Berlokasidi Senayan Park, BlackAuto Battle Jakarta menyuguhkan berbagai activity seru mulai dari kontes modifikasi estetika (BlackAuto Modify) kontes audio mobil atau kontes Black Outloud sampai adu tenaga mesin mobil (BlackAuto Dynotest).
Selain adu keren modifikasi mobil dengan dua aliran yaitu contest dan culture, BlackAuto Battle Jakarta 2024 ini pun punya ajang yang paling ditunggu-tunggu bagi para speedfreak yaitu BlackAuto Dynotest.
Sedikit flashback, pada kota Solo alias BlackAuto Battle 2024 kota pertama kemarin ajang Dynotest ini membuka beberapa kategori. Mulai dari Naturally Aspirated (NA), Diesel Class, hingga Free For All (FFA).
Buat yang ngikutin BlackAuto Battle dari tahun ke tahun atau kota ke kota, masih ingat enggak nih tepatnya dua tahun lalu ada sebuah mobil yang memecahkan rekor BlackAuto Dynotest dengan menorehkan tenaga sebesar 1200HP lebih, gokil ya Blackpals!
Geser sedikit, bukan hanya BlackAuto Modified (adu modifikasi) dan BlackAuto Dynotest aja nih. BAB Jakarta 2024 ini tentunya menggelar ajang adu modifikasi dan output suara dari system audio mobil yang bernama Black Outloud.
Black Outloud sendiri pun dibuka dengan beberapa kategori atau kelas, mulai dari Sound Quality (SQ), Sound Quality Loud (SQL) dan Sound Pressure Level (SPL) yang bakal dijurikan beberapa juri kompeten.
Eits belum selesai, buat kalian yang hobi fotografi BlackAuto Battle Jakarta 2024 juga ada Blackshoot Challenge loh Blackpals. Kalian bisa mengikuti lomba foto ini secara gratis untuk mengabadikan kecantikan dan keseksian model cantik di atas mobil modifikasi yang eksotis.
Digelar dari 5-6 Oktober, BlackAuto Battle Jakarta 2019 diramaikan oleh sekitar 70 peserta. Gelaran ini boleh diibaratkan sebagai pelepas dahaga para penggemar modifikasi mobil di Jakarta dan sekitarnya setelah kosong selama beberapa tahun.
"Total ada sekitar 70 peserta dari berbagai kategori. Khusus untuk kategori BlackAuto Dynotest terjadi pemecahan record horsepower pada kelas FFA, yaitu dari 749,5 hp dipecahkan menjadi 797,5 hp dengan mobil Mitsubishi Evo 4 milik Autokids," terang Boy Prabowo selaku penyelenggara.
Artikel terkait Modifikasi Honda Jazz Ini Juara di BlackAuto Battle 2018 Makassar Berita Otomotif 10 August 2018 Daihatsu Dress Up e-Challenge 2022 Diikuti Ribuan Peserta dari Indonesia dan Malaysia Berita Otomotif 15 February 2023 IMX 2020 Suguhkan Peluncuran Produk-produk Eksklusif Berita Otomotif 30 May 2023 Menurutnya, kehadiran BlackAuto Battle di Jakarta karena masih dianggap sebagai pusat trendsetter serta kiblat dari para pecinta car tuning Tanah Air. Jakarta mempunyai magnet khusus yang membuatnya tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Selain kategori Dynotest, penyelenggara menghadirkan kompetisi BlackOut Loud yang terdiri dari kelas Fun SPL dan SQL. Toyota Avanza milik Abbas didaulat menjadi pemenang di Fun SPL berkat raihan 154,9 dB dan sebagai pendatang baru di BlackOut Loud. Di kelas SPL dimenangkan oleh Honda Jazz milik Siti.
Banyak sekali asesoris ataupun performance parts/kit yang ditawarkan oleh toko atau iklan, dengan iming-iming akan menambah performa hingga sekian horsepower (hp) dan sebagainya. Mulai dari komponen yang mengatur tekanan bensin, modul pengapian, piggyback/Engine Management, kabel busi, penyetabil tegangan listrik dan sebagainya, yang harganya pun tidak murah.
Dan serunya, banyak teman-teman kita yang tergiur dan memasang komponen-komponen tersebut, berharap adanya kenaikan besaran HP dari mesin kendaraannya.
Berapa besar kenaikannya hanya berdasarkan perasaan dan sugesti. Bisa jadi semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi itu, semakin besar pula sugesti yang muncul. Supaya modifikasi performa bisa lebih terarah dan terencana, ada baiknya selalu terukur, berapa nilai performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi.
Pada brosur di atas disebutkan bahwa kapasitas mesin adalah 3.246cc,
Power mesin itu disebutkan sebesar 333bhp pada putaran 7900rpm dan Torque sebesar 335Nm pada 4900rpm. Angka-angka itu cukup besar untuk mobil bermesin non turbo.
Torque (torsi), adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan/memindahkan mobil/motor dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi berkaitan dengan akselerasi. Pada saat kita merasakan tubuh kita terhempas ke belakang saat berakselerasi, menunjukkan besarnya angka torsi pada mesin tersebut.
Power, adalah kemampuan untuk seberapa cepat kendaraan itu mencapai suatu kecepatan tertentu. Misalnya suatu mobil A dapat mencapai kecepatan 0-100km/jam hanya dalam waktu 10 detik, sementara mobil B mampu hanya dalam waktu 6 detik, dikarenakan mobil B memiliki angka Power yang lebih besar.
Proses dynotest diperlukan untuk mendukung proses Tuning mesin. Naik-turunnya grafik Power, Torque dan AFR (perbandingan udara dan bahan bakar) digunakan untuk mengatur setting ignition timing dan fuel pada komponen mesin maupun komputer mesin (ECU). Dengan pengaturan yang detail dan baik, performa mesin menjadi sangat optimal dan efisien, sekaligus aman.
Fasilitas Dynotest di Jakarta saat ini ada sekitar 5 tempat.
1 dari 5 bengkel Dynotest tersebut menggunakan mesin yang berbeda dengan yang lainnya yaitu KS Nusa yang menggunakan mesin bermerek DynoDynamic, yang mampu mengukur Mobil penggerak 2 dan 4 roda maupun Motor kecil hingga Motor besar.
Sebelum ke KS Nusa, saya isi tangki saya dengan bensin Pertamax, sesuai dengan rasio kompresi mesin saya.
Mesin mobil saya kondisinya standar, tidak menggunakan komponen aftermarket untuk performa, semuanya standar hingga busi.
Pada bagian knalpot dipasangkan Wide Band Air/Fuel Ratio Sensor. Tujuannya untuk mendeteksi campuran bahan bakar vs udara saat proses dynotest berlangsung, dicatat secara realtime dari 1500rpm hingga redline.
A/F R sensor ini penting untuk proses tuning performance. Tuner bisa mendapat informasi di RPM berapa mesin butuh lebih banyak bensin atau sebaliknya, sehingga mesin dapat bekerja secara optimal.
Data mobil dimasukkan juga dan dilakukan kalibrasi.. seperti jumlah silinder mesin, hingga gear ratio untuk menentukan pada gigi berapa proses dynotest dilakukan nantinya.
Untuk mobil saya.. digunakan gigi 4.
Ternyata proses dynotest-nya berbeda dengan mesin DynoDynamic yang ada di KS Nusa.
Pada mesin dyno bermerek DASTEK ini, mobil dijalankan hingga masuk kecepatan tertentu, kemudian transmisi dipindah ke gigi netral, dan roda dibiarkan berputar (seakan mobil meluncur) hingga kecepatannya menurun hingga pelan dan berhenti.
Pada saat itulah komputer mengkalkulasi berapa lama ban berputar hingga berhenti.
Mesin di KS Nusa memberikan beban tertentu (retarder) yang harus diputar roda. Jadi seperti simulasi beban di jalan raya, atau beban langkah di alat olah raga Treadmill. Kemampuan roda memutar roller tersebut diukur dan dikalkulasi oleh komputer dan menghasilkan angka dalam satuan WHP (Wheel Horse Power).
Sedangkan mesin bermerek Dastek yang digunakan oleh bengkel Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport menggunakan cara yang berbeda. Roda dibiarkan berputar di kecepatan tertentu di atas drum hingga berhenti berputar, proses ini dihitung oleh komputer yang menghasilkan angka dalam satuan BHP (Brake Horse Power atau bisa juga disebut FlyWheel Horse Power).
Dikarenakan adanya perbedaan satuan angka hasil dynotest pada mesin yang berbeda, maka untuk melakukan Dynotest yang berulang atau lebih dari sekali, sebaiknya dilakukan di tempat dan mesin yang sama.
Misalnya sebelum melakukan modifikasi, dilakukan Dynotest di bengkel X, maka setelah modifikasi selesai dikerjakan, lakukan Dynotest lagi di bengkel X.
5 Bengkel Dynotest yang menggunakan mesin dengan merek yang sama pun tentunya ada perbedaan hasil pengukuran hingga 1-2%.
Dynotest tidaklah semata-mata untuk mengejar nilai Horse Power saja. Banyak rekan-rekan yang berlomba-lomba mesinnya mempunyai Power yang besar. Padahal, teman-teman yang hobby bahkan profesinya sebagai pembalap, mengatakan bahwa tidak jaminan power besar pasti akan memenangkan lomba/race.
Saat baru datang, dan dilakukan Dynotest, diperoleh power sebesar 143.9WHP.
Namun dari grafik Air/Fuel Ratio terbaca kondisi campuran bensin terlalu Lean (bensin sangat sedikit berbanding udara). Jika dibiarkan dan terlalu ekstrim bisa membuat ruang bakar sangat panas bahkan membuat piston atau valve meleleh.
Besoknya, saya iseng untuk mengukur lagi mesin mobil saya di KS Nusa..
Tetapi hasil dynotest malah menurun powernya.. hanya mendapat 86.5WHP dari sebelumnya 87.5WHP.
Turun 1 HP, dilakukan test hingga 5 kali run tetap hasilnya sama.
Pada kondisi standar, sensor cuaca (ATMC = Atmospheric Temperature Compensation) dalam kondisi ON. Artinya data suhu dan kelembaban saat dynotest diperhitungkan dalam menghitung hasil Power & Torque.
Untuk keperluan pengujian produk / mengukur modifikasi, ATMC dinonaktifkan. Sehingga perubahan-perubahan suhu yang terjadi tidak mempengaruhi hasil dynotest.
Todd Lewis selaku Technical Director dari Mainline Dynolog disebut sangat mengapresiasi keikutrsertaan 3 supercar Jepang Nissan GTR Nissan R35, Mitsubishi EVO IV dan Toyota Hilux Biturbo. Mr. Todd sendiri memang didaulat untuk mengemudikan mobil peserta tersebut di atas mesin dynolog yang mumpuni.
Hasilnya, sungguh luar biasa, performa GTR dan EVO dianggap sangat impresif. Todd membeberkan bahwa dirinya cukup menyukai keduanya, terutama EVO IV yang mampu memecahkan rekor hingga 797,5 hp. Capaian tersebut sekaligus mematahkan rekor sebelumnya yang menyentuh angka 749,5 hp dari EVO 8 dari tim BKRT.
Sebagai informasi teknis, sang pemilik EVO IV, Sigit yang juga peserta Kejurnas Drag di Sentul itu mengaku bahwa mobil ini benar-benar baru jadi. Sektor ECU, mesin dan girbox dan kaki-kaki diakui baru rampung finishing. Dikatakan juga pada bagian mesin sudah memenuhi spesifikasi kompetisi. Mesin Tomei, girbox dog box, shifter squential, dan turbo. Sigit mempersiapkan untuk kompetisi drag 4 seri penuh pada 2020 nanti di kelas FFA. Sigit pun menambahkan bahwa EVO IV miliknya tersebut perlu waktu setahun lebih untuk membangunnya.
3a8082e126