Selamat pagi selamat bersiap-siap utk memulai aktivitas kerja di pagi hari & smoga utk ini Ilahi Allahu Robbi ttp mengarunai sht afiat senang smangat shg memberikan enerji cukup utk memulai aktivitas pagi ini serta juga smoga slalu dlm ampunan n lindungan-Nya.
Enerji atau tenaga dlm bhs Indonesia sangat memegang peranan penting dlm kehidupan manusia di dunia krn ini sangat erat kaitannya dg kenikmatan kenyamanan. Enerji ini bisa datang dari luar maupun timbul dari dalam manusia itu sendiri, kalau enerji dari luar spt misalnya sebgmn skrng yg sedang diributkan hangat2nya adalah BBM yg oleh pemerintah akan dinaikkan harganya jelas ini akan mempengaruhi kenyamanan orang dlm memperolehnya sedang enerji dari dlm spt misalnya orang bisa mendapatkan enerji cukup dlm tubuh saat dia bangun dr tidurnya utk pemulihan enerji setlh capek seharian beraktivitas atau kalau orang yg memiliki spritual tinggi krn kedekatan nya melakukan amal ibadah berdzikir kpd-Nya shg enerji Yang Maha Kuasa terinduksi kpdnya sebgmn janji-Nya akan menimbulkan ketenangan kenyamanan batin pd orang tsb. Kita tahu sumber enerji yg paling dahsyat tak terhingga kita tdk bisa mengukurnya adalah Allah Yang Maha Kuasa yg merupakan cahaya yg sangat menyilaukan dimana manusia biasa tdk akan mampu menatapnya kecuali Rasulullah saat beliau menemui-Nya di Arsy menerima perintah sholat. Jadi kalau saat ini kita tahu bahwa cahaya Matahari itu menyimpan/mengeluarkan enerji yg luarbiasa besar sebgmn rumus Einstein maka bgmn dahsyat luarbiasanya enerji yg dimiliki Allah Swt yg menciptakan Matahari itu sendiri. Suatu saat saya pernah bertemu seseorang yg masuk dlm kumpulan ahli dzikir atau Toriqoh, dia mengatakan bahwa semakin tinggi spiritual seseorang kedekatannya kpd Allah Swt maka dlm diri orang tsb akan mengeluarkan cahaya sesuai tingkatan spiritualnya (ini hasil dari penelitian yg dilakukan) spt misalnya Syech Abdul Qodir Jaelani akan mengeluarkan cahaya putih atau Nabi Khaidir As akan mengeluarkan cahaya hijau. Kebetulan suatu saat saya punya pengalaman spritual diajak oleh seseorang yg diberi kelebihan atau keramat oleh-Nya berdoa di pantai laut pd jam 2 - 3 malam, setlh berdoa sekitar 1 jam bermunajad kpd Allah & dg ridlo serta izin-Nya, masya Allah kagum dahyat luarbiasa tiba2 di permukaan laut di pinggir pantai kita berdiri disaksikan sekitar 7 orang muncul cahaya terang dr dasar laut bergelembung ke permukaan laut dg radius 50 m2 yaitu cahaya berwarna putih & hijau. Lalu saya bertanya sm beliau orang keramat tsb : Ini apa ? Beliau menjawab : Ini nur/cahaya nya Syech Abdul Qodir Jaelani & Nabi Allah Khaidir As. Begitu beliau mengatakan ini langsung saya ingat kpd orang Toriqoh yg pernah saya ketemu & mengatakan tingkatan spiritual Syech Abdul Qodir Jaelani akan mengeluarkan cahaya putih & tingkatan spiritual Nabi Khaidir As akan mengeluarkan cahaya hijau... Subhanallah...Allahu Akbar.
Jadi dari penjelasan diatas terlihat jelas bahwa enerji sangat memegang peranan penting dlm segala aspek kehidupan manusia shg kalau ada usaha utk mengurangi atau menyulitkan dlm mendapatkan enerji pasti akan membuat manusia bergolak menentang krn menyangkut atau berkaitan erat dg kenyamanan kenikmatan manusia. Marilah kita terus berupaya utk mendapatkan enerji yg sejati murni yaitu cahaya Allah Swt dg terus mendekatkan diri beramal ibadah dg baik kpd-Nya & berwasilah lewat contoh yg disunnahkan Rasulullah Saw krn dg cahaya Allah inilah yg sebenar-benarnya kenyamanan ketenangan kenikmatan yg dibutuhkan manusia yg bersifat kekal bukan enerji lainnya yg hanya bersifat sementara. Wallahu a'lam...kurang lebihnya mohon maaf. Terus n terus berusaha berdoa berkarya & sukses.
Salam,
Ali A
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Di pantai utara jawa, pada musim timur ada sejenis plankton (Noctiluca scintillans) yang akan berpendar ketika bertemu dengan udara. Warnanya hijau menyala ketika kena riak ombak atau dilempar batu maka akan membentuk lingkaran penjalaran riak air. Jika dilempar dengan beberapa batu akan membentuk motif superposisi dari riak-riak tersebut, indah bangeut. Biasanya pada musim tersebut, kandungan Oksigen terlarut dalam air sangat rendah, sering menimbulkan kematian masal ikan di tambak juga ikan di pesisir. Jadi walaupun indah, fenomena tersebut tidak dikehendaki nelayan.
Wan Ali,
Untuk penggabungan dan pemisahan roh dan jasad, sampeyan tdk bisa menggunakan hukum energi. Inilah salahnya, karena sampeyan sdh terbiasa dengan pengertian bahwa roh dan jasad itu kayak dua hal yg berbeda, dan masing2 bisa meninggalkan yg lain dan punya properti sendiri2. Itulah salahnya sekolah2 kita mengajari dan mencekoki anak2. Coba sampeyan analogikan dengan lilin yg menyala. Kemana perginya api kalau lilin itu kita tiup sampai mati? Dan apakah api bisa timbul kalau tdk ada temperatur di sumbu?
No. 1: Sampeyan terbalik. Daya = Energi/delta time. Artinya, energi per satuan waktu itulah namanya daya.
No. 2: Jika Nur Allah itu dalam bentuk cahaya (apapun dan berapapun frekuensinya), maka Allah memiliki sifat dualisme, ie: dia dlm bentuk partikel dan gelombang. Jika sampeyan percaya hal ini, mari kita rame ciptakan instrumen pengukur kehadiran Allah. Dan jangan lupa untuk ngajak2 Schroedinger dan Heisenberg untuk menentukan posisi Allah. Wkwkwkwkw…..
No. 3: Tidak ada cahaya aura. Sampeyan ketipu oleh oleh tukang foto “aura” macam yg di ITC itu. Dg bayar 40rebu, sampeyan dapat print2an “foto aura”. Sebenarnya, yg ditangkap oleh kamera merah infra (IR) yg keluar dari tubuh kita. Tiap2 orang akan berbeda, karena lemak di kulit yg merupakan kapasitor panas pada tiap2 org yg berbeda-beda pula tebalnya. Dan ini mempengaruhi profil panas yang ditangkap kamera IR ini. Apalagi kalau sampeyan lari2 di tempat dulu sebelum difoto, maka warna kuning-orange-merah yg banyak muncul.
No. 4 : Jin itu karangannya orang Timur Tengah untuk menjelaskan fenomena yg dulu belum diketahui, dan istilah itu bias budaya. Contoh: sebelum Robert Koch menemukan bakteri penyebab TBC muntah darah, maka orang2 TimTeng dulu bilangnya itu kena jin, makanya dilakukan ruqyah untuk mengusir jin. Padahal jin yg bikin muntah darah itu sendiri kan nggak ada bukan?
Mustinya, sampeyan dg sekolah di TF lebih bisa menjelaskan secara rational fenomena2 alam ketimpang malah meng-hubung2-kan dengan mistis & yg gaib.
Sentanu : betul, saya sering melihat plankton2 tsb berkerlip di tengah laut. Mudah2an tidak disebut jin laut oleh orang Arab J
Regards,
Ary Retmono
1° 16' 9.19"S, 116° 49' 34.94"E
Ampuuun Wan Ali, itu harusnya Ario, krn Ario yg ngemail :-p
Regards,
Ary Retmono
1° 16' 9.19"S, 116° 49' 34.94"E
Har, kata guru agamaku dulu, “Agama itu hanya untuk orang2 yg berpikir”. Jadi kesimpulanku, mari kita berpikir dengan nalar yang benar, logika yang benar, dan menggunakan ilmu lain (fisika, kimia, matematika, biologi, kedokteran, dll) dg benar pula.
Regards,
Ary Retmono
1° 16' 9.19"S, 116° 49' 34.94"E
To unsubscribe from this group, send email to ft79-itb+u...@googlegroups.com.
Ha ha Ali bisa juga mengangkat polemik, tuh kan jadi banyak yang menanggapi !, lanjut Ali …….. terutama yang berkaitan dengan kitab merah