Renungan hari ini :
Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan
dengan ucapan syukur (Filipi 4:6)
Doa adalah napas hidup orang kristiani.” Saya setuju dengan pernyataan ini,
tetapi sekaligus merasa bersalah karenanya. Bernapas mengacu pada aktivitas yang
terus-menerus; dan tanpanya kita mati. Lantas bagaimana kehidupan doa saya?
Jangankan terus-menerus, tak jarang ada hari-hari yang saya lewatkan tanpa
berdoa. Saya jenuh dan merasa “kehabisan bahan”. Tampaknya, ada yang salah
dengan kehidupan doa saya. Atau, mungkin ada yang salah dengan konsep doa
saya.
Surat Paulus kepada jemaat di Filipi menawarkan jawaban. Dalam
pasal 4, Paulus memaparkan “persediaan sumber daya” Kristus yang memadai bagi
pelayanan kita. Kristus menyediakan damai sejahtera sebagai penangkis
kecenderungan kita untuk khawatir (ayat 6-7). Ketika membacanya, kata “segala
hal” berkata-kata dengan kuat kepada saya. Segala keinginan—bahkan
kekhawatiran—tidak lain adalah bahan doa. Dalam keadaan apa pun, kita dapat
menyatakannya kepada Tuhan, tanpa harus berlari ke kamar doa dulu. Bagaimana
dengan keinginan yang egois? Ketika menyatakannya kepada Tuhan, kita merendahkan
diri dan mempersilakan Dia memperbaiki dan mengarahkannya. Bagaimana dengan
kekhawatiran?
Ketika kita menyerahkannya, Dia akan mengambilnya dan
memberi kita damai sejahtera sebagai gantinya (ayat 7). Wah, kalau seperti ini,
saya tak bakal kehabisan bahan doa: tiap hari saya punya segudang keinginan—dan
kekhawatiran!
Anda mungkin, mirip dengan saya, bergumul dalam kehidupan doa.
Ungkapkan segala keinginan dan kekhawatiran Anda sebagai doa kepada Tuhan. Anda
pun tak akan kehabisan bahan doa.
Bagaimana dengan rekan-rekan sekalian ?
Have nice day guys
GBU ^_^
Regards,
Yoan
Y.I. Oktavi
www.disctarra.comMarketing &
Promotions
Jl.Pesanggrahan Raya No.17
Kebun Jeruk, Jakarta 11620
Tlp
(021) 5847861
Hp. 08567972601