www.iklangolf.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Damai Indah, BSD - Kamis, 25 November 2010.
Pada malam final pemilihan Miss Indonesia tahun kapan, katanya ada seorang peserta manis yang memilih 'Pangeran Diponegoro', sebagai tokoh idola. Senang dong para juri ada cewek yang memilih tokoh nasional, setelah semaleman dibombardir dengan nama-nama seperti Bill Gates, Britney Spears, Tyra Banks dan Tom Cruise.
"Hebat kamu ya, memilih pahlawan nasional sebagai idola", sanjung seorang juri. Dia malah kaget dan lari turun panggung, langsung menemui peserta dari Yogya teman sekamarnya. "Kok lo tega sih, bok. Gak ngasi tau bahwa Pangeran Diponegoro itu udah meninggal. Tengsin gue! Kapan sih meninggalnya?, tanyanya sewot. Miss Yogya menjawab kalem: "Mmmm, kira-kira 1830an gitu, deh!
Si cewek manis menutup mulut mungilnya dengan jejemari sambil matanya terbelalak indah, berseru: "Ya Alloh. Habis maghrib, dong!"
Ini cerita basi dan sering didaur ulang di tee box par 3 di seantero Indonesia, tapi masih lucu. :-D
Sekarang mulai serius ya. Kemarin kami main 3 flights, dalam rangka 'coba lapangan' untuk turnamen MKE (Masyarakat Kelistrikan Indonesia) yang akan berlangsung Minggu, 28 November 2010. Gue kebagian pairing dengan Iskandar Rajasa, Cok Simbara dan seorang 'master' dalam course management berusia 62 tahun, T. Marbun dari Klub Bintaro.
Cok main bagus banget wlalupun sepanjang jalan ngomel tentang sulitnya green BSD paska renovasi, berkontur, 'undulating' dan licin. Pak Marbun, walaupun jarang GIRs (green in regulations) tapi par terus. Komentarnya: "Kalau awak sudah berumur gini, apalagi yang diandalkan selain pitching dan putting, betul gak, teman-teman?".
Sementara Iskandar adalah tipe pegolf yang saya respek. Walaupun main belum kembali konsisten, tapi dia punya harga diri. Ketika banyak pegolf doyan 'memelihara' handicap (agar tetap tinggi), dia selalu klaim ber-handicap 18 (dari skor rata-rata mestinya handicap-nya 20 - 24).
"Itu target saya setiap main. Maksimal harus dibawah 90", jelasnya. Kemaren tak tercapai. Penyebabnya menurut saya karena arah bolanya selalu ke kanan. Bila hal ini terjadi, sebagian golfer langsung menyebutnya sebagai 'slice'. Padahal ada diagnosa lain. Tiger Woods mengidap 'penyakit' ini semenjak kembali main April lalu. Saat bolanya terbang ke kanan, dia - kalau gak banting stik - sering teriak: "Oh man, it's stuck!"
Bikin kuda-kuda dengan lebar sekitar 30 cm, swing santai (75% tenaga). Badan bawah akan lebih tertib (soalnya kalo terlalu aktif, lo bakal jatuh). Latihan ini akan membuat badan Anda memutar (bukan bergeser lateral), club head turun 'in and out' (tidak ekstrim) dan kedua tangan akan otomatis berputar memposisikan club face square saat impak (wah, istilahnya campur aduk, susah cari padanan kata dari bahasa dewek).
Try this at home. You'll beat the block and never miss right, anymore!
Amrie Noor.