Dia
lantas berbicara bagaimana Presiden Jokowi sebagai sosok yang energik dan tidak
pernah berhenti bekerja. Menurutnya, Jokowi memang berkeinginan meninggalkan
sebanyak-banyaknya legacy untuk bangsa Indonesia.
"Saya
melihat betul-betul Presiden pengin meninggalkan legacy banyak hal untuk bangsa
ini. Untuk itu, kita support betul Presiden. Kalau kita sendiri tidak sehat,
tidak kuat, tidak siapkan diri, pasti akan kedodoran, dan beliau kan sangat
energik ya," ucap Pramono.
Kemudian,
Pramono juga buka-bukaan berkaitan dengan rapat terbatas atau sidang kabinet
yang selama ini kerap dilakukan oleh Presiden Jokowi beserta para menteri di
kabinetnya. Dia mengungkapkan, lewat ratas itulah keputusan untuk negara
diputuskan oleh Jokowi dengan tetap berpegang pada undang-undang.
"Jadi
di tempat itulah Presiden akan memutuskan, misalnya hal yang berkaitan kayak
kemarin, Presiden memutuskan harga minyak goreng, minyak curah menjadi Rp 14
ribu, itu tentunya usulannya dari menterinya, dan menterinya kemudian
menyampaikan dalam sidang kabinet, dalam rapat terbatas. Begitu Presiden
memutuskan itu menjadi sebuah hal yang mengikat, secara peraturan
perundang-undangan pun ada payungnya, karena sidang kabinet ada risalahnya,"
jelasnya.
"Sehingga
suatu hari kalau ada gugatan, di-PTUN-kan dan sebagainya, maka kita punya
landasan untuk itu. Jadi semua keputusan di sidang kabinet, mulai urusan vaksin,
evaluasi PPKM, itu semua oleh presiden diputuskan dalam sidang kabinet,"
lanjutnya.
Kemudian,
Pramono mengungkap rahasia bahwa Jokowi adalah satu-satunya presiden di
Indonesia yang paling banyak mengadakan rapat. Dia bahkan menyebut, dalam
seminggu, Jokowi bisa rapat bersama menterinya sebanyak sembilan kali.
"Pak
Jokowi ini presiden yang paling banyak rapat dibanding dengan yang lain,
dibandingkan semua presiden. Dulu kan saya lihat risalah-risalah rapat dan
sidang-sidang yang dulu, biasanya rapatnya seminggu hanya sekali, bahkan sebulan
hanya empat kali. Ini (Jokowi) seminggu 4, 5, 6, 7, 8, 9 kali. Itu bahkan
kadang-kadang keputusan rapat baru tengah malam jam 2 pagi, bisa kapan saja,
Presiden bangun 'besok saya mau putusin itu' ya udah kita siapkan,"
ujarnya.
Baca
juga:
Jokowi
Bagi-bagi BLT Rp 1,2 Juta di Pasar Binjai
Pramono
menyebut dirinyalah yang selama ini mengatur jalannya rapat terbatas. Dia yang
mengatur terkait materi rapat mingguan, bulanan, hingga menteri mana yang akan
mempresentasikan terkait isu rapat kepada Jokowi.
Karena
itulah, dia mengaku pernah memotong jika menteri terlalu panjang memberi
pemaparan dalam rapat terbatas. Menurutnya, itu dilakukan karena Jokowi adalah
sosok yang tidak senang basa-basi. Bahkan banyak menteri baru Jokowi yang kaget
dengan cara Jokowi tersebut.
"Satu
ratas itu (ketok palu) kita alokasikan waktu satu jam, Presiden adalah presiden
yang nggak seneng basa-basi, nggak seneng menterinya ngomong terlalu lama, yang
penting adalah substansinya apa dan apa yang harus beliau putuskan, bagi menteri
yang baru pasti kesulitan menyesuaikan, tapi dengan perjalanan waktu akhirnya
tahu karakter Presiden begitu, sekarang rata-rata begitu. Mereka presentasi 3,
4, 5 menit, kemudian minta arahan Presiden mana yang diputuskan. (Menteri baru)
harus (adaptif), kalau nggak, percuma jadi pembantu Presiden, kemudian egonya
mau menonjolkan dirinya, nggak bisa," ungkapnya.
(maa/hri)
Baca
artikel detiknews, "Pramono Anung Bongkar Rahasia Kabinet Presiden Jokowi"
selengkapnya