Questioner: I have heard that Reiki, pranic healing and that sort of thing works on the karmic level and involves some sort of energy manipulation. Does it cause damage to practice these things?
Today with modern medicine, you can handle almost all infectious diseases. When you use any kind of medicine, it is an attempt to change the chemistry of the body with an external input. Because of this, the system suffers in some way. On one level, the medicine cures you of the disease, but on another level it creates a kind of suffering. When it goes beyond a certain point, we say side-effects have manifested themselves because of the drug. But with any kind of drug or any kind of input, there will always be some disturbance to the system. If you are doing yogic practices, you can distinctly see that when you go on medication, your system is not the same. Whenever you try to influence the inner chemistry with external chemicals, there will be a disturbance. There is a price to pay, but it is needed because the disease is a bigger problem for you. But chronic ailments have not come to you from any external organism.
With chronic ailments, the disease is just the surface. The symptom that you notice is just the tip of the iceberg. And like the proverbial tip of the iceberg, it is only a small portion. The ailment that a person suffers is the symptom, which is all you notice, but it is just a small portion of the problem which is elsewhere. Or in other words, the symptoms are like indicators.
Whenever someone attempts any healing, they are always trying to remove the symptom, because that is what they consider as disease. If you take away the indicator, the root of the problem still exists. The indicator manifested itself on the physical body just to bring that root to your notice. Instead of taking notice of it and seeing what should be done about it, if you just wipe out the indicator, the root will take effect in a much more drastic way in your system. What was asthma can become a big accident or some other calamity in your life. It is possible.
If the root has to be removed, it cannot just be removed and dissolved like that. It has to be taken out and worked out in some way. These attempts to heal somebody are a very juvenile process, it is a very childish thing to do. People have not understood and experienced life in any great depth; they have seen life only in the physical dimension, so they believe that relieving a person of his physical pain at that moment is the greatest thing they can do. It is not so.
It is understandable that once the pain of the disease comes to you, you just want to be relieved, it does not matter how. But if you are beginning to feel life a little deeper than the physical body, you will see that how you get rid of your disease also matters.
Disease will go away if you dedicate enough attention to reorganizing your own energies. But you have to go through something. Just getting instant relief will relieve you in one way but bind you in some other way. No one who genuinely walks a spiritual path will ever attempt healing because it is a sure way of entangling yourself. Some of these things which have become famous around the globe today came from people who dropped out halfway through their spiritual process, after acquiring a little power. They wanted to use it and market themselves well.
Hal ini telah dibuktikan oleh ilmuwan asal Rusia, dr Semyon Kirlian, yang menemukan adanya pancaran energi di sekeliling tubuh manusia menggunakan alat Kirlianfotografie. Dalam penelitiannya, sebelum seseorang mengalami sakit fisik, tubuh energi sebenarnya sudah sakit terlebih dahulu.
Sebuah alat bernama gas discharge visualization (GDV) pun diciptakan untuk bisa melihat energi di sekeliling tubuh manusia secara nyata. Kamera GDV akan menangkap arus listrik ketika scan dilakukan menggunakan ujung jari.
Normalnya, pada orang yang sehat, pancaran energi dari tubuh mencapai 12 cm di seluruh tubuh. Pancaran energi ini juga sering kali dikenal berdasarkan aura dengan warna yang berbeda-beda setiap orang.
Niken menjelaskan, pranic healing bisa digunakan untuk menyembuhkan tubuh energi terhadap berbagai penyakit, mulai dari ringan hingga berat. Seorang healer akan memperbaiki energi tubuh menggunakan sumber energi yang ada, misalnya dari alam.
Ia mencontohkan, ketika seseorang didiagnosis kanker, pranic healing bukan bekerja menghilangkan sel kanker, melainkan penyembuhan tambahan setelah medis untuk mengurangi rasa sakit atau penderitaan pasien.
Niken mengatakan, selain penyakit fisik, seperti pusing, sakit perut, hingga penyakit berat, pranic healing juga bisa digunakan untuk mengatasi kecanduan narkoba, rokok, fobia, bahkan hubungan yang tidak harmonis di antara suami dan istri.
Saat menjalani penyembuhan energi, pasien cukup dengan posisi duduk ataupun tidur. Tak akan ada rasa sakit saat menjalani penyembuhan ini.
Niken menambahkan, pranic healing bisa dipelajari oleh siapa saja. Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, terdapat sekolah resmi untuk pranic healing dengan berbagai tingkatan. Mulanya, semua akan diajarkan cara untuk menyembuhkan diri terlebih dahulu.
DEPOK, iNewsDepok.id - Anggota Polsek Cinere, Aiptu I Made Hadi Sukoco memiliki kemampuan unik, bisa menyembuhkan orang dengan metode tanpa menyentuh pasiennya. Metode ini lebih dikenal dengan metode prana atau pranic healing.
Aiptu Sukoco mengaku tidak mempelajari lebih detail tentang ilmu prana. Menurutnya, ilmu prana yang sering dipraktikan untuk menyembuhkan penyakit, adalah suatu ilmu transfer energi. Bagi Sukoco, setiap manusia memiliki energi vibrasi yang bisa dirasakan bahkan dimanfaatkan dengan baik.
"Ilmu Prana kan luas, kalau di China itu Chi, kalau di Jepang ada Reiki. Semua orang hakikatnya memiliki energi vibrasi, mereka memancarkan energi. Dari energi yang dipancarkan, kita bisa tahu kalau orang tersebut sedang sakit atau tidak," kata Sukoco.
Bicara metode prana atau pranic healing, ini adalah sebuah metode penyembuhan yang menggunakan prana sebagai media untuk menyeimbangkan, menyelaraskan, dan mengubah aliran energi yang ada di dalam tubuh. Prana merupakan bahasa Sansekerta yang berarti energi kehidupan.
JAKARTA TIMUR (Beritakeadilan, DKI Jakarta) - Acara Program Bansos CSR Pranic Healing Indonesia kali ini dilaksanakan bagi warga di jalan Perintis Kemerdekaan RT.008/001 Pulo Gadung, Jakarta Timur, kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosial yang dilakukan secara gratis, serta pembagian sembako, terlihat puluhan warga antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Yayasan Pranic Healing Indonesia Dr Andreas Prasadja, RPSGT. mengatakan
Pranic healing adalah metode penyembuhan dengan konsep sederhana. Dalam metode ini, tubuh pada dasarnya dipercaya bisa menyembuhkan diri sendiri. Saat energi positif yang ada di tubuh bisa ditambah dan dikontrol, maka berbagai gangguan di dalamnya pun dapat sembuh.
"Seperti inilah kegiatan kita, sederhana - sederhana saja, kalau kita bicara energi, semua itu berkaitan dengan energi, memang pada awalnya kita bicara healing dulu, sebenarnya kita menjawab 4 masalah dasar masusia Masalah kesehatan, Relationn Healing, masalah mental, kecanduan, psikologis dan lain sebagainya, lalu Finansial Healing, dari finansial ada energi, terkait untuk kemakmurannya bagaimana, dan tentu saja kita bicara spiritual kalau kita bicara energi lebih muda karena sifatnya universal."Ujarnya disela-sela kegiatan sosial tersebut. Minggu, (28/05/23).
Metode Pranicnya healing ini dapat digunakan untuk menyembuhkan diri sendiri ataupun orang lain dari berbagai penyakit, bagi para pranic healer jika mengikuti kelas, maka akan mendapatkan sertifikat yang sifatnya Universal.
"Kita ada di sekitar 150 Negara, nah jika teman-teman disini yang sudah ikut kelas dan berjenjang, kelas basicnya di Indonesia, sertifikatnya bisa di bawa ketika berpergian, sekolah atau apa gitu, ketika ketemu perguruan ini diluar Negeri bisa dilanjutkan di luar negeri, sertifikat kita sifatnya intrnasional, komunitas kita bersifat internasional."kata Dr. Andreas spesialis kesehatan tidur.
"Guru kita ini bukan hanya pengajar, tapi ilmuan juga, karena background beliau chemical engineering, success building business juga, pada awalnya beliau mengajar iya, dan biaya semuanya juga dari beliau, beliau mengajarkan kita mandiri, sampai kita bisa seperti ini, dengan kegiatan-kegiatan yang mandiri. Kita hanya saluran saja, bagaimana sih menjadi saluran yang baik, semuakan sumbernya dari yang maha kuasa."Imbuhnya.
Metode ini juga bisa dilakukan sebagai pendamping perawatan medis lainnya, sehingga menurutnya metode ini adalah proses penyembuhan komplementer atau pelengkap, sehingga bagi terapis harus tetap melakukan penyembuhan dengan pengobatan medis.
"Itu istimewanya, Kami tidak menyebut ini sebagai penyembuhan alternatif Healing, tapi Komplementer, komplementer ini adalah pelengkap, jadi medisnya tidak boleh di tinggal, pengobatan medisnya harus tetap jalan, contoh ekstrim nya ya, orang kecelakaan patah tulang, kalau posisi tulang itu belum diperbaiki, seandainya bengkok, masa nanti sembuhnya bengkok gimana gitu, jadi tetap kita perlu medisnya tetap jalan, kita memang diajarkan untuk medisnya jangan di tinggalkan."tururnya.
Panitia acara wilayah Hartanti selaku Ketua Rt.008 mengatakan program acara ini sangat membantu bagi warganya walaupun kegiatan tersebut juga terbatas untuk pengobatan terapi tanpa sentuhan. Hartanti juga terima kasih atas bantuan paket sembako bagi warganya yang kurang mampu.
Selain itu H.Hasan salah satu peserta dari pengobatan gratis ini menambahkan walaupun masih baru pengobatan tanpa sentuhan dengan energi merasa badannya seakan terasa segar lagi dengan terapi tersebut.
Diketahui Awal kemunculan Pranic Healing Pranic healing ditemukan oleh Grand Master Choa Kok Sui yang lahir di Filipina pada tanggal 15 Agustus 1952. Ia menjadi yogi (orang yang mendalami yoga) saat remaja dan selama berpuluh-puluh tahun setelahnya, terus menyebarkan pengetahuannya tentang penyembuhan.
c80f0f1006