Re: Jumlah Penduduk Kota Bandung

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Champagne Cadle

unread,
Jul 18, 2024, 4:14:49 AM7/18/24
to faifiblozob

Kata Bandung berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Parahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama Bandung diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibu kota yang lama di Dayeuhkolot.[15]

Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini dibakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.

Jumlah Penduduk Kota Bandung


Download File https://xiuty.com/2yUs9L



Dalam administrasi pemerintah daerah, kota Bandung dipimpin oleh wali kota. Sejak 2008, penduduk kota ini langsung memilih wali kota beserta wakilnya dalam pilkada, sedangkan sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kotanya.

Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduk aslinya sekaligus mayoritas penduduk kota Bandung adalah suku Sunda, sedangkan suku Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan suku lainnya.

Sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda.

Dari model BSC yang dibuat di atas, diketahui bahwa persoalan penduduk merupakan sumber utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa ini. Sehebat apapun pencapaian perekonomian suatu bangsa itu tidak akan ada pengaruhnya jika pembaginya (penduduknya) tidak terkendali baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Adanya pertambahan penduduk secara langsung dapat memicu meningkatnya kebutuhan akan penggunaan lahan tempat tinggal, sarana kesehatan, pendidikan termasuk kebutuhan terhadap alat-alat transportasi seperti mobil, motor dan lain-lain. Secara tidak langsung juga dapat menyebabkan kemacetan, terlebih apabila kapasitas jalan yang ada tidak mampu mengakomodasi peningkatan jumlah kendaraan.

Daya pikat Bandung bisa dilacak dari catatan-catatan orang-orang jauh yang pernah singgah di kota ini. Seorang penginjil Ds. Buddingh, yang berkunjung ke Hindia Belanda pada 1852 dan 1857, menyaksikan "bangunan-bangunan Eropa yang indah" di Bandung. Charles Walter Kinloch, seorang Skotlandia yang mengunjungi Bandung pada 1850 menyebut Bandung sebagai "desa" yang memiliki iklim nyaman dengan keteraturan jalan dan rumah-rumah penduduk yang rapi.

Memasuki awal abad ke-20, jumlah penduduk Kota Bandung terus bertambah secara signifikan. Dalam kurun 1906-1926, penduduk kaum Eropa tumbuh rata-rata 9,90 persen per tahun, sedangkan Bumiputera hanya 4,78 persen per tahun. Sementara itu, laju pertumbuhan kaum Timur Asing rata-rata 6,13% per tahun.

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, data jumlah penduduk Kota Bandung yang paling awal tercatat adalah tahun 1952, sebanyak 659.977 jiwa. Tujuh tahun kemudian, pada 1959, jumlahnya menjadi 986.880 jiwa. Artinya, laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,29 persen per tahun.

Dalam kurun waktu 2002-2019, jumlah penduduk Kota Bandung terus mengalami tren penambahan. Baru di tahun 2020, tahun ketika pandemi Covid-19 dimulai, terjadi pengurangan jumlah penduduk sebanyak 36.304 jiwa.

Berdasarkan Keputusan Walikota Bandung No: 648/Kep.286-Distarcip/2015 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota Bandung tanggal 20 Maret 2015, jumlah kawasan kumuh di Kota Bandung yaitu 1.457,67 Ha. Pemerintah Kota Bandung terus mengupayakan penanganan kawasan kumuh untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat dengan bantuan dari Tim KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sejak tahun 2015, luasan kawasan kumuh Kota Bandung telah berkurang hingga 292,95 Ha menjadi 1.164,72 Ha per tanggal 31 Desember 2017.

Dinas Perhubungan Kota Bandung mencatat, jumlah kendaraan di Kota Bandung saat ini mencapai 2,2 juta unit kendaraan dengan rincian 1,7 juta sepeda motor dan 500 ribu mobil. Jumlah tersebut nyaris sama dengan jumlah penduduk di Kota Bandung yang mencapai 2,4 juta orang.

Kependudukan menjadi pembahasan fundamental yang melekat erat dengan kehidupan penduduk, khususnya di wilayah perkotaan seperti kecamatan Cicendo Kota Bandung. Perkembangan penduduk yang selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun, hal itu membuat laju pertumbuhan penduduk kecamatan Cicendo akan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan fasilitas-fasilitas yang ada disekitarnya. Mengambil sampel dua wilayah penelitian dari kecamatan Cicendo untuk dilakukan Analisis lebih mendalam dengan teknik analisa data sekunder. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif menarik sebuah kesimpulan ada perbedaan pertumbuhan disetiap tahunnya, mulai dari 0,1 % atau lambat. Namun dalam hal kepadatan, disepanjang 2015-2019 terjadi kepadatan secara statis. Maka dari itu proyeksi penduduk pada tahun selanjutnya dan analisa kebutuhan fasilitas-fasilitas sosial ekonominya pun akan terus berbeda disetiap tahunnya. Pemerintah sebaiknya memberikan perhatian lebih terhadap kependudukan ini, karena jika tidak maka pertumbuhannya suatu saat akan tinggi dan tidak terkendali. Selain itu, diharapkan pemerintah juga menjadi melihat reliatas yang terjadi bahwa tumbuh atau bertambahnya penduduk akan memicu kepadatan dan pengurangan lahan terbuka. Maka dari itu, perlu adanya kebijakan yang lebih mengikat dan sifatnya tegas agar kependudukan ini bisa terkendali dan lebih terencana, dengan kebijakan yang tepat juga akan yang berperan dalam kemajuan kecamatan Cicendo Kota Bandung. Dengan kebijakan dan regulasi yang tepat maka pemerintah sendiri yang akan dimudahkan dalam segala perencanaan pembangunan diberbagai sector maupun fasilitas-fasilitas umum, baik dibidang pendidikan, ekonomi maupun kesehatan.

Selain itu, data EMBARQ WRI tahun 2011 ini juga menunjukkan bahwa kota yang berorientasi kendaraan bermotor seperti Jakarta dan Atlanta memiliki tingkat kematian akibat kecelakaan masing-masing sebesar 6,4 dan 9,7 per 100,000 penduduk. Angka ini lebih tinggi dari kota berorientasi transportasi umum seperti Tokyo dengan tingkat kematian akibat kecelakaan sebesar 1,3 per 100,000 penduduk.

Sebagian besar kota di Indonesia mengalami peningkatan motorisasi tinggi, khususnya kendaraan pribadi, sehingga menjadi suatu tantangan dalam keselamatan lalu lintas. Sebagai contoh, jumlah komuter yang mengendarai sepeda motor di Jakarta meningkat drastic sebanyak 20 persen dalam waktu delapan tahun saja, menurut penelitian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Lantas, tindakan apa yang perlu diambil untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan kecelakaan lalu lintas?

Pertama, penggunaan transportasi publik perlu ditingkatkan. Beberapa kota di Indonesia telah melakukan perbaikan terhadap transportasi publik untuk mendorong penduduknya menggunakan transportasi publik. Namun, prinsip berkelanjutan, yaitu terus berlansungnya jasa pelayanan transportasi publik, belum diterapkan pada sistem baru ini. Hal ini terlihat pada kurangnya perusahaan komersial yang mengelola jaringan dan kurangnya insentif yang ada untuk meningkatkan penghasilan, yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas transportasi publik. Selain itu, jaringan rute yang masih terfragmentasi yang belum dapat mengakomodasikan kebutuhan perjalanan publik menyulitkan komuter mencapai tujuan mereka.

aa06259810
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages