Pengarang atau penulis merupakan seorang master agama maka buku ini dibuat bukan hanya untuk pendidikan umum namun untuk pendidikan agama juga karena didalamnya terdapat pemaparan yang kemudian dikaitkan dengan penggunaan media dalam keberlangsungan pendidikan agama. buku ini dapat membantu pendidik dan mahasiswa untuk memahami, menggunakan dan membuat media pendidikan, baik untuk pendidikan umum maupun pendidikan agama sehingga dalam proses belajar dapat tercipta suasana yang lebih baik, interaktif dan diminati oleh siswa. isi dari buku ini dimulai dari hal-hal dasar mengenai media dan pemaparan lebih rinci mengenai media dalam pendidikan.
Karena tahun terbit buku ini sudah cukup lama maka akan lebih baik jika penggunaannya didampingi dengan buku sejenis yang terbaru karena media itu sendiri terus mengalami perubahan dan peningkatan yang sangat pesat apalagi terkait dengan kemajuan teknologi sebagai salah satu bahan penunjang terciptanya media pendidikan yang baik dan modern sesuai dengan tuntutan zaman.
Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan yang ingin dicapai adalah mengubah sikap atau memantau pembelajaran siswa. Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates. Langkah-langkah rancangan jenis pembelajaran adalah sebagai berikut:
Media berbasis komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam pendidikan dan pelatihan. Peran komputer sebagai pembantu dalam tambahan belajar, pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan atau keduannya dikenal sebagai modus CAI (Computer Assisted Instruction). Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional, sebagai berikut:
Gambar, penamipalan gambar memiliki tujuan untuk memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan pada siswa. Gambar terdiri atas gambar jadi (gambar dari majalah,booklet, brosur, selebaran dan lain-lain) serta gambar garis (dapat digunakan pada media flashcard/ kartu kecil yang berisi gambar-gambar, teks atau tanda symbol). strip story merupakan potongan-potongan kertas yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa asing. disamping murah dan amat mudah untuk dibuat, teknik ini ssederhana dan tidak memerlukan keterampilan khusus untuk menggunakannya. Papan kantong, untuk membuat papan kantong diperlukan papan triplek atau kartu kata. Pada papan triplek diletakan deretan kantong-kantong karton yang mana deretan kantong-kantong ini kemudian dapat dipindah-pindahkan isi kertas yang bertuliskan kata-kata. Fotografi, foto bisa memenuhi fungsi sebagai pembangkit motivasi dan minat siswa, mengembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa, dan membantu siswa menafsirkan serta mengingat isi pelajaran yang berkenaan dengan foto-foto tersebut. Foto yang digunakan sebagai media pembelajaran harus artistic dalam arti foto tersebut mempertimbangkan factor-faktor seperti komposisi, pewarnaan yang efektif, dan teknik pengambilan serta pemrosesan yang baik.
Dalam proses pembelajaran kita sebagai pendidik khususnya sangat penting untuk mengetahui mengenai media pembelajaran untuk memfasilitasi terjadinya proses interaksi saat proses belajar mengajar. Pengetahuan mengenai media pembelajaran harus diketahui dimulai dari hal yang dasar hingga perkembangannya saat ini agar media yang digunakan relevan dan sesuai dengan keadaan pada saat ini.
Tenaga pengajar, guru, mentor, dosen dan pelatih merupakan mediator utama dalam proses transformasi pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut dapat lebih dinamis dan akan mencapai sasaran yang diinginkan jika ditambahkan alat bantu atau media lain, seperti media audio-visual, cetak, proyektor, film, permainan, dan lain sebagainya.
Buku ini dapat membantu pendidik dan mahasiswa untuk memahami, menggunakan, dan membuat media pendidikan, baik untuk pendidikan umum mauoun pendidikan agama, sehingga proses pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan diminati siswa.
Indonesian Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan permulaan melalui media big book pada siswa kelas I SDN 24 Temmalebba Kota palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang didesain melalui dua siklus. Subjek penelitian, siswa-siswi SDN 24 Temmalebba kelas I yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, dokumentasi,dan tes. Data penelitian yang diperoleh dinalisis dengan menggunakan rumus statistik deskriptif(persentasi) untuk mengungkapkan secara deskriptif hasil penelitian. Selanjutnya, untuk membahas dan menjelaskan hasil penelitian yang bersifat kuantitatif deskriptif maka digunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ditemukan bahwa pada tahap prasiklus, dengan nilai rata-rata keterampilan membaca permulaan adalah 51,5 dengan ketuntasan belajar klasikal 25%. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menerapkan Media big book ,pada siklus I maka nilai rata-rata keterampilan membaca permulaan siswa adalah 66,71 dengan ketuntasan belajar klasikal 57,14%. Selanjutnya, pada siklus II dengan nilai rata-rata keterampilan menulis karangan sederhana adalah 75,21 dengan ketuntasan belajar klasikal 89,28%.Dengan demikian, keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 24 Temmalebba Kota Palopo dengan menerapakan media big book yang dilakukan mulai dari siklus pertama sampai ke-2 menunjukkan hasil yang signifikan. Oleh karena itu, media big book perlu dijadikan referensi oleh guru dalam kegiatan. English Abstract: This research aims to determine the improvement of beginning skill through big book media on the students of class I SDN 24 Temmalebba Palopo city. This research uses the qualitative and quantitative approach with Classroom Action Research (PTK) which is designed through two cycles. Research subjects, students of SDN 24 Temmalebba class I which amounted to 28 students. Data collection techniques used, namely observation, documentation, and tests. The research data obtained were analyzed by using descriptive statistic formula (percentage) to express descriptively the research result. Furthermore, to discuss and explain the results of research that is quantitative descriptive then used the technique of data reduction analysis, data presentation, and drawing a conclusion. The research results found that in precycle stage, with the average value of reading skill beginning is 51,5 with mastery learning classical 25%. After implementing the learning by applying the big book media, in the first cycle, the average score of reading skill is 66.71 students with 57.14% classical learning completeness. Furthermore, in cycle II with the average score of simple writing skill is 75.21 with 89.28% classical learning completeness. Thus, the initial reading skill in class I SDN 24 Temmalebba Palopo City by applying the big book media conducted from the first cycle to the 2 show significant results. Therefore, the big book media needs to be referenced by the teacher in the activity.
aa06259810