From: ali saukah <alis...@yahoo.com>
Date: 24 December 2010 10:42:16 AM GMT+07:00
To: Reviewe...@yahoogroups.com
Subject: Re: [RD] Plagiarisma di USU Medan [1 Attachment]
Reply-To: Reviewe...@yahoogroups.com
[Attachment(s) from ali saukah included below]
Posting Pak Djoko memang selalu jhos gandhos, khususnya yang ini, tentang plagiarism di Indonesia. Saya kira niyat Pak Djoko Luk bukan untuk menyebarluaskan aib seseorang, akan tetapi untuk "nahi mungkar", baik kemungkaran yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Berikut saya lampirkan Permendiknas yang relatif baru ttg plagiarism, siapa tahu ada yang belum memiliki dokumennya. Yang sudah punya, dobel nggak apa-apa kan.
Salam,
Ali Saukah
Universitas Negeri Malang
--- On Thu, 23/12/10, Djoko Luknanto <Lukn...@ugm.ac.id> wrote:
From: Djoko Luknanto <Lukn...@ugm.ac.id>
Subject: [RD] Plagiarisma di USU Medan
To: "Reviewer DPT Dikti" <Reviewe...@yahoogroups.com>, "Sarasehan Dosen UGM" <Dose...@yahoogroups.com>, "James Gang" <Civ...@yahoogroups.com>
Date: Thursday, 23 December, 2010, 7:58 PMThursday, 23 December 2010 MEDAN (SINDO) – Kasus plagiat karya ilmiah tesis melanda Universitas Sumatera Utara (USU). Seorang dosen Fakultas Sastra USU menggugat mantan dekannya. Sumber kasus berkategori sangat memalukan bagi dunia pendidikan ini adalah tesis berjudul “Syair Lisan Melayu Deli,Tumpuan Khusus terhadap Syair Puteri Hijau. Karya yang menghasilkan predikat master (strata-2) bagi Prof Wan Syaifuddin MA. ini diklaim sebagai hasil plagiat oleh Drs Irwansyah MS. Menurut Irwansyah,muatan penting dari tesis tersebut sama persis dengan tesis berjudul “Syair Putri Hijau: Telaah Sejarah Teks dan Resepsi”, yang sudah lebih dahulu dihasilkannya.
“Saya menyadari kalau tesis saya diplagiat setelah melihat langsung tesis beliau. Ada satu bab di tesis itu, baik dari kalimat juga kesimpulannya, persis seperti tesis saya.Meskipun dia mengutip dari tesis saya, tetap saja ada ketentuan yang namanya mengutip dan ada ketentuan yang namanya plagiat. Kalau kesimpulan sudah sama persis dari naskah asli dan itu diklaim merupakan karya dia, itu artinya plagiat,” ujar Irwansyah yang ditemui di Fakultas Sastra USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, kemarin. Irwansyah maupun Wan Syaifuddin sama-sama tercatat sebagai tenaga pengajar di Fakultas Sastra USU. Hanya,Wan Syaifuddin sempat menjabat dekan di fakultas tersebut. Irwansyah mengatakan tesisnya telah ia pertahankan dalam ujian pada program pascasarjana di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, 30 Agustus 1989.
Sedangkan, tesis S2 Wan Syaifuddin dipertahankan di Pusat Pengkajian Ilmu Kemanusiaan Universiti Sains Malaysia (PPIK-USM),Mei 1994. Dibantu dua rekannya sesama dosen di Fakultas Sastra USU, yakni Drs.Petrampilan S Brahmana, M.Si. dan Drs Gustanto, M.Hum., Irwansyah mengaku telah menelaah tesis karya Wan Syaifuddin.Hasilnya,mereka menyimpulkan tesis Wan Syaifuddin adalah hasil plagiat. “Kami juga sudah mengacu kepada rujukan kriteria plagiat dari buku plagiat-plagiat di MIT karya Ismet Fanany. Dan, kami berkesimpulan kalau tesis saya sudah diplagiat,”terang Irwansyah.
