Tatalaksana Ims Pdf

0 views
Skip to first unread message

Lavonda Busing

unread,
Aug 3, 2024, 11:02:14 AM8/3/24
to gardutchpode

Buku ini telah disusun untuk memenuhi kebutuhan para tenaga medis, khususnya para dokter, yang merawat pasien hiperglikemia di rumah sakit. Buku singkat ini menyampaikan tentang bagaimana tatalaksana pasien dengan hiperglikemia yang dirawat di bangsal biasa, kegawatan di bidang diabetes itu sendiri atau kegawatan penyakit lain disertai hiperglikemia yang dirawat di ruang intensif, pasien periopeartif, dan juga sekaligus mempersiapkan pasien saat pulang atau keluar dari rumah sakit.

Kursus pertama dalam rangkaian kursus Tatalaksana Klinis Pasien dengan COVID-19 mencakup Pertimbangan-pertimbangan Umum. Kursus ini memberikan latar belakang pandemi dan membahas kerja dan persiapan fasilitas, sistem rujukan dan pemindahan antarfasilitas, pencegahan dan pengendalian infeksi, dan peran perawatan paliatif untuk pasien. Kursus ini juga mencakup diskusi tentang isu-isu etis yang timbul selama merawat COVID-19, termasuk prinsip-prinsip alokasi sumber daya perawatan yang penting. Secara keseluruhan, kursus ini membahas kesiapan COVID-19 di semua tingkat pemberian layanan kesehatan.

Materi ini diluncurkan pada 22/10/2020. Karena bukti ilmiah dan panduan teknis terkait COVID-19 terus berkembang, materi dalam kursus ini sudah ketinggalan zaman. Kursus ini sedang mengalami revisi. Versi terbaru dari kursus ini akan segera tersedia. Sementara itu, silakan merujuk ke -coronavirus-2019 untuk pembaruan terkini.

Ikhtisar: Rangkaian kursus Tatalaksana Klinis Pasien dengan COVID-19 disusun untuk tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Kursus ini memberikan pengetahuan penting yang diperlukan untuk memberikan perawatan pasien berkualitas yang aman dan efektif. Presentasi-presentasi dalam kursus ini membahas semua aspek tatalaksana klinis, termasuk persiapan fasilitas dan rencana lonjakan; pencegahan dan pengendalian infeksi tenaga kesehatan; pemindahan antarfasilitas; tatalaksana klinis pasien dengan COVID-19 yang sakit ringan, sedang, dan berat; pertimbangan-pertimbangan khusus untuk pasien lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak dengan COVID-19; rehabilitasi; etika; dan perawatan paliatif.Rangkaian kursus ini terdiri dari enam kursus, yang mencakup kuliah video dan presentasi yang dapat diunduh yang telah disesuaikan dengan panduan dan bukti terbaru. Setiap modul berisi lima sampai delapan sesi kuliah, dan setiap sesi mencakup kuis untuk mengevaluasi penyerapan pengetahuan.

Sertifikat: Surat Keterangan Lulus akan diberikan kepada peserta yang mendapatkan nilai minimal 80% dari total poin yang ada dari semua kuis. Sertifikat Partisipasi akan juga diberikan kepada semua peserta yang menyelesaikan minimal 80% materi kursus ini.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari Course 1: Clinical management of patients with COVID-19 - General considerations, 2020. WHO tidak bertanggung jawab atas isi atau keakuratan terjemahan ini. Jika terdapat ketidaksesuaian antara versi bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia kursus ini, versi asli bahasa Inggris menjadi versi yang mengikat dan autentik

OpenWHO aims to equip all frontline responders with the knowledge they need to better contain disease outbreaks and manage health emergencies. It also aims to foster discussions, feedback and sharing of expert knowledge on public health.

Abstract: Hypertensive heart disease is a response to a prolonged increase in blood pressure that causes various changes in the myocardial structure. This study was aimed to obtain the recent diagnosis and management of hypertensive heart disease. This was a literature review study using 4 databases, as follows: Pubmed, Clinical Key, Science Direct, and Google Scholar. The keywords used were Hypertensive Heart Disease diagnosis of Hypertensive heart disease OR Screening of hypertensive heart disease OR imaging of hypertensive heart disease AND therapy OR treatment OR management of hypertensive heart disease. The results showed that there were 10 literatures that fulfilled the criteria, consisting of 6 randomized controlled trials and 4 article reviews. Among patients with hypertensive heart disease, left ventricle hypertrophy, left ventricular dilation, and diastolic and systolic disfunction were the most commonly found in ECG, echocardiography, chest X-ray, and CMR. Therapy of hypertensive heart disease was according to ACC/AHA guidelines with non-pharmacological therapy by adopting the DASH diet and pharmacological therapy of choice was ACE-I or ARB. In conclusion, in hypertensive heart disease, the most common structural changes were left ventricle hypertrophy, left ventricular dilation, diastolic and systolic disfunction found in ECG, echocardiography, chest X-ray, and CMR. Therapy of hypertensive heart disease was according to ACC/AHA guidelines.

Abstrak: Penyakit jantung hipertensi merupakan respon terhadap peningkatan tekanan darah berkepanjangan yang menyebabkan berbagai perubahan pada struktur miokard. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagnosis dan tatalaksana terkini mengenai penyakit jantung hipertensi. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan 4 database, yaitu Pubmed, Clinical Key, Science Direct, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan ialah Hypertensive Heart Disease diagnosis of Hypertensive heart disease OR Screening of hypertensive heart disease OR imaging of hypertensive heart disease AND therapy OR treatment OR management of hypertensive heart disease. Hasil penelitian mendapatkan 10 literatur yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 6 randomized controlled trial dan 4 review article. Pada penyakit jantung hipertensi kelainan struktural yang sering ditemukan ialah hipertrofi ventrikel kiri (konsentrik maupun eksentrik), dilatasi ventrikel kiri, disfungsi diastolik dan sistolik, yang dapat dideteksi lewat pemeriksaan EKG, ekokardiografi, rontgen toraks, dan CMR. Terapi penyakit jantung hipertensi menurut pedoman ACC/AHA yakni nonfarmakologi seperti pola diet DASH dan terapi farmakologi pilihan yaitu ACE-I atau ARB. Simpulan penelitian ini ialah pada penyakit jantung hipertensi terdapat hipertrofi ventrikel kiri, dilatasi ventirkel kiri, disfungsi diastolik maupun sistolik, dideteksi menggunakan EKG, ekokardiografi, rontgen toraks dan CMR. Terapi penyakit jantung hipertensi sesuai dengan pedoman penatalaksanaan ACC/AHA.

Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.

Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.

Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).

Pada akhir tahun 2021 muncullah SARS-CoV-2 varian omicron yang cepat menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Hal ini perlu disikapi perlunya revisi dalam diagnosis maupun tatalaksana. Lima Organisasi Profesi yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah bekerjasama dan bersepakat menerbitkan Buku Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi ke-4.

Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas fasilitasi perumusan kebijakan, pengoordinasian, pembinaan, fasilitasi layanan administrasi dan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan daerah dan program bidang Kelembagaan, Ketatalaksanaan, Kinerja dan Reformasi Birokrasi.

Dalam melaksanakan tugas Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai fungsi :

Neuralgia trigeminal (NT) ditandai oleh adanya nyeri seperti sengatan listrik singkat unilateral berulang, terbatas pada distribusi satu atau lebih cabang saraf trigeminal, onsetnya muncul dan berhenti tiba-tiba, dan dipicu oleh rangsangan yang normalnya tidak memunculkan rasa nyeri. Diagnosis NT adalah diagnosis klinis sesuai dengan kriteria diagnosis the International Classification of Headache Disorders. Pemeriksaan penunjang seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan tes elektrofisiologi diperlukan untuk menentukan etiologi. Etiologi NT penting untuk diketahui karena pendekatan terapi yang berbeda. Pada NT eksaserbasi akut terjadi peningkatan intensitas nyeri dan frekuensi serangan yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan anoreksia dan dehidrasi karena asupan makanan dan minuman akan memicu serangan nyeri. Perawatan di rumah sakit diperlukan untuk rehidrasi, pemeliharaan nutrisi, tatalaksana nyeri akut dan pengaturan dosis obat anti-konvulsan sebagai pencegahan nyeri atau sampai dilakukan tindakan lain seperti pembedahan atau neuroablatif sesuai indikasi.

Trigeminal neuralgia (TN) is characterized by recurrent, brief unilateral electric shock-like pain, limited to the distribution of one or more branches of the trigeminal nerve, appearing and stopping suddenly, and triggered by stimuli that are normally painless. TN is a clinical diagnosis according to the diagnostic criteria of the international classification of headache disorders. Investigations such as magnetic resonance imaging (MRI) and electrophysiological tests are required to determine the etiology. It is important to know the etiology of NT because of the different therapeutic approaches. In acute exacerbations of TN, the pain intensity increases and the frequency of attacks is very high. This condition causes anorexia and dehydration because drinking or eating will trigger pain attacks. Hospitalization is needed for rehydration, nutritional maintenance, acute pain management and dose adjustment of anti-convulsant drugs as pain prevention or until other measures such as surgery or neuroablatives are carried out as indicated.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages