Re: Download Gending Kendang Slompret Barongan Ndadi

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Hercules Montero

unread,
Jul 10, 2024, 1:02:59 PM7/10/24
to founfeiswiththend

Jaranan atau yang kita kenal sebagai kuda lumping adalah kesenian yang berakar pada masyarakat agraris. Selaiain sebagai sarana hiburan, jaranan juga merupakan ekspresi kaum tani dalam merayakan atau menunggu masa panen.

Download Gending Kendang Slompret Barongan Ndadi


Download Zip https://urlcod.com/2yLWa7



Terkait seni jaranan tadi, Sukir Anggraeni dari berdikarionline.com berkesempatan menemui Joko Tingkir, seorang buruh tebang-tanam sekaligus Pimpinan Kelompok Seni Jaranan Samudero Budoyo. Kami berbincang tentang aktifitas, harapan juga masa depan kelompok seni tradisional ini.

Samudero Budoyo dibentuk tahun 2016, sebelumnya memakai nama Krido Budoyo. Sebagai sebuah komunitas seni, Krido Budoyo sudah berdiri dan aktif berkesenian selama dua puluhan tahun. Seiring berjalan waktu, anggota dan pengurusnya (yang kebanyakan buruh tani) silih berganti, ada yang pensiun, pindah pekerjaan dan sebagainya.

Samudero Budoyo memberlakukan semacam manajemen terbuka terkait order tanggapan dan nilainya. Jadi, kalau ada yang mau nanggap untuk tampil di satu tempat, mereka musyawarahkan dulu dengan seluruh anggota, apakah itu akan diambil atau tidak, hitung-hitungan pengeluaran berapa, untuk akomodasi berapa, untuk konsumsi berapa. Semuanya diputuskan lewat rembugan. Kalau harga tidak pas, maka sesuai keputusan bersama order tidak diambil.

Dijelaskannya lagi, Sajen berupa ayam hidup, disajikan sebelum pertunjukan dan ayam harus berkelamin jantan. Sebelum ndadi, ada tahapnya terlebih dulu yakni lewat media tari-tarian, selanjutnya kala pukulan si pengendang semakin cepat temponya (titir) disitulah proses kesurupan dimulai, biasanya pemain atau penonton yang sudah kesurupan tadi akan terjatuh.

Lebih menarik lagi, Pegon melibatkan masyarakat penontonnya untuk lebih aktif dan kritis. Contoh saat pertunjukan (di kerumunan penonton yang tanpa kita tahu) ada pengamat masalah busana, pengamat masalah ukelan/tari-tarian, ada pengamat masalah gending (mumpuni atau tidak wiyogonya) yang mereka itu akan menyampaikan pendapat juga masukan positif kepada kelompok jaranan tersebut seusai pertunjukan.

Di Samudero Budoyo tidak ada spesialisasi pemain atau tugas mutlak dibebankan ke satu orang. Setiap anggota baik penari dan pemainnya harus bisa menguasai minimal tiga materi; harus bisa menari, bisa barongan dan bisa bermain musik, dengan begitu menjadi efektif.

Ketika ditanya terkait harapan dan masa depan kesenian ini, Joko berharap seni jaranan bisa menjadi seni perekat semua bangsa. Joko mengaku tidak berkecil hati dalam membina kesenian jaranan agar bisa bertahan dan tetap disukai masyarakat, karena sebagai komunitas seni tradisional jaranan bisa berpadu dengan seni populer.

Di sela tari-tarian bisa memasukkan unsur seni populer dan sangat mungkin berkolaborasi dengan musik modern, seperti tambahan drum, organ ataupun alat musik lain dan menghasilkan gabungan nada pentatonis dengan diatonis.

Gamelan sendiri bisa dipakai untuk segala macam musik hingga masyarakat tidak jenuh dengan suguhan irama reog, jaranan atau barongan saja, karena bisa menyisipkan unsur-unsur populer tadi di sela-sela babak atau saat di tari-tarian dengan 1-2 lagu yang sedang tren macam Suket Teki, Jaran Goyang yang itu jadi selingan pertunjukan.

Dikatakan Joko, Samudero Budoyo akan selalu ikut perkembangan jaman, tidak melulu monoton dalam pertunjukan. Tetap ada improvisasi supaya seni jaranan ini bisa menarik kaum muda, jaranan tidak lagi terlihat kumuh dan ketinggalan jaman.

Harapan lain kepada para pemangku kekuasaan komunitas ini menginginkan peran aktif pemerintah (dalam hal ini Kementerian yang membidangi Seni Budaya) bisa membina, merawat, dan melestarikan karena ini adalah salah satu kekayaan dan kekuatan sekaligus jatidiri bangsa.

Selain peran pemerintah, komunitas ini juga menginginkan peran aktif masyarakat untuk ikut mendukung setiap kegiatan kelompok seni tradisional yang masih ada seperti; Jaranan, Ludruk, Wayang Kulit, Reog, Wayang Orang dan sebagainya. Mendukung disini bisa berupa dukungan moril maupun materil dalam kegiatan-kegiatannya; seperti para orang tua jangan ragu dan membolehkan anak-anaknya bergabung belajar dalam sebuah kelompok seni tradisional, tentu dengan tidak menganggu tugas utama si anak tersebut sebagai siswa atau pelajar.

Terakhir Joko Tingkir berpesan kepada komunitas/kelompok seni tradisional yang masih ada untuk kreatif, inovatif agar tetap bertahan dan lebih maju. Selain itu, kelompok atau komunitas yang ada harus menjalin komunikasi satu dengan yang lain agar kompak dalam berjuang melestarikan budaya bangsa, entah bagaimana caranya yang pasti dengan sekuat tenaga dan mudah-mudahan cita-cita luhur itu bisa selalu terwujud.

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages