu dibaca oleh ratusan orang di Indonesia!!!Sulindo tidak hanya terbit secara digital, tapi juga disebarkan melalui koran cetak, dan itu sampai ke daerah-daerah!!! Si Tjing mengukur orang lain dengan ukurannya sendiri..Dikiranya orang lain seperti dirinya sendiri yang otaknya tidak jalan dan bersedia jadi anjing jaga klik remo China!!

Tjing juga mau mendikte apa yang hrs saya kerjakan untuk rakyat Indonesia!!??? Ha...ha...Dia sudah lupa bahwa dirinyalah yang menganggap paling M-L, mau pulang membangun daerah basis, mimpin tentara rakyat,,,Pikiran dan nasihat yang bagaimana yang bisa diharapkan dari anjing penjilat rezim kapitalis-imperialis Xi jin ping???Mana tahu dia hubungan antara perjuangan rakyat sedunia melawan penghisapan dan penindasan  dengan pembelejetan kejahatan kaum revisionis Tiongkok???Biar saja si Tjing terus mimpi dengan sosialisme ciri Tkk, yang jelas dan nyata di mana-mana terus dilancarkan pendidikan (dalam bahsa Inggris, Spanyol, Perancis!!!) untuk menunjukkan kejahatan remo Tkk dalam menghancurkan sosialisme di Tiongkok dan memutar balik fakta sejarah seperti dalam webinar terakhir memperingatai 100 tahun PKT. MANA TAHU ANTEK REMO INI HUBUNGAN ANTARA PERJUANGAN PEMBEBASAN REVOLUSIONER MELAWAN IMPERIALISME DENGAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN!!?? KARENA DIRINYA SENDIRI REMO,  DIA TIDAK  MAU MENGAKUI BAHWA PERJUANGAN RAKYAT AKAN GAGAL KALAU DIBIMBING OLEH REVISIONISME. UNTUK ITU ORANG YANG SERIUS INGIN BERJUANG HARUS TAHU BAHAYA DARI REVISIONISME. MAO SENDIRI SUDAH MENGATAKAN REVISIONISME LEBIH BERBAHAYA DARI PADA DOGMATISME!!! MAKA HARUS DILANCARKAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN TIONGKOK SUPAYA PERJUANGAN MELAWAN IMPERIALISME DUNIA TIDAK DISELEWENGKAN!!!

 

Si Tjing berkoar-koar tentang perjuangan Mao melawan KMT dan imperialisme.. Siapa sih yang minta dia menguraikan sejarah itu??? Yang jelas saya sama sekali tidak perlu obrolan antek remo. SAYA SUDAH DAPAT KULIAH DARI KAWAN-KAWAN TIONGKOK LANGSUNG TENTANG SEJARAH PERJUANGAN PKT, DAN FIKIRAN MAO TSETUNG...GURU-GURU SAYA ADALAH PELAKU LANGSUNG DALAM PERJUANGAN PEMBEBASAN TIONGKOK! .PIDATOLAH KAU DI DEPAN TEMAN-TEMANMU SESAMA REMO PENJILAT PANTAT KAISAR XI, HANYA MEREKALAH YANG AKAN MENDENGARKAN DAN PERCAYA PADA PEPESAN KOSONG YANG TERUS KAU JAJAKAN!!!

 

 

Sent from Mail for Windows

 

Chan CT

unread,
Aug 12, 2021, 12:31:42 AM8/12/21
to Tatiana Lukman, Lusi D., GELORA45_In
Sekaligus jadi satu saja, ya! Biar tidak terlalu banyak dan membosankan pembaca di GELORA45.
 
Bung Lusi, boleh saya diberi penjelasan apa dan dimana kesimpulan Chiang Kaisek yang dirasakan tidak logis itu?
 
