Barangkali bisa bermanfaat
Pompa
bensin mobil injeksi cepat mati? Apakah karena kualitas bahan bakar yang
buruk, atau memang gelagat fuel pump mobil injeksi yang punya umur pendek?
Tunggu dulu, masih ada satu penyebab lagi. Apa ya, kira-kira?
TERENDAM BENSIN
Secara konstruksi, mobil injeksi memang berbeda dengan karburator. Perbedaan
paling mendasar, tentu pada sistem suplai bahan bakarnya. Jika sebelumnya masih
mengandalkan pengabutan sederhana di dalam karburator, maka pada sistem injeksi
lebih canggih karena melibatkan penyemprotan bertekanan tinggi pada injektor.
Nah, pola penyemprotan pada injektor itu diatur oleh ECU. Komputer mesin akan
menghitung kebutuhan bensin berdasarkan putaran mesin dan bukaan gas. Menunjang
hal ini, ada nilai konstan yang harus dijaga. Yaitu tekanan pada suplai bahan
bakar. Tekanan ini disediakan oleh high pressure fuel pump di tangki
bensin.
Betul, beda dengan model pompa membran atau pompa elektrik pada karburator yang
masih bertipe low pressure. Fuel pump mesin injeksi bertekanan tinggi. Lantas, pada mobil modern, pompa ini terletak di dalam tangki dan
terendam bensin (Gbr.1).
Pada bagian bawah fuel pump ada saringan kecil (Gbr.2). Di sistem injeksi
lawas, mobil masih dilengkapi saringan lagi di luar. Biasanya berbentuk
silinder dan berwarna hitam. Posisinya bisa dirunut pada saluran bahan bakar di
ruang mesin. Namun mobil-mobil anyar hanya pakai satu saringan di bawah
pompa itu.
|
|
|
|
|
|
Pompa
bensin ini harus terendam sempurna di dalam tangki. Soalnya bensin juga
berfungsi sebagai pendingin dan pelumas. Hal ini disebabkan selama bekerja,
pompa mengeluarkan panas. Sehingga dengan adanya bensin, bisa menyerap panas
yang ada. Bensin juga bisa menjadi pelumas permukaan logam yang bergesekan di
dalam pompa.
Nah, fuel pump mobil injeksi yang punya umur pendek disinyalir karena kebiasaan
pemilik kendaraan yang sering membiarkan tangki bensin kosong. Kabarnya, SPBU
di sana relatif jarang dan jauh-jauh. Sehingga pemilik kendaraan cenderung
menunda-nunda untuk beli bensin. Begitu beli langsung sekalian banyak.
Hati-hati! Karena kalau sudah kurang dari seperempat, bodi fuel pump (Gbr.3)
tidak terendam sempurna. Kebayang dong efeknya, pasti akan buruk buat fuel
pump. Jika dibiarkan, fuel pump bisa panas dan cepat sekarat.
Tangki bensin kosong juga bisa berakibat buruk lantaran kotoran jadi lebih
berpotensi tersedot masuk pompa. Meski ada saringan, kalau sudah terlalu kotor,
kotoran bisa saja lewat. Mengecek saringan secara berkala merupakan salah satu
solusinya. Terpenting, perhatikan terus indikator bensin (Gbr.4). Jangan sampai
sering kurang dari seperempat, ya!