Smartband Infinix Xband menjadi peranti sandang pertama Infinix yang resmi dipasarkan di sini. Xband ibarat aksesori 2-in-1. Ia berfungsi sebagai gelang pintar sekaligus headset bluetooth. Harga ritelnya Rp 599 ribu.
Xband tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan emas. Kali pertama melihat fotonya, kemudian memegang produk aslinya, penulis alias HSW langsung teringat dengan Huawei TalkBand B2. Desain dua peranti itu bak pinang dibelah dua. Namun, harga jual keduanya berbeda sangat jauh.
Seberapa jauh? Karena Xband dijual secara online via Lazada, HSW awalnya mencermati harga TalkBand B2 di marketplace tersebut. Hasilnya, harga termurah TalkBand B2 di Lazada Rp 1,899 juta. Mahal, tetapi sebenarnya sudah turun signifikan dibandingkan harga perdananya. Dulu, saat baru diluncurkan, harga jual peranti itu lebih dari Rp 2 juta. HSW lupa tepatnya Rp 2,499 juta atau Rp 2,999 juta.
HSW kemudian menelusuri harga jual TalkBand B2 di Bukalapak. Harga terendah Rp 1,5 juta. Sedangkan di Blibli, harga termurah produk yang sama Rp 1,919 juta. Andaikan dana berjumlah sama dibelikan Xband, konsumen akan memperoleh 2-3 unit. Dan… masih ada sisa uang.
Dalam uji pakai kali ini HSW menggunakan Xband warna hitam. Alasan pemilihan varian warna itu sangat sederhana. HSW tak cukup percaya diri mengenakan Xband warna emas yang gemerlap.
Tali Xband terbuat dari kulit. Tersedia sepuluh lubang di tali tersebut. Panjang talinya lebih dari cukup. Buktinya, HSW yang memiliki pergelangan tangan besar pun bisa mengaitkan tali di lubang keenam. Masih tersisa tiga lubang lagi. Pengguna yang mempunyai pergelangan tangan kecil pasti akan menyisakan lebih banyak lubang.
Tali kulit di Xband dapat dilepas pasang dengan mudah. Pengguna cukup memakai kuku untuk menggeser pengait tali jam. Sama sekali tak perlu memanfaatkan obeng atau alat bantu lain. Jadi, seandainya suatu ketika pengguna bosan dengan tampilan tali Xband, dia tinggal mampir ke toko jam untuk membeli tali pengganti.
Sebelum menghubungkan Xband dengan ponsel Android via bluetooth, pemilik gelang pintar itu perlu menginstalasikan aplikasi X-Band yang tersedia di Google Play Store. Masukkan kata kunci Xband, lalu pilih aplikasi X-Band keluaran Wheatek inc. Berikutnya, aktifkan bluetooth ponsel, jalankan aplikasi X-Band, dan ikuti petunjuk yang tersaji di layar.
Xband secara umum memiliki dua bagian utama. Pertama, unit utama Xband yang dilengkapi layar POLED 0,96 inci dan dapat difungsikan sebagai headset bluetooth. Kedua, tali kulit yang saat terpasang akan menyatu dengan cangkang. Di kiri-kanan cangkang itu terdapat tombol mungil untuk melepaskan unit utama Xband.
Kalau ingin mengaktifkan layar Xband, pengguna cukup memutar pergelangan tangan dengan agak keras. Alternatif lain, tekanlah tombol di sisi kanan unit utama. Layar gelang pintar akan menampilkan waktu dan tanggal terkini. Sapukan jari ke atas atau bawah untuk melihat menu lain Xband.
Tampilan penunjuk waktu di Xband leluasa diubah. Saat layar menyajikan waktu alias jam, sentuhkan jari ke permukaan layar peranti itu. Tahan sampai Xband terasa bergetar. Selanjutnya, sapukan jari ke atas atau bawah hingga menemukan tampilan yang disukai. Akhiri dengan mengetuk layar satu kali.
Melalui aplikasi Xband yang telah diinstalasikan di ponsel, pengguna bisa mengatur ragam notifikasi yang ingin diteruskan ke ponsel. Selama uji pakai, HSW memadukan Xband dengan ponsel dual SIM. Notifikasi diaktifkan khusus untuk fitur telepon, SMS, email, dan WhatsApp.
Bagaimana hasilnya? Saat ada panggilan telepon masuk, baik ke nomor pertama maupun kedua, Xband spontan bergetar sambil menampilkan nama atau nomor penelepon. Kalau panggilan masuk itu ingin diterima tanpa menyentuh ponsel, pengguna tinggal menekan dua tombol di kiri-kanan cangkang, kemudian melepaskan unit utama Xband.
Kaitkan unit utama Xband di telinga dan silakan berhalo-halo seperti sedang memakai headset bluetooth. Pengguna bakal mendengar suara lawan bicara dengan cukup jelas, walaupun tidak ekstrabening. Sementara itu, lawan bicara kadang dapat menangkap suara pengguna dengan jelas, kadang sebaliknya. Kalau dikomparasikan dengan headset bluetooth konvensional, kualitas suara yang dihasilkan Xband setara dengan headset bluetooth berharga jual sekitar Rp 300 ribu.
Tampilan notifikasi kala ada SMS atau email masuk relatif sama. Xband sebatas menyajikan nama, nomor pengirim SMS, atau alamat pengirim email. Isi pesan tak bisa dibaca di layar Xband. Pengguna harus membuka ponsel miliknya untuk membaca isi SMS maupun email.
Kondisi yang agak unik terjadi dengan notifikasi WhatsApp. Saat pengguna mendapatkan panggilan WhatsApp Call, Xband rajin memberikan notifikasi. Anehnya, Xband sama sekali tak mampu memberikan notifikasi ketika ada pesan WhatsApp baru yang masuk ke ponsel.
Fitur lain peranti dengan kode tipe XB01 itu, di antaranya, alarm, penghitung langkah kaki, dan penghitung jumlah kalori yang dibakar. Pemantauan yang lebih intensif dilakukan saat pengguna berlari. Xband akan menyajikan jumlah langkah kaki, durasi aktivitas, sekaligus jumlah kalori yang dibakar secara bersamaan.
Lupa meletakkan ponsel di mana? Asalkan ponsel yang menghilang itu terhubung dengan Xband, mintalah bantuan fitur phone finder. Tekan tombol di sisi kanan Xband selama satu detik, sapukan jari ke bawah satu kali sampai terlihat ikon kaca pembesar, lalu ketuklah layar.
Dengarkan baik-baik. Seharusnya akan terdengar melodi mengalun diikuti suara right here… right here…. Nah, ponsel yang terselip berhasil ditemukan deh.
Fitur tersebut tetap berfungsi sempurna walaupun ponsel sedang dalam mode sunyi (silent) atau bergetar (vibrate). Silakan mencermati klip video cara kerjanya di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=2T41rl4GPvQ
Xband memiliki rating IP55. Hal itu bermakna peranti tersebut tahan terhadap percikan air. Saat pengguna mencuci tangan atau berwudu, contohnya, Xband tetap boleh dipakai. Namun, ketika pengguna mandi, berendam, atau berenang, gelang pintar berdimensi fisik 46,6 x 20 x 10,5 milimeter dan berat 26,7 gram itu wajib dilepaskan.
Dengan perilaku pemakaian ala HSW, sekali diisi ulang baterai Xband dapat bertahan sampai tiga hari. Konektor charger Xband berwujud micro USB. Waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang daya sampai penuh tak lebih dari satu jam.
Menurut HSW, Xband memiliki satu kekurangan mayor dan dua kekurangan minor. Kekurangan mayor alias kekurangan utamanya, saat akan dilepaskan dari cangkang, tidak tersedia pegas yang cukup kuat untuk mendorong unit utama Xband. Pengguna harus menarik/mengangkat unit utama itu.
Beralih ke kekurangan minor. Sisi minus yang juga ditemukan di smartband berharga jual lebih mahal HSW masukkan ke daftar kekurangan minor. Apa saja? Pertama, saat difungsikan sebagai headset bluetooth, peranti itu sulit melekat erat di telinga. Kedua, Xband kurang akurat dalam menghitung langkah kaki pengguna. Rutin terjadi, gerakan-gerakan saat HSW mengendarai sepeda motor dianggap Xband sebagai aktivitas berjalan kaki.
Kesimpulan akhir versi HSW, kalau Anda memerlukan gelang pintar yang setia memberikan notifikasi telepon, SMS, dan email, Xband layak dipertimbangkan. Ketika suatu hari perlu bertelepon sambil mengetik atau mengemudi, di pergelangan tangan Anda telah tersedia headset bluetooth siap pakai. Xband bukan pilihan tepat buat Anda yang ingin merekam aktivitas harian dengan presisi.
Sampai saat ini, jalur pemasaran resmi Xband hanya via Lazada. Karena permintaan dan penawaran tampaknya tidak seimbang, Anda yang berminat membeli peranti itu sebaiknya rajin memantau akun Facebook Infinix Mobile atau Twitter @infinixindo. Calon pengguna pria disarankan membeli Xband warna hitam, sedangkan calon pengguna wanita direkomendasikan meminang Xband warna emas.
Salam,
Herry SW