...substitute others in your place...

12 views
Skip to first unread message

Daniel Sabirin

unread,
Jun 13, 2015, 5:46:45 AM6/13/15
to Forum Study
Beberapa jam lalu sebuah TV swasta menayangkan live acara tausiah di masjid LP Cipinang bertema 'Luasnya Ampunan Allah SWT'.
Mungkin dengan maksud agar sesuai konteks dan berempati dengan para warga binaan LP, ditayangkanlah hadis berikut di layar kaca pemirsa dari Sabang hingga Merauke,

"Kalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan mengganti kalian dengan kaum yang lain pembuat dosa, tetapi mereka beristighfar dan Allah SWT mengampuni mereka" ( HR.Muslim).

Entah bagaimana hadis ini harus dipahami (khususnya oleh mereka yang belum pernah berurusan dengan hukum), tapi yang dapat saya tangkap, intinya adalah laws are meant to be broken, termasuk segala perintah dan laranganNya, sedemikian rupa agar Allah SWT berkesempatan mengampuni kaum pembuat dosa tsb ?.
Ini bahkan lebih dari sekedar anjuran, tapi ancaman, dan Quran menggunakan kalimat diatas ('mengganti kalian dengan kaum yang lain' -dengan konteks bertolak belakang) sebagai ancaman yang menyakitkan,

If He wills, He can annihilate you, O people, and substitute others in your place. GOD is certainly able to do this (4:133), dan 6:133, 9:39, 11:57, 14:19 dsb.

Kegelapan masa lalu survive hingga hari ini dan akhirnya dikonversi sebagai sinyal elektronik, dikirim ke satelit untuk dipancar-luaskan ke seluruh Nusantara...

Pur Wati

unread,
Jun 14, 2015, 2:09:01 AM6/14/15
to forum-qur...@googlegroups.com
Terimakasih Bung Daniel Sabirin atas sumbangan kisah inti tayangan acara tausiah tsb., serta kupasan kristis yang Anda tulis. Hal ini memang membuktikan betapa waktu terbuang untuk membaca dan mempelajari Hadis2 yang sebagian besar initinya malah bertentangan dengan Al Qur'an. Renaissance perlu dikembangkan untuk meninggalkan kebiasaan mensitir Hadis sebagai basis telaah sehubungan dgn ayat2 Al Qur'an. Salam lestari, juga untuk segenap pembaca Forum yang sangat bermanfaat ini.
<Pur Wati>
 
Gesendet: Samstag, 13. Juni 2015 um 11:46 Uhr
Von: "Daniel Sabirin" <dan...@gmail.com>
An: "Forum Study" <forum-qur...@googlegroups.com>
Betreff: [FoQus:458] ...substitute others in your place...
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Forum Quranic Study" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to forum-quranic-s...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to forum-qur...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/forum-quranic-study.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

hoe...@gmail.com

unread,
Jun 14, 2015, 4:54:55 AM6/14/15
to forum-qur...@googlegroups.com
Bung Daniel dan mbak Pur yg kinasih,
Setahuku, hadist2 itu di-compile oleh Bukhory, Muslim, Tarmidzi, Daud, dll (ga apal sy), lebih seratusan tahun, setelah wafatnya Kanjeng Nabi saw., lalu, siapa yg njamin tdk distorsi?!
Namun justru kebanyakan uztad2 / pengkhotbah itu justru senengnya mengutip hadist2 yg seperti itu!
Gimana donk?!

Salaam

Sent from my ASUS

Gatut Adisoma

unread,
Jun 14, 2015, 5:41:02 AM6/14/15
to Milis foQus


> Kegelapan masa lalu survive hingga hari ini dan akhirnya dikonversi sebagai sinyal elektronik, dikirim ke satelit untuk dipancar-luaskan ke seluruh Nusantara..

>> ...kebanyakan uztad2/ pengkhotbah itu justru senengnya mengutip hadist2 yg seperti itu!
Gimana donk?!

>>> Renaissance perlu dikembangkan untuk meninggalkan kebiasaan mensitir Hadis sebagai basis telaah sehubungan dgn ayat2 Al Qur'an.

Itulah dia jawabannya. Renaissance.. Hijrah paradigma dari pakem tradisional (Allah + nama2 lain) ke pakem Allah Semata.

Kegalauan Uda Niel adalah kegalauan kita semua. Pertanyaan mas Hoetomo adalah tantangan bagi kita semua. Fraülein Purwati telah melontarkan alternatif jawabannya. Masing2 kita yang telah merasa cukup (content) dengan Allah semata memiliki misi dan peran dalam proses pencerahan ini.

GAdis

Supriyono Soehirman

unread,
Jun 15, 2015, 3:12:42 AM6/15/15
to Milis foQus
Assalamualaikum,

Kalaupun hadist ini "valid" saya lebih suka tidak memilih untuk menyampaikannya, karena bisa sangat mungkin hadist ini turun dengan situasi tertentu  saat itu. Saat ini banyak orang yang berpikir dan berlogika, maka penyampaian hujah mestinya juga terus mengikuti petunjuk dalam Al Qur'an....Yaitu beruntunglah bagi orang-orang yang mau berpikir. Saya coba untuk sampaikan Hadist ini kepada teman saya di level akademisi, mahasiswa, dan tukang sayur (yang setiap hari saya belajar darinya tentang usaha dan keikhlasan)...jawaban mereka membingungkan dan bisa disalahartikan bahwa kita boleh jahat.

Wassalam, 
Supriyono
​Vice Rector I --Academic Affairs, Universitas Islam Balitar, The Entrepreneurial University

Entrepreneurial Program Development team, Balitar Islamic University
Founder and Trainer, G*GOLD Indonesia Training Centre: Leadership, Management, and Character Education
Address: Perum GKR BLOK S-1A Blitar, East Java, Indonesia
Phone: 08125279441/0342816141

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages