Kitab Tibyan Fi Ulumil Quran

1 view
Skip to first unread message

Elnora Heidrick

unread,
Aug 4, 2024, 4:24:06 PM8/4/24
to friscotito
Segalapuji bagi Allah tuhan semesta Alam, selawat serta salam semoga untuk nabi yang di utus sebagai rahmat untuk seluruh alam, dan untuk keluarga beliau dan sahabat beliau dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat.

Ilmu tafsir menuntut kita agar memperhatikan sedikit tentang ulumul quran, dan agar kita mengetahui yang berada di kitab yang mulia ini, berupa perhatian yang tinggi dan usaha yang luas, dan pembahasan yang lebar, aku curahkan semuaya dalam rangka melayani kitab yang mulia ini, di depan para pengajar yang pandai, dan ulama yang besar, yang mereka habiskan umur mereka untuk menjaga tinggalan yang mulia ini, dan simpanan yang berharga, dari masa turunya quran sampai hari kita ini, lalu mereka meniggal berada di sisi Allah, dan telah meniggalkan kepada kita kekayaan keilmuan yang banyak, yang tidak habis maknanya, dan tidak habis mutiaranya, bersama kembaili masa, dan berjalannya zaman, bersama semua kerja keras yang dilakukan ini -dahulu dan sekarang- quran tetap bagai lautan yang dalam, yang butuh pada orang yang menyelam pada kedalamannya, untuk mengelurka mutiara dan kerang.


yang di maksud dengan ulumu quran adalah pembahasanyang berhubungan dengan kitab yang mulia yang kekal ini, seperti bagaiman turun, mengumpukan, menertibkan, membukukan, mengetahui sebab turun, makki dan madani, mengetahui nasikh dan mansukh, muhkam dan mutasyabih, dan selain hal hal tersebut, dari pembahsan yang banyak yang berhubungan dengan quran yang agung, atau yeng memiliki hubungan dengan quran.


dan tujuan dari pelajaran ini adalah memahami kalam Allah berdasar cahaya yang datang dari rasulu saw berupa menjelasan dan keterangan, dan yang di nuqil dari sahabat dan tabiin ra. tentang tafsir ayat quran dan mengetahui cara ahli tafsir dan metode mereka dalam tafsir, bersama penjelasan mereka yang masyhur , dan mengetahui kehususan setiap ahli tafsir, dan syarat syarat tafsi , dan selain hal tersebut, dari kedalaman ilmu ini.


Quran adalah kalam Allah yang bermukjizat, yang di turunkan kepda akhir para nabi dan utusan, dengan lewat al amin jibril as, yang di tulis di mushaf, yang di riwayatkan kepada kita dengan mutawatir, yang di buat beribadah dengan membacanya, yang di mulai dengan fatiha, yang di akhiri dengan surat an nas


Definisi ini adalah yang di sepakati antara ulama dan ahli ushul, yang Allah turunkan sebagai acuan bagi ummat, dan petunjuk bagi makhluk, dan agar menjadi tanda kebenaran utusan, dan tanda yang terang bagi kenabianya dan risalahnya, dan dalil yang tegak sampai hari kiamat, yang bersaksi bahwa ia adalah turunan Allah yang maha bijaksana dan terpuji, bahkan al quran adalah mukjizat yang kekal, yang menantang generasi dan ummat selama putaran zaman dan berlalunya masa. syauqi berkata:


Ada beberapa riwayta tentang keutamaan al quran dan ulumul quran, di antranya yang berhubungan dengan belajar dan mengajar, dan di antranya tentang yang berhubungan dengan membaca yang tilawah, di antranya yang berhubungan dengan mengafal quran dan muraah quran, seperti halnya ada beberapa ayat yang bermacam macam tentangn kitab allah azzza wa jall, yang mengajak orang orang yang beriman untuk merenungi quran dan menerapkan hukum hukumnya dan mendenganrka dan memperhatikan ketiak membacanya, akan kami sebut sebagian ayat ayat yang mulia ini dan hadis hadis yang mulia.


Pertama Allah berfirman: sesungguhnya orang orang yang membaca kitab allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan apa yang kami beri rizki pada mereka secara sembunyi sembunyi dan terang terangan merka mengharap dagangan yang tidak rugi.


kedua nabi saw bersabda: orang yang pandai al quran bersama malaikat yang mulia yang baik, dan yang membaca quran dan kesulitan (sulit membaca quran karena lisannya) dan berat baginya maka ia mendapatkan dua pahala. HR Muslim


dan seharusnya bagi orang yang mengajar ilmu ilmu al quran agar beradab dengan adab al Quran, dan berakhlak dengan akhlaq Quran, dan hendaknya tujuannya dari balik ilmu adalah ridlo Allah dan rumah akhirat , bukan harta dunia, dan hendaknya ia melakukan kandungan al quran, agar quran menjadi saksi baginya di hari kiamat, karena shohih di hadis yang mulia: quran adalah saksi bagimu atau atasmu. Syaikhul islam ibn Taimiyah berkata: barang siapa yang tidak membaca quran maka ia telah meniggalkan quran, dan brang siapa membaca quran dan tidak merenungi maknanya, maka ia meniggalkan quran, dan barang siapa membaca quran dan merenguni dan tidak melakukan kandungan quran maka ia meinggalkan quran. belaiu memberi isyarat pada firman Allah: dan rasul berkata: wahai tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan quran ini sesuatu yang di tinggal.


Quran memiliki nama nama yang mulia, semuanya menunjukkan pada ketinggian derajatnya, dan tinggi kedudukannya, dan bahwa quran kitab langit yang palign mulia secara mutlak. maka di namakan al quran al quraqon at tanzil az dzikr al kitab dst. seperti yang di sifati Allah dengan sifat sifat yang mulia dan banyak, di antranya: nur, huda, rahmah, syifa, mauidzoh, aziz, mubarok, basyir, nadzir, dan seterusnya dari sifat-sifat yang memberi isyarat akan keagungan quran dan kesucian quran.


Adapun sifat-sifat maka datang beberapa ayat, dan sedikit sekali satu surat yang sundi dari sifag yang baik dan mulian bagi kitab ini, yang di turunkan tuhan yang mulian , agar menjadi mukjizat yang kekal bagi akhir para nabi. aku sebut sebagian:


dan quran seperti qiraah adalah masdar dari قرأ قراءة وقرآنا seperti inilah sebagian ulama berpendapat dan membuat dalil dengan firman Allah: sesungguhnya kami yang mengumpulkan dan membacanya, jika kami membacanya maka ikutilah bacaanya. maksudnya bacaanya. maka quran menurut pendapat ini adalah musytaq.


pertama di turunkannya al qurana pada tujuh belas romadlon lewat empat puluh tahun dari kerahiran nabi muhammad saw. ketika rasulullah saw beribadah di gua hira, turun kepada beliu wahyu (jibril al amin) dengan ayat-ayat dzikrul hakim, lalu ia mendekapkannya pda dadanya lalu melepaskannya, -ia melakukan hal tersebut tiga kali- dan jibril berkata kepda nabi setiap kali bacalah, dan rasulullah menjawab: saya tidak bisa membaca maksudnya saya tidak mengetahui membaca, dan dalam yang ketiga kali jibril berkata: bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan, yang menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan tuhanmu yang palign mulia, yang mengajar dengan pena, mengajari manusia sesuatu yang tidak ia ketahui.


hal tersebut adalah permulaan turunaya wahyu, dan permulaan turunya al quran, dan telah dahulu turunnya sebgaian irhasyaot (iyarah dan dalil) yang menunjukkan akan dekatnya wahyu dan kepastian kenabian bagi rasul yang mulia, dan di antra dali ini adalah mimipi yang benar dalam tidur, beliau tidak melihat dalam mimpi kecuali terjadi seperti yang beliau lihat di mimpinya, dan di antranya dalah cinta beliau pada menyendiri dan bersepi, dan beliu menyendiri di gua hira, menyembah tuhannya di situ.


pertamaya wahyu yang turun kepada rasulullah adalah mimpi yang baik di dalam tidur, beliau tidak melihat mimpi kecuali datang seperti cahaya subuh, lalu beliau di cintakan menyendiri, dan beliau menyendiri di gua hira, beribadah di situ,malam malam yang terhindung, sebelum beliau kembali kepada kellarga belua, dan membawa bekal, lalu kembali kepada khodijah dan membawa bekal sampai datanglah kebenaran dan beliau dalam gua hira, lalu datang maikan dan berkata: bacalah , beliau berkata, kau tidak bisa membaca, lalu jibril merangkulku sampai aku kesulitan, lalu melepaskanku, lalu berkata: bacalau aku berkata aku tidak bisa membaca, lalu merangkuklu ketiga kalu lalu melepaskanku lalu berkata bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan , yang menciptakan manusia dari segumpal darah. .. lalu rasulullah kembali hatitnay berdetak.


dan turunnya quran di bulan ramalon ada teks yang jelas di kitab allah , allah berfirman: bulan ramadlon yang di turunkan di situ al quran , sebagai petunjjk bagi manuisa, dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda.


adapun malaikat yang turun adlah jibril maka tetap juka dengan teks yang jelas dalam al quran, yaitu firman Allah: turun dengan membwa quran arruh al amin, pada hatimu agar engkau termsuk orang yang memberi peringatan, dengan lisan arab yang jelas. dan firman Allah katakan , menurunka quran arruh al amin, dari tuhanmu dengan kebenaran, agar menguatkan orang orang yang beriman, dan sebagai petunjuk dan kabar bahagian bagi orang orang islam.


yang di maksud arruh al amin ata ruhul qudus adalah jibrl sesuai kesepakan ahli tafsri, ia adalah kepercayaaan Allah atas wahyunya, ia adalah yang turun dengan membawa wahyu kepda para nabi dan utusan saw.


imam suyuti memaparkan dalam kitabnya al itqon fi ulumil quran sebagian kejanggalan tentang awal yang turun dari quran dan akhir yang turun, dan beliau menjawab dengan jawaban yang benar, yang kami ringkas di bawah ini:


Pertama: turun tentnang peperangan beberapa ayat, tetapi ayat-ayat ini adalah yang turun tentangn peperangan semuanya di madina, karena orang orang islam di makah mereka dalam keadaan lemah, maka jida merka tehdap musuh adalah dengan lisan tidak dengan gigi, dan tidak di perbolehkan bagi merkea memerangi musuh kecuai setelah hijrah, maksudnya setalh orang-oran islam kuat dan banya, dan mereka memiliki negara di mdinah munawwarah , maka turun ketika itu izin tentang perang, dan awal ayat yang turun tentang pqrang adalah firaman Allah dalam surat haji:


di izinkan bagi orang orang yang berpernag karena mereka di zalimi, dan sesungguhnya allah maha kuasa untuk menolong merena, orang orang yang di keluarkan dari kora merka tanpa hak, kecuali mereka mengatakan tuhan kami adalah Allah, dan jika tidak karena pelokan Allah kepda manuisa sebagian atas sebagian yang lain, niscaya akan di hancurkan gerja, pura, biya, solawat dan masjid-masjid yag di sebut di situ nama allah dengan banyak, dan Allah akan menolong orang yang menolingya dan Allah maha kuat dan maha mulia.


Dan kamu melihat di teks yang mulian ini, sesuatu yang menjelaskan hikan di syariatkannya izin perang, maka perang tidak lain untuk menolak kezalimat, dan menolak musuh, dan tidak di syariatkan kecuali untuk menolok orang orang yang di dzalimi, dan menolang orang ynag durhaka, seperti jelasnya teks yang mulia.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages