Senin, 4 September 2017 telah dilaksanakan perayaan Idul Adha 1438 H di SD Global Madani. Perayaan Idul Adha kali ini dirayakan dengan menyelenggarakan manasik haji bagi siswa-siswi kelas I-III. Kegiatan siswa kelas IV-V adalah tausiyah dan nonton film bersama tentang kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. yang disampaikan oleh Ust. M. Ramadhan, S. Pd. Sedangkan kelas VI mengikuti agenda pemotongan hewan qurban. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.15-10.30 untuk siswa kelas I-V dan pukul 07.15-13.00 untuk siswa kelas VI.
Siswa kelas I-III mengikuti rangkaian acara manasik haji dimulai dengan photo session. Setelah itu, dilanjutkan dengan rangkaian ibadah haji diantaranya ihram, wukuf, lempar jumroh, tawaf, sai, dan tahalul. Kemudian, para siswa diperkenankan istirahat dan dilanjutkan dengan melihat penyembelihan hewan qurban. Perayaan Idul Adha diakhiri dengan kegiatan mewarnai gambar islami. Semua siswa-siswi terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, siswa-siswi kelas VI mengikuti rangkaian acara Idul Adha besar bersama siswa SMP dan SMA Global Madani yang diawali dengan pembukaan oleh Pembina Yayasan Pendidikan Global Madani, Dr. Erwanto, M.Sc. dan tausiyah oleh Ust. Rofi Darojat, Lc., M.H.I. Kemudian, siswa kelas VI membantu proses pemotongan dan penimbangan daging. Mereka juga turut mendistribusikan daging qurban ke warga sekitar serta membantu proses pemasakan daging qurban yang akan disantap bersama ketika makan siang. Perayaan Idul Adha besar ditutup dengan melaksanakan solat Dzuhur berjamaah di kelas masing-masing.
Perayaan Idul Adha diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dan meneladani perjuangan Nabi Ibrahim dalam menjalani perintah Allah serta memberikan pendidikan keislaman (NASEC) kepada seluruh siswa dan sivitas Sekolah Global Madani. Kegiatan ini juga memotivasi dan menambah wawasan seluruh siswa untuk mengisi perayaan Idul Adha dengan kegiatan yang positif dan membangun pribadi yang lebih baik.
Mahasiswa kelompok 14 PKM/KKNT FIA UB melakukan pengabdian di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Salah satu program kerja yang diselenggarakan adalah mengajar di 8 kelas yang ada di TPQ At-Taqwa. Setiap kelas berisikan 10 hingga 15 siswa. Mahasiswa memberikan berbagai macam materi dalam 6 kali pertemuan, mulai dari bacaan doa sehari-hari hingga nonton film edukasi islami bersama. Salah satu tenaga pendidik menuturkan bahwa adanya kegiatan pengabdian seperti ini sangat membantu kami para tenaga pendidik, bisa menjadi pengalaman mengajar juga bagi mahasiswa.
Dikarenakan biasanya pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah yaitu tenaga pendidik menjelaskan materi di depan kelas, mahasiswa kelompok 14 PKM/KKNT FIA UB berinovatif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang berbeda melalui nonton bersama film yang bertemakan kisah Nabi Ibrahim dan sejarah Idul Adha di pertemuan ke 6.
Tema tersebut dipilih sehubungan dengan Idul Adha yang akan diperingati umat muslim dalam waktu dekat ini. Film tersebut dapat menghibur sekaligus memberikan pengetahuan kepada anak-anak TPQ mengenai kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan sejarah Idul Adha. Anak-anak TPQ diharapkan dapat memahami nilai dan karakter pembelajaran yang terkandung dalam film tersebut.
"Dilakukannya nobar ini membuat adik-adik TPQ mulai dari kelas 1 hingga 8 sangat antusias dan semangat untuk belajar dan meneladani kisah Nabi Ibrahim dan sejarah Idul Adha yang dalam waktu dekat akan dirayakan umat muslim", ujar Erika Octaviona, salah satu mahasiswa kelompok 14 PKM/KKNT FIA UB.
Antusiasme anak-anak TPQ terlihat ketika mereka berlomba-lomba mengacungkan jari untuk menjawab. Kemudian setelah kelas selesai, dilakukan kegiatan penutupan secara nonformal dengan perwakilan tenaga pendidik.
Semoga semua kegiatan pembelajaran yang telah diselenggarakan di TPQ At-Taqwa oleh mahasiswa kelompok 14 PKM/KKNT FIA UB selama ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pembelajaran di TPQ At-Taqwa agar lebih inovatif dan efektif.
Pimpinan Komisi VIII (bidang agama) DPR meminta penayangan film His Only Son dihentikan. Film itu berkisah soal Abraham. Menurut pimpinan Komisi VIII DPR, cerita di film itu tidak sesuai dengan cerita Nabi Ibrahim versi Islam.
"Beredarnya film His Only Son di Indonesia sebaiknya dihentikan atau banned. Narasi film ini penuh dengan kontroversi. Muatan film ini tidak seperti pemahaman selama ini tentang sejarah Nabi Ibrahim As yang diyakini umat Islam di Indonesia pada umumnya," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tubagus Ace Hasan Syadzily, dalam siaran pers tertulisnya, Selasa (12/9/2023).
Film His Only Son produksi Amerika Serikat itu dirilis 30 Agustus di bioskop Indonesia. Film itu terinspirasi dari kisah Abraham dalam Alkitab Kristiani. Abraham diuji keimanannya oleh Tuhan lewat perintah yang disampaikan Tuhan via mimpi agar Abraham mempersembahkan putra tunggalnya, Isaac (putra Abraham dan Sara), di Gunung Moria.
Menurut Ace Hasan Syadzily, film itu bisa menyesatkan orang Islam. Soalnya, Islam meyakini Nabi Ibrahim punya dua anak yakni Nabi Ismail dan Nabi Ishak. Ismail putra Ibrahim dan Siti Hajar tidak diakui dalam film ini.
"Jika peredaran film ini hanya ditujukan pada kalangan terbatas seperti keyakinan agama tertentu, masih kami pahami. Tapi jika film ini beredar luas, maka akan menimbulkan pemahaman sejarah yang menyesatkan menurut keyakinan agama Islam di Indonesia," kata Ace.
Maka, Ace meminta film His Only Son dilarang tayang di bioskop-bioskop negara ini, juga dilarang ditayangkan di platform apapun. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI juga harus turun tangan.
"Oleh karena itu, saya minta kepada pihak terkait, sebaiknya film ini ditarik peredarannya dari bioskop di Indonesia, termasuk juga dari berbagai media penayangan film di Indonesia. Saya juga mendesak pihak Kominfo untuk turun mengkaji peredaran film ini," kata Ace.
Film Babylon resmi rilis pada 23 Desember 2022 di Amerika. Film ini baru dapat disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air sejak 3 Februari 2023. Film yang bergenre komedi drama ini disutradarai oleh Damien Chazelle.
Liputan6.com, Jakarta - Film Babylon resmi rilis pada 23 Desember 2022 di Amerika. Film ini baru dapat disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air sejak 3 Februari 2023. Film yang bergenre komedi drama ini disutradarai oleh Damien Chazelle.
Film Babylon menceritakan awal mula film drama-komedi dalam industri Hollywood. Film ini akan menunjukkan sisi industri perfilman dengan penuh kerusakan dan kekacauan yang tidak pernah diketahui banyak orang.
Berlatar tahun 1926, film dibuka dengan pesta glamour kalangan bisnis hiburan. Beberapa di antaranya adalah aktris yang memiliki karier bagus, seperti Nellie LaRoy (Margot Robbie), dan Jack Conrad ( Brad Pitt).
Namun, film yang berkembang pesat hingga kehidupan glamour pada masa itu membuat mereka menjadi lupa diri. Nellie kecanduan narkoba. Sementara Jack Conrad dilupakan karena kemajuan teknologi perfilman.
