LOYALITAS KONSUMEN YANG TIDAK MASLAHAT

22 views
Skip to first unread message

asyhari saja

unread,
Feb 11, 2011, 2:20:07 AM2/11/11
to forumekonomitasawuf
Loyalitas secara harfiah menunjukkan komitmen seseorang kepada
sesuatu. Dengan demikian, pengertian loyalitas merek adalah sikap yang
menguntungkan kepada merek yang menghasilkan pembelian secara
konsisten pada merek sepanjang waktu atau dengan kata lain pembelian
berulang karena komitmen.

Loyalitas merek di satu sisi akan menghemat waktu dan usaha konsumen
dalam rangka mengevaluasi alternatif. Namun di sisi lain loyalitas
bisa mengarahkan konsumen untuk melakukan pembelian pada merek yang
sama, meskipun harga yang terjadi lebih tinggi atau kualitas produk
yang ditawarkan lebih inferior. Hal ini akan sangat mungkin terjadi
jika loyalitas pelanggan adalah tipe hard-core loyalty ( konsumen yang
membeli satu merek saja setiap waktu) dan split loyal ( konsumen yang
loyal pada dua atau tiga merek ).

Dari fenomena tersebut maka sebenarnya yang terjadi adalah strategi
pemasar akan cenderung eksploitatif ketika konsumen sudah sedemikian
loyal pada produk tertentu. yang dimaksudkan disini adalah posisi
tawar konsumen secara tidak disadari akan menjadi rendah dan pemasar
bisa menurunkan nilai produk tanpa khawatir, bahwa konsumen
mengetahui. Strategi eksploitatif ini dalam perspektif keadilan tentu
tidak benar dan sangat merugikan sehingga harus dihindarkan dalam
praktek bisnis.

Fenomena tersebut di atas sebenarnya dapat di atasi dengan berbagai
cara, misalnya dengan cara meningkatkan mobilitas konsumen. Mobilitas
konsumen yang dimaksud disini adalah mobilitas dalam artian fisik
maupun mobilitas dalam artian psikologs. Mobilitas secara fisik
memiliki pengertian bahwa perlu ditingkatkan kemungkinan konsumen
untuk mampu memilih produk yang dibutuhkan. Dengan demikian, dalam
konteks ini segala penghalang masuk atas produk sejenis dipasar harus
dihlangkan. Mobilitas fisik juga dalam pengertian bahwa konsumen
mempunyai akses yang cukup besar untuk berpindah dari store yang lain.
Hal ini tentu memerlukan fasilitas transportasi dan pengaturan lokasi
store yang tepat.

Mobilitas psikologis dalam hal ini adalah dalam pengertian, bahwa
konsumen harus dihindarkan dari loyalty trap, yaitu situasi psikologis
yang memungkinkan konsumen tidak mampu secara psikologis untuk
berpindah kepada produk yang lain, akibat persepsi dan penilaian
mereka terhadap produk, sehingga persepsi mereka cenderung eksklusif
dan menolak kehadiran produk yang lain. Dimana loyalty trap biasanya
disumbangkan oleh kegiatan promosi perusahaan yang sangat agresif.
Sekalipun variabel lain termasuk harga, distribusi dan produk ikut
mempengaruhinya. Sebagai contoh periklanan yang repetitif akan
mengakibatka sikap yang menguntungkan (favorable attitude) kepada
produk. (Hougtvedt,1994).

Dalam konteks ini maka bagi kepentingan konsumen perlu dipikirkan
pembatasan atas intensitas dan besarnya promosi. Atau dengan kata lain
dominasi promosi secara tidak adil antara produk yang sejenis dalam
promosi perlu dihindarkan dan keseimbangan secara adil perlu
dikembangkan. Instrumen yang dapat dikembangkan adalah misalnya
melalui kebijakan perpajakan dari pemerintah atau regulasi yang lain
dari pemerintah maupun industri yang memungkinkan keseimbangan
tersebut terjadi.

Selain upaya menghilangkan loyalty trap tersebut dilakukan melalui
peningkatan mobilitas maka hal yang sama juga dapat dilakukan melalui
edukasi konsumen. Yang dimaksudkan disini adalah setiap upaya
meningkatkan kapabilitas konsumen dalam menilai suatu produk. Peran
ini tentu akan efektif dilakukan oleh gerakan-gerakan konsumen
(consumer movement), pemerintah dan pemasar sendiri. Dari perspektif
ini advertensi yang jujur dan seimbang serta prpposional cukup bisa
menjadi jalan keluar yang baik.

hutomo

unread,
Feb 18, 2011, 5:32:32 AM2/18/11
to forumekonomitasawuf
Menurut pendapat saya loyalitas adalah hal yang sangat mutlak harus
dicapai, karena loyalitas bisa dikatakan sebagai tujuan akhir dari
pemasaran. Tetapi hendaknya loyalitas yang diciptakan harus
menggunakan cara2 yg bermartabat..jadi konsumen mencintai produk
karena memang benar mendapatkan kepuasan dari produk itu sendiri.
Komitmen konsumen untuk membeli produk harus dijaga oleh
produsen,dalam hal ini bagian pemasaran..Jangan sampai konsumen
terjebak dalam loyalitas semu atau loyalitas yg tidak maslahat atau
perasaan seperti terpaksa membeli produk..Konsumen harus digiring
untuk benar2 membeli produk karena konsumen memang "mencintai" produk
tersebut. Bagaimana caranya agar konsumen tdk terjebak dalam loyalitas
yg tdk maslahat/loyalitas yg tidak mendatangkan kebaikan/kegunaan??
Menurut saya konsumen hrs mempunyai "sedikit" kejujuran,etika terutama
dalam periklananan. Jangan membuat iklan yg terlalu bombastis bahkan
cenderung berbohong...Konsumen yg loyal tetapi tidak asal loyal, pasti
bisa menilai produk itu benar berkualitas atau tidak...

Agung Prihantoro

unread,
Mar 7, 2011, 10:34:29 AM3/7/11
to forumekonomitasawuf
Komentar : LOYALITAS KONSUMEN YANG TIDAK MASLAHAT
Oleh : Agung Prihantoro, SE/MM10301019.

Menurut saya loyalitas konsumen terhadap suatu produk akan
menguntungkan bagi produsen yang membuat produk tersebut. Maka, dalam
hal ini bisa dikatakan perusahaan berhasil melakukan strategi
pemasaran yang baik. Di mana banyak pesaing lainnya yang juga
menerapkan strategi pemasaran yang hebat juga. Informasi suatu produk
di berikan secara lengkap dan menyeluruh. Konsumen sendiri yang akan
memilih produk yang sesuai dengan seleranya. Sebelumnya konsumen
melakukan perbandingan terhadap produk sejenis yang di hasilkan oleh
perusahaan yang lain. Masing-masing produk tersebut di cari kelebihan
maupun kelemahannya. Setelah itu, konsumen akan memilih produk yang
paling dia senangi. Akhirnya konsumen itu akan komitmen terhadap
produk yang dia pilih. Meskipun harga naik, konsumen tetap memakai
produk itu. Dalam hal ini loyalitas konsumen sangat tinggi. Mereka
tidak mau beralih ke produk yang lain yang harganya lebih murah.
Faktor kualitas sebagai penentu konsumen tetap menggunakan produk itu.
Bahkan bila sudah komitmen dengan produk itu, apapun caranya akan di
tempuh oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut. Bila
permintaan konsumen terhadap produk itu meningkat, maka akan
meningkatkan keuntungan perusahaan. Bisa di katakan program
pemasarannya berhasil, karena banyak konsumen yang berminat. Produk
yang bermerk, apalagi sudah punya nama maka banyak konsumen yang akan
menyukainya. Konsumen akan lebih tertarik produk yang sudah terkenal,
sehingga tidak akan ganti dengan produk yang lainnya. Cukup rasional
bila konsumen menganggap produk yang di sukai masyarakat pasti
kualitasnya bagus. Di sinilah letak persaingan sesama produsen
penghasil produk sejenis tetapi beda merk. Perusahaan yang memakai
strategi pemasaran yang tepat dan selalu inovasi yang akan di pilih
oleh konsumen. Maka, pemasaran produk harus jujur dan mengutamakan
kepuasan konsumen serta menjaga kualitas produknya. Bila produsen
ingin bisa memenangkan persaingan dan tetap mempunyai konsumen yang
mempunyai komitmen dan loyalitas terhadap produknya.


Misbakhul Arrezqi

unread,
Mar 12, 2011, 7:17:24 AM3/12/11
to forumekonomitasawuf
test..test sudah 2 x kirim kq g muncul y?

On Feb 11, 2:20 pm, asyhari saja <saya.asyh...@gmail.com> wrote:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages