Siaran Pers
FST.CSC/PR.30/2014
Bank Mandiri Pastikan Dana Nasabah Aman
Jakarta, 14 Mei 2014 - Bank Mandiri memastikan keamanan dana nasabah yang mengalami pemblokiran kartu debit. Keputusan Bank Mandiri untuk memblokir kartu debit tersebut merupakan respon cepat dari sistem telah berlaku di perseroan guna memastikan bahwa seluruh transaksi dan dana nasabah aman.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang terjadi akibat pemblokiran kartu debit tersebut. Namun demikian, nasabah tidak perlu cemas dan khawatir karena kami memastikan keamanan dana nasabah. Untuk itu nasabah dapat segera datang ke cabang dan mengganti kartu ATM lama dengan yang baru secara gratis,” ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (14/5)
Menurut Budi, Bank Mandiri telah menerapkan sistem IT perbankan yang update dan handal untuk memastikan bahwa seluruh dana nasabah di Bank Mandiri aman. ”Setiap tahun Bank Mandiri melakukan investasi besar untuk memperkuat sistem IT dan menjaga agar mampu mendeteksi upaya fraud sejak dini,” jelasnya
Budi berharap, setiap nasabah dapat menjaga dengan baik keselamatan kartu dan personal indentification number (PIN), termasuk mengganti PIN secara berkala untuk menghindari kemungkinan penggunaan kartu debit oleh pihak yang tidak berwenang.
Pada Sabtu pekan lalu (10/5), Bank Mandiri menerima informasi dari bank lain bahwa diduga telah terjadi penggandaan kartu di beberapa ATM, termasuk ATM Mandiri. Atas informasi tersebut, Bank Mandiri kemudian melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi sejumlah 1.214 kartu yang diduga terkena penggandaan kartu dan sebanyak 6 ATM yang kemungkinan besar pernah dipasang skimmer.
"Setelah kami cek, ada beberapa nasabah yang pernah bertransaksi di situ. Demi keamanan dana nasabah, kami memblokir rekening mereka dan meminta mereka mengganti kartu. Ini merupakan keputusan terbaik bagi nasabah dan Bank Mandiri," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury juga meluruskan pemberitaan media mengenai adanya dana Bank Mandiri yang dibobol senilai Rp 21 miliar. Menurutnya, pembobolan dana tersebut terjadi di bank swasta lain. “Dalam kasus bank tersebut, kami justru membantu memblokir sebagian dana yg berasal dari aliran hasil kejahatan yg terjadi di bank swasta dimaksud.” tambahnya.
Tentang PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
Bank Mandiri adalah bank terbesar di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance serta Treasury, Financial Institution & Spesial Asset Management. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan Bali (UMKM) serta Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan) dan Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum).
Hingga Maret 2014, Bank Mandiri mempekerjakan sekitar 34.089 karyawan dengan 2.061 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/perusahaan anak di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 79.935 ATM, yang tersambung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Jaringan Electronic Data Capture (EDC) sebanyak 240.468 unit serta electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center.
Keterangan lebih lanjut:
|
Nixon L.P. Napitupulu |
Salam,
-
M. Sigit Yuniarso
Perhatian: E-mail ini (termasuk seluruh lampirannya, bila ada) hanya ditujukan kepada penerima yang tercantum di atas. Jika Anda bukan penerima yang dituju, maka Anda tidak diperkenankan untuk memanfaatkan, menyebarkan, mendistribusikan, atau menggandakan e-mail ini beserta seluruh lampirannya. Mohon kerjasamanya untuk segera memberitahukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di alamat email yang tercantum di atas serta menghapus e-mail ini beserta seluruh lampirannya. Semua pendapat yang ada dalam e-mail ini merupakan pendapat pribadi dari pengirim yang bersangkutan dan tidak serta merta mencerminkan pandangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., kecuali telah terdapat kesepakatan antara pengirim dan penerima bahwa e-mail ini termasuk salah satu bentuk komunikasi kedinasan yang dapat diterima oleh kedua pihak.
Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be legally privileged and/or confidential and is intended only for the use of the addressee(s). No addressee should forward, print, copy, or otherwise reproduce this message in any manner that would allow it to be viewed by any individual not originally listed as a recipient. If the reader of this message is not the intended recipient, you are hereby notified that any unauthorized disclosure, dissemination, distribution, copying or the taking of any action in reliance on the information herein is strictly prohibited. If you have received this communication in error, please immediately notify the sender and delete this message.Unless it is made by the authorized person, any views expressed in this message are those of the individual sender and may not necessarily reflect the views of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.