Bicara Babylon, teringat dengan kisah Nabi Ibrahim AS. Dalam kitab Bidayah wa al-Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan, Nabi Ibrahim lahir di Babilonia atau Babylonia (dikenal juga Babylon) yang termasuk wilayah Irak.
Wilayah Babylon kala itu diperintah oleh raja yang sangat kejam dan zalim bernama Namrud. Raja ini yang kemudian menjadi musuh Nabi Ibrahim dalam menjalankan misi dakwahnya yakni ajakan beriman kepada Allah SWT.
Mengutip situs Universitas Islam An Nur Lampung, kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang dan sejahtera. Namun, tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah.
Berkat lindungan dari Allah SWT, Nabi Ibrahim membuat takjub seluruh penduduk yang menyaksikannya, sebab tubuhnya tetap utuh tanpa terbakar sedikitpun. Selamat meski dibakar adalah salah satu mukjizat atau tanda-tanda kenabian Ibrahim.
Disarikan dari tafsir Tahlili yang bersumber dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia via NU Online, ayat ke-285 dalam surat Al-Baqarah mengisahkan tentang Nabi Ibrahim ketika berhadapan dengan raja Namrud dari Babilonia (Babylon).
Sedangkan yang dimaksud Nabi Ibrahim ialah bahwa Allah SWT menciptakan makhluk hidup yang tadinya belum ada, yaitu dengan menciptakan tulang-tulang, daging dan darah, lalu meniupkan roh ke dalamnya, atau dari makhluk yang telah mati, kemudian Allah SWT mengembalikannya menjadi hidup pada Hari Kebangkitan kelak.
Allah SWT kuasa pula mematikan makhluk yang hidup, tidak dengan membunuhnya seperti yang dilakukan oleh Namrud, melainkan dengan mengeluarkan roh makhluk tersebut dengan datangnya ajal atau dengan terjadinya hari kiamat kelak.
Dalam metode menonton kisah nabi ini, anak tidak hanya mengenal nilai-nilai akidah, melainkan anak juga akan memahami tentang sifat, karakter, dan nilai kebaikan lainnya. Mengingat banyak manfaat yang bisa diperoleh, tak ada alasan untuk tidak memperkenalkan kisah para Nabi ke anak-anak santri.
Gelaran menonton kisah nabi ini, anak-anak terlihat sangat antusias. Hal itu dapat dirasakan ketika diberikan pertanyaan mengenai apa saja yang didapatkan setelah menonton tentang kisah Nabi. Para santri berani untuk maju dan menjawab pertanyannya dengan baik. Sehingga hal ini bisa menjadikan tolok ukur dari pengajar rumah Qur'an guna lebih meningkatkan kapasitas belajar anak.
Dengan edukasi berupa tontonan kisah-kisah para nabi lainnya diharapkan juga para santri mendapat keutamaannya yaitu mengokohkan akidah. Sebagai informasi, kegiatan ini turut menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penularan Covid-19.
Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.
PALEMBANG,SUMATEREKSPRES.ID - Mengisi waktu menunggu buka puasa alias ngabuburit di bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas bernilai ibadah adalah suatu keharusan.Daripada mengisi aktivitas ngabuburit hanya dengan keliling kota sambil memburu tempat yang membagikan makanan takjil mending nonton film saja.Selain banyak berdzikir dan membaca Al-Qur'an, aktivitas lain yang bernilai ibadah adalah menonton film kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW.Menonton film-film yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW bisa menjadi salah satu aktivitas ngabuburit yang seru dan mampu mempertebal keimanan kita.BACA JUGA:Pj Bupati Banyuasin Buka MTQ Ke-12, Ajak Teladani Sifat, Akhlak Nabi Muhammad SawBACA JUGA:Hadis Nabi Sebut Air yang Tercelup Lalat Masih Boleh diminum, Begini Penjelasannya
93ddb68554