Salam,
Sebetulnya, untuk pembahasan shalat itu sebaiknya ada 1 hal yang paling penting untuk dimengerti.
Yaitu jangan pernah menuntut Qur'an untuk menyetujui apa pun praktik ritual shalat yang kerap dijumpai di kalangan Muslim.
Ini penting sekali, karena yang seharusnya terjadi adalah kita mempelajari apa yang Qur'an katakan mengenai tema shalat.
Dan ini luas nan dalam.
Sayang kalau dibatasi sebatas pembahasan jumlah raka'at.
Menurut saya pribadi, pembahasan shalat menurut Qur'an itu baru akan efektif kalau memahami dulu kedudukan Qur'an itu sendiri. Dari situ, baru diskusi mengenai shalat bisa konstruktif (karena seringnya harus dimulai dari nol).
Di situ banyak sekali yang bisa dibaca sebagai bahan perenungan.
Tapi bukan berarti harus disetujui semua :)