Dasar Fotografi Pdf

0 views
Skip to first unread message

Jessia Adachi

unread,
Aug 4, 2024, 8:34:08 PM8/4/24
to filmcomepo
Untukmenjadi seorang fotografer, ada banyak hal yang perlu anda ketahui. Ada banyak hal yang perlu anda pelajari. Anda harus paham dan mengerti seluk beluk tentang fotografi. Dan itu semua bisa anda mulai dengan mempelajari materi dasar tentang fotografi.

Ibarat pepatah yang mengatakan bahwa perjalanan 1000 mil selalu dimulai dengan langkah pertama. Maka mempelajari dasar-dasar fotografi khususnya bagi anda yang pemula adalah wajib anda lakukan. Ini penting sebagai fondasi untuk anda melangkah lebih jauh lagi nantinya.


Ada begitu banyak hal dalam dunia fotografi yang bisa anda pelajari dan anda gali. Ada beragam hal dalam fotografi yang bisa anda kembangkan. Bagi mereka yang pemula, kadang merasa bingung mau belajar dari mana dulu. Timbul beragam pertanyaan di kepala mereka. Seperti apa sih fotografi itu?


Apa yang mesti saya tau dan dalami pertama kali? Apa saya kudu membeli kamera mahal sekelas DSLR dulu baru saya bisa belajar? Kalo belajar lewat hape doang bisa kagak yah? Terus saya harus mengikuti les atau kursus gitu?


Anda harus terus belajar dan berlatih. Anda harus terus mengasah kemampuan anda setiap hari. Anda harus membiasakan diri membawa kamera dan memotret. Bukankah ada pepatah yang mengatakan ala bisa karena biasa?


Mulai dari membaca tulisan ini hingga selesai hehehe ? Yah, serius. Anda bisa memulainya dengan memahami 10 materi dasar fotografi berikut ini. Oke, anda sudah siap? Mari kita mulai petualangan ini ?


Anda sudah memiliki kamera? Apa kamera anda saat ini? DSLR, mirrorless atau kamera ponsel atau kamera saku? Jika sudah punya, saatnya sekarang untuk benar-benar memahami detail fungsi dasar dari setiap fitur atau bagian dari kamera yang anda punya tersebut.


Bagi anda yang baru pertama kali menggunakan kamera DSLR atau mirrorless, mungkin akan lebih mudah bagi anda untuk menyetel kamera anda dengan setting Auto atau Program saja, biar otomatis, yah tinggal jepret sana jepret sini.


Gak pake ribet dan gak perlu pusing ketimbang settingan manual yang notabene bikin pusing, apalagi bagi anda yang pemula hehehe ? namun jika anda ingin lebih serius dalam menguasai kamera anda. Anda mesti mempelajari lebih dalam lagi mode-mode manual yang ada di kamera anda.


Aperture terletak didalam lensa dan mengendalikan seberapa banyak cahaya bisa melewati lensa menuju sensor. Aperture atau bukaan yang besar memungkinkan banyak cahaya yang bisa masuk dan sebaliknya bukaan yang kecil membuat cahaya sedikit.


Dua faktor utama yang mengendalikan eksposur adalah shutter speed dan aperture. Dengan perkembangan teknologi, saat ini sudah ada yang namanya electronic shutter dimana tidak lagi melibatkan mekanisme bilah yang membuka dan menutup, tetapi sepenuhnya rekayasa elektronik.


Apa itu ISO? Dalam bahasa yang sederhana, ISO adalah level atau tingkat sensivitas kamera terhadap cahaya. Semakin rendah angka ISO nya semakin kurang sensitif kamera anda terhadap cahaya, sedangkan semakin besar angka ISO yang ada maka semakin tinggi pula tingkat sensivitas kamera anda terhadap cahaya.


Dengan kamera digital seperti mirrorless, ISO sangat mempengaruhi sensor. Sebuah kecepatan ISO yang rendah membutuhkan waktu lama untuk pencahayaan, kecepatan ISO tinggi memerlukan waktu sedikit untuk memberikan eksposur yang sama.


Kelebihan utama dari lensa zoom adalah fleksibilitas yang anda bisa dapatkan dalam satu lensa. Artinya anda tidak perlu gonta-ganti lensa lagi untuk bisa mendapatkan jarak fokal lensa yang anda inginkan. Nah, yang kedua adalah lensa fix.


Lensa fix atau lensa tetap (fix = tak berubah) merupakan kebalikan dari lensa zoom dimana lensa yang ada tidak bisa diubah-ubah. Anda hanya bisa pasrah menerima kenyataan fokal lensa yang tertera di bodi lensa tersebut.


Contohnya, jika anda memiliki lensa fix 50mm anda tidak akan mungkin memotret landscape dan mendapatkan sudut pandang sama seperti lensa 18mm. Bahkan sekalipun anda mundur hingga jaran yang jauh pun hasilnya tetap akan beda.


Inti dari fotografi adalah cahaya. Cahaya adalah kehidupan. Cahaya adalah raja. Cahaya adalah segalanya. Tanpa cahaya tidak ada yang namanya fotografi. Bukankah fotografi berarti melukis atau menggambar dengan cahaya?


Lebih disarankan untuk gunakan pencahayaan alami, pastikan pencahayaan yang ada cukup. Jangan berlebihan apalagi kurang. Perhatikan karakter cahaya, bagaimana arah dan intensitasnya. Hal ini sangat penting.


Jika anda ingin melakukan foto siluet, lakukan pemotretan dengan posisi matahari tepat berada di belakang objek. Sebaliknya, jika anda ingin cahaya fokus pada objek maka lakukan pemotretan dengan posisi matahari berada di depan atau disamping objek.


