Rahilah

0 views
Skip to first unread message

abinaufal

unread,
Mar 24, 2015, 10:26:05 AM3/24/15
to forumdiskusi_abinaufal@googlegroups com
إِنَّمَا النَّاسُ كَالْإِبِلِ الْمِائَةِ لَا تَكَادُ تَجِدُفِيهَا رَاحِلَةً

“Sesungguhnya manusia itu bagaikan seratus ekor unta, hampir-hampir tak kau temukan diantara mereka yang benar-benar Rahilah (unta pembawa beban berat).“(HR Bukhari, XX/151 No. 6017).

Tentang hadits ini Al-Khaththabi rahimahullah berkata: “Mayoritas manusia itu memiliki kekurangan. Adapun orang yang memiliki keutamaan dan kelebihan jumlahnya sedikit sekali. Maka mereka seperti kedudukan unta yang bagus untuk ditunggangi dari sekian unta pengangkut beban.” (Fathul Bari, 11/343)

Sementara itu Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menyatakan: “Orang yang diridhai keadaannya dari kalangan manusia, yang sempurna sifat-sifatnya, indah dipandang mata, kuat menanggung beban (itu sedikit jumlahnya).” (Syarah Shahih Muslim, 16/101)

Ibnu Baththal rahimahullah juga menyatakan yang serupa tentang makna hadits di atas: “Manusia itu jumlahnya banyak, namun yang disenangi dari mereka jumlahnya sedikit.” (Fathul Bari, 11/343)

Ibnu Qutaibah berkata : “Ar-rahilah berarti unta yang terpilih karena sempurna sifat-sifatnya.” Sedangkan Al-Azhari berkata : “Makna hadits di atas adalah bahwa zahid di dunia yang sempurna zuhudnya dan cinta akan akhirat jumlahnya sedikit sekali seperti sedikitnya rahilah di antara banyak unta.”

Tentang hadits ini Ustadz Mahdi Akif mengatakan: “Rahilah adalah unta yang bagus dan kuat, mampu membawa beban berat dan siap menempuh perjalanan yang panjang, indah dilihat dan memiliki bentuk yang menakjubkan. Unta seperti ini sangatlah jarang. Begitu pula manusia. Mereka yang mampu membawa beban dan tanggung jawab, memikul beban berat dan pengorbanan yang besar guna mewujudkan tujuan yang mulia; jumlahnya sangatlah sedikit, bahkan hampir sulit ditemukan dari setiap 100 orang salah satu dari mereka.”

Hadits ini menginspirasi kita agar berusaha membentuk diri menjadi ‘manusia yang unik'; manusia yang memiliki kekuatan, kapasitas, kapabilitas, dan performa yang unggul dibanding manusia pada umumnya; selalu terdepan dalam pengabdian, perjuangan dan pengorbanan di jalan Allah; sehingga kita mampu  berkata seperti perkataan Umar bin Khaththab, “Jika ada seribu orang mujahid yang berjuang di garis depan, aku menjadi satu di antaranya; jika ada seratus orang mujahid berjuang di garis depan, aku menjadi satu di antaranya; jika ada sepuluh orang mujahid berjuang di garis depan, aku menjadi satu di antaranya; jika ada satu orang mujahid berjuang di garis depan, itulah aku!”

La haula wa la quwwata illa bi-Llahil ‘aliyil adzim…



Sent from Samsung tablet.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages