Keluarga merupakan harta yang paling berharga, sekaligus sebaik-baiknya tempat paling nyaman untuk kembali dari hiruk pikuk dan penatnya dunia. Keluarga juga merupakan support system paling utama yang selalu ada dan selalu bisa menerima baik buruknya diri kita.
Apapun yang terjadi, keluarga selalu tidak tertandingi dan selalu jadi tempat paling nyaman. Berikut ini lima rekomendasi buku yang ingatkan kita bahwa keluarga adalah tempat paling nyaman untuk pulang.
Seiring berjalannya waktu, kita mungkin kurang memperhatikan orang-orang yang berada di sekitar kita karena kesibukan yang melanda. Dalam buku ini, kita akan melihat kerinduan seorang anak pada ayahnya. Namun, rindu itu sudah tak bisa terobati lagi, karena rindu telah dibawa pergi dan balas budi yang tak akan pernah terbalas lagi.
Berisi kisah di masa lalu, tentang potongan ingatan yang selalu dikenang, anak ini selalu terbayang ekspresi wajah sang ayah. Meskipun begitu, tapi pastinya semua anak yakin jika ada wajah yang ternyata telah ia sembunyikan. Ia menopang segala lelah, penat, dan tangis untuk dirinya sendiri, yang selalu mencoba tegar dalam setiap keadaan.
Kehadiran keluarga bagaikan penenang di kala kejamnya dunia yang sedang kita hadapi. Pengorbanan, perjuangan, dan pertolongan mereka membuat hidup rasanya jadi lebih mudah. Selagi masih ada kesempatan, ucapkanlah terima kasih kepada mereka, terutama ibu.
Buku ini mengawali cerita pada sepasang suami istri yang berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami terburu-buru dan bergegas naik ke gerbong kereta dan mengira istrinya mengikuti dibelakang. Setelah melewati beberapa stasiun barulah ia menyadari bahwa istrinya tidak ada.
Istrinya tertinggal di stasiun Seoul, perempuan yang hilang itu tidak kunjung ditemukan. Keluarga merasa amat kehilangan dan menimbulkan trauma. Namun, hal tersebut membuat mereka semua tiba-tiba teringat hal-hal di masa lampau, yang membuat mereka menyadari pentingnya peran sang ibu bagi hidup mereka selama ini, namun mereka lupa untuk kembali memperhatikan ibu.
Kasih sayang yang dipancarkan dalam buku ini terasa sangat hangat dan mampu membuat kita merasa dicintai. Keberadaan mereka di setiap momen kehidupan, baik itu senang ataupun sedih ternyata mampu menjadi penyemangat hidup yang tidak tertandingi.
Buku ini kisahkan keluarga yang memilih hidup dengan mengutamakan kejujuran. Keluarga ini sangat sederhana, terdiri atas Abah sang kepala keluarga yang bekerja sebagai penarik becak dan buruh apa saja, dan ada Ema atau ibu yang membuat opak untuk dijajakan putrinya.
Selain itu, ada si sulung yang bernama Euis, ia masih kelas enam SD dan pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha. Begitupun dengan Ara atau Cemara yang baru masuk TK, serta yang terakhir ada si bungsu bernama Agil. Jika air mata bisa menjadi simbol kebahagiaan dalam sebuah kisah, maka keluarga ini adalah salah satunya.
Hidup tidak pernah selamanya berjalan baik-baik saja, ada kalanya kita pulang membawa perasaan sedih, kecewa, marah, atau bahkan luka. Namun apapun yang terjadi, keluarga akan selalu membukakan pintu, selalu mendukung, dan memberikan pelukan hangat untuk kita. Selagi kita memiliki keluarga, kita dijamin tidak akan pernah merasa sendiri karena mereka selalu ada untuk kita.
Novel ini menceritakan tentang Sawitri, seorang ibu di desa yang gemar menanam pohon dengan karakter berbeda-beda untuk setiap anak yang ia lahirkan. Ia selalu berharap jika anak-anaknya kelak akan tumbuh dan hidup dengan karakter pohon-pohon tersebut.
Selain itu, ternyata pohon-pohon itu dijadikan obat penawar rindu, penghibur, pengingat, dan penanda manakala anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan merantau keluar kota untuk meniti jalan hidupnya masing-masing.
Buku ini berisi banyak inspirasi tentang sikap dan nilai-nilai yang utama seperti kesabaran, keihklasan, kepasrahan, ketulusan, keteguhan, kegigihan, pantang menyerah, serta kasih sayang, dan cinta kasih yang mampu menggugah hati dan jiwa pembaca.
Dari keluarga kita bisa memetik nilai-nilai kehidupan yang tidak akan pernah bisa didapatkan di tempat lain. Di setiap perbincangan yang tercipta, ada berbagai pelajaran hidup yang bisa didapatkan sekaligus pedoman diri agar hidup selalu menjadi lebih baik lagi.
Buku ini kisahkan seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Dalam setiap halamannya memiliki kisah-kisah yang indah, hingga mampu membuat pembaca ingin segera berlari secepat mungkin menemui ayah, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak akan pernah sempat lagi untuk mengatakannya.
Cari tahu lebih lanjut tentang organisasi yang berkolaborasi dalam memproduksi podcast Ini Baru Keluarga!
Ada kritik, saran atau usulan tema? Jangan ragu dan malu, kirimkan email ke [email protected] atau DM ke akun Instagram @kbr.id
Daftar ini berisi tentang sumber informasi yang bisa diunduh untuk mengetahui bagaimana cara membentuk keluarga Pembaharu. Sumber ini dikumpulkan dari 12 co-leaders serta sumber-sumber lain yang diperbolehkan untuk dibagikan.
Ashoka membayangkan dunia Everyone is A Changemaker di masa depan; dunia yang merespon tantangan sosial dengan cepat dan efektif, dimana setiap orang memiliki kebebasan, kepercayaan diri dan dukungan masyarakat untuk mengatasi beragam masalah sosial dan mendorong perubahan di lingkungannya.
Ashoka mengajak berbagai mitra strategis untuk membangun Gerakan Pembaharu (GAHARU) Keluarga untuk menjawab tantangan ini. Gerakan ini membangun keluarga yang memampukan anak-anak menjadi pembaharu, dan keluarga menjadi agen perubahan bagi sekitarnya.
Keluarga yang terlibat dalam Gaharu Keluarga akan mendapat pendampingan untuk memahami, mendiskusikan dan merancang aksi perubahan dalam keluarga dan komunitasnya. Berbagai pendekatan interaktif seperti seri podcast, buku cerita, video pendek, toolkit, modul, maupun aneka permainan partisipatif keluarga dikumpulkan sebagai sumber referensi belajar bersama.
Gaharu Keluarga berupaya membudayakan cara pandang serta keterampilan pembaharu dalam keluarga; sehingga setiap individu memiliki keterampilan Empati, mampu membangun Kolaborasi, mengasah kemampuan Kepemimpin, serta berlatih menjadi Pembaharu bagi kemaslahatan bersama.
Padahal, buku itu adalah jendela informasi dan pengetahuan. Termasuk untuk Bunda dan keluarga. Dengan membaca buku, Bunda dan anggota keluarga dapat mengembangkan diri dan juga lebih percaya diri dalam mengasuh anak. Betul?
Keluarga adalah banyak hal. Harta berharga, teman, kenyamanan, keamanan, dan lain-lain. Banyak arti yang dapat dituangkan dari kata keluarga ini. Rekomendasi buku tentang keluarga berikut ini membawa kita arti pentingnya keluarga.
Kisah ini menjadi representasi kuat tentang pentingnya keluarga. Nilai-nilai seperti kebersamaan, kasih sayang, dan solidaritas ditonjolkan dengan hangat. Buku ini kemudian diadaptasi menjadi serial televisi dan film layar lebar yang sama populernya,
Nilai inspirasi utama yang dapat dipetik dari buku ini adalah pentingnya menghargai dan memperhatikan orang tua, khususnya ibu. Di tengah kemajuan zaman dan kesibukan hidup, keluarga sering kali melupakan betapa besar pengorbanan dan kasih sayang yang diberikan oleh ibu.
Buku ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga, menghargai, dan meluangkan waktu bersama orang tua, karena suatu hari nanti kita mungkin akan kehilangannya dan menyesali hal-hal yang tidak sempat kita lakukan.
Buku ini mengisahkan tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Dalam setiap halamannya memiliki kisah-kisah yang indah, hingga mampu membuat pembaca ingin segera berlari secepat mungkin menemui ayah, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak akan pernah sempat lagi untuk mengatakannya.
Pada buku ini, Tere Liye juga menjelaskan mengenai peran seorang ayah yang mendidik anaknya dengan dongeng-dongeng kesederhanaan dalam hidup. Sama seperti seorang ayah pada umumnya, ayah akan selalu ingin menjadikan anaknya menjadi seseorang yang hebat, bahkan lebih hebat dari dirinya.
Buku ini berisi banyak inspirasi tentang sikap dan nilai-nilai yang utama seperti kesabaran, keikhlasan, kepasrahan, ketulusan, keteguhan, kegigihan, pantang menyerah, serta kasih sayang, dan cinta kasih yang mampu menggugah hati dan jiwa pembaca.
Buku ini berisi kenangan akan seribu wajah ayah, yang ingin selalu dikenang namun takkan pernah bisa untuk dikembalikan. Ayah adalah sosok orang terhebat pertama yang kita kenal dalam hidup. Ia menopang segala lelah, penat, dan tangis untuk dirinya sendiri, yang selalu mencoba tegar dalam setiap keadaan.
Dari buku ini, kita dapat mempelajari siapa ayah dan seperti apa sebenarnya ayah dalam sehari-hari. Si Kecil dan anggota keluarga mungkin akan menemukan hubungan erat buku ini dengan sosok Ayah di rumah.
Buku yang telah diadaptasi dalam film yang dibintangi oleh Will Smith ini berkisah tentang kisah inspiratif Chris Gardner, seorang tunawisma tunggal yang berusaha bangkit dari keterpurukan dan menjadi seorang broker investasi sukses. Perjuangan Gardner bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk membesarkan putranya sendirian.
Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, Gardner tetap gigih mengejar mimpinya demi masa depan keluarga kecilnya. Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, kegigihan, dan kasih sayang, seseorang dapat menemukan jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan, bahkan di tengah kondisi yang sangat sulit sekalipun. Kisah Gardner menjadi inspirasi bagi orang tua tunggal lainnya yang sedang berjuang untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
Buku yang telah diangkat dalam film dengan judul yang sama ini berkisah tentang anak yang menghabiskan waktu di hari Sabtu menonton dan mendengarkan kisah yang dibawakan oleh sang Ayah, yang telah meninggal dunia.