ahmad trani
unread,Mar 12, 2011, 1:17:54 AM3/12/11Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to forumekonomitasawuf
loyalitas konsumen terhadap produk
Pentingkah loyalitas konsumen terhadap sebuah merek? Bagi marketer/
perusahaan, loyalitas pelanggan (consumer loyalty) merupakan tujuan
utama yang terus-menerus diupayakan, karena dengan itu dipastikan
perusahaan akan menangguk keuntungan besar. Istilah loyalitas
pelanggan sebetulnya berasal dari loyalitas merek (brand loyalty) yang
mencerminkan loyalitas pelanggan pada merek tertentu.
Menurut Aaker (1997), loyalitas merek (brand loyalty) adalah ukuran
kedekatan yang dimiliki oleh seorang konsumen dengan sebuah merek.
Loyalitas dimunculkan dari kepuasan yang diperoleh konsumen yang
melibatkan komitmen konsumen itu untuk membuat investasi yang terus-
menerus dengan merek atau perusahaan tertentu.
Sedangkan Mowen dan Minor (1998) menggunakan definisi loyalitas merek
dalam arti kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif terhadap
sebuah merek, mempunyai komitmen pada merek tersebut, dan bermaksud
meneruskan pembeliannya di masa mendatang.
Definisi ini didasarkan pada pendekatan perilaku dan pendekatan sikap.
Pendekatan perilaku mengungkapkan bahwa loyalitas berbeda dengan
perilaku beli ulang. Loyalitas merek menyertakan aspek emosi, perasaan
atau kesukaan terhadap merek tertentu di dalamnya, sedangkan pembelian
ulang hanya perilaku konsumen yang membeli berulang-ulang.
Loyalitas konsumen terhadap merek mempunyai berbagai tingkatan, dari
loyalitas yang paling rendah hingga loyalitas yang paling tinggi.
Semakin tinggi loyalitas terhadap suatu merek makin sulit konsumen
dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga.
Sedangkan konsumen yang loyalitasnya sangat cair (volatile), maksudnya
jika ada produk lebih bagus mereka berpindah merek adalah kosumen teh
hijau siap minum. Sementara, jika ada produk memberi diskon/hadiah
mereka berpotensi pindah merek adalah konsumen minuman energi cair.
Adapun konsumen yang loyalitasnya paling rendah lantaran suka gonta-
ganti merek adalah konsumen minuman ringan soda.
Lalu, untuk produk kosmetika, konsumen bedak wajah memiliki loyalitas
merek paling tinggi (setia pada satu merek saja) dibandingkan konsumen
lipstik, facial foam, dan hand&body lotion. Sedangkan konsumen
hand&body lotion loyalitasnya sangat cair (volatile), mereka suka
berpindah merek jika ada produk lebih bagus ataupun ada merek yang
memberi diskon/hadiah. Mereka juga suka gonta-ganti merek, sehingga
loyalitasnya bisa dibilang sangat rendah.
Lain halnya dengan produk toiletries, konsumen pasta gigi yang paling
tinggi loyalitasnya terhadap sebuah merek. Sementara konsumen sabun
mandi cair mudah berubah jika ada merek yang lebih bagus. Begitu pula
konsumen pembelut wanita gampang berganti jika ada merek yang memberi
diskon/hadiah. Adapun yang paling rendah tingkat loyalitasnya adalah
konsumen sabun mandi padat dan shampoo.
Selanjutnya, untuk produk barang rumah tangga, yang memunyai tingkat
loyalitas paling tinggi terhadap suatu merek adalah konsumen detergen
bubuk. Sebaliknya, yang loyalitasnya paling rendah, juga suka ganti
merek jika ada yang lebih baik atau yang memberi diskon/hadiah adalah
konsumen minyak goreng. ***