BELUM
Di sebuah sekolahan seorang murid bertanya sesuatu perkara kepada
gurunya...
Murid: Pa guru, apakah orang boleh dihukum untuk sesuatu yang belum
dibuatnya ?
Pa guru: Oh, semestinya tidak. Orang hanya boleh dihukum untuk perbuatan
yang telah dilakukannya.
Murid: Syukurlah, Pa guru. Saya belum membuat PR yang diberi oleh pa
guru kemarin.
pa guru: #@%^&*%
PENYELUNDUP
Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel
- Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.
Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, "Pinggirkan sepedamu
itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?" "Pasir," jawab Mahmud.
Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas
itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka
melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah
Israel.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel
menghentikan Mahmud dan bertanya, "Apa yang kamu bawa?" Mahmud menjawab,
"Pasir." Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan
tetap menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya.
Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya
sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.
"Hei, kamu yang suka bawa pasir," tegur tentara Israel itu. "Saya
menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi
saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya
sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang
kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau
tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?"
Mahmud menjawab dengan kalem, "SEPEDA!"
CANGKUL
Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada
dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh
Merdeka). Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim
tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu
bapak mencangkul kebun jagung ini?"
Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan,
jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak
dalam surat itu. Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka
keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton
tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun
jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah
mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara
mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus
bapak lakukan sekarang?"
Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam
jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin
terima kasih sama mereka."
Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan
MENYONTEK
Pada suatu hari, ayah si Tono dipanggil menghadap Kepala Sekolah karena
Tono sering melihat pekerjaan temannya (alias nyontek) pada saat
ulangan.
Ayah Tono: Apa buktinya kalau anak saya nyontek?
Kepsek: Salah satu buktinya, ya ini, pada waktu ujian sejarah.
Pertanyaan no. 1 : Siapa pengarang buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'?
Kedua-duanya menjawab RA. KARTINI.
Ayah Tono: Lha, jawaban kan bisa saja sama karena si Tono kan juga
belajar sebelum ulangan.
Kepsek: Ya, bisa saja sama. Tapi coba dong Bapak lihat Pertanyaan ke 2 :
Dimana R.A. Kartini dilahirkan? Kedua-duanya menjawab, DI JEPARA.
Ayah Tono: Ah, itu sih kebetulan. Bapak tidak cukup bukti untuk
menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja malah si Andi yang nyontek
pekerjaan anak saya.
Kepsek: Bapak betul, bisa saja itu kebetulan. Tapi coba dong bapak lihat
Pertanyaan ke 3 : Tahun berapa terjadi Perang Diponegoro? Andi jawab:
Gua enggak tahu, Si Tono jawab: Apalagi gua.
Ayah Tono: ?????
MATEMATIS DAN LOGIKA
Ada dua orang gadis. Salah satu dari mereka cara berpikirnya Matematis
(M) dan yang lainnya cara berpikirnya menggunakan Logika (L). Mereka
berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka
masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan....
M : Apakah kamu juga memperhatikan ada seorang pria yang sedang berjalan
mengikuti kita kira² sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu?
Saya khawatir dia bermaksud jelek.
L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.
M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15
menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.
L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih
cepat.
M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich.
L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih
cepat dia juga akan mempercepat jalannya.
M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini
dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit...
L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat
jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang kekanan. sehingga dia tidak
bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.
Setelah kedua gadis itu berpisah.. Ternyata Pria tadi mengikuti langkah
si gadis yang menggunakan logika (L). Gadis matematis (M) tiba di rumah
lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tidak berapa
lama Gadis Logika (L) datang.
M : Oh terima kasih Tuhan.. Sahabat saya tiba dengan selamat. Eh, gimana
pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?
L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.
M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?
L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria
itupun juga lari sekuat tenaga.
M : Dan... dan..
L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang
gelap...
M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?
L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya
mengangkat rok saya..
M : Oh... Lalu apa yang dilakukan pria tadi?
L : Sesuai dengan logika... Dia menurunkan celananya...
M : Oh tidak... Lalu apa yang terjadi kemudian?
L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya
lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan
celananya... So akhirnya aku bisa lolos dari pria itu...
BAR
Seorang pria memasuki sebuah bar dan berkata pada bartendernya : "Hei
bung,berikan gue 7 gelas dobel Vodka!"..Bartender menjawab : "Wow,anda
pasti sedang mengalami hari seperti di neraka hari ini"..Pria : "Ya loe
bener, gue baru aja tahu kalo abang gue adalah seorang gay!"..
Keesokan harinya si pria kembali datang ke bar itu dan memesan minuman
yg sama. Ketika bartender menjawab ada masalah apa lagi hari ini, si
pria menjawab : "Aarrggh, gue juga baru saja mengetahui kalo ternyata
adik laki-laki gue juga seorang gay!!"..
Pada hari ketiga si pria kembali mendatangi bar tsb dan kembali memesan
7 dobel vodka dan langsung meneguknya sekaligus. Bartender yang
melihatnya lalu berkata : "Ya Tuhan, tidak adakah anggota keluargamu
yang menyukai wanita??"..
Si pria lalu meletakkan gelasnya dan berkata dengan pandangan teler :
"Ya ada, istriku!!..