Jurnal Klimatologi Pertanian

0 views
Skip to first unread message

Jason

unread,
Aug 5, 2024, 4:37:59 AM8/5/24
to geihasemo
AgrokreatifJurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat sudah terakreditasi KEMENRISTEK DIKTI Nomor 79/E/KPT/2023, 11 Mei 2023. Awal terbit sampai dengan tahun 2018 terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Sejak tahun 2019 terbit tiga kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan biosains, kelautan dan pertanian tropika dalam arti luas; mencakup biologi, klimatologi, agronomi, ilmu tanah, arsitektur lanskap, proteksi tanaman, kedokteran hewan, gizi dan kesehatan masyarakat, keluarga dan konsumen, teknologi industri, teknologi pangan, keteknikan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, konservasi, lingkungan, sosial-ekonomi, dan kewirausahaan.

Yogyakarta, 8 Juli 2021. Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyelenggarakan webinar dan bedah buku: Penerapan Klimatologi dalam Pertanian 4.0. Webinar bedah buku ini merupakan salah satu acara rangkaian dari Dies Natalis Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang ke-58. Webinar terlaksana atas kerjasama Fakultas Teknologi Pertanian dengan Badan Penerbit dan Publikasi, UGM Press.


Webinar membahas dengan jelas bahwa peranan klimatologi pada sektor pertanian sangatlah krusial. Iklim menjadi penentu keberhasilan maupun kegagalan dari suatu proses produksi produk pertanian, bahkan ada hubungan antara indeks iklim global dengan produksi tanaman pangan. Ketidakpastian iklim dan pergeseran musim yang terjadi di Indonesia menyebabkan gagal panen dan menurunkan produktivitas panen. Padahal ketidakpastian iklim tersebut dapat dipelajari dan dianalisa dengan sensor cuaca dan tanah yang memberikan informasi kondisi dilahan petani secara real time dan akurat.


Prof. Firdaus menambahkan bahwa diperlukan cara agar informasi dan data pertanian hasil penerapan teknologi 4.0 dapat diperoleh petani dengan cepat, lebih mudah, dan massive melalui aplikasi smartphone. Oleh karena itu, data-data yang dihasilkan dari sensor harus diterjemahkan sebagai bahan dalam membuat prediksi dan rekomendasi mengenai apa yang harus dilakukan melalui informasi yang masuk ke smartphone petani. Buku Penerapan Klimatologi dalam Pertanian 4.0 telah menjelaskan secara komprehensif antara konsep iklmi dan cuaca, perubahan iklim, serta hubungan iklim dengan pertanian melalui solusi terhadap permasalahan yang muncul. Solusi yang ditawarkan secara khusus memanfaatkan Internet of Things (IoT) sebagai contoh dalam implementasi smart farming dalam usahatani seperti pada System of Rice Intensification (SRI).


Webinar dihadiri oleh sekitar 110 orang yang berasal dari mahasiswa, umum, dan dosen. Diskusi dua arah berlangsung secara dinamis, diskusi tersebut dibuka dengan 6 pertanyaan mengenai metode penerapan monitoring, cara memanfaatkan smartphone dalam antisipasi iklim, teknik irigasi pada daerah krisis air, metode analisa data-data cuaca dari Automatic Weather Station (AWS), contoh-contoh kasus pengukuran, dan konsep penerapan weather index dan klimatologi di pertanian Indonesia.


Jurnal Ilmu Pertanian dan Lingkungan merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam lingkup pertanian dalam arti luas: agronomi, ilmu tanah, hama dan penyakit tanaman, ilmu kehewanan, keteknikan pertanian, teknologi industri, teknologi pangan, ilmu gizi, keluarga dan konsumen biologi, klimatologi, peternakan, perikanan dan ilmu kelautan, kesehatan dan lingkungan, kehutanan, dan sosial-ekonomi pertanian, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Naskah dapat berupa: hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian (research note) singkat mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, hasil awal percobaan (preliminary result). Terbit enam bulan sekali pada bulan Desember dan Juni


Dalam rangka mewujudkan Visi 2025 FP Unila menjadi top five universitas di tingkat nasional, dukungan sarana dan prasarana merupakan unsur yang sangat penting, terutama sarana dan prasarana yang terkait langsung dengan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, karena itu FP Unila, yang memiliki kampus seluas 6 ha berlokasi di Kampus Gedung Meneng Kota Bandar Lampung, terus berupaya untuk menambah, melengkapi, dan memulihkan sarana dan prasarana tersebut secara berkelanjutan.


Yang terbaru di tahun 2015 adalah Laboratorium Analisis Pangan Segar merupakan salah satu yang terbaik di kawasan Asia, alat-alatnya didatangkan dari Jepang dan FP Unila satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ditunjuk pemerintah daerah sebagai acuan untuk mengeluarkan sertifikat pangan segar.


Terkait perpustakaan, Unila mengambil kebijakan mengembangkan sistem pengelolaan kepustakaan secara terpusat. Jumlah koleksi pustaka yang dikelola oleh Perpustakaan Pusat Unila terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2005 jumlah koleksi kepustakaan yang ada di Perpustakaan Pusat Unila sebesar 524.064 eksemplar dari berbagai jenis referensi. Penambahan bahan pustaka di jurusan sebagian diperoleh melalui berbagai program yang diterima oleh jurusan-jurusan di FP Unila.


Untuk meningkatkan ketersediaan kepustakaan yang khas di bidang pertanian, FP Unila telah membentuk Perpustakaan khusus yang koleksinya antara lain jurnal ilmiah/buletin, majalah, buku teks, dan tesis/skripsi. Pembangunan gedung untuk menambah jumlah ruang perkuliahan, laboratorium, dan ruang kerja dosen dan karyawan terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya program studi serta jumlah dosen dan mahasiswa. Pada saat ini sudah selesai dibangun gedung baru untuk Jurusan Ilmu Tanah (Agroekoteknologi), Gedung C, dan Gedung N.


Pembangunan gedung Jurusan Peternakan telah selesai tahap pertama. Pembangunan gedung baru untuk laboratorium dan administrasi Jurusan Kehutanan dan gedung baru untuk laboratorium dan administrasi Jurusan Budidaya Perairan. Tahun 2013 FP Unila mengadakan penambahan alat laboratorium baru senilai Rp 30 milyar, menambah 2 rumah kaca, dan gudang peralatan, serta gudang benih.


Sisca Fajriani lahir di Bontang, 14 Maret 1982. Pendidikan S1 di Universitas Brawijaya dengan bidang minat Hortikultura pada tahun 2000-2005, lanjut menempuh pendidikan magister di kampus yang sama dengan bidang ilmu tanaman pada tahun 2005-2008. pada tahun 2008 hingga sekarang aktif mengajar di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan bidang minat klimatologi dan budidaya tanaman. Beliau aktif di berbagai seminar nasional dan Internasional, keaktifan dalam kegiatan penelitian ditunjukkan oleh beberapa artikel yang dipublikasikan di beberapa jurnal baik jurnal nasional maupun internsasional. untuk info lebih lanjut dapat mengirimkan pesan ke sisc...@ub.ac.id


Penelitian mengenai upaya pemenuhan kebutuhan air bagi penduduk, ternak dan pertanian di daerah pedesaan lahan kering beriklim kering bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor iklim dan curah hujan dalam memberikan kontribusi ketersediaan air pada kondisi cacthment area lahan kering serta mendapatkan solusi/upaya mengatasi kekurangan air pada musim kemarau.

Metode penelitian yang digunakan adalah survey lokasi untuk mendapatkan data penduduk, ternak dan lahan pertanian dengan analisis model neraca air wilayah sehingga diketahui besaran kebutuhan dan ketersediaan air serta waktu yang tepat dalam pengelolaannya.

Hasil penelitian menyimpulkan jumlah input berasal dari curah hujan di daerah lahan kering Pulau Rote cukup tersedia dibandingkan dengan jumlah total kebutuhan air domestik dan pertanian, namun kondisi klimatologi yang kurang stabil, curah hujan yang berhenti 1-2 minggu berturut-turut, waktu curah hujan hanya 3-4 bulan dengan kemarau pajang 8-9 bulan menyebabkan ketersedian air menjadi masalah tidak tersedia saat dibutuhkan dan terjadi kekurangan air pasca musim kemarau. Solusi/upaya mengatasi kekurangan air pada musin kemarau adalah dengan membangun infastrukutr embung utnuk penampungan air permukaan tanah dan sumur resapan guna menginfiltrasikan air kedalam tanah dan mengisi reservoir bawah tanah.

Rekomendasi penelitian bagi pemerintah segera menetapkan lahan-lahan konservasi yang wajib disediakan, mengadakan infastruktur bangunan air yang memadai untuk menampung/mengumpulkan air limpasan permukaan saat hujan, serta membentuk wadah pada tingkat desa untuk mengatur pengelolaan air bagi upaya pemenuhan kebutuhan penduduk, ternak dan pertanian di wilayah dimaksud.


Benua Maritim Indonesia dimaksudkan adakah kesatuan matra udara, darat, dan udara. Entitas ini tertata secara unik dan menam Entitas ini tertata secara unik dan menampilkan ciri-ciri benua dengan karakteristik yang khas dari sudut pandang iklim dan cuaca (klimatologi dan meteorologi), keadaan airnya (oseanografi), tatanan kerak bumi (geologi), keanekaragaman hayati


(biodiversity), serta tatanan sosial budayanya (antropologi). Selain sebagai kesatuan geografis, tatanan ini juga merupakan wilayah geopolitik yang berada dalam yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).pilkan ciriciri benua dengan karakteristik yang khas dari sudut pandang iklim dan cuaca (klimatologi dan meteorologi), keadaan airnya (oseanografi), tatanan kerak bumi


(geologi), keanekaragaman hayati (biodiversity), serta tatanan sosial budayanya (antropologi). Selain sebagai kesatuan geografis, tatanan ini juga merupakan wilayah geopolitik yang berada dalam yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melihat karakteristik alamnya maka benua maritim Indonesia dikategorikan sebagai daerah tropis. Oleh karena itu, pada Benua Maritim Indonesia, Fakultas pertanian akan mengembangkan pertanian tropis.


Untuk menjadi lembaga pendidikan bereputasi internasional, aspek tata kelola (university governance) memegang peranan penting. Tata kelola UNHAS harus mengedepankan profesionalitas dan berbasis digital. Hal tersebut sedapat mungkin terimplementasi kedalam praktek pengelolaan dan penyelenggaraan tridharma Fakultas Pertanian Unhas.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages