WTI: Review Mito 119

31 views
Skip to first unread message

Herry SW

unread,
Aug 23, 2014, 3:31:52 AM8/23/14
to gadge...@googlegroups.com
Supaya ukuran email tidak terlalu besar, hanya enam di antara sepuluh foto yang saya kirimkan ke milis. Versi lengkap dapat dibaca di http://goo.gl/6s3rUP
 
Tautan di atas boleh Anda informasikan dan sebarkan kepada orang lain.
 
Tanpa konfirmasi dan izin tertulis, dilarang memakai naskah review ala HSW untuk materi promosi atau bahan penunjang berjualan.

 
Pemain yang berhasil mencetak tiga gol dalam sebuah pertandingan sepak bola diistilahkan sukses menciptakan hattrick. April lalu, ponsel Mito juga mampu membuat hattrick. Tiga unit ponsel Mito yang penulis uji pakai masing-masing rusak dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam. Padahal, satu unit Mito A90 dan dua unit Mito Fantasy Tipe A350 itu penulis gunakan dengan sangat wajar. Belum diajak bekerja keras.

Kerusakan tiga ponsel secara beruntun tersebut menempatkan Mito sebagai pelopor. Pasalnya, selama menguji pakai ratusan ponsel dengan beragam merek, penulis belum pernah mengalami kondisi serupa. Prestasi ala Mito itu terhenti di Mito 119. Setelah melewati 1 x 24 jam, 119 masih berfungsi normal. Rekor baru!

Ponsel dual SIM GSM-GSM yang dilengkapi kamera putar merupakan nilai jual utama 119. Satu-satunya kamera di ponsel itu dapat diputar hingga 200 derajat. Saat ingin selfie, pengguna tinggal memutarnya ke arah depan. Tuntas selfie, putarlah kembali ke belakang.

Kamera tersebut tanpa fokus otomatis, tetapi dilengkapi lampu kilat. Foto yang dihasilkan maksimal beresolusi 1.280 x 960 piksel atau setara dengan 1,23 megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, ia hanya sanggup memproduksi klip video beresolusi maksimal 320 x 240 piksel. Dalam proses pembuatan firmware, sepertinya ada satu fitur terkait kamera yang terlewatkan. Buktinya, biarpun ponsel sudah diatur berbahasa Inggris, tetap ada pilihan menu perekam video. Bukan video recorder.

Berbincang soal kinerja kamera, objek yang tersaji di layar ponsel saat akan memotret tak sesuai dengan tatapan mata. Seolah ponsel itu menggunakan lensa kamera semitele. Sehingga, cakupan objek yang tampil di layar lebih sedikit daripada yang ditangkap mata telanjang.

Bukan hanya itu. Foto nyata yang dihasilkan kamera 119 juga belum tentu sesuai dengan komposisi awal yang terlihat di layar. Objek yang dijepret secara vertikal, bukan mustahil hasilnya horizontal. Bingung? Bayangkan saja Anda akan membuat pas foto, tetapi hasilnya malahan foto diri yang mendatar. Di kiri-kanannya terdapat ruang sisa. Ini contohnya.

Bluetooth, radio FM, perekam percakapan, kalkulator, jam dunia, dan lampu senter merupakan sebagian fitur lain 119. Lampu senter ponsel itu sebenarnya memanfaatkan lampu kilat kamera. Daripada masuk ke menu ponsel, ada cara lain yang lebih cepat untuk menyalakan lampu senter. Cukup tekan dan tahan keypad angka nol selama beberapa detik. Lakukan langkah serupa untuk memadamkannya.

Buku telepon 119 berkapasitas 500 nama, tetapi single entry saja. Maksudnya, satu nama hanya dapat dipadukan dengan satu nomor telepon. Ponsel dengan konektor charger micro USB itu juga dilengkapi fitur blacklist untuk menyaring panggilan telepon dan SMS masuk.

Nada dering telepon dua nomor GSM yang sedang siaga di 119 dapat dibedakan. Pengguna leluasa memanfaatkan file MP3 sebagai nada dering. Hal serupa berlaku untuk nada SMS. Dengan demikian, pengguna tak perlu bingung kala menerima panggilan telepon atau SMS. Dari suara yang terdengar saja, pengguna sudah bisa mengidentifikasi ke nomor mana panggilan telepon atau SMS itu ditujukan.

Daya tampung memori internal 119 sangat mungil. Hanya 85,5 KB. Ya, kilobyte, bukan megabyte. Karena itu, idealnya pengguna menyelipkan kartu microSD ke selot yang tersedia. Tanpa dipadukan dengan kartu memori tambahan, ponsel itu takkan dapat digunakan secara maksimal.

Saat ini Mito 119 dijual di kisaran harga Rp 310 ribu. Paket penjualan termasuk baterai lithium ion 1.000 mAh, kepala charger dengan output 0,5 Ampere, kabel micro USB, dan handsfree berkabel. Tentu saja pembeli juga akan memperoleh kardus, buku panduan pemakaian, dan kartu garansi.

Ketika di dunia ini sudah tak tersedia ponsel lain, padahal Anda perlu berkomunikasi secara mobile, penulis merekomendasikan Anda membeli 119. Kalau masih ada pilihan lain, sebut saja Alcatel OT-090 yang harga barunya cuma Rp 99 ribu, ponsel berlayar hitam putih itu lebih pantas dipinang. Apalagi, bila kebutuhan Anda sekadar bertelepon. Suara yang terdengar di earpiece OT-090 kala dipakai bertelepon justru lebih jelas daripada 119.

***

Aneka foto yang dihasilkan kamera 119. Seluruhnya dijepret tanpa memakai lampu kilat.

Boneka dan mainan yang dijadikan objek foto ini diletakkan di atas lemari yang berada di dalam kamar. Cahaya menerobos masuk lewat jendela di sisi kanan. Cahaya yang tersedia tidak sangat terang, tetapi masih sangat memungkinkan mata untuk melihat detail masing-masing boneka dengan mata telanjang.

 

 

Salam,

 

Herry SW

..::Junian@GMaiL::..

unread,
Aug 23, 2014, 12:45:44 PM8/23/14
to gadge...@googlegroups.com
"Ketika di dunia ini sudah tak tersedia ponsel lain, padahal Anda perlu berkomunikasi secara mobile, penulis merekomendasikan Anda membeli 119. "



sadis, haha.....
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages