Press Release: Hasil Pertemuan CoSPA XVI

9 views
Skip to first unread message

FORBES Damai Aceh

unread,
May 20, 2009, 4:33:09 AM5/20/09
to forbe...@googlegroups.com
=============================
English version will come in next email
=============================


Press Release
Komisi Keberlanjutan Perdamaian Aceh (KKPA)
Commission on Sustaining Peace in Aceh (CoSPA)



Pertemuan CoSPA keenambelas yang dipimpin Azwar Abubakar ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 20 Mei 2009.

Hadir dalam pertemuan ini Amiruddin Usman, Zainal Arifin, Hasbi MS, Paul J Amalo, Anwar Noer, dan Masykur Ahmad dari Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK) Desk Aceh, serta Fakhrurrazi Yusuf, M Syaikhu Ibas, Julifriadi NA, Teuku Ikhwan, dan Hasanuddin, dari Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh (KPA/PA). Juga hadir Muhammad Nur Djuli dan Haniff Asmara dari Badan Reintegasi-Damai Aceh (BRA).

Pertemuan ini, dihadiri pula oleh para narasumber, yakni:
-    Panglima Kodam Iskandar Muda, diwakili Mayor A. Hamid,
-    Kapolda Aceh diwakili AKBP Agus Susanto,
-    Ketua Harian Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh, Ir. Iskandar, M.Sc,
-    Kepala Badan Kesbangpol & Linmas Aceh, Drs. Djakfar Djuned, M.Si.

Juga dihadiri pengamat internasional:
-    Dihya Ihsan mewakili USAID, lembaga donor Amerika Serikat.

Dalam pertemuan ini dibahas lima agenda:
A.    Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilpres 2009.
B.    Fungsi dan peran Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh (BKRA) dalam menanganai sisa pekerjaan rehab dan rekon serta persinggunggannya dengan program reintegrasi pascakonflik di Aceh.
C.     Penanganan pengungsi etnis Rohingnya dan Srilanka di Aceh.
D.    Kelanjutan CoSPA meeting.


PENJELASAN:

A.    Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilpres 2009.
  1. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh pascapemilu legislatif tergolong sangat kondusif. Ini menandakan semua pihak sangat menghargai perdamaian yang sudah tercipta dan menginginkan agar Aceh  tetap aman dan damai. Kondisi seperti ini diharapkan tetap dapat dipertahankan pada saat maupun sesudah berlangsungnya pemilihan presiden (Pilpres) 2009.
  2. Peserta CoSPA merekomendasikan agar KIP Aceh dan kabupaten/kota mengoptimalkan perannya untuk mendorong setiap calon pemilih terdaftar sebagai pemilih dan tercatat di dalam DPT serta menggunakan hak pilihnya pada Pilpres tanggal 8 Juli 2009.
  3. Peserta CoSPA mengharapkan agar masyarakat dan aktor politik di Aceh mengenyampingkan perbedaan-perbedaan yang muncul selama kampanye legislatif dan kampanye pilpres 2009 serta menyambung silturahmi dan komunikasi untuk membangun masa depan Aceh yang lebih baik, demokratis, dan bermartabat.
  4. Masyarakat yang masih memiliki senjata ilegal di Aceh, diminta untuk segera menyerahkannya kepada kepolisian, agar rasa keamanan benar-benar tumbuh di tengah masyarakat Aceh.
  5. Keamanan dan ketertiban di Aceh perlu terus dijaga dan ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, sehingga investor yakin untuk menanamkan modalnya di Aceh. Investasi baru diperlukan di Aceh, terutama untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

B.    Fungsi dan peran Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh (BKRA) dalam menangani sisa pekerjaan rehab dan rekon serta persinggunggannya dengan program reintegrasi pascakonflik di Aceh.
  1. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2009, pada tanggal 21 April 2009 telah dibentuk Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh (BKRA) yang dipimpin oleh Gubernur Aceh. Badan ini dibentuk dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah dan kehidupan masyarakat di Aceh agar kesinambungan kegiatan dan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah pascabencana ini bisa dilakukan secara terkoordinasi.
  2. Peserta CoSPA mengimbau masyarakat dan seluruh komponen strategis di Aceh untuk mendukung dan mengawasi kerja BKRA sampai berakhir pada 31 Desember 2009.
  3. Peserta CoSPA mendukung rencana Ketua Harian  BKRA untuk membentuk unit manajemen strategis percepatan pembangunan, agar program-program rekonstruksi dan reintegrasi pascakonflik semakin terintegrasi.

C.    Penanganan pengungsi etnis Rohingnya dan Srilanka di Aceh.

Imigran gelap (ilegal) yang berada di Aceh saat ini mencapai 446 orang, terdiri atas 193 orang etnis Rohingya di Kota Sabang dan 198 orang di Idi, Aceh Timur, serta 55 orang warga Srilanka di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.
Terkait kondisi tersebut, peserta CoSPA merekomendasikan:
  1. Aspek politik dan keamanan dari keberadaan imigran gelap di Aceh diserahkan dan diatur sepenuhnya oleh Deplu RI.
  2. Aspek kemanusiaan dari kehadiran imigran gelap tersebut diatur oleh Pemerintah Aceh bersama pemkab/pemko dan masyarakat setempat sebagaimana menangani musafir.
  3. Pembauran antara imigran gelap dengan masyarakat setempat di Aceh perlu dibatasi, demi mencegah timbulnya ekses hukum di belakang hari. Oleh karenanya, para imigran gelap tersebut harus diisolasi di dalam kamp dan tak boleh sebebasnya berinteraksi dengan komunitas lokal.
  4. Penanganan dan pengamanan terhadap imigran di Aceh yang tidak berdokumen resmi sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dan ditangani oleh pihak yang berkompeten.
  5. Peserta CoSPA merekomendasikan agar Deplu RI segera memutuskan sikap akhir mengenai status para imigran gelap di Aceh untuk direlokasi ke tempat yang semestinya.

D.    Kelanjutan CoSPA meeting.
  1. Semua peserta CoSPA menyadari pentingnya CoSPA meeting, maka forum ini tetap dilanjutkan, ada atau tidak ada dukungan pendanaan dari funding  asing.
  2. Pimpinan Pertemuan CoSPA diminta mengkomunikasikan kepada Gubernur Aceh tentang dukungan terhadap CoSPA. Misalnya, untuk mendiskusikan sumber dana tertentu yang posnya dititipkan kepada Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) tertentu, untuk mendanai lanjutan CoSPA meeting.
  3. Pihak FKK Desk Aceh bersama Sekda Aceh serta Kesbangpol dan Linmas Aceh akan berkoordinasi untuk mencarikan dukungan dana bagi kelanjutan CoSPA meeting.
  4. APRC perlu tetap ada, demikian pula Forbes Damai.

E.   CoSPA Meeting XVII

CoSPA meeting XVII akan dilaksanakan di Banda Aceh pada pertengahan Juni 2009.


F.   Agenda Mendatang
  1. Tantangan dan hambatan investasi di Aceh pascakonflik dan pasca BRR.
  2. Optimalisasi pelabuhan bebas Sabang.

G.   Penutup

Peserta CoSPA meeting menyampaikan terima kasih kepada Aceh Peace Resource Center-BRA dan Forbes Damai yang telah memfasilitasi pertemuan ini.


Ditetapkan di Banda Aceh,
Tanggal 20 Mei 2009

Atas nama seluruh peserta pertemuan,

____________________
H. AZWAR ABUBAKAR
Pimpinan Pertemuan


===================================
Silahkan kunjungi www.bra-aceh.org untuk info-info terkini tentang Proses Perdamaian Aceh
Please visit www.bra-aceh.org for updates on Aceh Peace Process

----
Badan Reintegrasi-Damai Aceh (Aceh Peace-Reintegration Board)
Kompleks Taman Ratu Safiatuddin No. 1, Lampriek, Banda Aceh
Phone: +62 651 755 1604
Fax: +62 651 755 1605
Email: in...@bra-aceh.org
www.bra-aceh.org
CoSPA XVI - Press Release - 20 Mei 2009.pdf
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages