Dengan restu Ibu Pertiwi, pesan ini akan sampai dan anda
baca dengan seksama.
Yang Terhormat Ibu Ani SBY,
Sengaja saya jadikan surat ini sebagai surat terbuka,
sehingga ada kontrol dari rakyat seandainya yang saya
sampaikan adalah berita bohong.
Saya mohon maaf bila surat curhat terbuka ini saya tujukan
kepada Ibu. Setelah belajar dari kasus Poligami dan PP 37
tempo hari, saya menyimpulkan bahwa Pak SBY lebih
mendengar suara rakyat bila disampaikan melalui Ibu. Saya
juga menyimpulkan bahwa sebagai seorang Ibu, anda punya
wawasan dan kebijaksanaan yang akan berguna bagi kemajuan
bangsa ini.
Harap dimengerti, bukan maksud saya ingin memperalat Ibu.
Ibu pasti sadar bahwa status Ibu sekarang bukan hanya
seorang istri dari SBY, bukan hanya Ibu dari putra-putri
SBY, tapi jauh lebih penting dari itu, saat ini anda
adalah seorang Ibu negara, jadi anda punya tanggung jawab
moral dan spiritual terhadap nasib sekian ratus juta anak
bangsa Indonesia ini.
Pun bukan maksud saya merendahkan atau menyinggung ego Pak
SBY, tapi –seperti kata pacar saya– sudah jadi rahasia
umat manusia, bahwa setangguh, sehebat, sekuat, semacho,
dan secerdas apapun seorang pahlawan lelaki, selalu ada
saat dimana dia harus pulang ke pelukan seorang perempuan
untuk mendapat energi bagi hidupnya. Hangatnya pelukan
seorang ibu bagi lelaki belia atau pelukan penuh kasih
seorang Istri bagi lelaki dewasa. Disaat-saat seperti
itulah kebijaksanaan dari seorang perempuan bisa
disampaikan dengan lembut dan merasuk. Tentu saja hal
tersebut tidak berlaku bagi tukang selingkuh, pelaku
poligami, dan mereka yang menganggap perempuan tak lebih
dari budak seks atau binatang manusia kelas dua, tapi saya
yakin sekali kalau SBY tidak seperti mereka.
Mungkin saja pada siang hari beliau terlalu sibuk dengan
urusan-urusan (yang sebagian besar mungkin hanya hasil
rekayasa para penjilat disekitar beliau). Maka melalui Ibu
kami punya harapan akan adanya perbaikan di akar rumput.
Ok, cukup sudah berpanjang lebar, sekarang, sebagai salah
satu putera Ibu, saya sampaikan usulan ini: Mohon usulkan
pada SBY agar menginstruksikan TEMBAK MATI PELAKU PUNGLI.
Beberapa hal ini bisa jadi gambaran apa yang sedang
terjadi di bawah sana:
Pungli di jalan raya. Sebagai seorang biker, driver
sekaligus penumpang, saya melihat sendiri parahnya pungli
yang dilakukan baik aparat maupun para kriminal. Sejak
pembuatan SIM, pembayaran pajak kendaraan di SAMSAT,
pungli oleh polisi di berbagai ruas jalan, pungli oleh PJR
di Jalan tol terhadap angkutan barang, pungli oleh
kriminal sipil berkedok usaha PERWAKILAN di pelabuhan,
pungli mengatasnamakan PMI oleh loket tiket di Merak,
sampai pungli oleh para kriminal di terminal bus kecil di
pedalaman. Yang mengerikan, sebagian besar kasus pungli
malah dilakukan oleh APARAT negara! Kalau mau eksekusi
mereka, saya akan bantu tunjukkan semua hidung pelaku yang
saya temui sehari-hari, gratis, asal identitas saya
dilindungi dan dirahasiakan.
Pungli dalam dunia pendidikan. BOS dan semua basa-basi
pendidikan murah yang pernah dinyatakan SBY ketika
menaikkan BBM itu hampir semua bisa dianggap BOHONG. Di
daerah, orang tua murid tetap dibebani segala macam biaya
tetek bengek oleh pihak sekolah. Soal ini, para blogger
yang berprofesi guru maupun orang tua murid bisa
menjelaskan lebih detail.
Pungli di segala sudut birokrasi. Akte kelahiran sudah
diumumkan gratis, kemarin di radio saya masih dengar
pungutan 80 ribu padahal si anak belum 60 hari keluar dari
rahim. KTP murah? Kalau mau cepat tetap harus nyogok
kelurahan. Kompensasi BBM untuk orang melarat? yang makan
malah konco-konco RT dan Lurah setempat, sebagian yang
sampai pada yang berhak, dipotong 50 ribu oleh para
aparat. SMS pada KPK nihil, bullshit! Pembuatan surat
pengangkutan barang/hasil hutan, 100-200 ribu per-rit
untuk setiap truk, itupun masih harus diketik sendiri.
Bagi para cukong kayu yang kerjaannya menggunduli hutan
jelas tidak masalah, tapi ini cuma ngangkut kayunya
sendiri untuk regenerasi kebun masih dirampok juga,
uangnya masuk ke kantong Lurah dipakai foya-foya istrinya
yang kesekian. Kasus ganti rugi PLN, dengan adanya LBH
rakyat malah semakin rugi, setelah mengaku membantu, LBH
meminta ’sigar semangka’, jadi 50% (lima puluh persen)
dari uang ganti rugi masuk ke pihak LBH, dan pihak PLN
malah lepas tangan, jelas-jelas oknum mereka ada main
dengan LBH laknat. TPR? Ada dimana-mana, nangkring seperti
binatang buas disetiap ruas jalan, tapi jalan-jalan tetap
banyak bolong, setiap hujan berubah jadi rawa yang cocok
dihuni buaya, persis seperti daerah tak punya pemimpin.
Soal hal-hal di nomor 3 ini (kecuali kalimat pertama) saya
juga bisa bantu tunjuk hidung para pelakunya, gratis, asal
keselamatan saya dilindungi.
Kenapa Ibu harus Peduli?
Seperti saya bilang di awal tadi, Ibu adalah IBU NEGARA,
kasus seperti itu terjadi dimana-mana, terus menggerogoti
dan membusukkan setiap sendi Indonesia. sudah sekian kali
bangsa ini ganti presiden, tidak juga ada perbaikan atas
hal-hal sepele ini, malahan semakin parah. Nah, SBY yang
punya seorang Istri seperti anda HARUSNYA BISA MELAKUKAN
SESUATU.
Keuntungan Politis
Btw, Bu, selain keuntungan bagi rakyat, ada juga
keuntungan politis yang akan SBY dapatkan. Bila Instruksi
Tembak Mati Pelaku Pungli segera dibuat dan diterapkan
dengan keras, tak sulit memanfaatkan isu ini untuk
mengangkat citra SBY. Hasilnya? Niscaya kami para
penumpang, para driver, para biker, para pengusaha
transportasi, para investor, para melarat, para orang tua
murid yang jumlahnya tidak sedikit ini akan menginginkan
SBY kembali jadi Presiden pada 2009 nanti.
Persetan Dewan Revolusi mau nuduh apa, Persetan Partai
Islam obral janji apa, Persetan Partai Kafir klaim apa,
Persetan Megawati bikin kritik apa, Persetan Gus Dur mau
repot apa, kalau Anda dan SBY bisa melakukan aksi nyata
memberantas pungli SECARA TEGAS DAN TERBUKA, maka rakyat
akan sangat senang bila anda berdua tetap berada di pucuk
pimpinan negeri ini!
Sekian dulu Bu Ani, mohon maaf bila terlalu vulgar dan
kurang sopan, bahasa rakyat jelata mungkin jauh lebih
kasar dari ini, anda yang lebih berpendidikanlah yang
perlu memaklumi. Soal tembak mati, tidak perlu sesadis
itu, meski itu akan memuaskan kami, anggaplah itu hanya
metafor, yang penting bagi kami adalah eksekusi tegas dan
terbuka.
Saya mohon dengan sangat agar usulan ini dipertimbangkan
dan segera ditindaklanjuti.
Terimakasih.
Tembusan:
Semua Blogger dan Rakyat Indonesia
SBY, karib kerabat dan semua putera-puterinya
Lawan-lawan politik SBY