Pak Andrian Yth,
Saya coba jawab cemana menghitung nilai pertanggungan BI, say hotel
baru
Pendekatan yang umum dipakai adalah mengkuantifikasi potensi kerugian
yang paling mungkin menyebabkan total loss, jika tidak total loss maka
perlu pertimbangan lebih rinci, misalnya hotel terdiri dari 4 gedung
terpisah dengan jarak aman dalam satu lokasi.
Katakanlah hotel tersebut satu gedung satu lokasi, total loss dengan
sebab fire atau gempa, maka finansial loss yang paling mungkin
sustained adalah how long time needed to reconstruct, although this is
very remote, it may be 12, 18 or 24 months. All BI sum insured would
be consumed if total loss occurs. Jadi, nilai total finansial loss
yang digunakan sebagai dasar perhitungan nilai pertanggungan BI,
should relate to reconstruction time. Pendekatan semancam ini
digunakan untuk okupasi apa saja.
Finansial loss didasarkan pada apa? Untuk hotel baru, similar to
exisiting hotel, nilai yang harus dipertanggungkan adalah how much
money (target turnover) the client expect to make in 12, 18 or 24
months. Berdasarkan pengalaman di beberapa hotel international, BI
sum insured selalu melebihi target turnover (client tends to play
safe, avoiding underinsured, due to inflation and other reasons).
Target turnover diperhitungkan dari % kamar terjual, bukan total
jumlah kamar, data tersebut biasa diterbitkan asosiasi perhotelan
untuk satu daerah.
Semoga membantu dan sukses selalu
AS
On Feb 19, 7:05 pm, "00 \(O&G\) - Yanuar Sandri"
> "00 \(O&G\) - Yanuar Sandri" <
yanuar.san...@mail.aswata.co.id>