Secara moril Irwan mengaku sangat dirugikan. Karenanya, tepat 20 April 2010 ia pun membuat pengaduan kepada Rektor USU. Surat pengaduan yang dilayangkannya sekaligus melampirkan tesis S-2 atas namanya dan atas nama Wan Syaifuddin. Bahkan, 29 April 2010, Irwansyah berangkat ke Malaysia dan bertemu Prof. Muhammad, dosen Ilmu Komunikasi USM yang menjadi Pembina Persatuan Pelajar Indonesia USM. Tujuannya datang langsung ke Malaysia tak lain untuk mendapatkan naskah asli dari tesis Wan Syaifuddin. Prosesnya tak mudah.Menurut Irwansyah, naskah tesis Wan Syaifuddin baru ia dapat 4 Mei 2010. Setelah itu, Irwansyah memperkuat gugatannya lewat pengaduan resmi ke Dekan PPIK-USM.Pengaduan tersebut juga ditembuskan kepada Naib Conselor USM,Dekan IPS-USM,Atase Pendidikan Nasional (Atdiknas) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Rektor USU. Tanggal 6 Mei 2010, Rektor USU membentuk tim pencari fakta dengan surat keputusan No 1356/H5.1.R/SK/SSA/ 2010.
Tim ini langsung diketuai oleh Purek I USU Prof Dr Ir Sumono MS. dan dalam saat itu disebutkan tim sedang berkomunikasi dengan pihak USM Pulau Pinang.Selama proses berlangsung, Irwansyah diminta bersabar dan menghargai itikad baik. Tanggal 26 Juni 2010, Irwansyah menerima surat No 3804/ H5.1.R1/TPM/2010 yang ditandatangani PR I USU Prof Ir Zulkifli Nasution MSc PhD yang isinya menyebut bahwa PPIK-USM sedang meneliti pengaduan Irwansyah. Tim pencari fakta berjanji akan menginformasikan kepada Irwansyah bila sudah ada perkembangan dari PPIK-USM. Surat itu, ungkap Irwansyah, juga melampirkan surat dari Dekan PPIK-USM Prof Dato Abu Thalib Ahmad yang bertanggal 2 Juni 2010. Surat Dekan PPIKUSM itu sendiri memuat permohonan pihak PPIK-USM agar Irwansyah bersabar dan memberi waktu kepada pihak PPIK-USM untuk melakukan penelitian.
“Namun, sejak tim dibentuk hingga sekarang tidak ada tandatanda kejelasan dari kasus ini. Makanya, saya sangat berharap kasus ini dapat ditelesuri hingga tuntas. Dan, jika terbukti plagiat si pelaku harus mengakui karena hal ini merugikan saya secara moril.Selanjutnya,saya berharap diberlakukan proses sesuai prosedur hukum yang berlaku yakni UU Sisdiknas tentang Plagiat,” jelas Irwansyah pula. Menanggapi kejadian ini, Dekan Fakultas Sastra USU Dr Syahron Lubis MA. mengatakan tindakan plagiat tidak bisa ditolerir karena sangat menyalahi aturan serta memalukan. “Apalagi bila terbukti seorang guru besar yang melakukannya. Ibaratnya, seperti orang buat onar di rumah ibadah. Ini merupakan masalah besar,”ujar Syahron. Syahron tidak menampik kalau selama ini kasus dugaan plagiat cukup banyak di USU.
Namun, yang mencuat ke permukaan baru kasus tesis S-2 Wan Syaifuddin. “Kita harapkan kasus ini bisa segera diselesaikan oleh tim pencari fakta. Kalau terbukti, yang bersangkutan bisa dipecat dari tempatnya mengajar,” tegas Syahron. Sementara itu Ketua Tim Pencari Fakta,Sumono,menyebutkan pihaknya masih melakukan proses terhadap kasus tersebut.“Kami masih menunggu dari pihak USM. Sebab, ijazahnya mereka yang mengeluarkan. Kita bahkan sudah mengirimkan surat hingga empat kali ke USM. Saya harap untuk kasus ini dapat sabar dahulu, menunggu itikad USM untuk memprosesnya dan memastikan apakah tesis Wan Syaifuddin plagiat atau tidak,”jelas Sumono. Wan Syaifuddin sendiri ketika dikonfirmasi mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal dugaan plagiat terhadap tesisnya. “Saya belum mengetahui hal itu. Saya tidak tahu,”ujarnya singkat. (lia anggia nasution)
= Salurkan bantuan anda melalui Disaster Response Unit UGM Informasi lebih lanjut, kunjungi http://lppm.ugm.ac.id/deru UGM Peduli Bencana norek Bank Mandiri a.n. Rektor UGM 137 0000 767 778, SWIFT code BMRIIDJA
=
__._,_.___Attachment(s) from ali saukah
1 of 1 File(s)
Posting yang lalu: http://groups.yahoo.com/group/Reviewer-Dikti/.![]()
__,_._,___