[Tabel Periodik Unsur Kimia Pdf Download

0 views
Skip to first unread message

Tilo Chopin

unread,
Jun 12, 2024, 11:34:29 PM6/12/24
to ercurliner

Animasi 3D dan informasi yang interaktif dapat membantu siswa dalam memahami suatu pembelajaran. Aplikasi yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini, berupa aplikasi yang menarik, edukatif, interaktif dan menggunakan teknologi terbaru. Oleh karena itu, penulis bermaksud membangun sebuah aplikasi tabel periodik unsur dan perumusan senyawa kimia berbasis Android. Aplikasi ini dibangun dengan Unity 3D dengan bahasa pemrograman JavaScript yang mengandung unsur teks, informasi, dan animasi yang dirancang semenarik mungkin agar menarik user untuk menggunakan aplikasi ini dan dapat membantu pembelajaran di bidang kimia. Metode pengembangan sistem pada aplikasi ini menggunakan metode waterfall. Sedangkan untuk merancang sistem, penulis menggunakan Unified Modelling Language (UML). Hasil akhir dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah aplikasi tabel periodik unsur dan perumusan senyawa kimia berbasis Android yang dapat berguna dalam pembelajaran tentang tabel periodik dan juga perumusan senyawa kimia. Pengujian aplikasi telah dilakukan dengan responden sebanyak 50 orang, didapatkan hasil bahwa aplikasi memiliki tampilan yang user friendly dengan nilai rata-rata 3.90 (baik), mudah dalam penggunaan sistem dengan nilai rata-rata 4.13 (baik) dan memiliki kinerja sistem yang baik dengan nilai rata-rata 3.89 (baik).

tabel periodik unsur kimia pdf download


Downloadhttps://t.co/CgdbIPjfqc



Grameds tidak perlu khawatir kesulitan memahami tabel unsur- unsur kimia ini karena artikel ini akan membahas lengkap tentang tabel periodik. Mulai dari pengertian, keterangan, klasifikasi, sampai cara membaca tabel periodik dengan mudah, seperti berikut ini:

Tabel periodik adalah suatu bentuk tabel yang berisi susunan unsur- unsur kimia berdasarkan nomor- nomor atom yang dimilikinya. Nomor atom yang tersusun tersebut berisi sejumlah proton dalam konfigurasi elektron tertentu dengan kesamaan sifat yang dimiliki unsur kimia. Tabel periodik terbagi dalam empat blok, yaitu blok s, p, d, dan f. Dalam satu periode atau baris, di bagian kiri itu menunjukan sifat logam, sedangkan bagian kanan untuk menunjukan sifat non logam.

Periode adalah bagian baris horizontal pada tabel periodik kimia dengan trend horizontal yang lebih signifikan dibandingkan tren vertical karena sulit dipahami. Grameds bisa melihat pada bagian blok-f menunjukan lantanida dan aktinida membentuk dua seri unsur horizontal yang bisa menjadi definisi substansial dalam menentukan unsur kimia.

Golongan pada tabel unsur- unsur kimia biasa juga disebut juga dengan istilah famili yang berarti bagian pada tabel periodik yang berbentuk kolom vertikal dengan trend periodik, bukan menggunakan golongan periode dan blok tertentu.

Blok-p pada tabel unsur- unsur kimia terdiri dari enam golongan, yaitu 13 golongan sampai 18 sesuai dengan ketentuan IUPAC mulai dari 3A hingga 8 A sesuai penamaan Amerika. Semua bagian pada blok-p juga memiliki kandungan sebagian besar adalah metaloid.

Blok-d pada tabel unsur- unsur kimia terdiri dari 3 sampai 12 golongan, mulai dari golongan 3B hingga 2B dalam sistem penggolongan Amerika. Semua unsur kimia dalam golongan blok-d adalah logam transisi.

Pada unsur nomor atom mulai dari hidrogen hingga oganesson sudah disintesis dan disesuaikan dengan penambahan unsur- unsur kimia terbaru. Unsur kimia Nihonium, moscovium, tennessine, and oganesson adalah unsur baru di tabel periodik ini. Penambahan unsur- unsur kimia ini sudah terkonfirmasi resmi pada tanggal 30 Desember 2015 oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) dan kemudian diberi nama pada tanggal 28 November 2016.

Ada 94 unsur pertama sudah muncul secara alami, namun beberapa unsur ada yang dibuat di laboratorium karena belum ditemukan di alam, seperti sejumlah renik dan disintesis. Tabel unsur- unsur kimia in bisa digunakan untuk membaca penurunan hubungan yang terjadi antara sifat unsur lama dengan yang baru karena belum ditemukan. Tabel periodik kimia memberikan kerangka kerja unsur kimia yang bisa dimanfaatkan untuk membaca dan melakukan analisis perilaku kimia tertentu.

Unsur- unsur kimia miliki pengelompokan berdasarkan sifat fisika dan kimianya masing- masing sesuai gejala yang dialami oleh unsur tersebut. Itulah sebabnya ada beberapa klasifikasi yang perlu Grameds ketahui agar bisa memahami tabel periodik dengan benar, seperti berikut ini:

Secara umum, unsur- unsur kimia memiliki sifat fisika dan kimia yang terdiri dari tiga kategori, antara lain logam, metalloid, dan nonlogam. Berikut ini penjelasan lengkap tentang sifat- sifat umum pada unsur- unsur kimia:

a. Logam biasanya berupa padatan yang berkilau dengan konduktivitas tinggi dan dapat membentuk alloy dengan bentuk logam lainnya untuk membentuk senyawa ion berupa garam dengan nonlogam atau selain gas mulia. Berikut ini karakteristik logam pada tabel periodic

b. Nonlogam biasanya berbentuk gas berwarna atau tidak berwarna yang bisa membentuk senyawa dengan bentuk non logam lainnya secara kovalen. Berikut ini karakteristik nonlogam pada tabel periodik :

Klasifikasi pada tabel periodic biasanya ditunjukan dengan warna tabel yang berbeda- beda. Untuk membatasi unsur- unsur logam dan nonlogam adalah dengan banyaknya logam dan nonlogam tersebut dalam unsur kimia. Logam dan nonlogam selanjutnya diklasifikasikan dalam subkategori dengan gradasi sifat dari logam nonlogam untuk unsur kimia dalam periode yang sama.

Logam terdiri dari alkali reaktif, logam alkali tanah kurang reaktif, lantanida aktinida, logam transisi, dan logam pasca-transisi. Sedangkan non logam terdiri dari poliatomik, non logam esensial yang merupakan non logam hampir mirip metaloid, dan gas mulia monoatomic yang merupakan nonlogam hampir inert sempurna. Jika metaloid lebih menunjukan sifat logam dan nonlogam, seperti silicon, germanium, arsen, dan antimony.

Titik lebur dan titik didih digunakan untuk mendefinisikan karakter unsur yang dinyatakan dengan derajat celcius pada tekanan atmosfer tertentu. Sebenarnya klasifikasi unsur berdasarkan titik lebur dan titik didih sudah diketahui, namun ada beberapa unsur radioaktif dengan jumlah sangat kecil belum diketahui. Helium atau He hanya memiliki titik didih dan tidak memiliki titik lebur pada penyajian konvensional karena tetap berada pada wujud cair meskipun dalam keadaan nol mutlak pada tekanan atmosfer.

Klasifikasi tabel periodik juga seringkali menggunakan massa jenis pada temperatur dan tekanan standar (STP) sebagai karakter unsur kimia. Massa jenis kemudian dinyatakan dalam gram per sentimeter kubik atau g/cm3. Massa jenis biasanya juga dinyatakan untuk wujud gas pada temperatur pengukuran wujud tertentu. Misalnya saat dicairkan atau dipadatkan maka unsur gas memiliki massa jenis yang sama dengan unsur kimia lainnya.

Saat sebuah unsur kimia memiliki alotrop dengan massa jenis yang berbeda, maka salah satu alotrop yang mewakilinya akan dipilih dalam penyajian kesimpulan. Sedangkan massa jenis pada masing-masing alotrop dapat dijelaskan pada bagian detailnya. Contohnya tiga alotrop karbon yakni karbon amorf, grafit, intan memiliki massa jenis masing-masing yaitu 1,8-2,1; 2,267; dan 3,515 g/cm3.

Perlu Grameds ketahui bahwa unsur kimia yang diteliti sampai saat ini sebagai sampel zat padat memiliki delapan jenis struktur Kristal dalam materialnya. Yakni kubik, kubik pusat badan, kubus pusat muka, heksagonal, monokinis, ortorombik, rhombohedral, dan tetragonal. Pada beberapa unsur transuranium sintetis, sample unsur kimia yang tersedia sangat sedikit jumlahnya untuk bisa menentukan struktur kristalnya.

Ada 83 unsur kimia yang dianggap primordian dan bersifat stabil atau radioaktif yang lemah. 11 unsur sisanya dianggap sebagai unsur fanal karena memiliki waktu paruh singkat untuk berada di awal tata surya. 11 unsur tersebut ada 5 unsur polonium, radon, radium, actinium, dan protactinium.

Unsur tersebut adalah material peluruhan dari torium dan 6 unsur lainnya adalah unsur fana lainnya yang diproses dengan reaksi nuklir langka dengan melibatkan titanium atau unsur- unsur barat. Sisa unsur tersebut adalah teksinium, astatin, promethium, neptunium, fransium, dan plutonium.

Nah, setelah memahami pengertian dan keterangan tentang tabel periodik kimia, Grameds perlu mengetahui cara membaca tabel periodik tersebut karena agar bisa mendefinisikan unsur kimia dengan tepat. Ada beberapa tips cara untuk membacanya dengan memahami sejumlah hal berikut ini:

Tabel unsur- unsur kimia ini tersusun berdasarkan nomor atom, sehingga semakin ke kanan dan ke bawah, nomor atom akan semakin besar. Nomor atom pada tabel periodik adalah jumlah banyaknya proton yang dimiliki atom unsur kimia dan semakin ke kanan nomor massa atom akan semakin besar. Grameds bisa memahami berat unsur kimia tertentu meskipun hanya melihat letaknya pada tabel periodik kimia tersebut.

Tabel periodik semakin ke kanan dan ke bawah menunjukan massa atom unsur kimia yang bertambah karena dihitung dengan jumlah proton dan neutron disetiap atom unsur kimia tersebut. Jumlahnya akan terus bertambah karena jumlah protonnya juga bertambah, sedangkan material elektron tidak berpengaruh banyak terhadap berat atom.

Setiap unsur kimia pasti mengandung 1 proton lebih banyak daripada atom disebelah kirinya dalam tabel periodik. Untuk cara mengatasinya Grameds bisa melihat nomor atom yang tersusun dari kiri ke kanannya.

Unsur-unsur kimia ini dipisahkan menjadi 3 golongan, misalnya baris pertama menunjukan hidrogen yang memiliki nomor atom 1, dan helium memiliki nomor atom 2. Maka Grameds bisa mendefinisikan bahwa kedua unsur tersebut terletak diujung tabel periodik sebelah kiri dan kanan karena berada pada golongan yang berbeda.

Golongan tabel periodik ditampilkan oleh kolom vertikal dan golongan dicirikan dengan beberapa warna yang sama. Warna ini bisa Grameds gunakan untuk membantu mengidentifikasi unsur-unsur mana yang memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir mirip. Sehingga akan lebih mudah memprediksi reaksi unsur kimia dari setiap golongan dengan jumlah elektron yang sama sekalipun.

Hal yang juga perlu Grameds memperhatikan adalah penyusunan unsur-unsur ke dalam kelompok dan golongan untuk memperkirakan sifat-sifat fisik dan kimia yang sama. Cara ini bisa memudahkan Grameds memahami setiap unsur yang bereaksi. Jika unsur kimia bertambah maka penggolongannya juga semakin sulit, itulah alasannya mengapa ada ruang kosong pada tabel unsur- unsur kimia ini. Misalnya pada 3 baris pertama tabel memiliki ruang kosong karena berfungsi untuk logam transisi yang akan dimunculkan di tabel periodik, yaitu nomor atom 21.

795a8134c1
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages