http://www.rakyatmerdeka.co.id/
Rakyat Merdeka, Rabu, 01 Februari 2006
Kolom Kwik Kian Gie
Mister Steer, Jempol Kakiku Juga Tau
PADA tanggal 24 Januari 2006, Kepala Perwakilan Bank Dunia
di Jakarta
Andrew
Steer memberikan ceramah dalam sebuah seminar dengan tema:
"Indonesian
Economic
Outlook–Challenges and Opportunities 2006".
Saya membayangkan Bung Karno masih Presiden RI, memimpin
sidang
kabinet, dan
mengundang Andrew Steer dari Bank Dunia yang sangat
prestisius dan sangat
dihormati itu untuk memberikan paparan dengan judul yang
sama seperti yang
tercantum di atas dalam sidang kabinet tersebut.
Dalam memimpin sidang kabinet Bung Karno seringkali tidak
memakai
sepatu dan
juga tidak memakai kaos kaki, hanya sandal saja.
Kebanyakan orang,
termasuk para
menteri biasanya hanya dapat mengemukakan apa yang perlu
dan hendaknya
dicapai
atau what to achieve. Bung Karno biasanya langsung
bertanya: Apa yang Anda
kemukakan tentang what to achieve sudah baik, tetapi tidak
ada yang
istimewa,
karena semua orang menghendakinya. Yang ingin saya
dengarkan ialah
bagaimana
caranya yang eksak dan konkret dalam bentuk
langkah-langkah atau steps
atau plan
of actions untuk mewujudkan atau how to achieve-nya.
Kalau sang menteri tidak dapat memberikan jawabannya, Bung
Karno lalu
mengangkat
kakinya ke atas meja. Beliau menunjuk pada jempol kakinya dan
mengatakan: "Kalau
cuma begitu, dan weet mijn grote teen ook." Grote teen itu
kata-kata
Belanda
yang artinya jari jempol kaki. Terjemahan dari seluruh
kalimatnya
ialah: "Jempol
kaki saya juga tau."
Apa yang dikatakan oleh Andrew Steer, kok saya sampai
kebayang Bung
Karno dengan
jari jempol kakinya? Mari kita telusuri.
Steer menganjurkan supaya pemerintah mengubah motor
pertumbuhan dari
konsumsi ke
investasi, karena pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi
kurang sehat
dibandingkan dengan oleh investasi. Maka lebih baik tumbuh
5% oleh
investasi
ketimbang 6% oleh konsumsi. Itu semua ada di buku teks.
Maka kalau
hanya itu,
dat weet mijn grote teen ook. Dan kalau Anda mempelajari
angka-angka
sebelum
kenaikan harga BBM yang sama sekali tidak masuk akal,
sudah terlihat
digesernya
peran konsumsi oleh investasi. Ini adalah angka-angkanya.
Mulai tahun
2003 peran
konsumsi dalam pertumbuhan ekonomi menurun, yaitu di tahun
2003:
67,1%, tahun
2004: 66,5% dan Triwulan III 2005: 62,8%. Peran investasi
meningkat,
yaitu tahun
2003: 18,9%, tahun 2004: 21% dan Triwulan III 2005: 21,2%.
Trend-nya kan sudah OK? Mengapa Anda sekarang mengatakan
demikian?
Apakah Anda
takut karena kenaikan harga BBM itu, trend-nya akan
berbalik? Yang
menyuruh para
pemimpin saya yang bermental inlander untuk menaikkan
harga BBM kan
Anda juga?
Terus mengenai ladasan teori, kalau penggunaan kapasitas
produksi
anjlok, kita
boleh senang masih ada konsumsi yang membuat alat-alat
produksi itu
bekerja! Kok
ngomel tentang perbuatanmu sendiri? Lantas tentang
investasi, memang
bagus,
tetapi bagaimana mendatangkannya? Yang eksak dan konkret
dong, jangan
ouwehoeren
in de ruimte (asal bunyi atau asbun).
Steer mengatakan lagi supaya pemerintah jangan menggunakan
uangnya
untuk belanja
publik, tidak untuk yang mendorong konsumsi. Kan APBN
tahun 2006 sudah
menjadi
undang-undang? Bagaimana mengubahnya? Dan bagaimana pula
mengubah gaji
PNS,
TNI/POLRI menjadi anggaran pembangunan infra struktur?
Emangnya PNS,
TNI/POLRI
itu disuruh makan batu? Steer, kalau hanya begitu saja
omongamu, dan
weet mijn
grote teen ook.
Dikatakan oleh Steer bahwa Rp 10 triliun sampai Rp 15
triliun sisa
anggaran
tahun 2005 akan dibelanjakan pada awal tahun 2006 (front
loading)
supaya punya
dampak pemompaan daya beli yang mantap dan bisa
menggerakkan sektor riil.
Mengapa ada sisa anggaran tahun 2005? Karena aparat
pemerintah tidak mampu
menyerapnya. Mengapa pada awal tahun 2006 itu diasumsikan
menjadi
mampu ? Karena
menteri-menteri ekonominya kroni Anda? Boleh saja, tetapi
aparat di
bawah kroni
Anda kan sama saja tidak mampunya?
Jadi walaupun kroni Anda, mereka kan bukan malaikat,
sehingga para
menteri itu
bisa sendirian tanpa aparat di bawahnya? Aduh Steer, kalau
asal bunyi
gitu dan
kan mijn grote teen ook.
Steer mengatakan bahwa dengan front loading sektor riil
akan tetap
bergerak dan
lapangan kerja tercipta. Sebagai akhli dari Bank Dunia
mestinya
bicaranya dengan
lAndasan hitung-hitungan. Bagaimana hubungan antara Rp 10
triliun
sampai Rp 15
triliun dengan bergeraknya sektor riil, berapa
koefisennya, dan kalau ada
pertumbuhan sektor riil, berapa employment elasticity-nya,
kok sampai bisa
mengurangi pengangguran, dan berapa yang akan terserap?
Selama periode
1999 –
2004 tambahan employment rata-rata 1% setahun, sedangkan
pertumbuhan
ekonominya
rata-rata 4,5%. Jadi employment elasticity-nya hanya 0,24.
Kalau Steer
ngomongnya seperti yang tersebut di atas tadi, dan kan
mijn grote teen
ook!
Steer mengatakan selama ini kerja tim ekonomi sudah cukup
baik.
Pemerintah,
katanya, memiliki cukup banyak anggaran untuk
dibelanjakan. Lho,
tengoklah APBN
2006. Buat membayar cicilan utang pokok dan bunganya sudah
sebesar Rp 130
triliun. Pemerintah memang punya uang sedikit, tapi dari
utang baru
yang akan
lebih membebani luar biasa di masa mendatang. Kalau
begini-begini saja
cara
berpikirnya, dan weet mijn grote teen ook!
Steer mengatakan pemerintah Indonesia belum bisa
mengoptimalkan satu
potensi
utama dalam pertumbuhan ekonomi sehat, yakni pengeluaran
efisien dan
efektif
untuk kepentingan jangka panjang. Lho, mereka ini semuanya
kan
kroni-kroninya
Bank Dunia yang nurut mutlak apa saja yang
diperintahkannya. Belum
lagi KKN yang
sudah merasuk ke dalam tulang sumsum. Kok sekarang
dikata-katain
seperti itu?
Kalau cuma begitu, dan kan mijn grote teen ook!
Steer mengatakan "Pemerintah Indonesia seharusnya
meningkatkan
investasi dan
membersihkan pengeluaran negara dari praktek korupsi".
Iya, siapa yang
tidak mau
itu, tapi bagaimana caranya? How to achieve that Mr.
Steer? Kalau cuma
what to
achieve saja, dan weet mijn grote teen ook!
Terkait dengan kondisi perekonomian global, Steer
memperkirakan nilai
tukar
rupiah akan terus menguat pada 2006, seiring banyaknya
investasi
internasional
yang cenderung mencari bid (penawaran) dalam bentuk mata
uang non
dollar AS."
Lho kalau begitu, namanya bukan nilai mata uang rupiah
menguat, tapi
nilai mata
uang dollar AS melemah. Kok dibalik-balik. Kalau cuma
seperti itu
ngecapnya, dan
kan mijn grote teen ook!
Steer mengatakan bahwa yang dihadapi Indonesia adalah
masalah good
governance
yang masih rendah. Tidak usah dia, kebo juga tau itu,
apalagi mijn
grote teen!
---------------------------------