Selain cahaya alami yang bersumber dari matahari, anda juga bisa menggunakan cahaya lampu atau flash dari kamera anda. Penggunaan lampu dianggap lebih fleksibel dalam menentukan arah datangnya cahaya sehingga dapat menghasilkan foto yang lebih tajam.


Karena itu, banyak fotografer yang hanya memanfaatkan cahaya alami. Cahaya di pagi hari adalah pilihan terbaik karena memiliki karakter yang lembut dan shadow yang lebih minim. Sedangkan di sore hari, kita perlu menggunakan cahaya tambahan untuk memperlembut shadow atau bayangan.


Cahaya natural memiliki keunggulan tersendiri yakni mampu menampilkan detail, bentuk dan warna yang riil dan nyata. Penggunaan cahaya matahari sebagai main light atau pencahayaan utama sangat dianjurkan.


Jika paparan cahaya yang diterima terlalu banyak maka hasil foto yang dihasilkan menjadi terlalu terang. Ini yang sering disebut sebagai over exposure sebaliknya jika cahaya yang diterima terlalu sedikit maka foto yang dihasilkan juga terlalu gelap, ini yang disebut sebagai under exposure.


Karena tanpa memahami komposisi, anda tidak akan bisa menghasilkan foto yang sempurna. Komposisi ini dapat dipahami sebagai cara menata elemen-elemen seperti garis, bentuk, warna dan gelap terang ke dalam frame (bingkai) gambar.


Rule of third atau aturan sepertiga adalah petunjuk bagaimana caranya memosisikan objek di sepertiga bagian dalam foto agar lebih enak dlihat. Pada aturan sepertiga, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar.


Anda akan menemukan bahwa Depth of Field (DoF) yang lebih kecil atau sempit (f-stop lebih kecil, misalnya f/2.8) menghasilkan gambar yang semua fokusnya tertuju pada objek utama dan backgroundnya terlliihat lebih kabur.


Sebaliknya, untuk Depth of Field (DoF) yang lebih besar (f-stop lebih besar, misalnya f/22) akan menghasilkan foto dengan fokus ke semua area yang terlihat dalam viewfinder atau jendela bidik. Teknik ini sangat bagus untuk digunakan memotret pemandangan.


Anda tau apa itu panning? Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik panning ini adalah untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek yang bergerak dengan kecepatan tinggi.


Ciri-ciri foto dengan teknik panning adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan background nya blur atau kabur. Anda mungkin penasaran. Bagaimana sih teknik foto panning itu? Ada 8 langkah mudah menerapkan teknik foto panning, simak tipsnya dibawah ini.


Pemberian efek filter seperti hitam putih, sepia, efek negatif foto, dan sebagainya boleh jadi bagus, boleh jadi kurang bagus. Hal ini sifatnya relatif dan subjektif. Tapi, menurut kebanyakan orang kalau foto sudah terlalu banyak diberi filter, hasilnya malah jadi kurang bagus.


Pesan yang ingin disampaikan juga akan bias. Justru, foto yang dibiarkan sederhana dan tidak terlalu banyak polesan atau filter bisa menjadi lebih bagus. Karena itu, sebisa mungkin meminimalisir pemberian efek filter yang berlebihan alias lebay hehehe ?


Demikian 10 materi dasar seputar fotografi yang perlu anda pelajari. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan membuat anda semakin semangat belajar fotografi. Bagaimana, ada pendapat barangkali? Silahkan share yah di kotak komentar ?


Melalui penerbitan buku ini, beliau ingin membagikan wawasan dan ilmu fotografi yang dimiliki kepada para pembaca agar memahami dasar-dasar dalam fotografi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, memudahkan siapapun untuk dapat memotret, baik pria, wanita, tua, maupun muda. Namun, untuk dapat menghasilkan foto yang baik dan menarik untuk diamati, diperlukan pemahaman fotografi yang baik. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman lebih baik dalam ilmu fotografi. Pemilihan kata yang baik pada buku ini, memudahkan para pembaca untuk memahami isi yang ingin disampaikan oleh penulis.


week end ini, tidak seperti biasa nya saya santai santai di rumah, ada kegiatan yang belum pernah saya ikuti, yaitu khusus kilat dasar fotografi ? , udah punya kamera mirrorless tapi belum bisa maksimalin, akhir nya mencoba cari ilmu dasar nya, udah coba browsing2x cuma tetap aja belum clear, karena memang ga pernah tau soal dunia fotografi.


Di era digital, seni fotografi mendapat banyak manfaat dari popularitas media sosial yang berkembang pesat. Saat ini, mengambil dan berbagi foto telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, fotografi merupakan hal yang menarik untuk dipelajari.


Saat kamu jogging di pagi hari, atau lagi asyik nongkrong di kafe langgananmu, atau jalan-jalan keliling kota, biasanya kamu melihat apa sih? Mungkin pemandangan itu semua sudah sangat familiar buatmu. Tapi coba kamu perhatikan lebih dekat, ternyata banyak loh sesuatu yang menarik dari hal-hal tersebut.


Saat kamu bertujuan menjadi seorang fotografer, kamu harus dan akan menjadi lebih perhatian dengan memperhatikan elemen yang mungkin selama ini kamu abaikan. Seorang fotografer akan mencari detail yang tepat dan situasi pemotretan yang menarik sebelum mengambil foto.


Namun, belajar fotografi bukan hanya tentang mengabadikan momen. Nah, bagi kamu yang baru mengenal dunia fotografi dan ingin mengetahui tentang fotografi, kelas ini akan membantu kamu dalam mempelajari dasar-dasar fotografi dan beberapa manfaat mengapa kamu harus mempelajari fotografi.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages