You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Luki Witoelar, Milis foQus, Gatut Adisoma, Deddy Sukaryadi 19, IKATUS, Denny JA, Anies Baswedan, Tata IKATUS
Maaf kang Luki, pertanyaan di subject belum saya address. Kalau boleh, sekalian saya share dengan rekan2 di milis foQus supaya ditanggapi lebih luas dan dalam :-)
UUD 45 menjamin kebebasan beragama bagi setiap warga negara. Inipun sejalan dengan prinsip2 universal hak azasi manusia. Jika kita kembalikan ke Scripture, dengan jelas kita baca bahwa Tuhan sendiri telah memberi kebebasan kepada manusia untuk beriman atau tidak beriman kepada-Nya. Jangan ada paksaan dalam beragama. Ini lalu disambung dengan pertanyaan yang sarat retorika: "Apakah kamu hendak memaksa mereka untuk beriman?" (Quran 18:29, 2:256, 10:99)
Jadi, menurut saya negara yang berdasarkan Ketuhanan YME harus menghormati semua agama, termasuk hak warganegara untuk tidak beragama. Negara tidak boleh pilih kasih, menentukan mana agama dan kepercayaan yang diakui dan mana yang diharamkan. Seingat saya ada suatu biro di Kejaksaan Agung yang melakukan hal ini. Mungkin ada juga biro serupa di Kementerian Dalam Negeri. Biro2 siluman semacam ini harus dibubarkan karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar!
Lalu bagaimana dengan Kementerian Agama? Apa saja tugasnya selama ini? Dari struktur organisasinya (ada DitJen untuk semua agama yang diakui, lalu ada DitJen urusan Haji yang paling basah), nampaknya fungsinya adalah pelayanan masyarakat. Namun, apakah Kementerian Agama melayani seluruh rakyat Indonesia seperti yang seharusnya menjadi tugas Pemerintah? Bagaimana dengan masyarakat yang tidak memeluk agama / kepercayaan yang diakui? Mengapa Kementerian Agama selama ini membiarkan (kalau tidak mau disebut menggalakkan) penindasan terhadap mereka?
Khusus mengenai urusan haji, bukan rahasia lagi bahwa pelayanan Kementerian Agama selama ini penuh dengan masalah, mulai dari efisiensi yang rendah, servis yang kurang, biaya yang mahal hingga korupsi yang menahun. Jika diberi kesempatan, sektor swasta dapat bersaing untuk memberikan pelayanan terbaik, jauh lebih baik daripada Pemerintah, untuk semua segmen kebutuhan jema'ah haji. Pemerintah tinggal melakukan pengawasan dan koordinasi, bisa melalui suatu badan atau bagian dari kementerian lain.
Singkatnya, kita dapat menghapuskan Kementerian Agama, meningkatkan penghormatan negara terhadap hak warganegara dalam beragama, meningkatkan pelayanan terhadap hak warganegara untuk beribadah, sekaligus merampingkan jumlah kementerian!
Salam, syalom, osso....
Gatut Adisoma
Sent from GAdis Galaxy.
-------- Original message -------- From: GAdis Date:01/08/2014 05:34 (GMT+07:00) To: Luki Witoelar Subject: RE: Q: Harus ada
Saya cenderung setuju bahwa pendapat & pemikiran Lukman Hakim Syaifudin lumayan maju dan terbuka. Dibandingkan banyak pendahulunya di jaman reformasi, dia jelas lebih baik. Latar belakangnya pun mendukung: dia anak menteri Agama Syaifudin Zuhri jaman Bung Karno dulu.
Nampaknya ia cocok sebagai jembatan jika Jokowi mau merangkul kembali PPP sehingga kans jegal2an di parlemen berkurang.
Sent from GAdis Galaxy.
-------- Original message -------- From: Luki Witoelar Date:31/07/2014 05:49 (GMT+07:00) To: Subject: Q: Harus ada
Pendapat dan tindakannya (sampai sekarang)bagus bagus
Saya sih cocok dia jadi menteri Agama: Menteri untuk semua Agama
-- Supriyono Chairman, Yayasan Sosial, Pendididkan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia "Firdaws International" Blitar Lecturer, Universitas Islam Balitar
Founder and Trainer, Indonesia Bright People Development and Education Services Perum GKR BLOK S-1A Blitar, East Java, Indonesia 08125279441/0342816141
erie haryanto
unread,
Aug 2, 2014, 6:33:24 AM8/2/14
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Milis foQus, Luki Witoelar, Gatut Adisoma, Deddy Sukaryadi 19, IKATUS, Denny JA, Anies Baswedan, Tata IKATUS
Bagaimana bila diin dalam Alkitab saya pahami sebagai Sistem Tuhan, sekaligus Pola Pikir Utama ?
Maka Al Quran mengajarkan:
Sistem Tuhan mu adalah bagimu, dan ijinkan saya memahami Sistem Tuhan versi saya pribadi.
Atau, bagimu cara berpikirmu, sebab cara berpikr saya tak boleh dipaksakan ke orang lain. Pemahaman saya hanya untuk saya sendiri saja.
Kalau kata tokoh muda foQus yang sementara ini sedang istirahat main musik:
Religion is delusion......
Sent from Windows Mail
GAdis
unread,
Aug 2, 2014, 7:33:31 AM8/2/14
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Milis foQus, Luki Witoelar, Gatut Adisoma, Deddy Sukaryadi 19, IKATUS, Denny JA, Anies Baswedan, Tata IKATUS
Mas Pri,
Saya kira anda benar: banyak orang yang percaya Tuhan namun tidak nyaman bergabung kedalam suatu agama 'resmi' (organized religion). Mereka ini tetap memiliki 'deen' atau pandangan/ jalan hidup yang harus dihormati sesamanya dan dilindungi oleh negara, persis seperti semangat ayat Quran yang anda sitir.
Mimpi kita tentang keindahan negara Indonesia ke depan bukan hanya karena untaian pulau2 dengan gunung dan pantainya yang bagaikan jamrud di khatulistiwa. Lebih dari itu, keindahannya terletak pada mozaic suku2 penghuninya yang ramah, hidup toleran dalam suatu masyarakat madani yang menghargai keberagaman dalam beragama.
Wassalam,
GAdis
Daniel Sabirin
unread,
Aug 2, 2014, 9:05:46 PM8/2/14
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Forum Study
Masalah lain terkait keberadaan pos menteri agama adalah mencari orang yang tepat untuk mengisinya.
SDA ?
I knew he was trouble sejak pernyataan 'syiah sesat'-nya.
And he just got worse, "Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit (QS at-Taubah : 9) - lampiran verse abuse.
Lalu peristiwa penunggang kuda di Senayan, ketua umum PPP atau MenAg-kah yang hadir meng-endorse figur bermasalah HAM tsb ?
(Sulit untuk memastikan bahwa perkeliruan / salah persepsi pada rakyat yang menyaksikan event ini tidak diinginkan oleh Fadli Zon)
Setelah peristiwa Senayan, terjadi prahara saling pecat di "rumah besar umat Islam", dan rebutan restu kyai sepuh yang terkena getah ulah para "politisi Islam" tsb (lampiran getah).
(Sulit untuk memastikan ada kaitan antara 'menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit' dengan dipermalukannya mereka secara terbuka)
Last but not least, akhirnya datang panggilan dari KPK...
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Milis foQus
FoQus Blitar mulai diskusi dengan beberapa akademisi pada tanggal 6 September 2014 di PERUM GKR BLOK S-1A Kota Blitar, kami mengagendakan membaca, memahami, dan berinteraksi dengan Ayat-ayat mengenai "Leadership". Untuk selanjutnya kelihatannya kami membutuhkan diskusi tematik untuk membantu komunitas Entrepreneurial University di Universitas Islam Balitar ynag berhubungan dengan Entrepreneur.