Untuk Tatiana:
Saya berpendapat, perdebatan atau pertengkaran ideologi, teori mana benar salah adalah masalah sangat rumit yang TIDAK mungkin diselesaikan dalam jangka waktu pendek, beberapa bahkan puluhan tahun saja. Bukankah kenyataan pertengkaran Bolsyewiek vs Mensyewiek sudah lebih seratus tahun belum juga berakhir, sekalipun Bosyewiek sudah roboh sedang Mensyewiek masih bergaya di Eropah-utara khususnya dalam wujud Sosial Demokrat, tentu masih akan terus berlanjut. Biarlah sejarah yang akan membuktikan. Karena setiap kebenaran teori dibuktikan lebih lanjut didalam praktek! Bukan, dan tidak mungkin diselesaikan hanya melalui perdebatan dari teori ke teori saja, ...!
 
Tapi, entah nenek ini perhatikan tidak kalau pemikiran Deng dengan menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok ini, jelas menghendaki jalan yang baru yang belum ada keduanya didunia, disatu pihak tidak sepenuhnya sama lagi dengan jalan sosialisme yang ditempuh PKUS, dipihak lain juga tidak sama dengan jalan Sosial Demokrat di Eropah utara itu! Inilah perubahan dengan pemikiran baru mentrapkan ML-FMTT sesuai dengan kondisi Tiongkok! Jadi, dalam melihat perjalanan masyarakat, tidak bisa sepotong-potong kejadian, tapi harus berusaha secara menyeluruh dengan penilaian seobjektif mungkin sesuai kenyataan. Berusahalah melihat gajah itu seutuhnya gajah yang besar itu, bukan hanya meraba belalai lalu bilang seperti itulah gajah, ...
 
Pertengkaran “perjuangan klas” yang terjadi antara Mao vs Liu-Deng, BUKAN masalah menyangkal adanya perjuangan klas setelah PKT berhasil merebut kekuasaan, tapi benetuk perjuangan klas yang berubah, dari utamanya antagonis, perang menjadi perjuangan politik-ideologi. Juga bukan menempuh jalan sosialisme atau jalan kapitalisme, karena kenyataan yang dipertengkarkan bagaimana cara yang lebih baik membangun masyarakat adil dan makmur. Lebih dahulu meningkatkan kemakmuran masyarakat setelah sampai tingkat kemakmuran tertentu baru meratakan kemakmuran, atau sebaliknya meratakan kemiskinan dengan menarik turun orang yang sudah kaya/kapitalis, ...
Perhatikan, dalam waktu 40 tahun terakhir ini PKT berhasil membebaskan lebih 700 juta rakyat dari kemiskinan absolut, mencapai kehidupan yang berkecukupan sandang-pangan. Tentu BELUM tercapai kemakmuran yang sangat memadai, tapi, mayoritas mutlak rakyat Tiongkok sudah bisa menikmati rumah tinggal yang memadai sebagai manusia normal, anak-anak mendapatkan pendidikan dan orang sakit mendapatkan pengobatan yang sepenuhnya ditanggung koperasi-desa yang sudah terbentuk, ... diseluruh desa-desa Tiongkok! Jadi, TIDAK BENAR Liu Shaoqi diawal tahun 50-an secara sepihak membubarkan koperasi-desa yang sudah terbentuk! Jelas fitnah yang tidak berdasar, karena justru koperasi desa itulah jalan keluar pemecahan masalah kerja kolektif yang diajukan Liu-Deng didaerah basis revolusioner yang dibentuk! Ini salah satu sudut perumahan didesa Huai An, Jiangshu, yang begitu indah dan nampak sangfat nyaman telah merubah wajah desa-desa kumuh 40 tahuan sebelumnya!
新时代新作为新篇章】江苏金湖:梦里水乡美如画百姓宜居幸福来  江苏金湖:深化综合改革优化农村要素配置天降之物第三季,男孩天才病被退学,清退
 
Begitu juga masalah mogok-buruh, sekalipun UU jaminan mogok dicabut, TIDAK berarti hak mogok-buruh dilarang. TIDAK! Kenyataan dibeberapa propinsi terjadi aksi mogok cukup besar dan berhasil dimenangkan! Tidak satu tokoh buruh yang menggerakkan aksi-mogok itu ditangkap dan dijatuhi sanksi HUKUM. Saya beri contoh konkrit:
Diakhir tahun 2011, Buruh/karyawan Pabrik Jam Citizen, Shenzhen melakukan pemogokan setelah perundingan bersama pengusaha gagal. Tapi, akhirnya aksi buruh-mogok berhasil memaksa pengusaha pabrik jam Citizen itu mengubah total upah lembur selama 5 tahun terakhir menjadi 70% dari total upah yang dibayarkan kepada karyawan.
 
Pada tahun 2015, aksi mogok-buruh di Pabrik Sepatu Lide, juga berhasil menuntut perusahaan membayar kembali asuransi sosial dan dana tunjangan perumahan yang seharusnya adalah hak karyawan, dengan total sekian juta yuan.
 
Begitu juga masalah pekerja Delivery yang terakhir ini disoroti "South China Morning Post" Hong Kong tentang "Panduan Opini tentang Implementasi Tanggung Jawab Platform Katering Online dan Secara Efektif Melindungi Hak dan Kepentingan Pengiriman Makanan" yang dikeluarkan oleh tujuh departemen pada 26 Juli.
 
Berlanjut dengan tulisan berjudul "Tiongkok Mengambil Tindakan untuk Melindungi Pengiriman Makanan dari Eksploitasi Digital, Menindak Raksasa Layanan Meituan dan Saham Perusahaan Lain". Tulisan ini berfokus pada upah minimum, asuransi, organisasi serikat pekerja, kondisi kerja, dan persyaratan lainnya di "Panduan Opini ". "Membuat hubungan hukum antara platform dan karyawan lebih jelas," Dipihak lain, tulisan tsb. juga menekankan untuk memperhatikan dampak yang mungkin terjadi pada finansial bagi perusahaan jasa Delivery besar dan kecil, jangan sampai mati.
 
Pada 7 Agustus, Kementerian Manajemen Darurat, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial mengadakan pertemuan di platform utama perusahaan Delivery seperti Meituan dan Ele.me. Pertemuan tersebut menyerukan perlindungan yang lebih besar terhadap hak-hak buruh, karyawan dan perusahaan harus memperkuat perlindungan keselamatan dan hak-hak buruh. Harus ada keseimdbangan keuntungan besar pengusaha dan meningkatkan kesejahteraan karyawan, ...! Menurut data laporan keuangan Perusahaan Delivery Meituan 2020, pengendara pengiriman makanan menghabiskan lebih dari 48,6 miliar yuan Menurut Dolphin Investment Research, jika Meituan membayar asuransi sosial untuk semua pengendara saat ini, keuntungan tahunan Meituan akan menjadi sekitar 10 miliar RMB. Dan laba setahun penuh Meituan pada tahun 2020 hanya 4,71 miliar yuan. Menemukan titik temu penyelesaian yang sebaik-baiknya, sekalipun buruh tidak melancarkan aksi-mogok!  Pengusaha boleh untung, tapi jangan lakukan penghisapan berlebih terhadap karyawan, ... harus dicapai! Diselesaikan secara damai untuk mencapai untung bersama, maju bersama, ...!

Lusi D.

unread,
Aug 12, 2021, 5:03:20 AM8/12/21
to Chan CT, Tatiana Lukman, GELORA45_In

Loh bung itu belum menjawab pertanyaan saya kok sudah mengajukan
pertanyaan baru. Jawab dulu donk yang sudah saya tanyakan pd tgl
8.8.2021 itu. Mungkin sudah lupa yah? Baiklah saya kutipkan sbb.:

"Sementara tuntutan dalam proses penghisapan thd rakyat2 di negeri2
bekas koloni yang tumbuh menjadi negara non-blok, termasuk Indonesia,
harus menentukan sikap. Ada tiga pilihan sikap. Memihak kepentingan blok
Imperialisme Barat, Blok Imperialisme Remo atau mempertahankan
kebebasan dan kepentingan tanahair hasil perjuangan pembebasan dari
kolonial - pasca Perang Dunia ke-II maupun neo-kolonalisme. Itu yang
menjadi dasarnya. Bukan karena ras Jawa saya, seperti yang bung tulis,
sama dengan Suharto yang bung jadikan sbg argumen thd sikap saya. Emang
orang lahir di bumi bisa memilih rasnya? Mungkin bung bisa milih ras
ya?"

Itu dijawab dulu baru pertanyaan bung sesudahnya ini akan saya jawab.



Am Thu, 12 Aug 2021 12:31:36 +0800
schrieb "Chan CT" <sa...@netvigator.com>:

Chan CT

unread,
Aug 12, 2021, 11:52:57 PM8/12/21
to Lusi D., Tatiana Lukman, GELORA45_In
Lhooo, ... kenapa bung memposisikan diri macam “guru” berhadapan dengan muridnya? Mengajukan pertanyaan dengan muridnya disuruh pilih 3 jawaban? Jawaban bebas atau diluar itu tidak boleh? Lalu, untuk apa saya harus menjawab begitu dan pertanyaan semula ditarik kemana-mana? Bahkan dijadikan syarat untuk menjawab persoalan lain? Kok, bisa??? Hehehee, ...
 
 
 
-----原始郵件-----
From: Lusi D.
Sent: Thursday, August 12, 2021 5:02 PM
To: Chan CT
Cc: Tatiana Lukman ; GELORA45_In

Tatiana Lukman

unread,
Aug 13, 2021, 1:13:19 AM8/13/21
to Jaya Suprana, BILLY GUNADIE, GELORA45_In, Lusi D., sa...@netvigator.com

Foto yang di Tiananmen dipertahankan, tapi pikirannya sudah dikhianati!!! Hanya orang yang otaknya sdh tidak jalan normal bias menelan bulat-bulat pepesan kosong antek remo SGTjing alias chan!!!

 

Sent from Mail for Windows

 

Tatiana Lukman

unread,
Aug 13, 2021, 1:53:40 AM8/13/21
to Jaya Suprana, Lusi D., Chan CT, GELORA45_In

Antek remo menganggap “tuduhan remo”terhadap Liu-Deng sebagai fitnah..Kamus Besar Bahasa Indonesia menunjukkan fitnah adalah perkataan bohong tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Kita tahu bagaimana ORBA MEMFITNAH ORMAS-ORMAS REVOLUSIONER DAN PKI UNTUK MENGHANCURKAN DAN MEMBUNUH ANGGOTA DAN PARA SIMPATISAN.

Dalam “Membongkar Kepalsuan dan Kebusukan ….” Bagian 1, sdh saya jelaskan dasar alasan mengapa Liu-Deng disebut sebagai revisionis. Jadi saya tidak “ngarang-ngarang”sendiri atau “mimpi”!! Bahkan Mao sendiri yang menghimbau rakyatnya untuk mengganyang “Khrushchov Tiongkok yang tidur disamping kita”!!! Siapa itu? Ya, tak lain tak bukan Liu Shao qi!!!Jadi  agen remo SGTjing sebenarnya juga menuduh Mao memfitnah Liu Shaoqi!!!!

Agen remo bersengkelit soal perdebatan ideologi bertahun-tahun dan bla-bla….seterusnya pepesan kosong!! Jelas-jelas Liu-Deng menentang Mao yang ingin meneruskan Revolusi Dibawah syarat kediktaturan proletariat untuk meneruskan dan mengkonsolidasi  sosialisme dengan menghancurkan dasar-dasar ekonomi sosialis!! Kaum buruh yang memenangkan tuntutannya sekarang BUKANLAH KARENA JASA MAJIKAN ATAU SB  RESMI, TAPI KARENA PERJUANGANNYA SENDIRI!! KALAU MEMANG CHINA SEKARANG SOSIALISME, TAK SEHARUSNYA BURUH HARUS MENUNTUT UPAH YANG SERINGKALI TAK DIBAYAR ATAU TELAT DAN HAK-HAK DEMOKRATISNYA…AGEN REMO SENGAJA MEMBUTAKAN MATANYA PADA KENYATAAN BURUH YANG MOGOK DAN AKTIVIS YANG MENDUKUNGNYA DIKRIMINALISASI, DITANGKAP DAN DIPENJARA!!! LSM DAN SITUS YANG MEMBELA BURUHPUN DIBUBARKAN DAN DITUTUP!! Sekarang kaum Maois muda bergerak di bawah tanah dan harus berhati-hati karena pengawasan yang semakin ketat dan penindasan yang semakin kejam dari penguasa kapitalis-imperialis!!!

Contoh lain dari pelanggaran kaum remo terhadap prinsip dasar Marxisme… Kita semua tahu Bung Karno mendambakan Sosialisme a la Indonesia..Dan Sosialisme yang diinginkan itu adalah sosialisme yang menentang exploitation de l’homme par l’homme!! Dan memang pengertian tentang Sosialisme adalah sebuah sistim ekonomi, sosial dan politik yang bertujuan melenyapkan penghisapan manusia oleh manusia lain… BUKAN YANG MENGHALALKAN PENGHISAPAN!!! Dan memang masyarakat sosialis sejati itulah yang dibangun rakyat Tiongkok pimpinan Mao …Nah, sekarang lihat sendiri bagaimana kehidupan kaum buruh yang sdh dikembalikan sebagai tenaga kerja diengkuk-engkuk untuk menghasilkan NILAI LEBIH YANG DIRAMPAS OLEH MAJIKANNYA!!! Dan ini sudah berjalan sejak kudeta 1976 oleh klik remo!!!

 

Sent from Mail for Windows

 

Lusi D.

unread,
Aug 13, 2021, 3:57:58 AM8/13/21
to Chan CT, GELORA45_In, Tatiana Lukman, nasional-list, chalik.hamid<Gelora1945@googlegroups.com
Memang begitulah sopan-santunnya orang berdiskusi dengan kedudukan
setara. Saya kan sudah menjawab argumen bung yang membawa-bawa
kesamaan ras saya dengan Suharto dan bedanya fikiran bung dengan
pengalaman di lapangan oleh Lieus Sungkharisma dalam melawan fikiran dan
tindakan penguasa yang bersifat rasis. Apa saya pernah mempersoalkan
bung punya ras? Kan tidak dan tunjukkan kalau ada. Dalam hal ini secara
tidak langsung orang boleh menerka siapa sebenarnya yang mengidap
penyakit rasialis.

Saya tidak menyuruh orang milih hanya tiga sikap. Itulah kemungkinan
sikap yang akan diambil orang menurut pendapat saya. Kalau bung punya
sikap selain itu ya nggak ada yang mempersoalkan. Tapi selain tiga
sikap itu apa memang masih ada kemungkinan sikap yang lain? Kan ada
baiknya kalau bung jelaskan sikap selain tiga kemungkinan itu. Sekali
lagi ini pertanyaan.

Yah kalau nggak mau jawab juga nggak masalah. Sekarang kita kan juga
sudah maklum apa dan dimana kedudukan politik kita masing-masing.
Termasuk apa yang harus kita kerjakan manakala perang yang sedang
dipersiapkan oleh dua kubu imperialis ini terjadi.



Am Fri,

Tatiana Lukman

unread,
Aug 20, 2021, 7:44:10 AM8/20/21
to 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Ngomong asal jeplak!! Itulah ciri SGtjing antek remo!! MATANYA YANG TDAK MELIHAT, ORANG LAIN YANG DISALAHKAN…Yang jelas saya menolak untuk debat kusir… antek remo selalu mengelak menjawab masalah yang substansial…Jawaban sudah banyak dan sdh bertahun-tahun dipostingkan di milis ini…Tapi remo kepala batu yang sdh karatan otaknya, tak akan mengakui dirinya sdh lama keok alias KO…Bukti sudah bejibun yang menunjukkan watak remo dari Liu-Deng, tapi toh antek remo terus ngotot menyanggahnya TANPA ARGUMENTASI YANG MASUK AKAL!!

 

Sent from Mail for Windows

 

From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45
Sent: Friday, August 13, 2021 7:53 AM
To: Jaya Suprana
Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

 

Antek remo menganggap “tuduhan remo”terhadap Liu-Deng sebagai fitnah..Kamus Besar Bahasa Indonesia menunjukkan fitnah adalah perkataan bohong tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Kita tahu bagaimana ORBA MEMFITNAH ORMAS-ORMAS REVOLUSIONER DAN PKI UNTUK MENGHANCURKAN DAN MEMBUNUH ANGGOTA DAN PARA SIMPATISAN.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages