Fwd: Bls: [RD] Program 7.000 Doktor -- The wrong program for the wrong time

2 views
Skip to first unread message

Ahmad Ridha

unread,
Dec 21, 2010, 10:11:40 PM12/21/10
to englis...@googlegroups.com
Dari milis tetangga.

Ahmad Ridha
FKIP Universitas Jambi

Begin forwarded message:

From: kamaludin asik <kamal...@yahoo.com>
Date: 21 December 2010 3:12:13 PM GMT+07:00
To: Reviewe...@yahoogroups.com
Subject: Bls: [RD] Program 7.000 Doktor -- The wrong program for the wrong time
Reply-To: Reviewe...@yahoogroups.com

Jangan terlalu bersemangat mencetak Doktor, ya kalau tempat cetakannya benar.
Nanti kita semua salah langkah.

--- Pada Sel, 21/12/10, Djoko Luknanto <lukn...@gmail.com> menulis:

Dari: Djoko Luknanto <lukn...@gmail.com>
Judul: [RD] Program 7.000 Doktor -- The wrong program for the wrong time
Kepada: "Sarasehan Dosen UGM" <Dose...@yahoogroups.com>, "Reviewer DPT Dikti" <Reviewe...@yahoogroups.com>, "Forum Diskusi Dikti" <Dikti...@yahoogroups.com>, "James Gang" <Civ...@yahoogroups.com>, "Octopus Garden" <mus...@milis.isnet.org>
Tanggal: Selasa, 21 Desember, 2010, 7:36 AM

 

Howdy,

 

Program 7.000 Doktor Terhalang Kualifikasi Dosen
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/21/133037/Program-7.000-Doktor-Terhalang-Kualifikasi-Dosen

21 Desember 2010
SOLO- Dana yang berlimpah untuk mendukung melahirkan dosen ataupun ilmuwan bergelar doktor sebanyak 7.000 orang per tahun, tidak akan berjalan mulus. Banyak kendala yang dihadapi Kemendiknas. ''Kalau soal dana, sangat siap. Pemerintah punya anggaran. Tetapi kualifikasi dosen atau peneliti yang akan didorong sekolah sampai S3 itu, justru tidak mendukung,'' kata Ramon Mohandas PhD, atase Pendidikan Kedubes RI di Den Haag, Belanda, kemarin. Berbicara di depan seminar manajemen pendidikan di negara maju yang diadakan Program Pascasarjana UNS, dia mengatakan, program tersebut sangat bagus. Sebab akan memacu perkembangan sumber daya manusia Indonesia ke depan.
''Dulu, kendalanya ada di anggaran yang tidak tersedia. Peneliti atau dosen dari berbagai universitas harus pontang-panting mencari dana sendiri untuk studi sampai program doktor.'' Tetapi saat ini, kendala besar yang dihadapi adalah kemampuan akademik para calon doktor yang tidak didapat. Termasuk penguasaan bahasa Inggris yang sangat minim.
''Ini tantangan bagi para dosen di perguruan tinggi dan juga peneliti yang akan memperdalam ilmunya. Kemampuan akademik dan penguasaan bahasa internasional harus ditingkatkan. Tanpa itu, mustahil program mencetak doktor baru 7.000/tahun bisa terwujud,'' tandasnya.

 

Kalau membuat program apa tidak pernah melihat kondisi lingkungan yang akan dikenai program. Program top down sepertinya semuanya seperti itu. The wrong program for the wrong timeJ

 

PS: Program bottom-up malah dimatikan, yang dihidupkan yang top-downJJ

 

Howgh!

--                      Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker
                               "Can I change My Mind" -- Roy Buchanan

                                     Description: Stage
 

 


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages