SpeedUp Telkomsel Mifi 4G LTE yang belum lama ini beredar memiliki kelebihan ekstra. Peranti tersebut mendukung 4G LTE di frekuensi 900, 1800, dan 2300 MHz. Dengan kata lain, ia siap dipadukan dengan 4G LTE semua operator di Indonesia.
Kali pertama melihat tampilan fisiknya, sebagian calon pembeli mungkin akan senang sekaligus khawatir. Senang karena tampilan fisik SpeedUp Telkomsel Mifi 4G LTE (selanjutnya disingkat SpeedUp 4G) tergolong mungil dan elegan. Namun, juga khawatir lantaran di permukaan bodinya tercetak tulisan Telkomsel 4G LTE. “Wah, jangan-jangan harus pakai nomor Telkomsel.”
Tak perlu risau. Spesifikasi detail SpeedUp 4G menggembirakan kok. Berbincang soal tampilan fisik, peranti itu tergolong tipis dan tidak terlalu lebar. Bobotnya juga relatif ringan. Kalau diukur, dimensi fisiknya 98 x 63,5 x 13,6 milimeter dan berat 130 gram. Mau dimasukkan ke saku kemeja pun masih nyaman.
Warna putih agak mengilap dengan garis merah di samping bodi membuat SpeedUp 4G enak dipandang mata. Elegan dan tidak terkesan murahan. Layar OLED 1,44 inci di peranti itu siap menampilkan beragam informasi kepada pengguna. Awalnya, layar itu menyajikan kekuatan sinyal, kondisi baterai, jumlah kuota internet yang digunakan, dan jumlah peranti yang terkoneksi.
Kalau tombol power di sisi kanan peranti ditekan satu kali, tampilan layar bakal berubah. Kini yang ditampilkan nama hotspot dan password-nya. Untuk melihat informasi lain, pengguna hanya perlu menekan tombol power. Secara bergantian akan dimunculkan informasi sisa kuota, sisa pulsa, nomor IMEI, QR code, dan SMS masuk yang belum terbaca.
Namanya saja mifi alias mobile Wi-Fi, koneksi antara ponsel, tablet, atau laptop dan SpeedUp 4G memanfaatkan jalur Wi-Fi. Ada dua alternatif cara penyambungan. Pertama, dari dalam menu Wi-Fi gawai yang dipakai, pengguna menghubungkan diri dengan SpeedUp 4G. Berikutnya, pengguna mengetikkan password secara manual.
Alternatif kedua, pengguna gawai Android dipersilakan menginstalasikan aplikasi SpeedUp 4G LTE yang tersedia di Play Store dulu. Lewat aplikasi itu, pengguna kemudian mengarahkan kamera gawainya ke QR code yang ditampilkan di layar SpeedUp 4G. Proses pemindaian dilakukan dan dalam tempo singkat kedua peranti akan saling terhubung. Pengguna tak usah mengetikkan password lagi.
Hingga sebelas peranti dapat terkoneksi dengan SpeedUp 4G secara bersamaan. Sepuluh peranti di antaranya terhubung via Wi-Fi. Maksimal cuma satu peranti yang dapat terkoneksi dengan SpeedUp 4G lewat kabel USB.
Saatnya membicarakan kompatibilitas 4G LTE. Meskipun di bodinya tercetak tulisan Telkomsel 4G LTE, SpeedUp 4G tidak harus dipadukan dengan nomor Telkomsel. Mifi bernama lain SpeedUp M-42 itu berstatus unlocked. Pengguna leluasa memadukannya dengan nomor operator lain.
SpeedUp 4G dapat beroperasi di jaringan 4G LTE 900, 1800, dan 2300 MHz. Kalau diterjemahkan dengan bahasa yang lebih sederhana, ia bisa dipakai untuk menikmati layanan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat Ooredoo, Tri, Smartfren, dan Bolt. Semua operator dong? Iya!
Penulis alias HSW telah membuktikan kesesuaian peranti tersebut dengan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat Ooredoo, dan Smartfren. HSW tak bisa menjajalnya dengan Tri maupun Bolt. Sebab, layanan 4G LTE dua operator itu belum tersedia di Surabaya.

Khusus Smartfren, ada satu catatan khusus dari HSW. Di kota-kota besar, operator yang identik dengan warna merah itu mengoperasikan layanan 4G LTE di dua frekuensi: 850 dan 2300 MHz. Sedangkan di kota-kota kecil yang kebutuhan layanan 4G LTE-nya belum besar, Smartfren menggelar 4G LTE di frekuensi 850 MHz saja. Maknanya, kalau pengguna sehari-hari berada di kota kecil, SpeedUp 4G belum tentu bisa dipasangkan dengan nomor Smartfren.
Umpama tak mendapatkan sinyal 4G LTE, apakah SpeedUp 4G bisa otomatis turun ke jaringan 3G? Bisa. Saat pengguna berada di luar area layanan 4G LTE, mifi itu akan berpindah ke jaringan 3G. Peranti tersebut mendukung layanan akses data berbasis HSPA+ dengan kecepatan unduh sampai 21 Mbps.
Perkecualian berlaku untuk Smartfren dan Bolt. Pengguna dua operator itu memiliki dua kemungkinan saja. Yakni, mendapatkan sinyal 4G LTE atau tidak memperoleh sinyal sama sekali. SpeedUp 4G mustahil turun ke, contohnya, jaringan EvDO.
Sumber daya peranti mifi tersebut berasal dari baterai 2.050 mAh yang mudah dilepas pasang. SpeedUp mengklaim baterai itu sanggup bertahan sampai delapan jam. Mengacu kepada uji pakai yang dilakukan HSW, daya tahan nyata baterai bukan mustahil lebih lama daripada klaim tersebut. Rekornya, baterai SpeedUp 4G mampu menembus durasi delapan jam 20 menit.
Asal tahu, jumlah gawai yang terkoneksi dan perilaku pemakaian turut menentukan boros tidaknya konsumsi baterai. Selama menguji pakai SpeedUp 4G, HSW sering menghubungkan 2-3 gawai sekaligus ke peranti itu. Selama rentang waktu tersebut penggunaan internet cukup aktif. Hasilnya, baterai bawaan mifi setidaknya dapat bertahan selama tujuh jam. Tidak jelek, bukan?
Oh ya, SpeedUp 4G juga dibekali selot microSD. Kartu microSD berkapasitas sampai 32 GB bisa diselipkan ke sana. Selanjutnya file-file yang disimpan di kartu memori itu dapat diakses oleh gawai lain via Wi-Fi.
Kalau dirangkum, menurut HSW, SpeedUp 4G memiliki lima kelebihan dan satu kekurangan utama. Kelebihannya, pertama, pengguna tak perlu repot melakukan pengaturan. Setelah kartu dan baterai terpasang, pengguna tinggal menyalakan mifi. Siap pakai deh. Pengaturan APN dan aneka parameter lain akan dilakukan SpeedUp 4G secara otomatis. Bila pengguna merasa perlu mengubah pengaturan manual, misalnya, mengganti password dan APN, peranti itu tetap siap mengakomodasi.
Kedua, daya tahan baterainya tergolong awet. Ketika daya baterai melemah, pengguna tinggal menghubungkan SpeedUp 4G dengan charger atau power bank. Konektor charger-nya berwujud micro USB alias sama dengan mayoritas ponsel yang saat ini beredar di pasar.
Ketiga, SpeedUp 4G kompatibel dengan semua operator 4G LTE yang beroperasi di Indonesia. Keempat, peranti mifi tersebut dibekali layar yang memudahkan pengguna mengetahui informasi tertentu.
Kelima, khusus untuk pengguna gawai Android, di Play Store tersedia aplikasi SpeedUp 4G LTE yang mempermudah pengguna melakukan aneka pengaturan langsung dari layar gawai. Pengecekan sisa kuota dan pembelian paket internet dapat pula dilakukan via aplikasi tersebut.
Sisi minusnya, karena SpeedUp 4G didesain buat Telkomsel, sebagian fitur yang berhubungan dengan layar OLED tak berfungsi kala dipadukan dengan nomor operator lain. Ketika pengguna menekan tombol power untuk mengetahui sisa pulsa atau kuota, contohnya, mifi sebenarnya menjalankan perintah UMB/USSD.
UMB/USSD? Itu lho kode-kode yang diawali dengan tanda * dan diakhiri tanda #. Misalnya, *888# untuk mengecek sisa pulsa dan *889# untuk mengetahui sisa kuota. Nah, ketika kode UMB/USSD operator lain kebetulan berbeda dengan Telkomsel, informasi yang diinginkan akan gagal tersaji di layar.
Kesimpulan akhir versi HSW, SpeedUp 4G merupakan peranti mifi yang sangat layak beli. Saat ini mifi tersebut dijual online di Lazada.co.id dan Blanja.com. Harga ritelnya dipatok Rp 699 ribu.
Ingin memperoleh mifi itu secara “gratis”? Belilah SpeedUp 4G yang dibundel dengan kuota internet Telkomsel 144 GB. Harganya Rp 2,28 juta. Dua situs online di atas seringkali menggelar promo sehingga harga jualnya lebih rendah dibandingkan harga resmi. Sedangkan jalur penjualan offline sementara baru tersedia di GraPARI Telkomsel area Jabodetabek.
Kok Rp 2,28 juta? Tadi katanya “gratis”. Hmm… itu ada perhitungannya. Paket penjualan SpeedUp 4G termasuk kuota internet 144 GB selama 12 bulan. Setiap bulan pengguna diberi jatah 12 GB yang terdiri atas 1 GB yang bebas dipakai di jaringan apa pun, 9 GB di jaringan 4G saja, dan 2 GB kuota internet tengah malam.
Anggaplah kuota internet tengah malamnya hangus karena Anda enggan bergadang. Berarti, tersedia kuota internet 10 GB per bulan. Kuota itu selanjutnya dikonversi ke rupiah. Perhatikan harga paket internet simPATI di situs Telkomsel ini http://www.telkomsel.com/tabel-tarif-broadband?p=8&b=2.
Lantaran tidak tersedia pilihan kuota 10 GB, kita mengacu kepada harga paket internet 8 GB. Buat HSW yang sehari-hari tinggal di Surabaya, paket internet itu dibanderol Rp 290 ribu. Kalau dikalikan 12 bulan, berarti total pengeluaran sebesar Rp 3,48 juta alias melebihi harga SpeedUp 4G plus kuota internet 144 GB.
Jadi, dengan membeli SpeedUp 4G bundel kuota internet Telkomsel 144 GB Anda bisa berhemat sekaligus memperoleh mifi gratis, bukan? Anda yang berada di Jakarta, Bandung, Semarang, dan kota-kota lain silakan coba menghitungnya sendiri.
Salam,
Herry SW