Re: Enerji...berkaitan erat dg kenikmatan kenyamanan

13 views
Skip to first unread message

cheri...@yahoo.com

unread,
Mar 12, 2012, 9:25:20 PM3/12/12
to ft79...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum,

Selamat pagi selamat bersiap-siap utk memulai aktivitas kerja di pagi hari & smoga utk ini Ilahi Allahu Robbi ttp mengarunai sht afiat senang smangat shg memberikan enerji cukup utk memulai aktivitas pagi ini serta juga smoga slalu dlm ampunan n lindungan-Nya.
Enerji atau tenaga dlm bhs Indonesia sangat memegang peranan penting dlm kehidupan manusia di dunia krn ini sangat erat kaitannya dg kenikmatan kenyamanan. Enerji ini bisa datang dari luar maupun timbul dari dalam manusia itu sendiri, kalau enerji dari luar spt misalnya sebgmn skrng yg sedang diributkan hangat2nya adalah BBM yg oleh pemerintah akan dinaikkan harganya jelas ini akan mempengaruhi kenyamanan orang dlm memperolehnya sedang enerji dari dlm spt misalnya orang bisa mendapatkan enerji cukup dlm tubuh saat dia bangun dr tidurnya utk pemulihan enerji setlh capek seharian beraktivitas atau kalau orang yg memiliki spritual tinggi krn kedekatan nya melakukan amal ibadah berdzikir kpd-Nya shg enerji Yang Maha Kuasa terinduksi kpdnya sebgmn janji-Nya akan menimbulkan ketenangan kenyamanan batin pd orang tsb. Kita tahu sumber enerji yg paling dahsyat tak terhingga kita tdk bisa mengukurnya adalah Allah Yang Maha Kuasa yg merupakan cahaya yg sangat menyilaukan dimana manusia biasa tdk akan mampu menatapnya kecuali Rasulullah saat beliau menemui-Nya di Arsy menerima perintah sholat. Jadi kalau saat ini kita tahu bahwa cahaya Matahari itu menyimpan/mengeluarkan enerji yg luarbiasa besar sebgmn rumus Einstein maka bgmn dahsyat luarbiasanya enerji yg dimiliki Allah Swt yg menciptakan Matahari itu sendiri. Suatu saat saya pernah bertemu seseorang yg masuk dlm kumpulan ahli dzikir atau Toriqoh, dia mengatakan bahwa semakin tinggi spiritual seseorang kedekatannya kpd Allah Swt maka dlm diri orang tsb akan mengeluarkan cahaya sesuai tingkatan spiritualnya (ini hasil dari penelitian yg dilakukan) spt misalnya Syech Abdul Qodir Jaelani akan mengeluarkan cahaya putih atau Nabi Khaidir As akan mengeluarkan cahaya hijau. Kebetulan suatu saat saya punya pengalaman spritual diajak oleh seseorang yg diberi kelebihan atau keramat oleh-Nya berdoa di pantai laut pd jam 2 - 3 malam, setlh berdoa sekitar 1 jam bermunajad kpd Allah & dg ridlo serta izin-Nya, masya Allah kagum dahyat luarbiasa tiba2 di permukaan laut di pinggir pantai kita berdiri disaksikan sekitar 7 orang muncul cahaya terang dr dasar laut bergelembung ke permukaan laut dg radius 50 m2 yaitu cahaya berwarna putih & hijau. Lalu saya bertanya sm beliau orang keramat tsb : Ini apa ? Beliau menjawab : Ini nur/cahaya nya Syech Abdul Qodir Jaelani & Nabi Allah Khaidir As. Begitu beliau mengatakan ini langsung saya ingat kpd orang Toriqoh yg pernah saya ketemu & mengatakan tingkatan spiritual Syech Abdul Qodir Jaelani akan mengeluarkan cahaya putih & tingkatan spiritual Nabi Khaidir As akan mengeluarkan cahaya hijau... Subhanallah...Allahu Akbar.
Jadi dari penjelasan diatas terlihat jelas bahwa enerji sangat memegang peranan penting dlm segala aspek kehidupan manusia shg kalau ada usaha utk mengurangi atau menyulitkan dlm mendapatkan enerji pasti akan membuat manusia bergolak menentang krn menyangkut atau berkaitan erat dg kenyamanan kenikmatan manusia. Marilah kita terus berupaya utk mendapatkan enerji yg sejati murni yaitu cahaya Allah Swt dg terus mendekatkan diri beramal ibadah dg baik kpd-Nya & berwasilah lewat contoh yg disunnahkan Rasulullah Saw krn dg cahaya Allah inilah yg sebenar-benarnya kenyamanan ketenangan kenikmatan yg dibutuhkan manusia yg bersifat kekal bukan enerji lainnya yg hanya bersifat sementara. Wallahu a'lam...kurang lebihnya mohon maaf. Terus n terus berusaha berdoa berkarya & sukses.

Salam,
Ali A

Powered by Telkomsel BlackBerry®

suharyadi partodiyono

unread,
Mar 13, 2012, 5:56:34 AM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com
Wan Ali, wah pengalaman anda luar biasa. Saya percaya anda merasa melihat cahaya, namun apakah tafsirnya memang seperti itu?
Timbul pertanyaan bagi saya :
1. Kalo itu yang melihat orang Amerika sana, mungkin tafsirnya : itu UFO
2. Kalo yang melihat itu pembawa acara hantu di Trans 7, atau pengikut kebatinan, tafsirnya mungkin : itu Nyi Roro Kidul..
3. Kalo itu ditanyakan ke psikiater, mungkin tafsirnya itu halusinasi.
4. Kalo itu ditanyakan ke pak Andrianto, mungkin tafsirnya itu fenomena optik.
5. Kalo itu ditanyakan ke salah satu Ustadz di Salman, mungkin tafsirnya : itu mungkin jin.
Jadi, bagaimana kita tahu mana yang benar????
Agar kepercayaan kita terhadap sesuatu jangan malah menjerumuskan kita.
Mohon maaf loh, karena memang saya awam, dan cerita2 yang "luar biasa" seperti itu sering kita dengar.




From: "cheri...@yahoo.com" <cheri...@yahoo.com>
To: ft79...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, March 13, 2012 8:25 AM
Subject: Re: Enerji...berkaitan erat dg kenikmatan kenyamanan
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "ft79-itb" group.
To post to this group, send email to ft79...@googlegroups.com.
To unsubscribe from this group, send email to ft79-itb+unsub...@googlegroups.com.
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/ft79-itb?hl=en.



cheri...@yahoo.com

unread,
Mar 13, 2012, 6:34:55 AM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com
Alhamdulillah cak Har tergelitik terusik keimanannya terus bertanya spt itu... bagus apik cak. Sebelumnya saya minta maaf klo smp terprucut keluar tulisan dr pengalaman saya sendiri yg spt itu krn ini sangat sensitif thd persepsi penerimaan masing2 orang & sangat bs menimbulkan anggapan pikiran yg ngacau ga msk akal khayal atau spt pertanyaan2 yg diajukan cak Har. Kalau sy bs menjelaskan sesuai insya Allah pengetahuan kemampuan & pengalaman yg sy miliki dari-Nya yaitu persepsi2 atau pertanyaan2 itu timbul sangat bergantung dari keyakinan hidayah & tingkat keimanan serta pengetahuan kpd-Nya dari masing2 orang tsb. Ini tdk menjadi masalah kita harus saling menghargai asal bs dipertanggun jawabkan pernyataannya, boleh tdk percaya yg penting asal jgn meledek mencaci menghina termsk sekalipun itu cerita soal wali kekeramatan seseorang krn klo meremehkan meledek itu nanti urusannya kpd-Nya. Ingat yg boleh dipercaya & harus oleh orang Islam adalah hal2 yg sdh jelas wajib dipercaya spt rukun islam rukun iman 25 Nabi Al-Qur'an sunnah Nabi Muhammad Saw dll selain ini boleh percaya atau tdk asal tdk menghina/mencaci krn semua ini tergantung keyakinan yg dianut, tingkat keimanan, pengetahuan & hidayah dari/kpd Tuhan. Jadi jelas silakan mana yg bs dipercaya & ini cak Har yg bs sy jelaskan sesuai pengetahuan/kemampuan & pengalamanku smoga bs memuaskan atau sesuai yg diinginkan klo blm mungkin bs tanya kpd lainnya yg dianggap lbh mumpuni. Maaf cak & suwun thanks a lot...


Salam,
Ali A
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: suharyadi partodiyono <harya...@yahoo.com>
Date: Tue, 13 Mar 2012 02:56:34 -0700 (PDT)
To unsubscribe from this group, send email to ft79-itb+u...@googlegroups.com.

ario witjakso

unread,
Mar 13, 2012, 8:10:59 AM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
Mohon maaf sebelumnya, jika saya salah .
Ketika kita belajar di ft itb coba-coba untuk mengelas, yaitu menyatukan gelas dengan gelas, logam dengan logam, ternyata energi yang dipakai untuk itu cukup besar, temperatur tinggi. kwh listrik melonjak.naik. dari pemikiran tersebut coba saya bayangkan berapa besar energi yang dibutuhkan untuk menyatukan roh dan jasad ?, dan berapa pula energi yang dibutuhkan untuk memisahkan roh dan jasad. Paling tidak malaikat maut harus mempunyai minimum 2x dari energi tersebut diatas.
satu hal lagi dari sisi fisika mungkin dapat saya tambahkan bahwa :
1. Energy berbeda sekali dengan daya karena daya yang kecil dalam waktu sesaat bisa menghasilkan energi yang besar (dalam bidang listrik fenomena ini dikenal juga dengan surge voltage)
2. Cahaya putih atau hijau adalah gelombang tampak yang ada pada frekwensi dan amplitudo tewrtentu, sedangkan Nur Allah saya yakin pada lebar frekwensi yang lebih luas, sehingga bisa mencakup gelombang suara, gelombang cahaya, maupun gelombang ultrasonik. dan semuanya tergantung sensitifitas sensor yang menerimanya, jika dipertajam kepekaaannya. insyaallah bisa menagkap sinyal-sinyal tersebut.
3. Cahaya batin termasuk cahaya metafisika yang sering disebut orang dengan aura, dan pada saat ini sudah dapat di diteksi secara fisika dan di rubah/di konversi  ke bentuk warna-warna dengan kamera khusus (KIRLIN KAMERA).
4. Sering dikenal dengan kata-kata manusia dan jin beda alam. secara fisika berarti berbeda antara dimensi ruang dan waktu dan tidak menutup kemungkinan kondisinya tidak unik, oleh karena itu ada kemungkinan pararel alam.
"Allah Rob KU, terimakasihku dan syukurku kpd MU yang telah menempatkan ku sekolah di FT ITB, sehingga fisika menolong aku beriman dan yakin akan keberadaan MU, dan benar Muhammmad SAW telah menyampaikan pesan-pesan MU, yang meluruskan keyakinan KU.
terimakasih. semoga bermanfaat. 
terimakasih Ario


Dari: "cheri...@yahoo.com" <cheri...@yahoo.com>
Kepada: ft79...@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 13 Maret 2012 17:34
Judul: Re: Enerji...berkaitan erat dg kenikmatan kenyamanan

sentanu

unread,
Mar 13, 2012, 8:34:48 PM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com

Di pantai utara jawa, pada musim timur ada sejenis plankton (Noctiluca scintillans) yang akan berpendar ketika bertemu dengan udara. Warnanya hijau menyala ketika kena riak ombak atau dilempar batu maka akan membentuk lingkaran penjalaran riak air. Jika dilempar dengan beberapa batu akan membentuk motif superposisi dari riak-riak tersebut, indah bangeut. Biasanya pada musim tersebut, kandungan Oksigen terlarut dalam air sangat rendah, sering menimbulkan kematian masal ikan di tambak juga ikan di pesisir. Jadi walaupun indah, fenomena tersebut tidak dikehendaki nelayan.

 

sen...@gmail.com

Retmono, Ary

unread,
Mar 13, 2012, 9:49:17 PM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com

Wan Ali,

 

Untuk penggabungan dan pemisahan roh dan jasad, sampeyan tdk bisa menggunakan hukum energi. Inilah salahnya, karena sampeyan sdh terbiasa dengan pengertian bahwa roh dan jasad itu kayak dua hal yg berbeda, dan masing2 bisa meninggalkan yg lain dan punya properti sendiri2. Itulah salahnya sekolah2 kita mengajari dan mencekoki anak2. Coba sampeyan analogikan dengan lilin yg menyala. Kemana perginya api kalau lilin itu kita tiup sampai mati? Dan apakah api bisa timbul kalau tdk ada temperatur di sumbu?

 

No. 1: Sampeyan terbalik. Daya = Energi/delta time. Artinya, energi per satuan waktu itulah namanya daya.

 

No. 2: Jika Nur Allah itu dalam bentuk cahaya (apapun dan berapapun frekuensinya), maka Allah memiliki sifat dualisme, ie: dia dlm bentuk partikel dan gelombang. Jika sampeyan percaya hal ini, mari kita rame ciptakan instrumen pengukur kehadiran Allah. Dan jangan lupa untuk ngajak2 Schroedinger dan Heisenberg untuk menentukan posisi Allah. Wkwkwkwkw…..

 

No. 3: Tidak ada cahaya aura. Sampeyan ketipu oleh oleh tukang foto “aura” macam yg di ITC itu. Dg bayar 40rebu, sampeyan dapat print2an “foto aura”. Sebenarnya, yg ditangkap oleh kamera merah infra (IR) yg keluar dari tubuh kita. Tiap2 orang akan berbeda, karena lemak di kulit yg merupakan kapasitor panas pada tiap2 org yg berbeda-beda pula tebalnya. Dan ini mempengaruhi profil panas yang ditangkap kamera IR ini. Apalagi kalau sampeyan lari2 di tempat dulu sebelum difoto, maka warna kuning-orange-merah yg banyak muncul.

 

No. 4 : Jin itu karangannya orang Timur Tengah untuk menjelaskan fenomena yg dulu belum diketahui, dan istilah itu bias budaya. Contoh: sebelum Robert Koch menemukan bakteri penyebab TBC muntah darah, maka orang2 TimTeng dulu bilangnya itu kena jin, makanya dilakukan ruqyah untuk mengusir jin. Padahal jin yg bikin muntah darah itu sendiri kan nggak ada bukan?

 

Mustinya, sampeyan dg sekolah di TF lebih bisa menjelaskan secara rational fenomena2 alam ketimpang malah meng-hubung2-kan dengan mistis & yg gaib.

 

Sentanu : betul, saya sering melihat plankton2 tsb berkerlip di tengah laut. Mudah2an tidak disebut jin laut oleh orang Arab J

 

Regards,
Ary Retmono
1° 16' 9.19"S, 116° 49' 34.94"E

Retmono, Ary

unread,
Mar 13, 2012, 10:13:11 PM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com

Ampuuun Wan Ali, itu harusnya Ario, krn Ario yg ngemail :-p

 

Regards,
Ary Retmono
1° 16' 9.19"S, 116° 49' 34.94"E

 

Retmono, Ary

unread,
Mar 13, 2012, 10:17:22 PM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com

Har, kata guru agamaku dulu, “Agama itu hanya untuk orang2 yg berpikir”. Jadi kesimpulanku, mari kita berpikir dengan nalar yang benar, logika yang benar, dan menggunakan ilmu lain (fisika, kimia, matematika, biologi, kedokteran, dll) dg benar pula.

 

Regards,
Ary Retmono
1° 16' 9.19"S, 116° 49' 34.94"E

 

To unsubscribe from this group, send email to ft79-itb+u...@googlegroups.com.

cheri...@yahoo.com

unread,
Mar 13, 2012, 10:17:55 PM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com
Ary yg baik hati & masya Allah pinter... alhamdulillah betul2 ga mengecewakan bisa kuliah FT ITB insya Allah. Saya dlm hal ini bersyukur & suwun atas penjelasan pean itu dimana itu menyiratkan alhamdulillah pean sdh punya pengetahuan salah satu syarat dr bbrp hal yg mesti dimiliki utk bs tahu fenomena yg Allah tunjukkan sbgmn kemaren sy sebutkan tapi sayang pean ini msh perlu lagi lbh sabar tekun istiqomah dekat kpd-Nya innsya Allah.
Dan satu lagi jangan2 dari sejak baca tulisan saya kemaren pean sdh bergemuruh dlm hati & berpikir panas terus kepala pean shg begitu pean menjawab menulis pernyataan itu ga sempat lagi berpikir jernih siapa yg akan pean arah dr jawaban itu krn yg pas jawaban pean itu ke Aryo bukan saya Wan Ali. Tapi ok terima kasih semoga Allah Swt slalu memberi pean sht afiat senang smangat petunjuk & hidayah-Nya serta slalu dlm lindungan-Nya.

Salam,
Ali A
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Retmono, Ary" <aret...@chevron.com>
Date: Wed, 14 Mar 2012 09:49:17 +0800
Subject: RE: Enerji...berkaitan erat dg kenikmatan kenyamanan-Wan Ali

sentanu

unread,
Mar 13, 2012, 10:52:21 PM3/13/12
to ft79...@googlegroups.com

Ha ha Ali bisa juga mengangkat polemik, tuh kan jadi banyak yang menanggapi !, lanjut Ali …….. terutama yang berkaitan dengan kitab merah

 

sen...@gmail.com

ilha...@yahoo.com

unread,
Mar 14, 2012, 1:03:43 AM3/14/12
to ft79...@googlegroups.com
Diskusi yang mencerahkan. Lanjutkan!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "sentanu" <sen...@gmail.com>
Date: Wed, 14 Mar 2012 09:52:21 +0700

suharyadi partodiyono

unread,
Mar 14, 2012, 1:23:31 AM3/14/12
to ft79...@googlegroups.com
Setujuuuu Sentanu. Cuman kitab merah sudah gak ada, sudah disampulin warna laen.
Biar isi millist ini lebih beraneka warna, jadi sering2 Sentanu juga nulis yang macam2 biar ditanggapi.
Dan karena kita sudah semakin tua, maka tentu kepala kita sudah tambah dingin. Gak boleh kebul-kebul, .....:) :).

Nuhun buat wan Ali, cak Ari dan bang Ario..
Wah, benar2 kemarin saya nanya karena tergerak pengalaman batin wan Ali loh. Tanpa perasaan meledek atau mencaci. Sungguh.
Kenapa?? Karena saya yang awam ini pernah dengar atau setidaknya pernah baca hal2 aneh (tidak biasa), namun selalu konklusi atau tafsirnya kurang memuaskan karena tergantung siapa yang mengalami dan bagaimana latar belakang atau lingkungan kehidupannya.
Termasuk apa yang sering disebut disebut di tv tentang aura, melatih kepekaan dsb...dsb.

Kalaupun kita mencoba melihatnya dari kaca mata ilmiah, kadang ada yang pas tapi kadang ada yang tidak pas dan dipaksakan.
Namun saya yakin, tentunya antara kebenaran ilmu dan agama itu pasti sama. Paling tidak ada titik temunya, karena semuanya masuk kategori makhluk Allah.
Hanya mungkin karena keterbatasan kita yang membuat seolah2 ada perbedaan. Makanya (ngutip Ary Retmono), agama itu untuk yang berpikir.

Walaupun kita sepakat Al Quran dan Hadits itu referensi kita yang paling tinggi, namun dalam kenyataan tetap saja ada perbedaan tafsir sehingga bertentangan di kondisi lapangannya. Kembali ke pengalaman wan Ali, ada yang berpendapat (berdasarkan kedua kitab tersebut),  kalo sudah wafat, siapapun dia, tempatnya dialam sana dan tidak berhubungan lagi dengan alam dunia. Namun juga ada yang berpendapat hal sebaliknya (berargurmen pada kedua kitab tersebut juga).
Mengutip kata wan Ali, akhirnya tergantung dari keyakinan hidayah & tingkat keimanan serta pengetahuan kpd-Nya dari masing2 orang tsb.
Wah, bingung aku.........
Ustadz Nuruddin, monggo mengulas untuk pencerahan kita bersama. Mungkin masalah itu bukan prisip sekali, tapi pengen tahu buat pencerahan.
Plizzz......




From: sentanu <sen...@gmail.com>
To: ft79...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 14, 2012 9:52 AM

ario witjakso

unread,
Mar 15, 2012, 2:16:27 PM3/15/12
to ft79...@googlegroups.com
Alhamdulillah, saya berterimakasih kpd teman2 yang telah membantu lebih banyak, pengertian-pengertian enerji. saya memang memerlukan komentar-komentar ini. untuk meluruskan yang salah. karena hal2 spt ini tidak pernah saya dapatkan di pengajian umum. terimakasih mas ary.


Dari: "ilha...@yahoo.com" <ilha...@yahoo.com>
Kepada: "ft79...@googlegroups.com" <ft79...@googlegroups.com>
Dikirim: Rabu, 14 Maret 2012 12:03
Judul: Re: Enerji...berkaitan erat dg kenikmatan kenyamanan-Wan Ali
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages